Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
jangan ragu


__ADS_3

.


.


.


Xabara mendekati Ratu lalu menyelimuti Ratu dengan penuh perhatian, Rovert melihat itu tersenyum lembut.


"pantas saja kamu disebut Putri Mom-ku sayang, kamu begitu tulus menyayangi Mom-ku bukan karna Mom dari kalangan atas tapi karna Perasaanmu yang tulus ke Mom." batin Rovert mengulum senyum.


Xabara mengambil bantal lalu tidur dibelakang Ratu dan memeluk Ratu dari belakang, Rovert juga tidak mau mengalah dengan tidur dibelakang Xabara. mereka bertiga tidur diKarpet tebal bukannya gelisah malah tidur semakin nyenyak.


pagi-pagi,


Nina dan Icci (Pelayan) memasuki Ruangan Baby kembar tapi ketika mereka membuka pintu segera menutup pintu perlahan-lahan supaya tidak mengganggu penghuni kamar itu. Nina dan Icci saling terkikik pelan tanpa mengeluarkan suara.


"Kenapa Nyonya bisa tidur disana?" tanya Icci sumringah.


"biarkan saja..! kamu tau sendiri kan kalau Nyonya Muda sangat disayang oleh Nyonya besar? waktu Nyonya Muda melahirkan Nyonya Besar yang paling histeris, Nyonya Besar yang begitu menderita." bisik Nina.


Icci seketika kehilangan senyumnya, "iya..! Nyonya Muda benar-benar sangat menakjubkan."


"kasih sayang mereka melebihi ikatan Menantu dan Mertua." balss Nina.


Icci mengangguk membenarkan, "lalu kita harus bagaimana?" tanya Icci yang tidak tau mau melakukan pekerjaan apa lagi.


"yang lain membersihkan taman ya?" tanya Nina dibalas anggukan oleh Icci.


"kalau begitu kita ganti air kolam renang saja." ajak Nina.


"baiklah." jawab Icci menuruti Nina yang pagi-pagi harus main air membersihkan kolam berenang sekalian mengganti air baru.


tidak ada yang mengganggu Keluarga bahagia itu yang tertidur bersama-sama.


"uughhh...!!?"


Xabara dan Ratu tersentak mendengar lenguhan bayi bukan menangis.


Ratu menoleh kebelakang betapa terkejutnya Ratu melihat Xabara duduk mengucek mata dan dibelakang Xabara ada Rovert yang tengah menggeliat.


"sayang?" Ratu menatap Xabara dengan heran malah tidur di Karpet.


Xabara tersenyum, "Apa badan Mom baik-baik saja?" tanya Xabara.

__ADS_1


Ratu dan Xabara malah bertanya keadaan masing-masing membuat Rovert bangun sambil mengucek mata serta menutupi mulutnya yang menguap lebar, sungguh menantu-mertua yang sangat akur dan manis sampai Rovert lah yang merasa orang asing disini.


"lebih baik aku melihat anakku." batin Rovert segera bangkit dengan sempoyongan Ia berjalan ke arah Box Bayi.


Rovert sumringah melihat kedua Baby kembarnya juga sedang melihatnya sambil tertawa dengan khas mereka seolah menyapa Papanya.


"waah..!! baby kembar Papa sudah bangun ya?" Rovert mengelus kepala Baby kembarnya.


Rovert ingin menggendong Bany An tapi juga ingin menggendong Baby Ana karna bingung Ia menggaruk kepala nya.


Xabara dan Ratu ikut berdiri dan kedua bayi menggemaskan itu memekik riang menyapa Keluarganya itu.


"sayang?? apa Baby kita sehat sayang? kenapa aku tidak mendengar mereka menangis di malam hari?" tanya Rovert cemas ke Xabara.


Ratu seketika tersadar, "iya juga..!"


Xabara tersenyum, "itu karna mereka anakku."


"hah??" cengo Rovert dan Ratu menoleh ke Xabara dengan bingung.


Xabara menceritakan ketika mendiang Papanya sering bilang kalau Xabara sejak Bayi tidak pernah banyak menangis, dimalam hari tidak pernah mengganggu Kedua Orangtuanya maka nya Xabara dikatakan Gadis kecil tangguh yang sejak bayi tidak pernah merepotkan.


Rovert mengangguk mengerti sementara Ratu semakin bahagia menggendong Baby Ana lalu mencium pipi Cucu perempuannya yang sangat menggemaskan.


Xabara bisa melihat betapa bahagia nya Rovert dan Ratu menimang Anak-anaknya.


