
.
.
.
"Aya? kenapa sifat pemarahmu semakin menjadi saja hm?" tanya Xabara dengan begitu sabar.
"Nona? saya tidak bisa menerima nya, kita harus habisi jal*ng palsu itu." kesal Aya.
"aku mau lihat ! jadi berhentilah bertindak diluar batas." ancam Xabara.
Aya menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri, sungguh hatinya memanas saat ada yang mengaku sosok ketua mereka apalagi ada yang percaya si palsu itu.
"itu dia Nona XeniaXabara!!" bisik-bisik para pengemudi Mobil yang mengintip.
Xabara memutar kepalanya begitu juga Aya, semua Orang yang mengintip begitu takjub dengan perempuan cantik yang tengah memperlihatkan dirinya.
"Lios?" suara perempuan itu memikat.
"XeniaXabara?" Ray berlari sosok Ketua Higanbana palsu itu.
Lios mendekati wanita itu sambil memainkan pistolnya, "aku sudah pernah bertemu dengan Ketua Higanbana yang asli."
"katakan padaku apa yang telah kau lakukan padaku malam itu?" tanya Lios membentak.
"kau gila??" teriak Ray.
wanita seksi nan cantik itu menahan lengan Ray, "tidak apa Ray!! akhir-akhir ini banyak yang mengaku diriku jadi biar aku jelaskan padanya." kata wanita itu tampak elegan.
Lios mendecih, "kau hanya penipu !!"
"tidak Lios !! aku bukan penipu, malam itu aku memperingatimu kan?" kata sosok itu lembut.
"katakan lebih rinci karna aku tidak terima penipu." tantang Lios.
sosok wanita itu tersenyum manis, "apa wajah dan bodyku tidak cukup?"
Lios menyerang wanita itu yang dengan sigap mengelak, Lios sudah pernah berkelahi dengan XeniaXabara yang asli jadi saat mengujinya Ia tau gerakan sosok Ketua Higanbana yang asli itu.
"Lioosss !!!" teriak Ray.
Ray menjerit geram dengan tingkah Lios yang begitu keras kepala bahwa Ialah yang pertama kali menemukan sosok XeniaXabara tapi tidak percaya alhasil perkelahian besar ini terjadi.
__ADS_1
"kalian semua mundur!! biar Ratu Higanbana yang selesaikan masalah ini." teriak Ray.
para bawahannya yang tersisa segera mundur, semua orang yang masih hidup menonton perkelahian sengit Xabara palsu dengan Lios.
Lios tau wanita ini cukup hebat tapi dia bukan Xabara yang Ia kenal dimalam itu, gerakan wanita itu juga cepat mungkin kalau Lios tidak pernah bertemu dengan Xabara yang asli bisa tertipu.
"Lios kau juga tidak percaya padaku? semua Orang sudah mengujiku dan percaya kalau aku adalah XeniaXabara !!?" kata Xabara palsu dengan lantang.
"kau bukan wanita pertama yang mengaku sebagai Ketua Higanbana bahkan suara kalian berbeda ! aku akan ungkapkan kebohonganmu itu biar Ray mau membantuku mencari XeniaXabara yang asli." seringai Lios.
Ray menarik Lios karna melihat perkelahian semakin tidak terkendali tapi Ia malah terjerembab karna Lios seperti tidak mau diganggu.
"Ketua?" panggil bawahan Ray.
"tidak apa! kalian cepat bantu Ratu kita." titah Ray.
sementara sosok XeniaXabara yang diperebutkan banyak orang tengah bersidakap menonton perkelahian mereka semua, semua Orang yang mengintip malah mulai berani merekam aksi perkelahian Lios dengan sosok XeniaXabara palsu yang dimata mereka sangat keren.
"Nona?" Aya menatap Xabara dengan penuh tanya.
"aku pernah melihatnya." jawab Xabara.
Aya membelalak, "Si--Siapa Nona?"
"Barron? Putri Jenderal Barron?" gumam Aya tampak mengingat-ngingat siapa Jenderal Barron.
Aya seketika membelalak saat ingatan tentang Jenderal Barron adalah Jenderal serakah yang menghabisi banyak prajurit Tentara hebat hanya untuk kepuasan sendiri saja, saat itu Xabara masih berumur 17 tahun hari dimana Aya baru saja bergabung dengan Xabara menghabisi Barron yang sudah banyak menelan jiwa yang merupakan abdi setia terbaik negara.
