Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
rencana


__ADS_3

.


.


.


dulu Xabara berat meninggalkan Aya seorang diri tapi sekarang Ia tidak ragu meninggalkan Aya yang sudah memiliki Keluarga baru.


jujur saja Xabara senang Aya bisa merasakan namanya memiliki Keluarga Sempurna yang begitu mencintainya, Xabara tau Lienda dari Ratu dan Taylor yang rela menetap demi calon menantunya, Xabara bisa mengartikan pengorbanan Lienda bagian dari Cintanya pada Aya.


"kalau begitu aku harus ke Perusahaan mengurus semuanya ya? sekalian beli tiket dan visa kita yang akan tinggal setahun disana." kata Rovert menangkup pipi Xabara.


Xabara mengangguk, "lalu aku ngapain?"


"kamu istirahat sayang karna perjalan di dalam pesawat juga lama, aku juga akan minta surat keterangan kesehatan janinmu ke Dr. Astah." Rovert.


Xabara melihat Rovert yang tidak merasa kerepotan sama sekali mengurusnya pun menyahut, "baiklah."


Rovert bangkit mengelus kepala Xabara lalu berlari menuju Ruangan ganti pakaiannya, Rovert begitu bersemangat saat ini sebab Xabara mau ikut dengannya ke Luar Negeri.


Xabara menghubungi Aya dan mengutarakan keinginannya yang akan tinggal di Dubai selama 1 tahun.


"Xabara terus aku bagaimana?" tanya Aya seolah protes.


"Aya, aku akan kembali !? aku tidak ragu meninggalkanmu karna ada Barrest dan Kedua Orangtuanya yang akan merawatmu." Xabara berkata dengan lembut.


Aya pun terdengar menghela nafas, "aku pasti akan merindukanmu Xabara."


"kita bisa berkomunikasi nanti Aya." balas Xabara.


Aya pun tidak punya pilihan lain membiarkan Xabara melakukan keinginannya, Aya diperlakukan bagai Tuan Putri dalam keluarga Barrest karna kandungannya itu dan jika Aya melarang Xabara pergi sama saja Aya egois.


.


sore harinya,


Xabara merasa bosan pergi berenang dan para Pelayan datang mengantarkan cemilan untuk Xabara, mereka berjumlah 5 Orang berjejer rapi menunggu Xabara yang sedang berenang.


ketika Xabara keluar dari Kolam berenang, kelima Pelayan itu menelan saliva bersusah payah karna tubuh Xabara begitu indah padahal sedang hamil belum lagi wajah dan Rambut Xabara yang basah begitu seksi.


"Kalian sedang apa?" tanya Xabara memiringkan wajahnya melihat pelayan itu.


"Nona kami hanya menjalankan tugas untuk menjaga Nona." jawab mereka semua serentak.


Xabara menghela nafas, "Mom dimana?" tanya Xabara sembari melangkah ke tempat duduk.

__ADS_1


salah satu pelayan mengambilkan handuk Xabara lalu membantu Xabara memakai handuk itu, Xabara tidak mengelak karna Ia sudah ditegur oleh Ratu untuk tidak menolak pekerjaan Pelayan, Xabara tidak punya pilihan karna semua Pelayan itu menangis tidak mau dipecat oleh Ratu karna Xabara tidak membutuhkan mereka.


"Nyonya besar sedang membeli banyak Vitamin dan belanjaan untuk perjalanan Nona nanti." jawab pelayan lain mengambil handuk kecil yang lain mengelap kaki Xabara yang baru saja duduk.


"oh..!" Xabara mengangguk.


5 Pelayan itu benar-benar melakukan tugasnya dengan baik sampai Xabara tidak bisa berkata-kata.


"sudah sejak kapan kalian bekerja disini?" tanya Xabara melirik mereka semua satu persatu.


"saya Nina sudah 5 tahun bekerja disini Nona." jawab Pelayan Nina yang memakaikan handuk ke tubuh Xabara.


Para Pelayan itu menjawab pertanyaan Xabara dengan jujur dan sopan, Xabara tidak menyangka mereka semua pekerja lama.


"kalau aku lihat-lihat kalian cantik-cantik kenapa tidak bisa membuat Rovert jatuh cinta?" tanya Xabara dengan polos.


mereka berlima tertawa lalu segera meminta maaf pada Xabara dan mengatakan mereka tidak berani mendekati Rovert, lalu dari mana datangnya Cinta itu jika mendekati saja tidak berani.


