Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
di atur


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Xabara dan Irene berjalan santai dengan paras kecantikan yang sangat enak dipandang mata, kecantikan keduanya tidak normal.


Irene merangkul lengan Xabara begitu manja sebab Xabara adalah teman yang paling setia dan sangat baik menurut Irene bahkan sangat dewasa dibanding dirinya yang masih dalam tahap belajar.


"kenapa kita ke Restaurant ini? ruangan Privat lagi." tanya Irene yang memang tidak tau maksud Xabara mengajaknya ke tempat itu.


"aku ingin mengenalkan seseorang padamu." jawab Xabara.


"Pria? wanita?" tanya Irene.


"Pria." jawab Xabara membuat langkah Irene terhenti seketika.


"kenapa aku mencium bau-bau perjodohan disini?" tanya Irene memicing curiga.


Xabara menyentil pelan kening Irene, "akhirnya otak ini sadar juga aku pikir tidak akan sadar-sadar juga."


Irene melebarkan matanya sambil mengelus keningnya, "kenapa tidak bilang?"


"apa kamu pikir aku tidak mengenalmu he? pasti banyak sekali alasanmu tidak mau menerima ajakanku." Xabara menyeret tangan Irene yang merengek seperti anak kecil belum siap dijodohin.


"aku tidak memintamu langsung menikahinya tapi lihat dan uji saja terlebih dahulu." jelas Xabara.


setibanya di depan Ruangan Privat disambut oleh Pelayan Restaurant yang menunduk sopan ke tamu yang ditunggu tamu VVIP mereka hari ini.


"Xabara?" rengek Irene.


Xabara menggeleng kepalanya lalu merangkul pinggang Irene serta memaksanya memasuki Ruangan VVIP itu.


Irene seperti tidak mau menemui Pria pilihan Xabara sebab Ia masih fokus dengan Perusahaannya tapi Xabara yang punya kekuatan yang terbilang sangat kuat bagi ukuran wanita karna seorang Ketua Mafia tentu bisa mendorong tubuh Irene yang berdiri seperti patung tidak mau melangkah sama sekali.


"Xabara? hiks. hiks..! aku masih dibawah umur." rengek Irene.


"dibawah umur apa? kau mau bercanda denganku? kita bukan dibawah umur lagi." omel Xabara.


seorang XeniaXabara mengomel benar-benar ajaib sekali Irene yang sudah memiliki tempat dihati Xabara sebagai sahabat baik sedangkan Aya adalah adik bagi Xabara.

__ADS_1


"kamu mau lihat KTP-ku? umurku masih 15 tahun, aku memang keliatan tua." oceh Irene dengan nada serius namun wajahnya keliatan sangat lucu memelas pada Xabara.


Xabara terkekeh mendengar ocehan Irene, "kalau begitu umurku masih 10 tahun sudah punya anak."


"Xabara?? hiks.. hiks aku masih ilegal berpacaran..." Irene merengek.


"aktingmu buruk." Xabara menggeleng kepalanya sampai melihat seorang Pria macho yang tengah bersandar memandang ke arah mereka dan terlihat sekali mata Pria itu tertuju pada Irene.


sungguh Pria itu ternyata mendengar segala ocehan Irene yang terbilang sangat lucu itu berhasil menarik perhatiannya sebagai Pria yang anti perempuan, bagaimana bisa ada seorang perempuan yang mengaku dibawah umur hanya karna tidak mau di jodohin serta mengatakan wajahnya keliatan tua.


"imut sekali." batin Pria itu.


"Singa Tersembunyi?" Xabara.


"Ahhh? ehh?" Pria itu kaget melihat sosok XeniaXabara yang dikenal sebagai Istri Tuan Muda Maldev adalah XeniaXabara yang tersembunyi selama ini.


"Xe..!"


"Sssttt!!!" Xabara seperti memberi kode untuk Pria itu tidak memberitau identitasnya pada Irene yang keliatan memang tidak tau siapa Xabara sehingga berani menolak dan merengek pada seorang Ratu Higanbana yang ditakuti.


"Ekhem...!" Pria itu berdehem seolah langsung faham.


Pria itu mendekati Xabara dengan jarak aman sementara Irene membelakangi Pria itu sebab sejak tadi mau kabur hanya saja dipeluk erat oleh Xabara.


"kenalkan nama saya BhaLion anda boleh memanggil saya Lion." kata Pria itu dengan wajah tenangnya tanpa mengulurkan tangan.


"saya merasa terhormat bertemu dengan anda." kata Lion dengan sopan ke Ratu Higanbana itu.


