
.
.
.
"tempat Dubai?" beo Xabara menoleh ke Rovert.
"iya sayang..! sebenarnya sebelum aku menikah denganmu aku mendengar dari Aya kalau kamu suka dengan Dubai, ja-jadi aku sudah lama investasi membuat Taman Hiburan tema Dubai ini dan sekarang Tamannya baru siap." Rovert menggaruk kepalanya dengan kikuk.
"ak-aku bukan Pria romantis tapi aku belajar menyenangkanmu dari hal yang kamu suka..! membuat tema Dubai sangat membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan ini belum selesai, rencananya bulan depan akan diresmikan tapi aku malah memberitaumu." sambung Rovert lagi.
Xabara sampai ternganga tidak percaya semua yang ada di Dubai memang ada di Taman itu termasuk menara kebanggaan Dubai walau tidak setinggi seperti negara aslinya tapi menurut Xabara sudah sangat sempurna.
"Rovert ka-kau? ka-kau sungguh mengerikan?" ucap Xabara membuat Rovert gelagapan dengan panik.
"men-mengerikan?" Rovert malah berkeringat dingin mengira Xabara tidak menyukainya.
Xabara berlari dengan bahagia lalu berputar-putar lama seperti tarian balet sehingga Rovert terpana dengan keindahan Xabara yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya.
Xabara seperti gadis yang hidup tanpa masalah hidup begitu bahagianya menari sedangkan Rovert langsung mengerti maksud kata-kata Xabara tadi membuat Xabara bahagia tapi memang Xabara yang tidak mau mengakui malah mengatakan Rovert mengerikan sehingga Rovert malah salah faham.
Rovert pun menarik tangan Xabara dan mereka berdansa seperti berada dipesta tidak ada musik hanya hembusan angin dan debaran jantung serta nafas saja mereka berdua saja di Taman yang sangat luas itu.
"sayang?" gemas Rovert.
Xabara berlari mencari apa saja yang ada dalam Taman Hiburan Love Xabara itu benar-benar luas dan isinya hampir semua bertema-kan Dubai sungguh Rovert begitu mengerikan Romantisnya sampai segitunya membuat taman Hiburan atas nama Xabara.
mereka bermain apa saja yang ada di Taman itu sampai benar-benar larut malam walau ada sebagian tempat yang belum sempurna, sekitar jam 4 pagi Xabara duduk di bangku taman yang sangat indah penuh dengan ukiran lampu tertera banyak angka disana.
"ini Angka apa?" tanya Xabara menoleh ke Rovert yang selalu memandangnya.
__ADS_1
"jika aku tua nanti dan sudah banyak lupanya ini semua akan mengingatkanku, tanggal saat pertemuan kita, tanggal kita menikah, punya anak, hari lahir anak kita dan semua tentangmu sayang." jawab Rovert begitu serius.
Xabara terdiam memperhatikan itu semua karna Ia memang tidak mengingat banyak hal tentang pernikahan mereka memang Rovert saja yang sudah tergila-gila pada Xabara.
"sebenarnya ak-aku ingin memberi kejutan padamu di 2 tahun umur pernikahan kita tapi aku malah membocorkannya sekarang tanpa persiapan yang matang." cengir Rovert.
Xabara pun akhirnya tersenyum manis, "terimakasih telah mencintaiku sebesar ini."
Rovert tersenyum lembut lalu melangkah mendekati Xabara dan tangannya mengelus pipi Xabara, "terimakasih juga telah hadir didalam hidupku yang hampa ini."
"kamu adalah warna dalam hidupku yang penuh dengan kegelapan sayang." ungkap Rovert.
Xabara menatap Rovert dengan serius, "kalau dipikir-pikir Rovert juga warna dalam hidupku." Xabara hanya membatin saja tanpa mau mengungkapkannya.
Rovert dan Xabara saling bertatapan lalu Rovert mengajak Xabara ketempat yang paling istimewa ternyata harus memasuki suatu Ruangan sampai Xabara tercengang melihat gemerlap lampu di depannya dan banyak air pancur menyembur keatas.
"Taman Air mancur." gumam Xabara mendongak ke atas dengan ketinggian 30 Meter walau tidak setinggi di Dubai yang bisa mencapai ratusan meter tetapi hal itu sebenarnya sudah sangat mewah.
