Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
Mom sakit


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Xabara terbangun tapi tidak melihat Rovert disisinya.


"kemana dia?" gumam Xabara.


Xabara membersihkan diri lalu berganti pakaian formal dan keluar dari Kamarnya ternyata sarapan telah tertata rapi di atas meja.


"Rovert?" panggil Xabara.


"...?"


Rovert tidak menyahut lalu melihat sebuah kertas diatas meja sarapan dan Xabara melihat isinya.


isi pesan di kertas yang di tinggalkan Rovert


^^^"sayang... aku harus ke Perusahaan hari ini, sarapanlah! aku akan pulang sore hari ke Mansion karna aku harus membujuk serta merawat Mom, Mom sakit!^^^


^^^dari Orang yang mencintaimu Rovert. "^^^


Xabara melebarkan matanya, "Mom sakit?"


Xabara menghubungi Rovert dan menanyakan keadaan Ratu.


"tidak ada hal serius sayang, Mom pasti sakit karna syok dan belum terima kamu belum hamil aku mohon kamu jangan khawatir ya? selesaikan pekerjaanmu nanti kalau sudah selesai pulang ke Mansion saja dan hati-hati berkendara," ucap Rovert dengan lembut di sebrang sana.


"iya! aku akan selesaikan pekerjaanku lalu melihat Mom."


Xabara pun menutup panggilannya dan memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing.


"kasihan Mom." gumam Xabara yang tidak tega mendengar wanita yang sangat menyayanginya itu sakit akibat permainan Xabara selalu memberi harapan palsu pada Ratu.


"aku harus secepatnya berhubung*n s**s dengan Rovert lalu mengandung cucunya biar tidak sakit lagi." gumam Xabara yang merasa yakin dengan pilihannya.


.


di Perusahaan Xabara semakin dipuja oleh Karyawannya.


"Nona penjualan kita terus melunjak karna foto yang diterbitkan di Bandara dan Akun nya itu Nona." senyum manis Aya yang kini menjadi Asisten Xabara.


Xabara melihat Iped yang dipegang oleh Aya, "bagus juga."


"Nona tadi Nona Irene datang membeli Produk termahal kita dengan Kontan, katanya tiket pesawat mereka habis demi mendapatkan foto Nona." adu karyawan Xabara.


Xabara tersenyum saja, "sama siapa dia kesini?"


"sama Tuan Ray Nona, sebenarnya apa hubungan mereka? saya nyaris saja pingsan melihat kedekatan mereka. apa mereka pacaran?" bisik Aya.

__ADS_1


Xabara mengusap kepala Aya, "dia sepupunya."


Aya membelalak, "dunia sangat sempit !"


Xabara terkekeh lalu Aya memperhatikan raut wajah Xabara terlihat tidak baik hanya ditutupi, sayangnya Aya sangat mengenal Nonanya itu jadi tidak ada yang bisa disembunyikan.


"apa yang terjadi Nona?" tanya Aya serius.


Karyawan Xabara yang lain tidak heran dengan kedekatan Aya bersama Bos besar mereka sebab tau Aya itu adik angkat Xabara.


"kalian pergilah !! aku akan bicara dengan Aya." titah Xabara.


Aya segera menutup pintu Ruangan kerja Xabara lalu kembali pada Xabara bersiap menunggu cerita Xabara. Xabara menceritakan masalahnya hingga Aya tidak bisa berkata-kata.


"Nyonya Ratu memang sangat baik tapi apa Nona mencintai Tuan Rovert? Nona mempertaruhkan nyawa mengandung anaknya nanti." tanya Aya.


Xabara tersenyum tipis merasa tidak takut akan hal itu sebab hidup Xabara memang selalu bermain-main dengan nyawa, "mungkin sudah takdirku adalah miliknya Aya, jika bukan karna nya mungkin aku sudah mati dan tidak akan bertemu dengan King Demon."


"kenapa membahas takdir Nona? kalau Nona tidak mencintainya kenapa harus mempertaruhkan segalanya?" tanya Aya.


Xabara tersenyum, "dia mencintaiku."


Aya menganggukkan kepalanya, "memang iya."


Xabara menatap Aya tak percaya, "kau tau dia mencintaiku?"


Aya terkekeh, "semua Pria pasti akan mencintai Nona hanya Pria bodoh dan tidak normal saja yang membenci anda."


