Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
salah sendiri


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Xabara memberi libur sehari untuk Aya yang akan menjalankan rencananya.


"berhati-hatilah Aya!" pinta Xabara memegang kedua tangan Aya.


Aya tersenyum lebar, "saya akan kembali Nona!"


Xabara mengangguk, "apa perlu aku ikut juga? aku ingin merasakan berada disampingmu saat menjalankan misi."


Aya sumringah seketika, "dengan senang hati Nona."


Xabara pun meminta Aya untuk menunggunya lalu mereka berdua berangkat pagi-pagi.


Rovert sudah tau Xabara akan pergi bersama Aya sebagai Ketua Higanbana seharusnya Rovert tidak perlu mengkhawatirkan Xabara, Ia hanya berpikir bagaimana caranya melindungi Xabara dengan caranya tanpa menyinggung harga diri Xabara.


Rovert memiliki kepribadian yang angkuh, sombong, tidak suka diatur dan bebas sesuka hati. semua Kepribadian Rovert miliki sama persis dengan Kepribadian Xabara jadi Ia sangat tau bagaimana perasaan dilindungi saat tau diri sendiri mampu menjaga diri dan paling anti dianggap lemah.


di Parkiran,


"Nona? kenapa berpakaian seperti ini? apa nanti tidak di curigai?" tanya Aya.


"tenang saja karna apa yang aku lakukan sama Preman begal itu sudah membuat mereka teralihkan." senyum tipis Xabara.


"bagaimana bisa Nona? apa Nona mengaku Ratu kami?" tanya Aya heran sebab setaunya Xabara tidak mungkin bisa seyakin ini.


"iyah." jawab Xabara.


Aya seketika membelalakkan matanya, "mak-maksudnya Nona? apa Nona mengaku?"


"aku hanya ingin melihatmu membalas dendam untukku." bela Xabara.


Aya mematung dan tampak memikirkan sesuatu yang terlihat sangat rumit.


"sudahlah jangan dipikirkan Aya !? aku baik-baik saja dan tidak akan ketahuan, mereka semua sengaja aku lepas untuk bisa diwawancarai oleh Orang-orang Lios." ujar Xabara.


Aya pun tersadar lalu mengangguk patuh walau khawatir akan sesuatu tapi jika Xabara begitu yakin seharusnya Aya juga harus percaya.


"ayo jalan!!" titah Xabara.


Aya pun menjalankan kendaraannya yang spesial milik Aya jika bertugas, mereka memiliki Mobil masing-masing.


dalam perjalanan Aya menceritakan rencananya kalau Bramasta mengubah rute jalan yang awalnya Ia tebak tapi Bramasta lewat jalan besar.


"sepertinya dia tau kalau dia akan terluka Nona maka nya dia lewat jalan ini." gerutu Aya.


Xabara tersenyum tipis saja, "dia takut padamu! aku yakin dia memikirkanmu akan balas dendam padanya sama seperti sebelumnya."

__ADS_1


Aya mendengus, "percuma saja dia menghindari saya Nona, saya tidak akan memberinya celah untuk kabur."


Xabara mengangguk sambil melipat kakinya dengan anggun serta kedua tangannya bersidakap dada memperhatikan jalan didepannya, Ia ingin melihat Aya melakukan rencananya.


Aya menekan sebuah benda ditelinganya lalu meminta meminta seseorang bersiap sebab Ia sudah melihat titik GPS Bramasta hampir dekat dengannya.


tepat berada di lampu merah,


Aya dan Rovert melihat Mobil Bramasta yang baru saja berhenti.


"kalian bersiaplah !?" titah Aya.


Xabara melirik Aya sekilas.


"Nona saya tidak menyangka rencana C saya yang akan sangat mulus." senyum manis Aya ke Xabara.


Xabara tersenyum tipis saja, ketika Mobil disebrang simpang empat jalan tiba-tiba saja salah satu Mobil Box lawan mengklakson kuat jalanan seperti memberi tau Mobil dalam keadaan tidak terkendali.


Xabara menonton dengan tenang, banyak kendaraan berbelok-belok arah demi menyelamatkan diri sehingga semua Mobil yang terhalang tertutup, Bramasta yang sedang telfonan pun melihat sekeliling mengapa kendaraan bukannya berjalan tapi berhenti malah putar arah ketika Ia terus melaju tepat didepan matanya ada Mobil Truk yang sedang kehilangan kendali menekan klakson.