Xabara mengangguk, "kapan taman ini akan dibuka?" tanya Xabara penasaran.
"hmmm? bulan depan akan diresmikan dan dibuka tepat dihari perayaan pernikahan kita dan aku akan diskon tiketnya sampai 50%." jawab Rovert.
Xabara menatap Rovert dengan seksama lalu melihat ke arah lain, sebagai perempuan siapa yang tidak akan meleleh dengan romantisnya Rovert sampai membuat hal di luar pemikiran Xabara yang seorang Ratu Higanbana.
"sejarah cicit-buyutku nanti akan mengenal kita sayang, betapa aku sangat mencintaimu." kata Rovert sementara Xabara yang mendengarnya langsung saja pipi Xabara sangat merah padahal melihat Taman air didepannya.
Rovert mencium sayang kening Xabara, "jangan sedih lagi ya? aku benar-benar sakit disini."
Xabara melihat tangannya yang diletakkan di dada Rovert lalu beralih menatap mata Rovert yang memang sangat serius mengatakan hal itu.
cup...!
__ADS_1
Rovert terkejut Xabara mencium bibirnya, ini pertama kalinya Xabara berinisiatif menciumnya setelah melahirkan sikembar yang artinya Xabara sadar melakukannya tanpa efek kandungan.
"sa-sayang?" Rovert berbinar penuh cinta, terpancar dari matanya begitu bahagia.
"aku beruntung dicintai olehmu." ucap Xabara sambil membuang muka seperti tidak berani menatap mata Rovert.
"apa ini artinya kamu juga mencintaiku sayang?" tanya Rovert penuh harap.
Xabara berlari dari Rovert tapi karna Rovert sudah tau Xabara akan melarikan diri tentu ditahan dengan cara di tarik pinggangnya oleh Rovert hingga hidung Xabara membentur hidung Rovert yang menunduk.
"jangan malu mengakui perasaanmu sayang karna Cintamu tidak akan bisa setara dengan besar Cintaku padamu, apa itu tidak cukup membuktikan kalau aku tidak ada apa-apanya tanpamu?" tanya Rovert.
Xabara mengangguk, "cukup..! ak-aku memang menyukaimu sejak perhatianmu selalu mengingatkan aku pada Papa dan Kakek angkatku."
Rovert tersenyum lebar lalu memeluk Xabara dan mengangkatnya sambil berputar di tempat Rovert tertawa bahagia seolah Rovert baru saja cintanya diterima oleh gadis impiannya padahal mereka sudah berkeluarga dan sudah punya anak.
Xabara tertawa di bawa berputar oleh Rovert, sungguh mengingatkannya pada sosok Papanya yang suka menggendong Xabara kecil dan mengajaknya berputar seperti ini karena saat itu Xabara kecil tidak diizinkan naik komedi putar jadi diajak berputar oleh Papanya saja.
"terimakasih sayang....!!" ucap Rovert menurunkan Xabara lalu memeluk Xabara serta menggoyangnya ke kiri dan kekanan begitu senang sehingga mirip sekali seperti pasangan kekasih yang baru saja bersatu setelah sekian lama menunggu jadi sangat kasmaran.
mereka berpacaran layaknya pasangan normal di Taman Love Xabara itu, sesekali mereka harus berlarian karena perdebatan kecil yang berakhir dipelukan Rovert tanpa sadar mereka baru saja sangat terbuka satu sama lain setelah Xabara berani mengungkapkan perasaannya walau hanya sebatas suka tapi bagi Rovert sudah seperti dapat harta karun.
Xabara adalah wanita yang punya harga diri yang begitu tinggi, mana mungkin mudah merendahkan diri dengan mengakui perasaannya jadi menurut Rovert itu sudah sangat membahagiakan.
"akhirnya 2 tahun kita menikah aku memiliki hatimu sayang." ucap Rovert begitu senang penantiannya tidaklah sia-sia.
"yah...! aku suka taman ini, Terimakasih." ucap Xabara malah membuat Rovert gemas mengetuk hidung Xabara serta mengelusnya lembut sambil tersenyum tampan.
.
.
__ADS_1
.