Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
ternyata


__ADS_3

.


.


.


"sedang apa sayang?" tanya Rovert yang tiba-tiba saja sudah ada disamping Xabara.


Xabara menoleh ke Rovert lalu segera menyimpan Ponselnya sedangkan Rovert sudah melihat apa yang ada dilayar ponsel Xabara walau hanya sekilas tapi Ia tau Xabara sedang membaca komentar.


"kamu pantas di sukai oleh mereka semua sayang." puji Rovert sambil tersenyum.


Xabara berdehem pelan, "tau apa kamu Rovert?"


Rovert tersenyum menatap intens Xabara, "kenapa kamu bisa semakin cantik sayang? kamu mau aku terjerat semakin dalam lagi ya?"


Xabara ternganga, "apa-apaan kamu Rovert, bicaramu semakin ngawur...! aku yakin otakmu sudah bergeser dan aku mohon kamu periksa ke dokter."


Rovert terkekeh, "harus kamu yang membawaku sayang, aku pikir apa yang kamu katakan memang benar hmm... Otakku pasti sudah bergeser."


Xabara tidak bisa berkata-kata hanya langsung bangkit berjalan ke Ranjang nya disusul oleh Rovert seperti anak Ayam mengikuti induknya. Xabara berbaring di ranjangnya dan memejamkan matanya tapi baru beberapa saat mata indah itu terbuka ketika Rovert memeluknya begitu posesif.


"Rovert aku mau tidur dengan tenang jangan menggangguku..! aku sangat kepanasan bukan dingin sehingga harus dipeluk." ketus Xabara menepis lengan Rovert.


"tidak sayang..! disini sangat dingin." elak Rovert yang tidak mau melepaskan diri dari Xabara.


"Rovert apa kamu akan terus berdebat denganku? mana mungkin disini dingin sementara tidak ada AC, kamu mau sikembar sakit pakai AC ha?" Xabara mengutuki Rovert yang banyak alasan padahal jelas-jelas mereka tidur di kamar Baby Kembar mana mungkin ada AC.


Rovert ditendang oleh Xabara sampai terjatuh dari ranjang mereka, Rovert tertawa sambil menggeleng kepalanya padahal punggungnya sakit tapi karna perasaan Cinta dan Bucinnya ke Xabara apapun yang Xabara lakukan adalah bentuk Cinta Xabara padanya.


1 jam kemudian,


Xabara melirik ke arah samping tidak merasakan kehadiran Rovert tidur diranjang yang sama dengannya, "kemana dia?" batin Xabara.


Xabara pun memutar kepalanya menelisik Kamar Sikembar tapi tidak menemukan Rovert lalu Ia duduk dan melihat ke lantai ternyata Rovert tertidur di dekat Box Bayi Sikembar tapi yang membuat Xabara kaget Baby Ana tidur di pelukan Rovert.


"apa-apaan dia? kenapa membawa Baby Ana tidur dilantai?" gumam Xabara dengan kesal.


Xabara turun dari ranjangnya dan mendekati Rovert yang menempelkan keningnya di sisi wajah Putri kecilnya, memang Baby Ana di bentangkan kasur diatas Karpet yang menjadi alas Tidur Rovert tapi tetap saja sebagai seorang Ibu, Xabara juga akan khawatir.


Xabara bersimpuh didekat Baby Ana lalu berusaha menggendong Baby Ana yang malah menggeliat seolah tidak terima di pisahkan dari Rovert, "apa Baby Ana suka tidur dipelukan Papanya?" batin Xabara menebak.

__ADS_1


alhasil Xabara juga ikut tidur disamping Baby Ana.


.


pagi-pagi,


Ratu memekik melihat Cucu perempuannya tidur dilantai padahal sudah berlapis karpet tebal dan kasur bayi dan suara itu tentu membangunkan Rovert bersama Xabara.


"kenapa Cucuku bisa tidur dilantai? apa terjatuh?" Ratu menggendong Baby Ana yang tidurnya begitu nyenyak mungkin karna efek kebersamaan dengan kedua Orangtuanya.


"Ehh?? kan tidak dilantai Mom, ada alas karpet tebal kan? ini juga ada kasurnya." keluh Rovert sambil mengucek matanya dan terkejut Xabara juga tidur dilantai.


"sayang? kenapa kamu dilantai juga?" tanya Rovert ke Xabara.


Xabara diam saja sembari menutupi mulutnya yang menguap lebar.


