
.
.
.
bagi yang penasaran sama Bunga Higanbana,
tidak ada yang spesial tapi memang makna Bunga ini sedikit menyeramkan, hehe Boleh searching di Google ya? Nae taunya Bunga Higanbana adalah Bunga Kematian (Neraka).
.
.
Happy Reading.
.
Rovert menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"kau tidak cerita tentang dirimu?." tanya Rovert.
Xabara menggeleng kepalanya, "apa yang aku ceritakan? hidupku sama sepertimu tidak ada bedanya."
"ha? maksudmu?." tanya Rovert.
Xabara tersenyum pahit, "aku tidak mau membahasnya."
Rovert menoleh lalu mengusap kepala Xabara, "lain kali cerita juga tidak apa terkadang menceritakan masalah berat kita kepada orang lain membuat pundak kita terasa ringan."
Xabara menepis pelan tangan Rovert, "apa itu yang kau rasakan?"
"iya..! itu yang aku rasakan saat bercerita padamu tadi." jawab Rovert tersenyum tampan.
Xabara menggeleng pelan saja, diam-diam Rovert melirik Xabara.
"dia tidak pernah cerita punya Keluarga, apa dia hidup sendiri? tidak mungkin..! dia tumbuh menjadi perempuan cantik dan multilatenta pasti punya Keluarga besar yang sayang padanya tapi kenapa masalahnya tidak berbeda jauh denganku? maksudnya apa? apa Ayahnya juga mati dibunuh oleh orang terdekatnya?." batin Rovert menerka-nerka.
Rovert tidak bisa menemukan data Pribadi Xabara yang sebenarnya, bahkan Xabara memiliki 2 kartu tanda pengenal sebagai Xabara si dekil dan Xabara sebagai dewi khayangan seolah mereka berdua adalah orang yang berbeda, masalah hidup Xabara sebagai dewi Khayangan tidak ada yang patut dicurigai sebagai anggota Higanbana. Rovert mana mungkin bisa mencari profil anggota terpopuler, tersembunyi dan terkenal itu walau wajah mereka tidak ada yang dikenal publik namun kekejaman serta kehebatan Higanbana dalam memberantas musuh sangat patut di beri penghargaan besar.
Xabara masih misterius bagi Rovert tapi tidak membuat Rovert takut ataupun mengelak karna Rovert yakin Xabara punya rasa sakitnya sendiri sama seperti Rovert alami atau mungkin lebih sakit lagi masa lalu Xabara, yang jelas Rovert tidak akan berpaling jika Xabara butuh sandaran.
Ciitttt.....!!
Rovert segera berbelok saat tiba-tiba kumpulan Mobil menghalangi Mobilnya.
__ADS_1
"si*l." umpat Rovert.
Rovert menoleh ke Xabara yang terlihat melirik saja padahal situasinya sedang dalam bahaya.
"Xabara aku akan hadapi mereka!" seru Rovert serius.
Xabara melihat tangan Rovert, "apa tanganmu sudah sembuh total?."
"sudah..! aku bisa mengatasi mereka, tunggulah disini jangan sampai ada yang tau kalau kau anggota Higanbana." bujuk Rovert dan Xabara menganggukkan kepalanya.
"kunci Mobilnya dari dalam apapun yang terjadi jangan bukakan pintu." pinta Rovert.
"berhati-hatilah !." ucap Xabara serius.
Rovert mengambil tangan Xabara dan mengecup punggung Xabara, "energiku langsung penuh!"
Xabara memukul kepala Rovert yang terkekeh lalu segera keluar dari mobilnya sementara Xabara mengunci dari dalam sambil menaikkan sebelah kakinya dengan anggun menonton pertandingan gratis didepannya.
Rovert menghadapi rekan-rekannya yang membuat kening Xabara mengerut seakan mempertanyakan sesuatu.
"kau sudah menikahinya Rovert?." tanya Elang melihat cincin pernikahan yang terpasang di jari manis kanan Rovert.
"kau akan ingkar janji ya? apa karna dia sangat cantik sampai kau tidak mau memberikannya pada kami?" sambung Derro.
"dia sudah lupa balas budi Ayah kita." sahut Kenno tertawa sinis ke Rovert.
"kau menghancurkan hubungan kerja sama kita hanya karna perempuan? bukankah kau g*y?." sinis Edo.
"diam kau Rovert..! mentang-mentang sudah sukses kau melupakan jasa-jasa Ayah kami." maki Kenno.
"aku tidak melupakan jasa-jasa Ayah kalian justru kalian lah yang memperalat Jasa mereka, apa semua wanita yang mengejarku tidak cukup? aku tau kalian yang menyebarkan berita tentang aku G*y kepada wanita-wanita itu." ujar Rovert.
