
.
.
.
Xabara melihat Ruangan Rovert pun mengangguk-ngangguk memuji dalam hati saja tata barang yang ditempati sangat tepat dan yang paling utama sangat nyaman.
Xabara menoleh ke Rovert yang menggenggam tangannya dengan nurutnya Xabara mengikuti langkah Pria yang memperlakukannya dengan sangat lembut.
"ini minuman sangat baik untuk rahimmu sayang, Mom memintaku..? hmm?" Rovert kebingungan mencari kata-kata menjelaskan semua maksudnya pada Xabara.
Xabara tersenyum lalu meneguk minuman yang Rovert siapkan untuknya, Rovert nyengir kuda saja merasa gugup ketika bersama Xabara terlebih lagi berada di ruangan tertutup membuat pikirannya melayang entah kemana.
"sudah kan?" Xabara mengembalikan gelas yang sudah kosong itu pada Rovert.
"iya." Rovert menerima gelas itu.
Xabara mengedarkan pandangannya, "desain dan interior Ruanganmu tidak buruk."
Rovert meletakkan gelas itu di meja lalu kembali ke Xabara, "ahh iya kenyamanan itu sangat penting, tapi aku mau tanya sebenarnya apa yang terjadi sayang? kenapa aku melihat berita ada seseorang yang mengaku Ketua Higanbana."
Xabara tersenyum miring, "aku hanya ingin bermain-main dengan si bodoh itu." jawab Xabara santai.
Rovert menghela nafas dan Ia tidak bertanya lagi.
"bagaimana 4 Pria yang tersisa? kau tidak mau menghabisi mereka?" tanya Xabara berbalik ke arah Rovert sambil bersidakap dada.
Rovert tersenyum, "aku sudah mengirim salah satu Pelayan diantara mereka semua ! ketika waktunya tiba mereka akan mati dengan Racun Higanbana."
Xabara menaikkan sebelah alisnya, "membun*h lewat tangan Orang lain?"
"ya!! aku belajar dari Ratu-ku." kata Rovert tersenyum sungguh tampan tapi Xabara bukannya terpikat malah melihat arah lain.
"apa kamu sudah makan sayang? kita makan di Kantin atau di Luar?" tanya Rovert.
Xabara kembali melihat Rovert, "apa ada Kantin?"
"ada." jawab Rovert.
Xabara pun setuju sekalian Ia melihat-lihat Perusahaan Raksasa yang kelak akan menjadi milik keturunannya, anggap saja Xabara matre padahal Ia sendiri juga kaya.
__ADS_1
"Rovert kita suami-istri dan suatu saat nanti Perusahaanmu akan menjadi milik Anak-anakku, sekalipun kau punya anak simpanan." Ujar Xabara berterus terang.
Rovert tersenyum lebar, "aku tau hatiku sendiri dan aku menjamin tidak akan punya anak lain dari wanita manapun selain dari rahimmu saja!"
"hmm! aku wanita yang sangat serakah." kata Xabara melihat Perusahaan Rovert yang semakin bertambah bagus.
Rovert terkekeh, "aku akan berikan apapun yang aku miliki untuk anakku kelak dari rahimmu sayang !? asalkan aku ada penerus itu sudah cukup untukku."
"aku menguasai Mom-mu apa kau tidak marah? dia sangat menyayangiku, ketika dia ingin keturunan dan sakit karna tipuan yang aku lakukan jujur saja aku sangat tidak nyaman, aku ingin memberinya Cucu." tanya Xabara sambil melirik Rovert sesekali.
Rovert yang cerdas langsung faham kata-kata Xabara seperti ingin memberitau pada Rovert kalau dirinya hanya memanfaatkan Rovert saja karna Ia adalah wanita yang Arogan.
Rovert menggenggam tangan Xabara lalu mengecup punggung tangan Xabara dengan mesra, "manfaatkan aku sesukamu sayang."
Xabara melepaskan tangannya dari bibir Rovert sembari melihat hal lain menutupi degub jantungnya, sebenarnya Ia sudah menyukai Rovert yang bisa membuatnya merasa berharga bukan sebagai Ketua Higanbana tapi sebagai perempuan normal yang memanfaatkan lelaki kaya.
Rovert tanpa malu merangkul pinggang Xabara yang diam saja sambil melirik lengan Rovert dipinggangnya, setelah apa yang Xabara katakan pada Rovert tetap saja Pria yang menjadi suaminya itu tidak marah ataupun menjaga jarak darinya.
"kau tidak marah aku memanfaatkanmu saja?" tanya Xabara penasaran.