"sayang? kamu mandi ya? biar Mom dan Rovert yang mandikan sikembar setelah itu kamu sarapan minum jamu biar ASI mu tambah banjir, baru beri asi Cucu Mom ya?" Ratu ke Xabara.


Xabara mengangguk lalu Ia mengecup sayang Baby Ana yang begitu riang di cium oleh Momnya, Xabara juga mencium Baby An yang sumringah.


"aku bagaimana sayang?" tanya Rovert memonyongkan bibirnya.


Xabara bukannya mencium Rovert malah memukul bibir Rovert, "jangan membuat mata anakku kotor karnamu."


Rovert tidak marah malah tertawa malu mencium kening Baby An.


Xabara meninggalkan Kamar Baby Kembar. hari ini Xabara tidak bekerja malah sibuk mencari tukang untuk mengganti pagar Mansion Maldev menjadi lebih baik.


Rovert melihat Xabara tidak bekerja malah ikut-ikutan tidak bekerja padahal Ia banyak pekerjaan, Barrest pasti akan membawa setumpuk berkas ke Mansion Itu nanti untuk di kerjakan oleh Rovert.


.


.

__ADS_1


butuh waktu 1 bulan bagi Tukang yang Xabara pekerjakan untuk membuat Pagar yang Xabara inginkan, setelah itu Rovert juga mempekerjakan 20 Bodyguard pilihan yang terpilih lalu dilatih sendiri olehnya selama 1 bulan untuk menjadi penjaga Mansion.


Mansion Maldev begitu luas dan banyak kamar untuk para Pelayan serta Bodyguard nantinya tanpa berebutan Kamar.


"ini gaji Bapak ya? kalian istirahatlah selama 1 Minggu lalu datang ke Perusahaan Tiffany ya?" pinta Xabara ke 2 Satpam setia Maldev.


"terimakasih Nyonya Muda." ucap kedua Satpam dengan senang menerima upah yang lebih cepat dari tanggal gajian mereka.


Rovert meminta maaf pada mereka dan berterimakasih karna sudah menjadi bagian dari Pekerjanya selama bertahun-tahun, kedua satpam itu begitu terharu malah mengucapkan Terimakasih kembali pada Rovert yang telah mempekerjakan mantan napi seperti mereka.


"Napi?" batin Xabara yang tidak menyangka Rovert mau memperkerjakan seorang mantan Narapidana.


Rovert tersenyum tipis, "aku tau yang benar dan yang mempermainkan kekuasaan."


Xabara langsung faham kalau Kedua Satpam itu masuk penjara karna permainan Kekuasaan atasan mereka sebelumnya, diam-diam Xabara merasa senang menjadi Istri Rovert yang Covernya seperti Pria jahat dan kasar tapi hatinya begitu lembut serta sangat baik.


.


Xabara menatap Rovert lalu Rovert menoleh ke Xabara dan tersenyum lembut.


"sayang? jangan menggodaku..!" bisik Rovert.


Xabara tersenyum karna sudah biasa melihat tingkah mes*m suaminya itu, tidak ada ungkapan Cinta dari bibir Xabara tapi perhatian Xabara pada Rovert sudah membuat Rovert mengerti kalau Xabara juga mencintainya.


"ini aku kembalikan Blackcardmu." Xabara menyerahkan Blackcard yang pernah Rovert berikan untuknya.


"kamu tau berapa jumlah Blackcardku sayang?" tanya Rovert dan Xabara menggeleng pelan.


"5." jawab Rovert seketika Xabara membelalak.


"5 ?? kenapa banyak sekali?" tanya Xabara terkejut walau Ia juga punya Kartu hitam tanpa batas itu tapi hanya punya 1 bukan 5.


membayangkan 5 saja membuat Xabara merinding betapa Kaya-Raya nya Rovert dibanding Xabara. Rovert mengatakan bahwa 1 untuk dirinya, 1 untuk Ratu, Xabara, dan kedua Anaknya, hal itu membuat Xabara melotot.


"anakku masih bayi kenapa kamu sudah menyiapkan Blackcard untuknya?" tanya Xabara tidak percaya.


"aku sangat menyayangi mereka, jadi aku harap jangan segan menggunakan uangku sayang..! semua harta yang ku-kumpulkan untukmu dan anak-anakku, penghasilanmu itu untukmu saja atau kamu mau gunakan kartu itu untuk bangun Rumah Sakit? atau Panti Asuhan atas nama Keluargamu? terserahmu saja sayang, habiskan uangku yang selalu banjir pemasukan daripada Uang keluarnya."


Xabara tersentak mendengar usulan Rovert, "Panti asuhan? Rumah Sakit?" gumam Xabara seperti tertarik ingin melakukannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2