Elang membantah keras dituduh menyebar berita bahwa Rovert bukan pria normal, malah menyalahkan Rovert sendiri yang tidak mau bermain dengan perempuan diatas ranj*ng sehingga dikatai tidak normal.
"serahkan istrimu itu Rovert..! kita tidak akan memaafkanmu jika kau tetap memilih perempuan yang baru saja kau kenali dibanding kami." geram Kenno.
"aku memilih perempuan yang baru saja aku kenal dari pada Kalian!" tegas Rovert melipat lengan bajunya dengan senyum tipisnya yang misterius.
"kau akan melawan orang yang sudah membantumu naik tahta Presdir?." teriak Edo dengan murka.
yang lain terlihat sangat marah dengan Rovert yang masih keras kepala memilih sosok gadis yang baru saja dikenal oleh Rovert, pertemanan mereka selama bertahun-tahun hancur sudah karna wanita.
Rovert mengangkat bahunya acuh, "kalian mengatas namakan jasa Ayah kalian untuk mendapatkan keinginan kalian, selama ini aku diam bukan karna aku mau dibodohi oleh kalian, tapi seharusnya kalian tau jika aku membiarkan Kalian menyentuh wanita yang tidak aku lindungi artinya orang itu tidak penting bagiku."
"aku muak dengannya! rasakan ini." Elang yang tidak tahan menyerang Rovert secara tiba-tiba.
Rovert melangkah mundur tapi tidak ada yang terluka, pertengkaran pun terjadi 4 lawan 1 dan kemampuan keempat Pria itu tidak bisa dianggap remeh seolah mereka berlima 1 perguruan.
__ADS_1
Rovert berhasil mengalahkan mereka semua walau terluka dibagian tertentu, "aku peringatkan pada kalian semua? aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani mengusik milikku."
Derro berteriak marah lalu bangkit dan kembali menyerang Rovert, Rovert berlari ke arah Mobilnya lalu memijak Mobilnya dan berbalik dengan tendangan mautnya mengenai kepala Derro yang tak sadarkan diri seketika.
"aku tau ini akan terjadi..!" sinis Edo lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"tembak mati dia!" geram Kenno.
"kepalanya kalau bisa." sahut Elang yang benci dengan Rovert karna memilih orang asing dibanding mempertahankan pertemanan mereka selama ini.
dengan tangan gemetar Edo mengarahkan senjatanya ke arah Rovert bukan karna takut membunuh Rovert tapi tangannya mengalami patah tulang karna perkelahiannya dengan Rovert tadi.
dor...!
"aaahhh!" Edo memekik tangannya terkena peluru.
Rovert seketika berbalik dan yang lainnya menoleh ke asal suara yang ternyata Xabara memainkan pistolnya.
"ka.. kau?" Elang menunjuk Xabara dengan raut wajah tidak percaya.
"dia bisa pegang pistol?." sahut Kenno.
"Xabara!! kenapa keluar?." tanya Rovert malah berlari ke arah Xabara.
Kenno dan Elang terlalu syok sampai tidak memikirkan tangan Edo.
"aku tidak bisa membiarkan mereka hidup Rovert..! kematian pantas untuk mereka karna berani menginginkan seorang Xabara.!" ujar Xabara.
Kenno dan Elang merasa nyawa mereka terancam lalu mencoba bangkit hendak melarikan diri tapi ternyata peluru Xabara langsung melesat ke kepala mereka berdua, Edo terbelalak saat Xabara dengan cepat menembak jantungnya.
"Xabara!!" bujuk Rovert.
"mereka melecehk*n seorang Anggota Higanbana, kami terima penghinaan apapun bahkan kami rela di bunuh tapi tidak dilec*hkan." kata Xabara dengan serius dan datar.
"baiklah! ayo kita pulang !" ajak Rovert mengabaikan may*t mereka semua.
"tunggu..!" Xabara mengeluarkan satu tangkai Bunga Higanbana dan diletakkan begitu saja.
"ayo kembali!" Xabara berbalik.
Rovert mengambil pistol Xabara tiba-tiba dan menembak Derro yang baru saja mengerjabkan matanya melihat setangkai Bunga itu dari Xabara.
Xabara tersenyum tipis, padahal tadi Ia hanya menguji Rovert saja apakah sanggup membunuh salah satu dari mereka jika mengetahui Xabara adalah bagian dari Higanbana. ternyata Rovert melindunginya dan itu entah mengapa bisa membuat Xabara merasa aman dengan perlindungan kecil Rovert.
"tidak ada yang boleh tau Xabara bagian dari Higanbana." batin Rovert.
.
__ADS_1
.
.