"kenapa aku harus marah? aku mencintaimu sekalipun kamu memerintahku untuk mati berperang akan aku lakukan jika kamu yang memanfaatkanku." kata Rovert tenang.
"apa kau sudah gila? bodoh?." Xabara tidak menyangka Rovert akan berpikir sejauh itu.
Xabara membuang muka, "dasar mes*m, psikopat cinta !?"
di dalam Lift privat tidak ada siapapun ketika sudah tiba di Kantin setiap ada karyawan yang melihat pasangan itu menjauh, semua karyawan sampai rela makan di tangga darurat demi menghindari pasangan yang membuat selera makan semua Karyawan berkurang saja karna terlalu iri dan sebagian ada yang takut.
Xabara melihat Kantin itu sangat luas tepat di lantai 2 yang memiliki banyak kursi, Rovert izin ke Xabara untuk ke Toilet karna perutnya tiba-tiba sakit bagaimana pun sempurnanya Rovert dimata wanita tapi Rovert tetap manusia yang juga bisa buang air.
Xabara mendekati Bibi kantin, "berapa bayarannya di tempat ini Bi?"
Bibi tersenyum lembut, "Nona adalah Istri Tuan Muda ya?"
Xabara menganggukkan kepalanya, "berapa bayarannya Bi? apa sangat mahal? tempat ini terlalu mewah bukan?"
Bibi Kantin yang akrab dipanggil Bi Ocha itu kian melebarkan senyum di wajah tuanya, "sebenarnya saya tidak menyewa Nona..! saya adalah mantan Koki di Restaurant besar tapi dipecat karna melakukan kesalahan pada seorang Nona Muda, Tuan Muda membantu saya usaha disini sampai saya bisa menguliahkan anak-anak angkat saya di Luar negeri berkat bekerja disini."
Xabara terkejut, "apa dia sebaik itu?"
Bibi Ocha terkekeh, "apa Nona tidak tau kebaikan Tuan Muda?"
__ADS_1
"dia juga pernah menyelamatkanku." gumam Xabara sangat pelan teringat ketika Xabara berumur 5 tahun.
Bibi Ocha tertawa senang mendengar gumaman Xabara tak bisa menutupi rasa lucunya itu padahal dirinya hanya orang rendahan, Nona Muda yang pernah memecat Ocha adalah wanita yang pernah di comblangi dengan Rovert tetapi gagal karna Rovert menolaknya mentah-mentah.
"kenapa tertawa?" tanya Xabara berubah kesal.
Bibi Ocha meminta maaf dan Xabara memaafkannya, "pantas saja Nona yang sangat cantik mau menikah dengan Tuan Muda! ternyata punya hutang budi ya?"
Xabara membuang muka karna perkataan Ocha memang benar adanya, Ocha jadi bisa menebak kalau Xabara memiliki sifat yang sama dengan Rovert yaitu Arogan dan tidak suka di kasihi.
"maaf Nona!! apa Nona menginginkan sesuatu? masakan saya tidak pernah mengecewakan."
Bibi Ocha mengalihkan pembicaraan supaya gadis Arogan itu tidak terlalu malu atau kesal, Xabara melirik buku menu yang ditawarkan oleh Bibi Ocha tiba-tiba saja Rovert datang berada disamping Xabara.
"belum pesan juga?" tanya Rovert.
Xabara menggeleng sebagai jawaban sambil memperhatikan daftar menu makanan yang tidak tau mana yang enak.
Rovert menunjuk makanan pedas yang terlihat aneh tapi rasanya Rovert jamin sesuai dengan selera Xabara, selama beberapa jam Xabara dan Rovert menghabiskan waktu bersama.
.
sore harinya,
"dimana Aya?" tanya Xabara ke Barrest.
"Nona Aya sudah pergi Nona, katanya dia akan pulang." jawab Barrest.
Xabara memicingkan matanya ke Barrest, "awas saja kau bermain-main sama adikku! aku akan pengg*l kepalamu."
Barrest sontak saja memegang lehernya, "saya tidak pernah tau Nona punya adik padahal saya selalu bertanya pada anda." keluh Barrest.
Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "kau tidak akan tahan dengan temperamen buruknya."
"saya bisa menahannya Nona." kata Barrest semangat.
"ckk!" Xabara berbalik pergi saja meninggalkan Barrest yang senyam-senyum sambil mengelus-ngelus batang lehernya.
"memang benar gadis galak sangat menarik." gumam Barrest tersenyum cerah teringat beberapa jam yang lalu akan tindak kasar Sosok Aya.
.
__ADS_1
.
.