Xabara mengangguk, "ini sahabatku..! dia sangat nakal dan banyak tingkah, ku harap dia bisa mengobatimu."


"Mengobati?" batin Irene menoleh ke Xabara dengan bingung sehingga Lion bisa melihat sisi wajah Irene yang terlihat menawan sebab sejak tadi sudah menjadi pusat perhatiannya Lion.


"saya merasa terhormat dipercaya oleh anda dengan memberi kesempatan pada saya menemui sahabat anda." jawab Lion lagi.


Xabara memperhatikan tubuh Lion, "apa bawa Obatnya?"


Lion tidak merasa canggung lagi alerginya diketahui Xabara sebab sosok Singa tersembunyi itu memang dikenal punya penyakit parah jika bersentuhan dengan wanita.


"bawa Nona." jawab Lion.


Xabara melihat ke arah Irene yang memandangnya dengan wajah bingung seperti menuntut jawaban.


"kenapa menatapku begitu? bukankah kamu ingin aku kenalkan pada seorang Mafia? dia Ketua Mafia yang cocok untukmu kalau kamu bisa menyembuhkannya." kata Xabara yang tau Irene adalah perempuan yang suka tantangan.

__ADS_1


Xabara tanpa hati mendorong Irene sehingga ditangkap langsung oleh Lion yang melihat wajah Irene yang matanya terpejam sambil mendumel.


"Xabara aku akan mencekikmu." dumel Irene yang mengikuti kata-kata Xabara kalau mengancamnya.


Lion terkekeh pelan mendengar dumelan Irene yang sangat lucu berani sekali mencekik seorang XeniaXabara sedangkan Xabara memiringkan kepalanya melihat tingkah pasangan itu.


"kau tidak menipuku kan? apa kau memang alergi?" tanya Xabara memicingkan matanya.


Lion melihat punggung tangannya yang tidak menunjukkan reaksi apapun, "kok bisa?"


Xabara menghela nafas melihat raut wajah Lion lah yang paling bingung padahal Xabara tadi sempat meragukan Lion yang katanya alergi perempuan tapi ternyata baik-baik saja.


Irene melepaskan diri dari Lion dan berlari dari Lion namun dicekal oleh Xabara, "Xabara..? hiks.. hiks..? aku masih dibawah umur jangan kenalkan aku sama Om-Om."


Lion yang tadinya bingung seketika mengeluarkan suara tawa tertahannya.


"coba lihat dulu wajahnya apakah dia Om-Om? umurnya masih 29 tahun tapi dia bukan Om-om." Xabara menarik lengan Irene yang banyak sekali tingkahnya mau melarikan diri sehingga menghadap Lion.


Irene akhirnya melihat wajah Lion yang sangat macho jujur saja tipe idealnya memang Pria Macho, matanya menelisik dari atas sampai kebawah benar-benar Pria Macho.


"bukan Om-om?" bisik Irene ke Xabara.


Xabara menonyor kening Irene, "kamu ini suka terpengaruh rumor ya? apa menurutmu semua Mafia itu Om-om? lagian mana mungkin aku mau menyerahkan sahabatku ke om-om."


Irene nyengir kuda lalu Ia memekik ketika Xabara mendorongnya lagi ke Lion sampai terjatuh kelantai dengan posisi keduanya begitu intim, mata Irene melebar syok sambil memegang hidungnya berdenyut karna terbentur hidung Lion.


"ak-aku tidak melakukan apapun." kata Lion melepaskan tangannya yang memegang pinggang Irene.


Xabara menguap lebar melihat pasangan yang sedang faling in love di lantai itu, "sampai kapan? apa kalian tidak kedinginan?"


Irene segera bangkit dengan cepat tapi sial sekali heelsnya Irene sendiri membuatnya kembali terjatuh dan menimpa Lion lagi tapi kali ini hidung Irene mengenai dada bidang Lion sehingga wangi maskulin menyeruak.


"haisshhh!" Irene berpindah tempat mengelus hidungnya yang semakin memerah.


"Xabara kemari kamu..!" Irene bangkit dan berlari mengejar Xabara yang ikut lari menjauhi Irene.


mereka seperti anak remaja perempuan yang tidak punya beban hidup, Xabara tertawa melihat wajah merah Irene tapi hidungnya jauh lebih merah.


"kemari...?! aku akan mencekikmu." teriak Irene keliatan lucu sekali kalau sedang marah.


Lion duduk dengan menopang lengannya di sebelah lututnya sambil melihat kulit tangannya yang baik-baik saja mengenai Irene.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2