Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
kaget


__ADS_3

.


.


.


Rovert menurunkan Xabara di pintu Gerbang lalu Rovert mengunci pintu Gerbang dari dalam seolah tidak terbobol sebelumnya.


Xabara memperhatikan saja cara kerja Rovert lebih rapi dari apapun, tiba-tiba Mansion itu meledak dan Tubuh Rovert segera berbalik melindungi Xabara.


"ayo kita pergi!!" ajak Rovert.


Xabara di gendong oleh Rovert memasuki Mobilnya padahal Xabara masih ingin melihat kebakaran itu, Rovert sampai heran mengapa Xabara tidak trauma dengan Kebakaran sebab Keluarganya meninggal karna kebakaran, Xabara nyaris tiada jika Ia tidak menolongnya saat itu.


Xabara terus menoleh kebelakang sampai tidak terlihat lagi olehnya, Ia memutar pandangannya ke Rovert.


"kenapa? bukankah mereka sudah mati?" tanya Rovert seakan tau Xabara belum puas bermain-mainnya.


"ini bukan cara seorang Ratu Higanbana menghabisi musuhnya." kesal Xabara.


"yahh!! kita sudah sepakat untuk tidak menggunakan Identitas Higanbana bukan? wanita yang Aya sebut Tua itu sedang mencarimu sayang, tugasku melindungimu."


"aku bisa melindungi diriku sendiri." jawab Xabara.


"pekerjaanmu terlalu berbahaya bagaimana jika ada pengepungan? kamu akan tertangkap sayang terlebih lagi kamu sedang hamil, perutmu tidak boleh terkena pukulan atau terjatuh." Rovert.


Xabara membuang muka karna kalah dengan kata-kata Rovert, memang kalau Ia dikepung harus berkelahi dan pukulan serta tendangan itu sudah biasa bagi Xabara namun sekarang apa yang Rovert katakan memang benar sebab ada nyawa yang harus Xabara jaga.


"kamu tetap Ratu Higanbana yang tidak terkalahkan sayang, perutmu mungkin bisa terkena pukulan apapun tapi calon bayi kita tidak boleh keguguran." Rovert.


Xabara mendengus dan Rovert tersenyum saja melihat Xabara yang tidak menjawab tapi masih kesal padanya, Rovert tidak punya pilihan lain harus tetap mengekang Xabara dengan cara itu.


Rovert mengangkat panggilan Orang suruhannya terdengar olehnya berdebatan Polisi dengan Orang-orang yang Rovert bayar untuk menghalangi pekerjaan polisi itu.


"bagus..! tahan mereka 30 menit." pinta Rovert.


"baik Bos." jawab orang itu terdengar pelan lalu Rovert mematikan panggilannya secara sepihak.


Rovert dan Xabara aman dari kejaran, jika Xabara yang bekerja pasti dikejar oleh musuh walau tidak pernah tertangkap tapi itulah kemampuan Xabara tapi ketika bersama Rovert malah berbeda, Rovert cocok sekali menjadi pemimpin Mafia sebab otaknya sangat licik dalam melarikan diri dan kinerjanya sangatlah rapi tentu Xabara mengakui hal itu.


Rovert membawa Xabara ke Apartemen ketika pintu Lift hendak tertutup tiba-tiba ada yang menahan dengan jarinya dan masuklah Seorang Pria gagah ternyata Aldo.

__ADS_1


"permisi !" ucap Aldo pelan.


Aldo pun bergabung dengan Rovert dan Xabara, Xabara menghadap ke pinggir Lift terlalu malas menghadap Rovert, tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka.


Aldo melihat ke arah Rovert, "anda mau ke Lantai ini juga Tuan?"


Rovert melirik Aldo yang mengangguk, "kau Orang baru ya?"


Aldo tersenyum tipis, "saya sudah hampir 1 minggu disini Tuan, saya tinggal di Apartemen paling ujung."


Xabara melirik ke arah Aldo, "bukankah Apartemen Ujung milik Dr. Bramasta?"


"aahh? anda benar Nona saya yang tinggal disana, Ibunya menjual Apartemen itu untuk keperluan biaya." jawab Aldo tanpa melihat wajah Xabara dengan jelas tapi Ia tau kalau Istri Rovert Maldev memang sangat cantik.


hening..!


kringg...!!


pintu Lift terbuka lalu Rovert dan Xabara keluar duluan tentu Aldo juga ikut keluar karna Ia tinggal di Apartemen ujung harus melewati Apartemen Xabara dan Rovert.


"sayangg?" panggil Rovert mengejar Xabara.


