
.
.
.
hari itu juga semua Orang menguburkan Nenek Eka di pemakaman desa pinggir pantai,
Xabara menatap lurus ke depan dengan pandangan datar, air matanya seakan sudah kering tak menangis lagi, tangan Xabara terkepal kuat.
Xabara tidak dekat dengan Pria bernama Bagos itu tapi Ia tau bagaimana dulu Papanya sangat berhargai Pria itu.
"Papa?? Maafkan aku selama ini bertindak bodoh sampai tidak mencari tau kebenarannya, demi Papa, Mama, abang, Atuk Long dan Nenek Eka aku akan mencabut akar-akar Orang yang telah memisahkan kita semua." batin Xabara.
Rovert menarik ujung baju lengan Xabara, "apa kita bisa kembali ke Kota sayang?" bisik Rovert.
Xabara mengangguk, "kita berangkat setelah berpamitan pada semua Orang disini."
Rovert tersenyum lalu menegakkan tubuhnya dan menatap makam Nenek Eka yang masih di basah dan di kerumuni oleh para tetangganya.
sore harinya Xabara dan Rovert berpamitan pada Orang di Desa itu lalu kembali ke Kota, mereka semua sebenarnya sedih Xabara dan Rovert kembali tapi mau bagaimana lagi? kedua pasangan tampan dan cantik itu bukan orang tetap ditempat itu.
dalam perjalanan Xabara tidak berbicara hanya diam melihat kesamping, Rovert juga tidak memaksa Xabara untuk berbicara dengannya sebab Ia tau bagaimana rasanya terguncang karna kehilangan Orang yang disayang belum lagi pelaku yang menjadi dalang utama masih hidup sampai sekarang, Xabara pasti merasa bersalah sekali tidak menyadarinya sejak dulu.
"Rovert apa minyak Mobilmu masih banyak?" tanya Xabara.
Rovert tersenyum lebar diajak bicara oleh Xabara, "aku sudah mengisinya banyak sayang dan tadi pagi aku membelinya dari warga yang beli di kota."
Xabara pun mengangguk lemah lalu menyandarkan sisi kepalanya menghadap Rovert, "Rovert aku akan balas mereka semua."
"iya !? balas sayang, tapi kamu harus menungguku untuk mencari tau 2 Orang yang dimaksud Nenek Eka, aku akan selesaikan untukmu."
"Rovert aku yang akan membalas mereka dengan Identitasku sebagai Higanbana." ujar Xabara.
"tidak sayang? wanita picik yang baru saja menjadi pemimpin Orang-Orang Lios telah menyebarkan banyak mata-mata, biar aku mencari tau apakah Pria bernama Bagos itu juga terkait penjualan barang Ilegal sampai menawarkan Keluargamu pada mereka."
Xabara memejamkan matanya, "baiklah !?" Xabara yang harus lebih sabar lagi pun mengangguk pasrah.
sebenarnya Xabara adalah Orang yang sabar tapi jika membahas Keluarganya tentu amarahnya tidak bisa ditekan apalagi ditahan.
Rovert mengelus kepala Xabara, "aku berjanji akan menyelesaikannya lebih cepat sebelum pernikahan Aya dan Barrest."
__ADS_1
"balas dendam harus aku yang melakukannya." jawab Xabara.
"Kita yang akan melakukannya." ralat Rovert serius.
Xabara memandang Rovert dengan serius, Karna Rovertlah Ia mengetahui kebenaran kematian Keluarganya tentu Ia menerima tawaran Rovert, Ia berjanji akan membuatkan racun yang lebih menakutkan untuk Orang yang telah menghancurkan Keluarganya itu.
Setibanya di Mansion,
Xabara di gendong oleh Rovert disambut oleh Ratu yang cemas dengan keadaan Xabara.
"kenapa Xabara nak?" tanya Ratu.
"Xabara cuma lelah Mom, bisa Mom buatkan susu dan Vitamin nya? aku tidak sempat membawanya." pinta Rovert yang hanya mempercayai Ratu saja walau punya pelayan.
"iya Rovert!" jawab Ratu segera pergi ke Dapur.
Rovert membawa Xabara ke Kamarnya lalu menyelimuti Xabara yang diam saja, Rovert tau Xabara akan menjadi lebih tenang jika balas dendamnya tuntas.
"perlihatkan wajah manismu ke Mom sayang? aku akan kembali ke Kantor ya?" Rovert.
Xabara menahan tangan Rovert, "apa tidak bisa di Ruangan Kerjamu saja? aku tidak akan bisa tidur nanti." pinta Xabara.
Rovert mengecup punggung tangan Xabara, "baiklah." betapa patuhnya Rovert pada Xabara.
