
.
.
.
Xabara bersiap-siap akan tinggal di Luar Negeri selama 1 tahun.
di malam hari,
Ratu, Rovert dan Xabara berangkat bertiga ke Bandara sementara kelima Pelayan akan berangkat esok harinya sebab Rovert sudah terlanjur beli tiketnya Cuma 3 sementara 5 Pelayan itu belum dibelikan Tiket serta Visa dan Passport juga belum diurus.
Xabara dan Rovert akan memulai hidup baru di Negara yang baru tapi berdasarkan Pengalaman Xabara, Ia sangat pandai beradaptasi di lingkungan baru.
Xabara dan Rovert telah memasuki Pesawat dan sudah lepas landas.
sementara di tempat lain,
Seorang wanita seksi tengah duduk dengan angkuh di Kursi kebesaran yang biasa menjadi tempat Lios duduk.
"jadi ini dikenal Anggota Higanbana?" gumam Wanita itu memandang Foto seorang Gadis keliatan sangat cantik walau memakai Topi kacamata besar dengan gigi kelincinya itu.
"siapa namanya?" tanya Wanita itu yang ternyata Ralista.
"kata Orang-orang pasar itu namanya Anita Nyonya." jawab bawahan Ralista.
"Anita?" gumam Ralista menyeringai.
hening..!
"cari cara untuk menemukannya, bagaimana pun kalian harus menemukan wanita ini..!" titah Ralista.
"baik Nyonya." jawab para bawahan Ralista segera pergi dari Ruangan Ralista.
Ralista memperhatikan potret sosok Anita, "aku yakin ini adalah Kau XeniaXabara, jadi inilah sosok aslimu dibalik Ninjamu itu? wanita bergigi kelinci?" senyum misterius Ralista.
Ralista meremas potret Anita, "bersembunyilah dengan baik XeniaXabara, aku akan menemukanmu dan membalas semua penderitaanku selama ini. kau tidak akan bisa melawan dia."
Ralista tertawa bangga, Ia memiliki atasan yang sangat terobsesi menginginkan XeniaXabara walaupun Ralista tidak bisa membun*h XeniaXabara tapi di penjarakan oleh Tuannya jelas Ia akan sangat bahagia, dijadikan jal*ng dalam sangkar emas itu adalah balas dendam terbaik dari Ralista pada sosok XeniaXabara.
selama berhari-hari, berbulan-bulan sampai tiba waktunya sudah genap 1 tahun lewat 1 bulan, tapi belum juga menemukan sosok Anita yang menjadi perburuan Ralista, terakhir Ralista menemukan Foto Anita bersama seorang lelaki berkulit sawo matang dan wajahnya tidak jelas jadi Ralista tidak bisa menebak Orang itu, walaupun para saksi mengatakan Pria itu sangat tampan tapi tidak ada yang tau kalau sosok itu adalah Rovert Maldev yang menyamar menjadi Pria kulit sawo matang.
__ADS_1
.
di Bandara,
Rovert sedang merangkul mesra pinggang Xabara yang sudah sangat ramping.
Ratu tengah menggendong sosok bayi mungil menggemaskan dan Nina (Pelayan) menggendong Bayi lainnya, ternyata Xabara telah melahirkan sepasang anak kembar berbeda jenis kelamin di Dubai sekitar 4 bulan yang lalu.
sebenarnya mereka betah tinggal di Luar Negeri tapi tidak bisa dipaksakan sebab Rovert juga punya pekerjaan di Indonesia, Xabara juga sudah lama tidak mendatangi Perusahaan perhiasannya yang semakin berkembang pesat. karna itu mereka harus kembali ke Indonesia dengan berbagai persiapan.
"Mom hati-hati ada Pilar..!" peringatan Xabara.
"Ehh? iya sayang." Ratu nyengir segera fokus dengan jalan sesekali melihat cucunya yang begitu menggemaskan.
"sayang aku harus langsung ke Perusahaan, apa kita harus berbeda Mobil sayang?" tanya Rovert.
Xabara mengangguk lalu menoleh ke Ratu yang tersenyum lembut mengatakan Ratu dan Kelima Pelayan setia Xabara akan mengurus Bayinya.
"terimakasih." ucap Xabara tersenyum manis.
Ratu dan Kelima Pelayan menaiki Mobil Keluarga Maldev ada 2, Rovert meletakkan semua barang-barang di Mobil yang dinaiki Ratu dan Nina itu. Xabara mencium kening kedua anak kembarnya begitu juga Rovert yang ingin sekali membawa anaknya tapi karna masalah pekerjaan Ia tidak bisa memaksa membawa anaknya yang masih butuh istirahat.
