
.
.
.
siang harinya,
Rovert menunggu Xabara di Rumah Barrest dan tidak berapa lama menunggu Mobil Xabara pun tiba, Rovert berlari ke Mobil itu dan membukakan pintu Mobil Xabara.
Xabara keluar dari Mobilnya lalu membiarkan Rovert memperlakukannya seperti Tuan Putri padahal Rovert bukan Bodyguard Xabara, tapi perlakuan Rovert terlihat seperti seorang Pengawal yang menjaga Nonanya.
"apa sudah lama menungguku Rovert?" tanya Xabara.
Rovert merangkul pinggang Xabara, "sekitar 20 menit sayang!"
Rovert dan Xabara disambut baik oleh Lienda bersama Retro, lalu diantar ke Meja makan disusul Aya dan Barrest juga tiba di meja makan.
Aya malah memeluk Xabara dengan penuh kerinduan, "Xabara aku sangat merindukanmu, maaf aku tidak bisa menjemputmu didepan karna anakku belum mau melepaskan asinya."
Xabara tersenyum, "aku senang kamu tambah berisi Aya."
Aya melepaskan pelukannya lalu memandang tubuhnya sendiri, "tapi aku tidak gemuk kan?"
Xabara menggeleng, "apa semua baik-baik saja?"
Aya mengangguk dan tidak mungkin Ia memberi tau masalahnya ke Xabara, Aya tidak selemah itu selalu mengadu pada Xabara tentang masalahnya yang hampir keguguran karna Aldo.
Barrest diam saja karna Aya tidak berniat memberitau masalahnya artinya Aya tidak mau Xabara tau sama seperti Barrest yang tidak ingin kedua Orangtuanya tau.
"sudah-sudah kenapa kalian seperti itu hmm? ayo makan!!" ajak Lienda.
"makan nak..! Xabara, Rovert!!? ayo makan..!" sahut Retro juga.
Lienda dan Retro begitu senang Xabara bersama Rovert mau datang ke Rumah Barrest untuk makan. pasangan yang bisa dikatakan sudah lumayan Tua itu begitu takjub Xabara diperlakukan begitu baik oleh Rovert, Xabara malah sibuk dengan Aya bercerita tentang Pengaruh Xabara tinggal di Luar Negeri.
"benarkah Nona? Nona mau membeli berlian dari sana?" tanya Aya.
"iya, aku pikir emas disana sangat bagus apalagi berliannya, tidak ada salahnya aku membuka usaha sampai ke Mancanegara." senyum tipis Xabara.
"hei...! hei.. hei... kenapa kalian bicara bisnis hmm? apa kalian tidak sadar ini saatnya makan?" omel Lienda.
Xabara dan Aya tidak lagi berbicara kembali fokus, Xabara melihat jenis makanan yang Rovert suka lalu mengambilnya dan memberikannya ke Rovert yang sumringah diperhatikan oleh Xabara.
Retro melihat itu menahan senyum saja, Rovert yang biasanya angkuh kini tengah sumringah seperti bocah kecil yang haus kasih sayang Ibu.
baik Retro maupun Lienda sudah biasa melihat Aya dan Barrest bermesraan tapi belum dengan Rovert, yang pasti melihat hal baru lebih menyenangkan dimata Lienda dan Retro.
__ADS_1
.
kini Xabara sedang berada di Kamar Baby Barnes bersama Aya.
"dia mencurigai Anita yang bergigi kelinci?" tanya Xabara dengan datar.
"iya Xabara, Mex yang memberitauku ketika Istrinya kepasar banyak segerombolan Pria menanyakan sosok yang menghabisi Preman pasar yang mengganggu mereka." Aya.
"dia sudah mencurigaiku Aya..!" Xabara tersenyum tipis.
"apa Kamu sudah berlatih Xabara? aku pikir dia akan menemukanmu lalu menantangmu ditempat terbuka seperti yang kamu ceritakan itu." Aya.
Xabara tersenyum mengelus kepala Aya, "aku tau, aku tidak takut jika dia menemukanku Aya !!? aku sudah melahirkan anakku dan tidak ada yang perlu aku takutkan."
Aya memberi saran untuk membuat penjagaan ketat di Mansion Rovert demi keselamatan mereka semua lalu mengganti Gerbang Mansion Maldev menjadi lebih canggih serta anti peluru.
Xabara mengangguk saja karna sejak pertama kali memasuki Rumah Barrest jujur saja Xabara suka sistem otomatis Gerbang itu yang terbuka serta tertutup dengan sendirinya.
"Aku sudah menerka semua ini akan terjadi maka nya aku memilih tinggal di Luar Negeri sampai anakku lahir." jawab Xabara.
"aku penasaran dengan anakmu Xabara, kata Mama anakmu kembar. apa benar?" tanya Aya sumringah.
Xabara mengangguk, "iya..! Laki-laki dan Perempuan."
"aku senang mendengarnya punya keponakan 2 sekaligus." cengir Aya.
"Lalu apa rencanamu ?" tanya Aya serius.
