
.
.
.
Xabara diam menatap lurus kedepan, Ia ingin balas dendam tapi kenapa Xabara harus terlibat dengan konflik besar ini? Xabara benci dengan Pria ranj*ng tapi tidak mungkin juga Ia menghabisi semua lelaki yang mengincarnya terutama wajahnya sudah terekspos ke Media. Xabara bisa mengundang kumbang mendekatinya yang selama ini adalah sebuah Bunga wangi yang disembunyikan.
"kenapa? apa kau menyesal? aku pikir anggota Higanbana tidak akan takut pada apapun." tanya Rovert sesekali melihat Xabara.
"aku tidak takut hanya saja aku jadi mengerti mengapa Para Pengusaha mengejar kami bahkan membahayakan nyawa melawan para Mafia." jawab Xabara dengan serius.
"jadi kalian tidak tau alasan kalian menjadi buronan para lelaki?" tanya Rovert terkejut.
"iya aku baru tau, kalian menutupinya dengan sangat baik." Xabara baru kali ini memuji seseorang yang bisa menjaga rahasia sebesar ini.
"kau harus beritau pada Ratu mu kalau dia yang paling dikhawatirkan." peringatan Rovert.
Xabara menyunggingkan senyumnya, "kenapa dengan Ratu kami?"
"dialah target terbesar para Mafia dan aku yakin kalau dia sudah menampakkan diri apalagi mengakui bahwa dia Ratu Higanbana pasti akan langsung ditangkap dan di uji bahwa Ia ratu atau tidak." Rovert.
Xabara menoleh ke Rovert, Ia sungguh tercengang banyak yang mengaku sebagai Ratu Higanbana ke Para Mafia tampan serta Psikopat tapi berakhir kematian karna tidak tau cara berkelahi, Ratu Higanbana yang mereka kenal adalah seorang petarung hebat walau tidak tau wajahnya.
"apa Aya tau akan hal ini?." batin Xabara menebak.
Rovert mengantar Xabara ke Apartemen dan meminta Gadis itu untuk tetap didalam kecuali jika mau keluar harus memakai pewarna kulit, dulu Rovert malah berpikir itu aneh tapi kalau dipikir-pikirkan lagi hal itu tidaklah buruk.
Xabara melangkah menuju Apartemennya tanpa berbalik ke Rovert yang tengah mengawasinya sampai Xabara masuk Lift demi memastikan Xabara aman Rovert langsung pulang dengan tangan terkepal.
"aku tidak peduli kalau mereka membatalkan Kontrak itu, asalkan aku bisa bekerja sama dengan Pengusaha hebat di Singapura itu maka Xabara akan bebas dari belenggu menjijikkan itu."
Xabara tiba di Apartemen dan langsung bertanya pada Aya tentang Ratu Higanbana palsu yang banyak mati ditangan Para lelaki Psikopat dan haus darah.
"bagaimana Nona bisa tau?." tanya Aya kaget.
Xabara menceritakan kejadian tadi dengan singkat, padat, jelas. Aya berdiri ditempat dan akan menghabisi mereka semua tapi Xabara menahan Aya untuk tidak gegabah.
__ADS_1
"aku sudah terekspos Aya..! aku harus selesaikan masalah Randy baru aku akan cari jalan lain." bujuk Xabara.
Aya kembali duduk menekuk kedua alisnya, "sejak anda menikah dengan Pria brengs*k itu anda selalu bisa bersikap sabar Nona, saya tidak suka anda mengasihani para lelaki brengs*k itu."
Xabara duduk sambil bersandar, "apa aku sesabar itu?"
Aya malah mendelik kesal, "bahkan saya hampir tidak mengenali anda yang dulunya seorang Ratu Higanbana mematikan tanpa belas kasih, para anggota kita juga mengatakan seperti itu bahkan mereka bilang sayalah yang lebih kejam dari anda."
Xabara terkekeh, "kalau begitu kau habisi lelaki bernama Bion itu, aku tidak mau menjadi masalah kedepannya untukku."
"baik Nona." jawab Aya tersenyum lebar karna setidaknya Xabara tidak memberi salah satu musuh hidup.
.
ke esokan harinya,
Xabara menyamar menjadi Gadis dekil dan hitam yang jauh dari rupa Xabara yang asli, Ia berlari riang seperti gadis polos yang tidak tau cara bertarung bahkan dicurigaipun tidak akan mungkin.