"Mom..?" Xabara.
"maaf Aku merepotkan Mom." ucap Xabara.
Ratu yang gemas meradukan keningnya dengan kening Xabara, Nina tersenyum saja sambil menimang bayi Xabara.
"berhati-hatilah sayang..!" pinta Ratu serius dan memelas.
Xabara mengangguk lalu keluar dari Mobil Ratu, Rovert merangkul pinggang Xabara sambil menatap kepergian Mobil yang membawa kedua anak kembarnya.
Rovert menghentikan Taksi, "sayang? kamu naik Taksi ini ya?"
Xabara menoleh dan mengelus rahang Rovert, "aku akan kembali di malam hari."
"aku juga sayang, jaga dirimu ya!!" pinta Rovert dan Xabara balas dengan senyuman.
Rovert membukakan pintu taksi ke Xabara lalu melindungi kepala Xabara yang hendak masuk dan menutup pintu serta melambaikan tangannya.
Rovert melihat jam tangannya ketika Taksi Xabara sudah pergi, Ia menyetop Taksi lain dan berangkat ke Perusahaannya walau terlambat tapi Rovert selalu mengutamakan Istri dan anaknya diatas kesibukannya sendiri.
__ADS_1
.
di Perusahaan Tiffany milik Xabara.
"Nona Presdir?" para Karyawan Xabara berlari ketar-ketir menyambut Xabara.
Xabara tidak marah dengan keterlambatan mereka hanya mengangguk lalu terus melangkah menuju Lift Privatnya, Para Karyawannya saling berpegangan satu sama lain begitu syok dengan kedatangan Xabara yang tiba-tiba.
"tapi katanya Nona mengandung apa benar?"
"iya tapi kenapa perut Nona Presdir sangat ramping seperti tidak hamil sama sekali."
"sudah berapa lama ini? udah jelas Nona sudah melahirkan."
para Karyawan Perhiasan bergosip gemas tentang Xabara yang memiliki suami Sultan dan Xabara juga sudah menjadi Ratu Berlian yang terkenal di berbagai kalangan karna Perhiasannya sangat terkenal dimana-mana.
"dimana Nur?" tanya Xabara ke Sekretarisnya.
Nur adalah Asisten kedua Xabara setelah Aya yang tidak bisa bekerja karna kehamilannya, Aya juga sudah melahirkan anak laki-laki tapi masih perlu cuti.
"Nur ada di Toko Utama Nona, ada Model papan atas Nona Enderita yang datang ingin sekali bertemu Nona untuk mengucapkan Terimakasih, kami tidak tau alasannya tapi Nur tadi juga bingung mau menjawab Apa Nona."
Xabara pun segera mengikuti Sekretarisnya hingga tiba di tempat Nur yang sedang menjelaskan bahwa Xabara sedang berlibur dan tidak tau kapan akan kembali.
"Nur?" panggil Xabara.
"Nona?" Nur memekik pelan segera berbalik dan sumringah melihat Xabara.
Nur berumur 20 tahun, Ia hanya tamatan SMA tapi Xabara mengangkatnya menjadi Asisten tertinggi setelah Aya membuat derajat Nur yang biasa direndahkan telah meningkat pesat berkat pertolongan Xabara yang baik hati.
Enderita yang berpakaian biasa melihat sosok Xabara yang sangat cantik, Ia sering melihat Xabara di TV dan Berita tapi melihat langsung belum pernah punya kesempatan sebab selalu saja waktunya tidak tepat.
"Nona?? kapan anda pulang?" Nur berlari dengan heelsnya tanpa memikirkan martabatnya memeluk Xabara seperti seorang Kakaknya saja.
Xabara tersenyum mengelus punggung Nur, "kenapa kau semakin manja hmm? apa otakmu bergeser?"
Nur nyengir lalu melepaskan pelukannya dari Xabara, "Nona itu ada Model papan atas yang ingin sekali bertemu dengan Nona."
Xabara melihat ke arah Enderita yang terpaku begitu gugup dipandang Xabara, Enderita adalah sosok gadis yang percaya diri dengan kecantikannya serta nilai harga dirinya yang tinggi tapi di pandang oleh Wanita secantik Xabara berhasil membuat Enderita merasa minder.
.
__ADS_1
.
.