
.
.
.
Xabara, Rovert dan Ratu menginap beberapa hari di Puncak, mereka seperti Keluarga bahagia yang tidak punya masalah sama sekali. diam-diam Xabara bersyukur dalam hati telah mendapatkan Keluarga yang sempurna seperti itu walaupun mereka hanya bertiga tapi jujur saja hidup Xabara lebih berwarna dibanding apapun.
"aku harus tetap bersembunyi sampai kapanpun." batin Xabara.
Xabara bertekad melindungi Keluarga barunya dengan cara menyembunyikan statusnya, Ia berencana menghentikan Higanbana selama beberapa tahun dengan begitu Xabara tetap aman sampai bayinya lahir di dunia ini.
di tempat lain,
Aya sedang mencoba gaun pengantin di Toko milik Taylor, Ia dilayani dengan baik karna Taylor sendiri yang mencarikan gaun yang pantas untuk Aya.
Barrest mengelus dadanya yang begitu berdebar padahal hanya Fitting baju Pengantin saja, Ia sangat menyukai Aya yang sangat keren ditambah lagi Aya bukan gadis sembarangan. menurut Barrest memiliki Aya sama saja memiliki bumi dan segala isinya. memang Barrest juga tidak suka wanita jal*ng bukan karna alergi tapi Ia tidak suka wanita bekas malah memiliki Kriteria nya sendiri yaitu wanita tangguh.
"Barresstt?? kau dimana?" teriak Aya.
Barrest terlonjak kaget lalu mengulas senyum, "aahh...! calon istriku yang bar-bar." gumam Barrest lalu keluar dari ruang gantinya.
"kenapa? apa ada lagi?" tanya Barrest sembari melangkah menuju Aya.
Aya menatap tajam Barrest, "cepat pasangkan resleting gaun ini..!"
Barrest menggeleng kepalanya tapi mematuhi calon Istri bar-barnya itu, "punggungmu mulus."
Aya berbalik menutupi punggungnya dengan rambutnya, "jangan macam-macam ya? kalau bukan karna Nona Xabara aku tidak akan menerimamu."
"iya-iya!! haruskah aku berterimakasih pada Nona Xabara?" balas Barrest.
Aya mendengus sebal, "ini saja gaunnya tidak usah ganti, aku tidak mau membuang waktu."
Barrest melihat penampilan Aya, "ternyata gaun pilihanmu tidak buruk ya?"
"apa maksudmu?" tanya Aya dengan ketus.
"aku fikir kamu hanya pandai bermain jarum dan pisau saja." balas Barrest membuat Aya melebarkan matanya lalu menedang lutut Barrest yang mengaduh pelan sambil mengangkat sebelah kakinya.
__ADS_1
"kau fikir mata ku rabun sampai tidak bisa melihat yang bagus? aku akan membuatmu bangkrut dengan membeli gaun termahal." bentak Aya.
Barrest sengaja terduduk dilantai lalu menarik gaun Aya yang terjatuh seketika menimpa tubuh Barrest.
"jangan macam-macam dengan Pria aneh sepertiku Aya." seringai Barrest.
Aya melototkan matanya dengan galak, "lihat saja dimalam pengantin-ku aku akan membun*hmu."
"silahkan saja biar jadi Janda sekalian." tantang Barrest malah suka dengan ancaman Aya yaitu membun*hnya.
"memangnya aku peduli?" Aya meremas bahu Barrest dengan geram tapi bibirnya tersenyum tak berdosa.
Barrest memejamkan matanya, "cengkramannya kuat juga, apa Aya memang Anggota Higanbana?" batin Barrest yang mengingat malam itu membuatnya menebak Aya maupun Xabara bukan perempuan biasa malah perempuan luar biasa.
Barrest menepis tangan Aya yang kaget lalu kehilangan keseimbangan terjatuh tepat sekali bibirnya menempel dengan bibir Barrest.
DEG!!
Aya membelalakkan matanya Barrest mengunci kedua tangannya, Ia tidak menyangka ternyata Barrest tidak lemah seperti yang Ia kira, Aya membuang muka lalu membenturkan keningnya dengan kening Barrest.
"ternyata kau bisa juga ya melawan." kesal Aya sambil bangkit dari atas tubuh Barrest lagi-lagi Ia kesialan menginjak gaunnya dan tersungkur mengenai bibir Barrest tapi kali ini sangat sakit terdengar ngilu bagi yang melihat serta mendengarnya.
