Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
utusan lemah


__ADS_3

.


.


.


Xabara langsung berganti pakaian dengan baju santai lalu keluar dari Apartemennya, belum sampai beberapa menit Xabara berkendara sebuah Mobil sudah ada yang menghalangi jalannya.


"apa-apaan ini !?? apa aku punya masalah dengan orang lain? setauku hanya cecunguk ranj*ng saja." gumam Xabara dengan heran tapi tidak merasa takut hanya merasa mengganggu saja.


3 Pria berbadan besar dengan lambang Mafia The Cold merupakan urutan ke 8 yang terkuat di Dunia Mafia, mereka bertiga dengan kasar menggedor-gedor pintu Mobil Xabara.


Xabara menghela nafas panjang lalu menurunkan kaca Mobilnya tiba-tiba saja tangan yang menggedor paksa tadi menarik kerah baju Xabara.


ssrraaaakkkhh!!


kretaakkk!!


Xabara memutar pergelangan tangan itu dengan sangat kuat hingga teriakan membahana keluar dari mulut Pria berbadan besar itu.


"Kenapa?? apa yang salah?" rekannya bertanya khawatir.


"s--sakit." pekik Pria itu dengan tangan sangat gemetar bisa dirasakan tangannya mengalami patah tulang.


"kurang ajar wanita ini." geram rekan yang lainnya.


Xabara melirik tajam ke arah Pria yang hendak menyerangnya lalu dengan cepat Xabara membuka pintu Mobilnya dengan kencang hingga Pria itu terjatuh.


"kenapa anggota Mafia the Cold datang padaku !!?? apa Colder masih mencari Ratu kami??" tanya Xabara dengan lihainya keluar dari Mobilnya sambil memainkan Pisau lipatnya.


"a--apa??" mereka bertiga terbelalak memandang Xabara yang tau Pemimpin mereka padahal manusia biasa tidak ada yang tau siapa Ketua mereka.


"ka--kau Anggota Higanbana??" tanya ketiga Pria itu kompak dengan tangan gemetar.


Xabara menyeringai memainkan Pisau lipatnya, "kau tau apa yang akan terjadi jika ada manusia yang tau Identitas kami? sayang sekali Kalian meminta kematian padaku."

__ADS_1


"T--tidak, am-ampuni ka--kami yan---yang hanya disuruh oleh No--Nona Ariel Terre. ka--kalau kami tau anda adalah bagian dari Higanbana kami tidak akan terima tawaran ini." ucap Pria yang tangannya patah karna ulah Xabara.


kedua Pria lainnya kaki mereka langsung terasa sangat lemas padahal badan mereka lebih besar dari Xabara yang ramping dan langsing, hanya Anggota Mafia terpopuler saja yang tau siapa nama pemimpin mereka.


Xabara tersenyum miring, "Ariel Terre? woow !!? dia sangat berambisi menjadi Nona Maldev."


"No--Nona ampuni kami!" ucap ketiga Pria itu gemetar.


Xabara menyeringai lalu dengan gerakan anggun dan mematikan Xabara berputar dan mencabik leher kedua Pria yang mati ditempat serta sengaja menyisakan 1 Pria yang tangannya patah tadi.


"bagaimana?? kau belum menebak siapa aku??" seringai Xabara.


Pria yang ditanya seketika mencerna dengan mata yang melihat sendiri walau Syok Ia merasa sangat penting mengingat kemampuan seperti itu. kemampuan Xabara yang khas sesuai dengan legenda gosip di dunia Mafia bahwa hanya 1 manusia yang menguasai gerakan Elegan, Anggun namun mematikan di dunia Mafia.


"No-Nona Xabara?? Nona XeniaXabara? a--apa?" pria itu seketika membelalak melihat seringai Xabara.


"bagaimana hadiahku?" senyum tipis Xabara.


"A--ampuni saya Nona!! Ampuni nyawa saya!!" ucap Pria itu seketika bersembah sujud ke Xabara.


."Tuan Colder pasti sangat bahagia jika aku memberitau siapa Ratu Higanbana yang sebenarnya, Astagah !!? aku harus tetap hidup apapun yang terjadi." batin Pria itu merasa mendapatkan sebuah harta karun.


"kau fikir aku tidak tau apa yang kau fikirkan? inilah alasan kenapa aku harus menghabisi setiap kecoa yang datang padaku." kata Xabara dengan nada seksi tapi sangat menyeramkan kalau orang yang tau akan makna perkataan dari seorang ratu Higanbana.


gemetar lah tubuh Pria yang diancam itu, "A--ampuni saya No--Nona Aahhh ??"