"memang menjadi si dekil lebih menyenangkan." gumam Xabara.
Xabara tidak peduli ditatap rendah dan jijik oleh orang lain asalkan tidak ada yang mencari masalah dengannya.
Xabara yang berada di supermarket mendengar bisikan itu segera memanjangkan telinganya (menguping) dengan cara yang tidak akan di curigai.
"aku merasa ngeri berada di posisi Nona Xabara, dia sangat cantik tapi akan jadi rebutan lelaki karna Tuan Rovert sudah tanda-tangan kontrak sejak dulu."
"itu sebabnya kebanyakan perempuan super cantik itu seorang jal*ng."
"contohnya Ariel Terre."
"tapi aku rasa Tuan Rovert akan membatalkan Kontraknya dan pasti berbahaya dengan saham Perusahaannya."
"hmm... aku lihat sendiri tadi malam kalau Tuan Rovert tampak panik membawa kabur Nona Xabara dari tatapan jahat para lelaki ranj*ng itu, aku rasa Nona Xabara sangat penting bagi Tuan Rovert sampai rela melepaskan Kontrak Kerja mereka semua yang pasti berdampak pada saham."
Xabara mendengarnya cukup terkejut, ternyata kedua wanita yang bergosip itu seorang Model juga teman kerja Ariel Terre yang senang bergosip.
Xabara tau hal bisnis tapi tidak tau tentang Gosip, Ia merasa harus belajar lebih baik lagi supaya tidak ingin di bodohi lagi karna ketidaktauannya itu.
__ADS_1
.
Xabara duduk di halte bus sambil melihat berita di Ponsel mengenai Kontrak Kerja Rovert terancam, berita yang selama ini di tutupi oleh mereka semua akhirnya langsung terkuak ke media. Rovert sengaja melakukan itu supaya sahamnya tidak terlalu jatuh dan tidak membahayakan harga dirinya sehingga tidak ada yang mau bekerja sama dengan Rovert nantinya.
Xabara berdecak pelan membaca berita itu, "oh ya ampun..! Ariel Terre pun disangkut pautkan disini."
banyak para Netizen yang merasa ngeri dengan Status Nona dalam Keluarga Pengusaha itu, mereka tidak mau di tid*ri banyak lelaki bahkan semua mendukung Rovert yang membela Gadis yang dicintainya.
Xabara tersentak melihat panggilan Ratu, "huh..! pasti Tante khawatir padaku." gumam Xabara.
Xabara mengangkat panggilan Ratu yang memang sesuai dengan tebakan Xabara, Ratu menangis meminta maaf pada Xabara akan hal itu dan menebak Xabara pasti takut sekali tadi malam.
.
di tempat lain,
Ratu gelisah menunggu Xabara datang dan saat Calon menantunya datang, Ia berlari memeluk Xabara.
"bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Ratu cemas dan khawatir.
"aku baik-baik saja Tante, Rovert menyelamatkanku tapi Perusahaannya dalam bahaya." jawab Xabara dengan ekspresi tidak enak hati akan apa yang menimpa Rovert.
Ratu menggeleng kepalanya, "kamu tenang saja sayang percayalah sama Rovert ya? jika ini alasan dia tidak mau menikah dengan perempuan maka Tante yakin kalau dia sudah ada jalan keluarnya ketika memberanikan diri menjadikanmu Istrinya."
Xabara berpikir membenarkan juga perkataan Ratu, selama ini Xabara hanya ingin status Nona Maldev saja tanpa tau banyak masalah dengan status itu yang membahayakan harga dirinya sebagai perempuan terhormat karna Xabara bukan jal*ng.
"kamu pasti takut sekali sayang." Ratu menangkup pipi Xabara.
Xabara tersenyum karna hal ini tidak membuatnya takut berbeda jika perempuan polos yang tidak pernah menghadapi masalah pasti ketakutan yang terjadi, tapi Xabara bukan gadis polos dan bodoh akan masalah Pria jahat terutama penjahat kel*m*n.
"aku baik-baik saja Tante." jawab Xabara menenangkan Ratu.
Ratu tidak percaya karna Xabara pasti ingin menutupi rasa takutnya saja, Ia benar-benar tidak tau masalah besar yang Rovert tutupi darinya selama ini yang tidak percaya pada perempuan bahkan membiarkan Artikel menyinggung Rovert G*y pun diabaikan saja, ternyata inilah alasan Rovert seperti itu.
.
.
__ADS_1
.