"Be--Benarkah Nona? kenapa saya tidak mengenalinya? padahal itu tugas pertama saya mengamati pekerjaan anda." Aya melihat sosok wanita itu dengan tak percaya.
"aku rasa dia sengaja memancingku untuk keluar! cihhh!! apa peduliku kalau dia mau merusak reputasiku ya silahkan saja." kata Xabara merendahkan.
Aya berkedip-kedip tak percaya, "saya melakukan kesalahan yang sangat besar!! maafkan saya yang tidak berani menghabisinya saat itu Nona."
Xabara tersenyum mengelus kepala Aya, "saat itu hari pertamamu bekerja apalagi kamu belum melalui pelatihan khusus tapi keras kepalamu yang memaksa ikut itu kan sudah nilai tersendiri bagiku. kau itu si Pemberani !!"
mereka berbincang cukup lama sampai dimana kemampuan wanita yang mengaku Xabara itu.
Lios menghantam tubuh XeniaXabara palsu itu hingga terlempar mengenai may*t bawahan Ray dan bawahan Lios.
"Aaahhh!! Lios! aku tidak akan mengampunimu." teriak Xabara palsu.
"cuuiiihhh !! kau lihat?? dia bukan XeniaXabara." ejek Lios ke Ray.
__ADS_1
Ray berjalan ke arah Lios, "apa maksudmu dia palsu? seyakin apa kau hingga tidak percaya padanya?"
Lios menyeringai, "kemampuanmu jauh dibawahku dan dia tapi kemampuan dia masih dibawahku sedangkan Ratu Higanbana yang asli jauh diatasku, siapapun perempuan yang bisa mengalahkanku itulah Ratu Higanbana yang asli !"
Lios menoleh ke Wanita itu dengan pandangan merendahkan.
"aku yakin kau punya tujuan sampai mengaku sebagai Ketua Higanbana, dari tatapanmu jelas kau sangat dendam padanya !! jika kau mengaku hanya untuk membuatnya keluar dari tempat persembunyiannya kau salah besar, kemampuanmu belum ada apa-apanya dibanding denganku ! perkuat dirimu lagi jika kau memang ingin mencari sosok XeniaXabara yang asli. aku yakin jika kau menghadapinya sekarang kau sudah mati !!"
Ray membelalak tak percaya lalu bawahannya tidak terima telah ditipu oleh Xabara palsu itu, Ray melihat wanita itu kabur dan Ray menghentikan bawahannya yang hendak mengejar wanita itu.
"dia sangat tangguh jadi dia bukan Ketua Higanbana?" tanya Ray seakan rasa geramnya ke Lios hilang ditelan angin mendengar penuturan Lios bahwa XeniaXabara memiliki kemampuan diatas kemampuan Lios.
"sudah aku bilang dia palsu tapi kau tidak percaya." acuh Lios lalu melenggang pergi dari sana.
sungguh perkelahian mereka yang memakan nyawa itu tidak dianggap penting, dalam pertarungan wajar saja ada yang kalah dan menang, mati atau hidup.
Xabara menyunggingkan senyum tipisnya sedangkan Aya tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan Lios yang begitu angkuh seperti sudah dekat saja dengan Xabara padahal tidak.
"ayo kita kembali!" ajak Xabara.
setelah masalah kedua anggota Mafia itu berkelahi jalan pun kembali dibuka walau jalannya sangat pelan tapi setidaknya Mobil sudah bisa bergerak.
di dalam Mobil.
"Nona ? kenapa Lios begitu percaya diri? dia sangat terobsesi menemukan anda sampai mau bekerja sama dengan banyak kalangan Ketua Mafia." gerutu Aya.
Xabara tersenyum tipis saja, "tentu saja Colder mati ditanganku."
"ha? Nona yang menghabisi dia?" tanya Aya.
mereka berbicara ditengah jalan Mobil yang masih sangat pelan itu, tiba-tiba Xabara melihat Ponselnya yang bergetar dan mengangkat panggilan dari Rovert.
"kenapa lama sekali? apa kamu baik-baik saja?" tanya Rovert.
"sedang ada masalah dijalan, jadi macet total berjam-jam." jawab Xabara.
"Oh ya?? memangnya macet karna masalah apa? razia?" tanya Rovert yang bisa lega ternyata Xabara tidak ada masalah apapun yang membahayakan keselamatannya.
.
.
.
__ADS_1