Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
mengutus


__ADS_3

.


.


.


Rovert pun mengerti, "aku akan beritau Barrest."


"apa Barrest bisa beladiri?" tanya Xabara.


Rovert terkekeh, "setelah berguru di Kanada aku kembali ke Indonesia walau sempat terpuruk tapi setelah itu aku bangkit dan belajar memperdalam beladiriku, aku bertemu dengannya di perguruan terbaik Semarang."


Xabara terkejut, "aku tidak menyangka Barrest juga belajar beladiri, awalnya aku pikir dia hanya pandai berbisnis juga dan tidak menguasai ilmu beladiri."


"kamu pikir sampai ketitik ini tidak butuh perjuangan sayang? dulu aku sering masuk Rumah Sakit karna banyak saja yang menyerangku tapi aku tidak bisa mundur untuk tidak datang ke Perusahaan, di umur 17 tahun aku sudah hampir mati beberapa kali oleh orang suruhan Bowo, dunia kalian Kejam dan dunia bisnis juga harus Kejam kalau tidak? mana mungkin bisa berhasil dengan banyaknya saingan bisnis di Negara ini."


"iya !! aku terlalu meremehkan dia, baguslah setidaknya Aya punya lawan yang tangguh tapi kenapa dia keliatan lemah?" tanya Xabara.


Rovert mengatakan kalau Barrest belum pernah melihat perempuan tangguh dan hebat bertarung, maka nya dia menyukai Perempuan yang bisa berkelahi itu membuatnya kagum dan titik kagumnya itu membuat Barrest bisa bersikap seperti orang bodoh dan keliatan lemah.


Xabara akhirnya mengerti lalu Ia hendak keluar Mansion tentu Rovert meminta ikut.


"aku bisa sendiri." ketus Xabara yang menjaga harga dirinya tidak mau dianggap lemah.


Rovert memegang bahu Xabara, "sayang aku tidak pernah menganggapmu dalam bahaya hanya saja aku cemas calon anak kita kenapa-napa, kamu tau sendiri kan aku sangat menginginkannya? aku tidak peduli apa penilaianmu padaku selama aku merasa tenang maka apapun akan aku lakukan."


Xabara tersenyum tipis tapi tidak terlihat oleh Rovert yang mengikuti Xabara.


.


dalam perjalanan,


Rovert menghentikan kendaraannya melihat ada 3 Pria berpakaian Ninja menghadang Mobilnya.


"siapa mereka?" gumam Rovert.


Xabara memiringkan pandangannya, "tidak mungkin musuhku kan? apa kau punya musuh Rovert?"


"banyak tapi yang berani hanya hitungan jari saja." jawab Rovert lalu meminta Xabara untuk tetap diam.


Xabara duduk patuh di dalam Mobil sambil memperhatikan apa tujuan mereka bertiga menghalangi Mobil Rovert.


Rovert keluar dari Mobilnya lalu mendekati 3 Pria berpakaian Ninja itu.


"mau apa kalian? siapa yang utus kalian?" tanya Rovert to the point.

__ADS_1


"kami mau membawa perempuan dalam Mobilmu masalah siapa yang mengutus kami itu tidak perlu kau ketahui." ucap salah satu dari 3 Pria bayaran itu sombong.


Rovert tersenyum miring, "kalau begitu coba kau lawan aku jika kalian sanggup mengalahkanku kalian bisa membawa apa saja yang kalian inginkan termasuk Mobilku."


salah satu Pria membuka Ninja yang menutupi sebagian wajahnya lalu tertawa terbahak-bahak.


"hahahaha"


Rovert lalu mengambil kerikil kecil di kakinya dan menjentiknya sehingga mengenai mulut Orang tertawa itu.


"uhuukk-uhuukkk!"


2 teman Pria itu berubah khawatir dan heran mengapa tiba-tiba kawannya terbatuk-batuk, Rovert berubah dingin.


"cepat lah!!? apa kalian mau membuang waktuku dengan drama tidak penting kalian ha?"


2 Teman Pria yang terbatuk itu menoleh ke Rovert lalu menyerang Rovert karna merasa terpancing membiarkan temannya yang sedang berjuang memuntahkan batu kerikil pemberian spesial Rovert.


dalam hitungan detik kedua Pria itu sudah terkapar di Aspal, Rovert menarik paksa Ninja yang menutupi wajah mereka.


