
.
.
.
"Mom?? apa seperti ini perlakuan mereka sama Mom?" tanya Xabara dengan pandangan datar memperhatikan mereka satu persatu.
seketika Ibu-Ibu sosialita itu tersadar lalu merendahkan Xabara, Ratu marah tapi Xabara menahan lengan Ratu dengan senyuman.
"Ehhh?? ini apa ya?" Xabara mengeluarkan sebuah Bunga Higanbana seketika mereka langsung pucat melihat Bunga itu.
Xabara melemparnya ke tengah-tengah meja, "aku tadi menemukan Bunga ini di Toilet."
Xabara berbicara seakan tidak merasa bersalah, sementara 12 Ibu sosialita itu membeku ditempat kehilangan kata-kata.
"kenapa kalian sangat pucat?" tanya Xabara memanasi.
"aku akan menandai kalian semua lalu meminta Rovert menghabisi kalian semua yang berani mencela Mom kami." ancaman serius Xabara.
"Ek-Ekhemm !!!"
mereka terbatuk-batuk.
"mau mengancam kami?"
"palingan dia hanya rakyat jelata."
"tidak sopan."
Ratu memotong pembicaraan mereka semua tapi Xabara meminta Ratu untuk istirahat saja sementara dirinya yang akan mengurus makhluk tidak tau diri itu.
seketika mereka tersinggung dengan perkataan Xabara lalu ada yang bangkit menampar Xabara.
plakkk!!
"Xabara??" kaget Ratu.
"Hahahaha!!" Xabara tertawa keras lalu menjambak rambut wanita itu ternyata adalah pink.
"kau fikir aku takut dengan status kelas sosial kalian yang rendah hah?" tanya Xabara dengan dingin.
"apa-apaan ini?" geram yang lainnya segera ikut menolong temannya.
"Mom jangan sampai terluka!" pinta Xabara serius.
"sayang? lebih baik kita pulang saja ya?" bujuk Ratu.
Xabara menyeringai lalu menendang siapa saja Ibu-Ibu yang mencoba menghalanginya, Xabara menampar Pink yang berani menamparnya.
plak
"itu hadiah dariku!" kata Xabara yang menampar pipi kanan Pink.
__ADS_1
"dasar jal*ng berani kau?." marah Pink.
plak!!
"itu perwakilan dari Momku." sambung Xabara lagi menampar pipi kiri Pink.
Pink tersungkur lalu Xabara menginjak tangan kanan Pink yang menamparnya tadi.
"aakkkhhh!! aaarrgghh!! sakiiitt !? lepaskan aku jal*ng." pekik Pink histeris.
"K-Kau mau membunuhnya ha?" amuk Ibu-ibu yang lain ketakutan.
"dia menamparku dan aku jamin tangan kanannya ini tidak akan bisa berfungsi selama beberapa bulan." kata Xabara menyeringai.
"kau sudah menamparnya 2 kali." teriak yang lainnya.
"kalian lihat saja apa yang akan aku lakukan pada Kalian semua besok pagi, aku menjamin kalau kalian akan jadi pengemis dalam 1 malam." kecam Xabara dengan nyalang.
Ratu sampai syok melihat kekejaman Xabara tapi Ia sangat bangga menantunya tidak mudah tertindas.
"A-Appa?" mereka gelagapan dengan wajah yang kian memucat saja seperti tidak ada darah diwajah mereka semua.
kretaaakkk
seketika teriak Pink sangat menggema lalu Xabara mengangkat kakinya.
"itu pelajaran untuk wanita sombong sepertimu, kau salah merendahkan perempuan bagaimana jika gadis lemah yang kalian rendahkan? kalian pantas diberi Bunga Higanbana oleh Anggota Higanbana. semoga saja mereka tau sehingga Sampah seperti kalian dibasmi." kata Xabara.
Xabara memberi ancaman saja, "aku tidak menyangka hanya melihat Bunga dan mengancam saja sudah membuat mereka takut, ternyata kami memang sangat terkenal dimana-mana." batin Xabara tersenyum sungguh tipis.
Xabara melangkahkan kakinya ke Ratu, "ayo kita pergi Mom!? kenapa Mom mau bergabung dengan sampah seperti mereka hmm? apa tidak ada lagi manusia selain mereka?" omel Xabara sambil membawa pergi Ratu yang tersenyum lebar.
"tunggu sayang !?" pinta Ratu lalu Ratu pun menoleh ke mereka semua.