Rovert pergi ke Ruangannya dan menghubungi seseorang yang jelas bukan Barrest.
"cari tau apa saja yang dilakukan oleh Bagos Betto akhir-akhir ini malam ini juga." titah Rovert dengan dingin.
"baik Tuan." balas seseorang.
Rovert melihat Komputernya dan baru saja datang Undangan dari Zein lewat Akun Pribadinya langsung mengundang Rovert bersama Xabara.
Rovert semakin dingin saja, "ciih..! masalah ini belum selesai kenapa pria ini belum menyerah juga? apa perlu aku habisi juga?"
Rovert jadi ketularan Xabara jika tidak suka main dihabisi, lalu Ia melihat berita lain yang ternyata 4 WNA yang Rovert kirim mata-mata telah meninggal dunia secara misterius.
Rovert menyeringai, "bagus masalah lama selesai."
sekitar jam 10 malam,
Rovert masih sibuk di Komputernya tiba-tiba saja Ia menoleh kesamping ada Xabara yang memegang lengannya dengan tampang imutnya, Xabara persis seperti seorang gadis kecil yang merengek kepada Papanya tidak bisa tidur.
__ADS_1
Rovert terkekeh lalu segera bangkit menangkup pipi Xabara tanpa menunggu apa-apa Ia mencium bibir Xabara serta melum*tnya lembut, Xabara diam saja memejamkan matanya seakan Ia sudah memberikan seluruh tubuhnya untuk Rovert.
"muahh!! imut sekali." gemas Rovert.
Xabara mungkin sudah mencintai Rovert hanya saja Ia tidak menyadari perasaannya, Rovert menggendong Xabara meninggalkan Komputernya yang menyala.
ke esokan harinya,
Xabara terbangun lalu menoleh ke Rovert yang sudah tidak ada, "dia sering saja menghilang setiap pagi." gerutu Xabara dengan suara khas mengucek matanya.
Ketika Xabara sudah membersihkan diri ternyata Rovert hanya memakai baju biasa, "Rovert? kamu tidak bekerja?"
"sayang aku menemukannya, ayo cepat ikut aku sarapannya di Ruanganku saja." ajak Rovert.
Xabara langsung berlari ke arah Rovert yang panik segera memeluk Xabara, Ia khawatir Xabara tergelincir.
"ayo cepat!!" ajak Xabara yang tidak sabar.
mereka berdua sarapan di Ruangan Kerja Rovert sambil bercengkrama tentang apa saja yang Bagos Betto lakukan, Xabara memukul meja Rovert karna Pria itulah yang bekerja Ilegal tapi malah menunjuk Papanya sebagai rekan baru, betapa Gilanya Pria itu menurut Xabara dan Ia berjanji akan membalaskan lebih kejam dari apa yang mereka lakukan.
"apa mereka bertiga sudah di konfirmasi memang terhubung?" tanya Xabara sekali lagi.
"iya sayang..! mereka terhubung, apa Keluarga mereka akan kamu habisi sayang? mereka hidup bersama dalam 1 Mansion mewah yang dijaga ketat, kamu tau sendiri kan? mereka memiliki hubungan dengan Polisi sebagai bayaran untuk melindungi pekerjaan menjijikkan mereka itu."
Xabara benar-benar terlihat marah tapi hanya bisa dilampiaskan lewat tawa dan tangisnya, Ia baru kali ini merasa dibodohi sebodoh-bodohnya tapi Rovert selalu menghapus air mata Xabara dan mengatakan mereka bertiga hanya Pengecut yang bekerja dibalik tembok sehingga tidak bisa ditemukan.
"aku akan habisi mereka dengan cara yang sama." kata Xabara dengan raut wajah yang terlihat mengerikan namun menurut Rovert malah terlihat sangat seksi.
"aku akan siapkan semuanya untukmu sayang, apa racun Higanbanamu yang baru akan dibuat lagi? aku rasa tidak akan sempat menurutku nanti malam adalah waktu yang tepat." Rovert merapikan rambut Xabara.
Xabara menatap Rovert dengan serius, "malam ini?"
dibalas anggukan oleh Rovert, "kenapa? apa kalian kehabisan racun?" tanya Rovert dengan gemas.
"tidak pernah." jawab Xabara dengan datar membuat Rovert tertawa.
"lebih cepat lebih baik kan?" gemas Rovert.
"memang iya, racunku yang sekarang sudah mematikan yang perlu aku lakukan hanya menghabisi markas kebanggaan mereka itu sehabis-habisnya dan membuat mereka semua mati tersiksa di dalam sana dengan sangat sadar tanpa bisa melarikan diri."
.
__ADS_1
.
.