"aku tidak memikirkannya yang penting sekarang aku hanya mementingkan Mom saja, dia sangat sayang padaku sudah seperti Ibuku. kasih sayang yang selama ini aku inginkan datang darinya bagaimana aku tidak sedih Aya, aku tidak bisa berpikir jernih mendengarnya sakit." kata Xabara dengan nada pelan.


"ini semua salahku! dari awal aku mempermainkannya hanya karna ego mementingkan dendamku malah mempermainkan hatinya, dia sangat menyayangiku dengan tulus tapi aku hanya membohonginya banyak hal." lirih Xabara dengan mata sendu.


Aya pun memeluk Xabara lalu meminta Xabara pergi saja ke Mansion, sisanya biar Aya yang menyelesaikan pekerjaan Xabara sebab Ia sangat tau hati Xabara sangat lembut jika membahas tentang Ratu.


.


Xabara dalam perjalanan ke Mansion.


"apa-apaan ini?" Xabara dengan kesal melihat situasi yang jalannya tiba-tiba macet.


mobil Xabara segera mendahului semua kendaraan yang jalan merangkak di tepian jalan, ketika tiba di pusat penyebab kemacetan mobil Xabara dihentikan oleh seseorang yang Xabara kenal.


"bedeb*h ini melakukan Razia besar-besaran untuk menemukanku." kesal Xabara menatap tajam Pria yang melangkah ke arahnya.


Xabara menarik nafas dalam-dalam lalu Lios mengetuk kaca mobilnya dengan wajah tenang.


"keluar!!" titah Lios.


Xabara pun terpaksa Keluar dari Mobilnya dan menutup pintunya dengan kasar.


"apa anda seorang polisi?" tanya Xabara singkat.


Lios menoleh ke Xabara dan terpana melihat wajah Xabara segera Ia menggeleng kepalanya untuk menyadarkan diri, secantik apapun gadis didepannya ini hanya tau cara bersolek saja bukan bertarung.

__ADS_1


"bukan!" jawab Lios.


"kenapa kau menghalangi jalan jika bukan polisi?" tanya Xabara.


Lios memicingkan matanya, "kau tidak kenal aku?"


"lalu apa kau mengenalku?" tanya Xabara balik.


"berani sekali kau melempar pertanyaan balik padaku." Lios menatap tajam Xabara.


Xabara menghela nafas, "aku ini sangat terkenal sementara kau? apa kau aktor? sedang syuting kah?"


Xabara melihat situasi yang tidak ada kamera atau Kru perekam adegan malah banyak Orang melakukan kekerasan membuat tangannya terkepal.


"kau sadar siapa aku?" Lios melangkah mendekati Xabara.


Xabara mendorong Lios, "tidak usah dekat-dekat juga aku tidak tuli, aku benci bau nafasmu."


Lios seketika membelalak sementara para bawahan Lios pun tak terima hendak mengeroyok Xabara tapi ditahan oleh Lios.


"kau benci bau nafasku? aku rasa nafasku tidak bau." seringai Lios.


"rokok!? aku benci bau itu." jawab Xabara mengelus hidungnya.


Lios tertawa lalu mengunci tubuh Xabara yang bersandar di Mobil, Xabara menatap bola mata Lios dengan tak suka.


"aku juga tak suka kau yang hanya tau bersolek dan bermain diatas ranj*ng saja, berani sekali wanita jal*ng sepertimu mencelaku bau."


Xabara mengerutkan keningnya, "jal*ng?"


"iyahh!!? kau hanya seorang jal*ng bukan?" Lios menatap remeh Xabara.


Xabara mengepalkan tangannya lalu menampar Lios begitu berani tapi Lios malah tertawa dan mencekik Xabara yang cepat menendang bagian inti Lios segera menendang perut Lios sampai terjerembab.


"aku bukan jal*ng !" Xabara kehilangan kesabarannya disebut jal*ng oleh Pria kotor seperti Lios.


"berani Kau!??" teriak bawahan Lios.


Xabara memejamkan matanya sepertinya Ia akan ketahuan jika melawan tapi kalau tidak melawan sudah jelas Xabara akan menjadi tawanannya Lios.


Xabara segera memasuki Mobilnya tapi jalannya dihalangi oleh Bawahan Lios jadi Xabara tidak bisa melajukan Mobilnya (lari).


"tahan!!" teriak Lios seketika bawahan Lios pun terdiam ditempat.


Lios bangkit menahan rasa sakit dibagian intinya mendekati Mobil Xabara, Ia menggedor-gedor jendela Mobil Xabara.


"Keluar!!" titah Lios dengan dingin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2