Ponsel Bramasta terjatuh lalu kedua lengannya menutup wajah nya sambil berteriak dan terjadilah kecelak**n di depan mata banyak Orang, Truk itu menyorong Mobil Bramasta sampai tiba di pembatas jalan dan menabrak tiang rambu-rambu lalu lintas.


Aya menoleh ke Xabara, "bagaimana Nona? natural bukan?"


Xabara tersenyum tipis dan mengangguk setuju, "sangat bersih."


Aya tersenyum bangga, "salah Pria itu sendiri yang begitu terobsesi pada Nona sampai berbuat gila."


Aya melihat sekitar ternyata banyak Mobil yang putar jalan seperti mencari jalan tikus demi menghindari kejadian tidak terduga itu.


.


siang harinya,


Rovert mengerutkan keningnya mendengar perkataan Barrest.


"kau yakin Xabara datang kesini?" tanya Rovert.


"iya Tuan, sepertinya bawa seseorang." jawab Barrest.


Rovert bangkit di ikuti Barrest ketika hendak keluar Ruangan pintu terbuka ternyata Xabara dan Aya sudah tiba di Ruangan Rovert.


Xabara menaikkan sebelah alisnya, "mau kemana?" tanya Xabara.


"ma-mau menjemputmu!" jawab Rovert.


"Ehh? ka-kamu?" Barrest kaget melihat Aya yang pernah Ia temui ketika didepan swalayan.


Xabara dan Rovert melihat ke arah Barrest.


"kau mengenal adikku Barrest?" tanya Xabara memicing.


"adik?" kaget Barrest.

__ADS_1


Aya ketika dilihat oleh Xabara mengangkat bahunya yang artinya tidak mengenal Barrest.


"kita pernah bertabrakan di depan Swalayan, hari itu aneh sekali !? setelah sa-saya bertemu dengan Anda Nona terus hari itu juga kematian Pengusaha Bion ya? saya ingat sekali itu." kata Barrest tersenyum lebar membanggakan ingatannya yang bagus.


"Anda sangat aneh berolahraga memakai tas saat itu." sambung Barrest tersenyum lebar.


Aya melebarkan matanya lalu menoleh ke Xabara yang menatap datar Aya.


"apa kau melihat sesuatu?" tanya Xabara penasaran tanpa melihat ke Barrest.


"sesuatu apa? saya hanya melihatnya saat itu sangat aneh jadi hal itu membuat saya sangat berkesan Nona." jawab Barrest.


Barrest tiba-tiba mengeluarkan Ponselnya, "boleh minta nomor?"


Aya dan Xabara tercengang sedangkan Rovert menepuk keningnya, sungguh Aya sudah takut Barrest mencurigainya sehingga masalahnya akan semakin rumit nantinya.


"ap-apa?" tanya Aya tercekat.


"boleh minta nomor HP Nona? saya memiliki daya ingat yang bagus, jika anda adiknya Nona saya berarti saya bisa kan berteman dengan anda?" kata Barrest yang tidak suka bertele-tele.


Rovert dan Xabara pun menendang pasangan itu Keluar Ruangan Rovert, Aya yang terlalu kuat didorong hampir saja jatuh karna tidak sengaja menginjak tali sepatunya lepas.


"ahh?" Aya hanya bisa memejamkan matanya.


"Nona tidak apa-apa?" tanya Barrest memegang lengan Aya yang hampir saja tersungkur.


Aya pun berdiri membenahi rambutnya dan melenggang pergi, Barrest menjatuhkan rahangnya.


"woo!! sifatnya 11, 12 dengan kakaknya." senyum lebar Barrest berlari mengejar Aya.


sementara di Ruangan Rovert.


"bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Rovert.


Xabara menautkan kedua alisnya, "memangnya apa yang salah denganku?"


Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "lalu bagaimana dokter brengs*k itu."


"Aya sudah menghabisinya." jawab Xabara tenang.


Xabara melangkahkan kakinya melewati Rovert sambil memperhatikan Ruangan kerja Rovert yang sangat bersih, Ia menekan meja, foto dengan ujung jari telunjuknya dan hasilnya memang tidak ada debu yang menempel.


"ada apa sayang?" tanya Rovert.


"apa ada minuman?" tanya Xabara bukannya menjawab pertanyaan Rovert.


Rovert pun membuka pintu Ruangan Pribadinya, Xabara mengikuti Rovert yang menuntunnya memasuki tempat itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2