"aku resmi keluar dari Anggota kalian semua, seperti yang menantuku katakan kalian hanyalah sampah dan aku tidak akan mau mencium bau sampah apalagi berdekatan dengan sampah !!? makanannya? kalian bayar saja sendiri." kata Ratu dengan tegas lalu merangkul Xabara yang tersenyum manis.
hening !!
Pink menangis meminta bantuan hingga mereka semua tersadar lalu segera membantu Xabara.
"aku tidak akan memaafkan jal*ng kecil itu." geram Pink dengan penuh dendam padahal tangannya gemetar kesakitan.
yang lain diam saja memikirkan apa yang akan Xabara lakukan besok.
.
keesokan harinya,
12 Ibu Sosialita yang sudah Xabara kenali langsung jatuh bangkrut dalam 1 malam. mereka sangat marah dan semakin benci pada Xabara tapi demi menyelamatkan harta supaya tetap kaya bukan bangkrut harus meminta maaf pada Ratu. dan sialnya bagi mereka adalah Ratu tidak menerima tamu sehingga mereka semakin marah lalu Xabara tiba dibalik Jeruji besi pagar Mansion besar Ratu.
"bagaimana hadiahku?" tanya Xabara bersidakap dada.
"K-Kau?? aku akan katakan pada media kalau kau sangat kejam."
__ADS_1
Xabara terkekeh, "terimakasih atas pertolongan kalian, dengan begitu aku tidak akan bersusah payah menghadapi sampah seperti kalian kedepannya karna mereka akan berpikir menghadapi perempuan kejam sepertiku."
Xabara malah bangga disebut Kejam, mereka mencaci maki Xabara tapi ujung-ujungnya meminta maaf pada Xabara lalu mengatakan segala kata-kata untuk menjilat Xabara.
"cuuiihhh!!? aku tidak akan terpengaruh oleh tipu muslihat kalian, aku adalah Princess akting dan akting kalian ini sungguh buruk." kata Xabara lalu berbalik pergi sambil memandang rendah mereka semua.
glek!!
kedua satpam yang berjaga tidak jauh dari Xabara hanya bisa menelan saliva bersusah payah, Xabara sangat kejam dan tidak berbeda jauh dengan Rovert.
.
"sayang?? kenapa malah menemui mereka hmm?." tanya Ratu dengan cemas.
Xabara tersenyum, "tidak apa Mom !? aku ingin melihat wajah mereka saat merendahkan diri meminta pengampunanku." kata Xabara.
"mereka akan menyebarkan rumor buruk tentangmu sayang." kata Ratu.
Xabara tertawa kecil, "tidak masalah Mom !? aku tidak peduli penilaian dari orang lain tapi aku tidak suka Mom kesayanganku ini di lukai."
Ratu memeluk Xabara dengan gemas, "Mom sayang banget sama kamu nak."
Xabara membalas pelukan Ratu, "aku juga Mom."
Ratu melepaskan pelukannya dari Xabara dan sangat panik melihat Xabara berkaca-kaca, Ia sangat khawatir tapi ternyata Xabara kembali memeluk Ratu dan mengatakan Ia sangat bahagia memiliki mertua seperti Ratu.
"kamu pilih Mom atau Rovert sayang?" tanya Ratu menggoda.
"Mom." jawab Xabara.
"hah? huh!!? dasar kamu sayang pandai sekali mencuri hati Mom." keluh Ratu tertawa senang padahal Xabara mengatakan yang sebenarnya.
.
Rovert telah tiba di pekarangan Mansion nya lalu melihat Ibu-Ibu tengah berteriak meminta ampunan Ratu dan Xabara, saat Para satpam membuka gerbang untuk Rovert seketika mobil Rovert dihentikan oleh mereka semua.
11 Ibu Sosialita itu merendahkan Xabara pada Rovert supaya meninggalkan perempuan seperti itu tapi Rovert tidak memperdulikan ocehan para wanita gila itu malah mengklakson kuat hingga mereka semua minggir karna tidak mau ditabrak oleh Rovert, para satpam segera menutup gerbang setelah mobil Rovert masuk ke Pekarangan Mansion.
"mereka semua pasangan kejam."
"bagaimana cara kita mengembalikan semuanya seperti sedia kala?"
"kita harus buat rumor buruk tentang jal*ng kecil itu."
"iya!! gara-gara dia Pink jadi masuk Rumah Sakit."
alhasil semua Ibu-ibu itu pergi dari sana dengan membawa perasaan dendam pada Xabara begitu dalam.
.
.
.
__ADS_1