"huh...!" Ratu menghela nafas pasrah ketika menyadari Baby Ana malah begitu nyenyak tidur bersama kedua Orangtuanya.


biasanya Baby An dan Baby Ana cepat sekali bangunnya tapi karna Baby Ana tidur dengan Kedua Orangtunya malah belum juga bangun padahal Ratu sedang menggendongnya.


"kalian mandilah...!" titah Ratu.


.


Xabara memainkan Ponselnya di sofa sementara sikembar begitu asik dengan mainannya, Xabara hanya suka melihat berita saja sampai Ia menemukan berita Orang hebat dari Rusia sudah meninggal saja karna keracunan tapi tidak ditemukan bukti apapun.


"jarumnya bagaimana? apa terlepas?" gumam Xabara terheran.


Xabara menggeleng kepalanya, "kenapa harus aku pikirkan? lagian dia sudah tua juga bisa-bisanya menyukaiku."


Polus sudah berumur 46 tahun walau masih gagah dan dikatakan Vampir karna selalu keliatan muda sehingga tidak ada yang tau kalau Polus sebenarnya sudah tua.


.


"sayang? ayo kita keluar..!" ajak Rovert mendatangi Xabara yang sedang memangku Baby An yang keliatan begitu sibuk dengan Puzzle nya.


"mau kemana?" tanya Xabara.


"bukankah kamu ingin membawaku ke Rumah Sakit?" tanya Rovert membuat Ratu menatap Rovert dengan cemas.


"apa kamu sakit Rovert?" tanya Ratu khawatir.

__ADS_1


Xabara memijit pelipisnya lalu Rovert dengan santainya menceritakan keluhannya ke Ratu, Ratu yang tadinya khawatir berubah datar dan mendengus karna tau itu penyakit Cinta Rovert sebab suaminya dulu juga begitu.


"sana bawa bayi besarmu ke Rumah Sakit sayang." titah Ratu sambil mengambil alih Baby An dari Xabara.


"Mom kenapa aku harus menemaninya? dia juga bukan Bayi." protes Xabara.


Rovert menggendong Xabara yang dengan cepat membekap mulutnya karna tidak mau berteriak atau memaki Rovert ketika berada didekat Anak-anaknya.


"kamu yang mengatakan aku sakit kan sayang? aku mau kamu yang antar aku dan tanyakan kondisiku ini, aku merasa kalau aku memang tidak normal." kata Rovert dengan senyuman seperti mempermainkan Xabara saja.


Xabara melototkan matanya, "Rovert ka--kau??"


Rovert izin ke Ratu yang memberi kode untuk pergi saja tidak usah berpamitan padanya, Xabara memerintahkan Rovert untuk menurunkannya sebab Ia bisa jalan sendiri tanpa harus digendong.


"sayang aku sedang sakit..! obatnya adalah kamu, obatku sudah habis sekalian beli lagi." kata Rovert terlihat bercanda.


"Rovert..!" teriak Xabara.


Rovert malah sumringah, "iya sayang..! aku benar-benar sudah kehabisan Obatnya."


Xabara menautkan kedua alisnya, "obat apa yang dia maksud?" batin Xabara.


Rovert membawa Xabara ke Rumah Sakit betapa terkejutnya Xabara ketika tau Rovert meminum obat penekan hawa na*su yang begitu kuat.


"jadi ini Nyonya nya Tuan? apa gejalanya semakin parah?" tanya si Dokter Pria yang sudah berumur 53 Tahun.


Rovert menganggukkan kepalanya serius lalu menceritakan kejadian tadi malam yang membuat bira*i nya bangkit tapi Ia sudah kehabisan Obat sehingga sekali melakukannya saja tidak mempan.


"hah?? Rovert sampai minum Obat?" batin Xabara yang tidak bisa berkata-kata.


"kalau begitu apa dosis Obatnya perlu ditambahkan lagi dok?" tanya Rovert.


"tidak bisa Tuan..! dosisnya sudah benar." bantah si Dokter dengan senyuman.


Xabara menoleh ke Rovert yang menggenggam tangan Xabara serta mengecup punggung tangan Xabara dengan penuh kelembutan seakan memberitau Xabara kalau Rovert baik-baik saja.


"sejak kapan?" tanya Xabara.


Rovert tersenyum, "sejak kamu dalam masa pendar*han setelah melahirkan sayang, aku tidak bisa menahan diri jadi ke Rumah Sakit dan kebetulan saat kita di Dubai dokter Hiro sedang bertugas di sana."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2