"kalian sudah aku tandai, terima hadiah kalian nanti." seringai Rovert.


"am-ampuni kami Tuan!!"


Rovert mendekati Pria yang masih berjuang memuntahkan kerikil tadi wajahnya sudah memerah karna rasa sakit tidak biasa itu, Rovert menarik kepala Pria itu.


"aku akan membuatmu menangis dar*h karna kau sudah berani tertawa dengan wajah jelek kau ini." seringai Rovert lalu menendang Pria itu mengenai Mobil mereka sendiri yang menghadang Mobil Rovert.


Rovert menoleh ke 2 Pria yang masih bersimpuh, "apa Zein yang menyuruh kalian?"


"be-benar Tuan..! sa-sama Tuannya juga."


Rovert menaikkan sebelah alisnya, "dia punya sekutu?"


setelah puas mendapat Informasi Rovert langsung pergi dari sana tanpa membun*h ketiga Pria itu.


Xabara mendengus ketika Rovert masuk, "kenapa tidak dihabisi saja? mereka akan mengganggu Orang lemah lainnya."


"aku punya rencana lain untuk membuat mereka jerah dengan perbuatan buruk mereka itu." jawab Rovert tenang.


Rovert melajukan kendaraannya lewat jalan lain walau harus berputar arah setidaknya Xabara tetap aman.


Xabara tak lagi bertanya, "kapan aku bisa hidup tenang tanpa kejaran Orang?" gumam Xabara sangat pelan.


Rovert memegang tangan Xabara, "aku akan atasi Zein langsung!"

__ADS_1


"Zein? siapa?" tanya Xabara.


Rovert menjelaskan bahwa Zein adalah Pria yang tidak sengaja menyiram Jus ke Xabara, Xabara berubah pias.


"kenapa sayang?" tanya Rovert cemas.


"aku penasaran kenapa banyak wanita melihatmu? aku tidak cemburu tapi posisi anakku dalam keadaan terancam." Xabara.


Rovert seketika menoleh ke Xabara, "kamu cemburu sayang?"


"aku tidak cemburu!!" bentak Xabara.


Rovert tertawa senang mendengarnya tapi Ia harus menahannya supaya Xabara tidak marah padanya, akhir-akhir ini Xabara memang mirip perempuan mulai banyak bicara dan suka mengomel mungkin bawaan bayinya.


"kamu mau kemana sayang?" tanya Rovert mengalihkan.


"jawab pertanyaanku Rovert!!" Xabara yang tidak mempan mendesak Rovert.


"bukankah sudah jelas sayang? mereka menyukai wajah tampan dan Uangku." jawab Rovert mengelus kepala Xabara.


"benarkah?" Xabara memicingkan matanya curiga.


"sayang dengar ya? sekalipun mereka semua memberi tub*h mereka secara bersamaan di satu Ruangan tertutup aku lebih baik memilih memeluk Pria dari pada disentuh jal*ng yang hanya ingin uangku itu saja, apa dia pikir aku Pria bodoh yang mau wanita murah*n yang mau di gil*ri laki-laki? aku jijik akan hal itu sayang."


"apa itu menjawab rasa penasaranmu?" tanya Rovert lagi.


Xabara diam lalu menatap lurus kedepan, "kita ke Puncak!! jangan lupa beli jagung dan keperluan lainnya untuk memasak Ikan bakar dan Jagung bakar."


Rovert sumringah, "kebetulan aku juga ingin makan Jagung, boleh aku ajak Mom sayang?"


"Mom mau ikut?" tanya Xabara.


"tentu saja..! sebenarnya aku mau kita berdua saja tapi aku tau kalau Mom sangat menyayangimu, aku tidak boleh egois hanya mementingkan perasaanku saja."


Xabara menyunggingkan senyumnya, "kamu harus bersyukur karna Mom aku mau mengandung benihmu dan alasan kedua itu atas pertolongan yang telah kamu lakukan ketika aku masih kecil."


"iya..! kita sudah berjodoh sejak saat itu." bisik Rovert.


Xabara diam saja melihat arah lain dengan bibir yang berkedut menahan tawa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2