Xabara ternyata sudah menusuk jantung Pria itu yang langsung menyemburkan banyak darah dari mulutnya, hanya semenit lalu Xabara mencabutnya dengan paksa karna Xabara tau letak tusukan yang bisa menghabisi lawannya dalam jangka hitungan menit.


Xabara langsung pergi dari sana meninggalkan tempat itu dengan raut wajah tenangnya, didalam Mobil Xabara memasang wajah dingin dan kelamnya.


"aku tidak menyangka wanita jal*ng itu berani menyewa seorang pembun*h bayaran untuk menghabisi orang yang menghalanginya."


Xabara menggeleng kepalanya pelan, "kedalaman hati manusia memang tidak bisa di ukur dengan hanya sekali melihat saja."


Xabara selalu berhati-hati pada orang baik atau tenang karna menurutnya Orang yang paling menakutkan adalah Orang yang paling Tenang dalam mengendalikan emosinya (Air tenang menghanyutkan), berbeda dengan Orang yang suka marah-marah menurut Xabara malah bukan tipikal manusia pendendam.

__ADS_1


"aku apakan wanita itu??" gumam Xabara tampak berpikir walau sedang berkendara.


Xabara tiba di Mansion Keluarga Rovert, Ia disambut baik oleh Ratu dan Pelayan disana belum lagi Ratu memberi banyak hadiah dari rekannya untuk Xabara.


"ini sayang? ini pemberian Tante Taylor." Ratu membuka sebuah kotak berisi sebuah kalung cantik bermata berlian mungil yang sangat cocok dengan leher Xabara.


"Tante? ini terlalu berlebihan, bagaimana mereka bisa tau kalau aku dan Rovert sudah menikah??" tanya Xabara sambil mengelus berlian mungil yang dipakaikan oleh Ratu dilehernya.


Ratu tersenyum lebar, "hmm?? Mom memberitau mereka tapi Mom bilang saja alasan kalian belum mengadakan pesta besar itu Rovert sudah tidak sabar ingin menikahimu tapi dia tidak punya waktu."


Xabara diam lalu tersenyum memegang tangan Ratu, "Tante?? jangan terlalu baik sama aku Tan."


"ken--kenapa ha-?? tung--tunggu? kamu panggil Mom apa sayang?" tanya Ratu seakan baru menyadari sesuatu.


"Tante." jawab Xabara dengan polos.


Para pelayan mendengar perbincangan mereka menahan senyum sekuat tenaga, Ratu malah mencubit gemas pipi Xabara dan memaksa Xabara memanggil Mom juga padanya.


setelah berbincang cukup lama akhirnya Ratu menanyakan alasan mengapa Xabara tidak mau tinggal bersama mereka.


"Mom? aku tidak terbiasa tinggal di Rumah semegah ini lagian aku ingin berdua bersama Rovert saja Mom. apa Mom keberatan? ini Rumah kenangan Mom dan aku tidak sanggup tinggal di tempat ini sambil mengangkat kepalaku Mom !!? sungguh!!"


Ratu mendengarnya pun terdiam, Ia mengerti Xabara memang unik tapi tidak mengira Xabara merasa tidak nyaman tinggal di tempat ini karna perasaan segannya itu.


"Xabara sangat penyegan padahal aku sangat bahagia jika dia disini bersamaku dan Rovert." batin Ratu merasa berat.


Xabara membujuk Ratu jika Ia hamil maka Xabara berjanji akan tinggal bersama Ratu serta menyusahkan Ratu, Ratu yang awalnya sedih seketika berubah drastis.


"sudah aku kira Mom akan sangat bahagia jika aku bahas anak, ckk!! asalkan Mom mengizinkan aku dan Rovert tinggal di luar Mansion itu jauh lebih baik, aku bisa mati kecekik di dalam Mansion ini karna tidak bisa bebas Keluar malam." batin Xabara tersenyum manis seakan hari itu akan tiba.


"benar ya sayang? saat kamu hamil akan tinggal disini??" tanya Ratu memastikan.


Xabara mengangguk lalu Ratu memekik senang memeluk Xabara begitu gemas, dengan alasan cucu Xabara berhasil membuat Ratu mengizinkannya tinggal bersama Rovert diluar Mansion.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2