Xabara melipat kakinya dengan anggun, "hmm? apa aku muncul saja di hadapannya sebagai Anita?"
"terlalu bahaya seorang diri Xabara, kamu harus bawa Rovert atau aku." bantah Aya.
Xabara tampak berpikir, "huuh..! sepertinya aku memang harus mengatasi masalah Ralista lebih cepat supaya aku bisa mengadakan Pesta pernikahan saat anakku sudah genap berumur 1 tahun."
Aya tersenyum manis, "aku akan membantumu Ratu-ku."
"tanganku sudah gatal ingin menghadapi wanita Tua itu secara langsung." sambung Aya lagi sambil meremas kedua jemari tangannya.
Xabara tersenyum, "sekalian kamu bawa Barrest..! aku ingin melihat kemampuannya."
Aya terdiam, "kalau dia tau kita Anggota Higanbana bagaimana Xabara?"
"apa kamu bodoh? dia pasti sudah menebaknya ketika kita menghabisi Lios, membuat sepupu Irene Gila dan membuat Irene melupakan kejadian saat itu." ujar Xabara.
Aya terkejut sesaat, "tapi kenapa dia tidak bertanya padaku ya?" gumam Aya.
Xabara tertawa lalu mengelus kepala Aya, "dia hanya takut kamu pergi membawa kabur anaknya."
__ADS_1
Aya mengerucutkan bibirnya, "pokoknya apapun yang kamu lakukan Xabara, kamu harus melibatkan kami."
Xabara menganggukkan kepalanya lalu melihat Baby Barnes yang wajahnya mirip dengan Barrest namun bibirnya mungilnya itu sangat mirip dengan Aya.
.
.
malam harinya,
Xabara kembali bersama Rovert dengan 2 Mobil yang berbeda.
di Mansion Xabara mengutarakan keinginannya ingin merubah Pagar Mansion Ratu dengan teknologi seperti Barrest, Rovert pun menanyakan bagaimana kedua satpamnya bekerja hal itu membuat Xabara kaget, ternyata Rovert bukan ketinggalan zaman namun pemikirannya itu begitu diluar nalar Xabara.
"bagaimana jika mereka bekerja di Perusahaanku? kebetulan kami kekurangan Satpam dan jam Kerja mereka juga disana tidak banyak karna bisa ganti Shift, masalah gaji aku pikir sangat pantas karna jam kerja mereka juga tidak banyak." Usul Xabara.
Rovert tersenyum dan langsung setuju lalu menyerahkan Blackcard miliknya, Xabara terdiam melihat Kartu bebas pemakaian itu.
"ambil ini sayang, gunakan untuk Rumah Kita..!" pinta Rovert.
"tapi ak..?"
"ambil sayang, aku tidak memiliki Istri yang boros tapi memiliki Istri yang punya penghasilan sendiri sehingga Uangku semakin banyak dan berlimpah, aku bingung kemana dihabiskan uangku." keluh Rovert.
Xabara tersenyum, "kalau begitu aku tidak akan segan menggunakannya Tuan Muda Maldev!?"
"iya sayang." jawab Rovert tersenyum tampan merangkul pinggang Xabara yang menerima Blackcard miliknya untuk pertama kalinya.
Xabara bertanya mengapa Rovert memberikan Kartu itu padanya padahal tau Xabara punya banyak uang tapi jawaban Rovert begitu santainya kalau Xabara adalah Nyonya Maldev yang melahirkan pewaris tahta X Company Group, bukan 1 tapi 2 sekaligus.
"aku yang bangga memiliki wanita super mandiri sepertimu sayang." batin Rovert mengulum senyumnya.
Xabara dan Rovert langsung menuju Kamar membersihkan diri lalu pergi ke Kamar Baby Kembar, Xabara tertegun melihat Ratu tidur di karpet tebal demi menjaga anaknya.
"Rovert apa Mom tidak terlalu berlebihan? kalau begini aku jadi tidak enak Mom merawat anak Kita sampai kelelahan begitu." tanya Xabara ke Rovert terdengar menyebut Kita begitu manis sehingga Rovert malah senyam-senyum dibuatnya.
"Mom seperti itu karna rasa cintanya sayang, aku tau Mom itu sangat menyayangimu dan kamu tidak tau bagaimana senangnya dia melihatmu mau menjadi wanita gendut demi memberinya Cucu, diluar sana banyak Wanita seksi yang tidak mau hamil malah memberikan sistem pinjam rahim ke wanita lain demi menjaga tubuh wanita itu supaya tetap ramping dan tidak mau gendut walau hanya beberapa bulan saja, apalagi mempertaruhkan nyawa."
"mustahil ada yang mau...!" sambung Rovert lagi sambil berdecih karna Ia sangat tau Wanita dikalangan Artis, Model dan Wanita seksi yang sangat menjaga penampilan itu.
Xabara terkejut karna Ia baru tau ada hal semacam itu, selama ini Xabara mengira sistem bayi tabung atau pinjam rahim itu karna tidak bisa hamil ternyata alasannya sebagian dari mereka tidak mau gendut.
.
.
.
__ADS_1