Barrest bangkit lalu mendudukkan Aya dengan hati-hati, "coba aku lihat?" pinta Barrest serius.
Aya membuka tangannya ternyata gigi dan bibirnya berdarah karna benturan kedua cukup kuat, Aya pun kaget melihat Barrest juga berdarah tapi malah mengobatinya.
"hmmm?? it.. itu?? hmm?" Aya kebingungan cara menjelaskan maksudnya hanya bisa ragu-ragu menunjuk bibir Barrest.
Barrest menyeka sudut bibirnya ternyata Ia baru sadar juga terluka, mereka terdiam beberapa saat sampai Taylor datang juga syok melihat pasangan itu berada di lantai.
"apa yang terjadi? kenapa kalian terluka?" tanya Taylor cemas.
.
Barrest membawa Aya ke Rumah Sakit untuk diperiksa, Aya tidak mengira akan dibawa ke Rumah Sakit hanya karna luka kecil mereka sempat bertengkar mulut di Mobil tapi Barrest mengancam akan memberi tau Lienda yang pasti lebih dramatis lagi, alhasil Aya terpaksa menurut karna Ia tau Lienda tidak berbeda jauh dengan Ratu.
setelah dari Rumah Sakit, Aya minta berhenti di Mal untuk membeli sepatu entah apa tujuannya Barrest tidak tau.
"apa sepatu ini cocok?" gumam Aya melihat-lihat sepatu biasa yang akan Ia gunakan untuk jadi sepatu ganti nya kalau lelah mengenakan heels di hari pernikahannya.
__ADS_1
"ini bagus untukmu." kata seorang Pria menyodorkan sepatu sederhana ke Aya.
Aya melihat itu pun memperhatikan bentuknya, "tapi ini terl...?Ehh?" Aya mendongak untuk melihat wajah Pria itu.
"apa kau mengenalku?" tanya Pria itu yang tak lain adalah Aldo.
Aldo sedang melihat Perabotannya yang terjual di Mal itu tapi tidak diduga Ia melihat Aya, Aldo sangat penasaran siapa Aya jadi sering mencari tau tapi tidak ada apapun tentang identitas Aya yang dianggap punya 1 kelebihan saja yaitu atlet.
Aya memperhatikan Aldo, "apa dia Pria itu? tidak mungkin dia mengenaliku kan?" batin Aya.
"tidak!" jawab Aya berubah datar.
"ini sepatu yang cocok untukmu ! izinkan aku memakaikannya di kakimu ya?" Aldo tidak memaksa Aya untuk mengenalnya karna Ia tau Aya sangat misterius.
"tidak usah." jawab Aya menolak dan segera melarikan diri dari tempat itu.
Aldo melihat kepergian Aya sambil tersenyum tipis, "aku yakin kamu adalah gadis itu." gumam Aldo begitu pelan nyaris berbisik.
Aya berpindah ke Toko lain, "kenapa dia bertingkah aneh? apa dia mengenalku? tidak mungkin!! haha tidak mungkin." batin Aya menggeleng-geleng kepalanya.
Aya sibuk mencari sepatu melupakan Pria aneh itu menurut Aya, Aya memang ceroboh tapi Ia yakin ada yang tidak wajar dengan Pria itu sebab lelaki terutama seorang Pengusaha tidak akan mau sembarangan bersujud didepan wanita kalau bukan ada sesuatu yang dicurigainya tentang wanita itu atau kedudukan Wanita itu di hormati oleh Pria itu.
seseorang menepuk pundak Aya.
"ahhh??" Aya kaget dan hendak membanting orang itu namun di tepis langsung.
"Aya ini aku? calon suamimu." jelas Barrest.
Aya berbalik ternyata memang Barrest, "kau kemana saja?"
"Aya..! pertanyaan itu seharusnya menjadi pertanyaanku." gerutu Barrest.
"ya sudahlah! aku beli ini saja cepat bayar !?" Aya menyodorkan sepasang sepatu biasa yang akan dijadikan sepatu ganti Aya nanti di hari pernikahan.
Barrest heran kenapa Aya jadi aneh tapi menurut saja, walaupun Ia hanya seorang Asisten tapi gaji Barrest terbilang sangat besar sehingga Barrest banyak membuka bisnis di bidang kuliner diberbagai daerah tapi tidak membuat Barrest malas bekerja dengan Rovert padahal sudah punya penghasilan besar kalau Barrest menganggur.
.
.
__ADS_1
.