Mereka bercengkrama seperti teman bukan antara majikan dan pembantu, Para Pelayan tidak menyangka Xabara begitu baik dan ramah padahal selama ini mereka mengira Xabara menakutkan karna sifatnya tidak berbeda jauh dengan Rovert yang tidak suka disentuh oleh Pelayan.


"ini bolunya buatan Mom ya?" tanya Xabara.


"benar Nona." jawab Para Pelayan serentak.


.


Rovert tiba mencari keberadaan Istrinya yang ternyata di Kolam berenang, Rovert bisa melihat Xabara tertawa lepas bersama 5 Pelayan perempuan yang begitu akur dengan Xabara.


"kenapa aku baru melihatnya akur dengan Para Pelayan?" gumam Rovert keheranan.


"apa Nona haus?" tanya Nina dengan lembut dan ramah.


"seharusnya kalian yang minum, aku dari tadi tidak berbicara." jawab Xabara malah mendorong gelas yang ditawarkan Nina ke mulut Nina sendiri yang kaget dengan yang dilakukan Xabara.


"Nona ini gelas Nona, kami tidak pantas menggunakannya." jawab Nina dengan cepat meletakkan gelas itu yang terkena bibirnya.


Xabara merasa heran dengan ketakutan Nina, "heii..!! kenapa bicara begitu? kalian manusia kan? darah kita sama merah lalu kenapa ada perbedaan seperti itu?"


Para Pelayan itu merasa terharu dengan kata-kata Xabara yang tidak suka perbedaan status itu, selama ini mereka mengira Xabara bukan tipe wanita yang mudah akrab dengan Orang rendahan seperti mereka tanpa diduga Xabara adalah Orang yang asik.


"sayang?" panggil Rovert.


Para Pelayan segera berdiri dan melangkah mundur teratur memberi penghormatan pada Rovert, Xabara menoleh ke Rovert.


"apa sudah selesai Rovert?" tanya Xabara sambil memakan Bolu kacang yang merupakan potongan terakhir di piring.

__ADS_1


"sudah sayang." jawab Rovert sambil duduk disamping Xabara dan mencium pipi Xabara juga tangannya mengelus perut Xabara.


"Rovert kau tidak tau malu..! kenapa melakukannya didepan teman-teman baruku?" omel Xabara menjauhkan Rovert darinya.


"teman?" Rovert menautkan kedua alisnya.


Xabara mengangguk sementara kelima Pelayan itu terharunya minta ampun dianggap teman oleh Xabara, mereka berjanji akan mengabdi dengan setia pada Xabara.


"kalian pergilah..!" usir Rovert.


"baik Tuan Muda." jawab mereka semua segera membubarkan diri dengan teratur.


"Heii?? Ninaa?? Elisa..? Keshi?? Iccii?? Irish?" panggil Xabara.


"sayang? kenapa kamu berteman dengan mereka? apa mereka Orang baik?" tanya Rovert penasaran.


Xabara menekuk kedua alisnya, "mereka pandai berdongeng dan aku suka." jawab Xabara.


Rovert tertawa, "baiklah..! aku akan bawa mereka berlima untuk menjadi temanmu di sana, bagaimana?"


Xabara langsung tersenyum lebar, "terimakasih."


Rovert mengangguk lalu memandang setiap inci tubuh Xabara segera saja Xabara menyilang dadanya serta melipat sebelah kakinya, Ia sedang memakai handuk tapi tatapan Rovert seperti menelanj*nginya.


"sayang kamu kenapa seksi banget sih hmm?" tanya Rovert.


Xabara mendengus lalu menyuapi bolu kacang yang Ia makan malah dibalas gelengan oleh Rovert.


"aku alergi kacang." jawab Rovert lalu Xabara tertawa seolah mengejek Rovert.


Rovert begitu gemas mencium pipi Xabara yang tergelak, Xabara menahan dada bidang Rovert untuk tidak menciumnya lagi.


"Rovert kacang sangat enak kenapa kamu bisa alergi.?" ledek Xabara.


"sayang nanti anak kita juga akan alergi kacang karna dia memiliki gen-ku." gemas Rovert menoel-noel pipi Xabara.


Xabara mendengus, "cepat gendong aku..!"


Xabara yang kalah hanya bisa memperbudak Rovert yang memang begitu patuh dengan perintah Xabara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2