Aldo mendengar perdebatan mereka hanya bisa tersenyum tipis memikirkan dirinya dan Aya seperti itu pasti menggemaskan sekali.


"Xabara?" panggil Rovert.


Aldo kaget Xabara malah memasuki Apartemen Aya.


"kenapa ke Apartemen Aya? ke tempatku saja ya?" bujuk Rovert.


"apa kamu lupa Rovert? ini Apartemenku." ketus Xabara mendorong Rovert menjauh darinya lalu masuk ke Apartemen Aya.


Rovert menghela nafas lalu menekan bel Apartemen Xabara, sepertinya Xabara sudah mengganti sandi Apartemennya tak lama kemudian Rovert sadar dan menoleh ke Aldo.


"sedang apa kau disana?" tanya Rovert.


"kenapa Apartemen itu jadi milik istri anda Tuan? saya pikir pemiliknya Nona Aya." tanya Aldo.


Rovert mendengus, "Aya itu adiknya apakah menurutmu tidak wajar kakak-adik hidup 1 tempat?"


Aldo membelalak mendengarnya, "ad-adik?"

__ADS_1


Rovert malas bersama Aldo pun memilih masuk ke Apartemennya yang berada didepan Apartemen Xabara, Aldo berjalan dengan langkah sungguh pelan melewati kedua Apartemen itu dengan tatapan tidak percaya.


Aldo sungguh tidak tau kalau Aya itu adalah adik Nona Muda Maldev, jika dipikirkan lagi memang semua sangat terhubung bagaimana Asisten Rovert bisa dekat dengan Aya ternyata melalui perantara Rovert dan Xabara.


"kalau begitu aku harus datang ke Acara Zein, mereka pasti datang." gumam Aldo tersenyum seketika sambil melangkah cepat ke Apartemennya.


.


di dalam kamar Xabara,


Xabara terus saja menggerutu mengenai Rovert, Ia sungguh kesal tapi tidak bisa membantah peraturan dan alasan yang Rovert lakukan demi kebaikan anaknya. namun, Xabara sangat kesal jadi melampiaskan dengan tidak mau berbicara pada Rovert.


ketika Xabara hendak tidur Ia tidak bisa, seperti biasa hanya Rovertlah obat tidurnya.


"haisshh!! bagaimana ini? tidak..!! tidak..?! aku tidak mau mendatanginya, aku bisa tidur sendiri." kesal Xabara.


Xabara menghubungi Aya ternyata adiknya itu tinggal di Rumah Barrest bersama Lienda dan Suaminya Lienda, Aya sampai berbisik memohon pada Xabara untuk membantunya keluar dari kekacauan calon mertua dan menantu.


"ya sudah istirahatlah." ucap Xabara lalu mematikan panggilannya tanpa mengganggu Aya.


Xabara menggeleng kepalanya pelan, "ternyata nasib Aya lebih rumit dariku, harus hamil sebelum menikah?"


Xabara terkekeh pelan membayangkan nasib Aya yang harus hamil padahal pernikahan mereka beberapa hari lagi dan Aya harus tidur dengan Barrest, benar-benar mertua kacau tapi menurut Xabara hidup Aya akan bahagia bersama Keluarga kacau itu.


Aya bahkan beberapa kali mengoceh sambil berbisik akan memotong bar*ng Barrest jika berani menyentuhnya tapi calon mertuanya itu bukanlah Orang yang gampang dibodohi dengan Drama akting Aya seperti Xabara yang bisa menipu Ratu.


Xabara tidak bisa tidur walau sudah berputar kesana-kemari merasa bosan Ia pun menonton lewat Ponselnya, dalam hitungan jam saja berita Kematian Bagos telah tersebar di sosmed bahkan Rumahnya menjadi abu seperti pesawat yang terbakar menjadi puing-puing yang menyayat hati jika di lihat secara langsung.


"Kebakaran paling mengerikan sepanjang masa?" gumam Xabara lalu terkekeh pelan.


"sekokoh apapun dinding beton mereka jika sudah api terkena gas api tentu semua akan meledak tanpa ada yang tersisa."


Xabara terus menonton rekaman panik beberapa warga yang berusaha membobol gerbang yang digembok tapi tidak bisa sehingga tidak sempat menolong Korban kebakaran, Xabara berdecak ternyata Rovert mengunci mati Gerbang itu bahkan Polisi Orang-orang Bagos pun kuncinya tidak cocok dengan Gembok itu.


"sama saja itu Rovert yang menghabisinya." gerutu Xabara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2