Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
sekedar jalan-jalan saja


__ADS_3

.


.


.


Aya memasuki Apartemennya sambil menggerutu pelan menjinjit sebab kakinya sakit di gunakan menendang Pintu Apartemennya.


Pria yang melihat kelakuan Aya berlari ke Apartemen Aya tapi tidak sempat karna Aya sudah menutup pintunya terlebih dahulu.


"Jarum beracunku?" gumam Pria itu pelan baru menyadari maksud kata-kata Aya sebelumnya.


seketika Pria itu teringat masa lalunya ketika berumur 25 tahun, kini Ia berumur 30 tahun.


"kenapa kau menyekap Pria itu?" tantang seorang gadis yang saat itu berpakaian Ninja dihadapan para mafia yang suka meminta bayaran kepada Keluarga Orang tawanan mereka.


"dia uang kami." jawab para Penjahat dengan menodongkan pisau ke Gadis Ninja itu.


"kalian mau mati karna Jarum beracunku ha?" tantang gadis dengan lantang dan berani.


ingatan itu begitu jelas dalam benak Pria itu, Gadis Ninja yang dahulu menyelamatkannya tanpa berbalik itu menghabisi Penjahat yang menyekapnya tidak ada yang tersisa, Gadis Ninja itu langsung pergi tanpa membantu-Nya tapi tak berapa lama kemudian Polisi datang yang ternyata dapat kabar dari Anggota Higanbana tentang keberadaan Pria itu.


tiba-tiba Ia tersadar dari lamunannya mendengar getar Ponselnya, segera Ia mengangkat panggilannya sambil melangkah menuju Apartemen yang tujuannya akan Ia lihat.


"bagaimana nak Aldo? apa jadi beli Apartemen Bramasta?" tanya seorang wanita tua ternyata Ibu nya Bramasta terdengar sayu seperti butuh uang saja.


Pria yang dipanggil Aldo itu menoleh kebelakang dimana sosok gadis yang menarik dimatanya itu tinggal, "aku akan beli Tan."


Aldo tidak memikirkan apapun lagi selagi bisa mencari tau tentang sosok Aya, apakah Aya adalah gadis yang dulu pernah menyelamatkannya? sungguh Aldo sudah lama mencari gadis pemberani dan keren itu tapi tidak pernah ketemu.


"baguslah nak Aldo..! Tante memang butuh uang untuk tebus hutang Tante, terimakasih nak!!"


"sama-sama Tan." balas Aldo dan menutup panggilannya sembari menyimpan Ponselnya dan menekan sandi Apartemen baru nya.


Ke esokan harinya di tempat lain,


Xabara sedang keluar dengan sepeda motornya, Ia hanya ingin jalan-jalan mencari udara segar walau harus kabur dengan cara sembunyi-sembunyi, Xabara merasa bosan saja hari ini ingin menghabiskan waktu di luar sebagai perempuan biasa.


Xabara memarkirkan kendaraannya di Pasar yang ramai, "tiba-tiba aku ingin makan jajanan anak-anak di pasar." gumam Xabara tersenyum lebar mengelus perutnya.

__ADS_1


Xabara bertingkah aneh sejak masa kehamilannya, moodnya suka berubah-ubah dengan langkah semangat Ia berjalan sambil melompat sesekali memasuki pasar yang biasa menjadi langganan masyarakat dari kalangan menengah kebawah.


Xabara memakai topi dan gigi kelincinya untuk menutupi identitasnya yang dikenal sebagai Istri Rovert Maldev.


"dimana jualan jajanan dari telurnya?" batin Xabara mengedarkan pandangannya.


tiba-tiba saja Xabara mendengar suara gaduh, Ia menoleh ke arah asal suara itu sambil melangkah mendekati asal suara gaduh itu.


"bayar pajakmu!!" teriak Preman Pasar yang memakai banyak tindikan di sekujur tubuhnya.


"ma-maaf Tu-Tuan..? ka-kami belum ada pemasukan jam segini Tuan sejak tadi hanya beberapa Orang saja yang beli itupun tidak banyak, Tu-Tuan tau sendiri para pembeli takut ke kawasan ini karna area kekuasaan Tu-Tuan."


"apa aku pedulii?? tugasmu bayar pajak ya bayar pajak sebesar 70%, enak saja kau berdagang tanpa bayar pajak..! kau fikir ini tempat nenek moyangmu ha??"


"70% terlalu berat Tuan? apa tidak bisa 50% saja? kami juga bayar pertahun tempat ini kan?"


bruuggghhh


Preman pasar menendang Kursi didekatnya sampai hancur.


Xabara melihat itu tidak senang, niatnya ingin beli jajanan untuk dimakan malah melihat pemandangan yang tak enak dilihat, Xabara ingin menghabisi Pria berpenampilan seperti orang gila itu menurut Xabara.


"hancurkan dagangan wanita busuk ini." titah Pria.


"ja-jangan Tuannn??" pekik Wanita yang ternyata seorang pedagang ikan.


5 Pria berbadan besar bawahan Preman pasar itu tertawa menggelegar lalu berjalan ke arah Wanita itu sedangkan pembeli dan pedagang di pasar itu hanya bisa menghindar tanpa berani ikut campur sebab memang Pria itu yang menjadi Raja penguasa di Pasar ini.


Xabara pun yang tidak tahan ketidakadilan didepan matanya segera menghadang 5 Pria yang hendak menghancurkan dagangan Wanita yang tidak bisa membayar pajak itu.


"siapa kau?" tanya kelima Preman pasar itu.


"menyingkir!!" usir Xabara dengan tatapan tajam.


Wanita yang dilindungi Xabara terharu dengan keberanian Xabara, "selamatkan saya Nona Higanbana, mereka adalah Orang jahat di Pasar kami."


Higanbana? mereka semua berbisik-bisik melihat Xabara, Xabara melirik wanita itu bagaimana bisa Ia disebut Nona Higanbana?


wanita pedagang ikan itu tau kalau Wanita Pemberani itu hanyalah Orang-Orang Higanbana jadi Ia asal tebak saja Xabara adalah Orang Higanbana yang dikenal Penguasa di Dunia Mafia pembela ketidakadilan masyarakat lemah.

__ADS_1


"bos?" salah satu dari mereka menoleh ke arah Ketua Preman itu.


si Ketua Preman mendekati Xabara, "kau Nona Higanbana?"


Xabara hanya diam menatap tajam Pria itu, "pecundang Pasar, badanmu keliatan kokoh tapi otakmu tidak lebih baik dari Otak Udang bahkan Udang pun lebih baik mencari makanannya tidak sepertimu yang hanya pandai memalak Uang orang lemah."


dihina oleh Xabara membuat Ketua Preman itu memerah lalu melihat sekeliling seakan itu semua kata-kata perwakilan rakyat lemah yang selama ini menjadi korban darinya.


"kau hanya pembeli kan? seharusnya urus saja masalahmu tidak usah ikut campur masalahku." sinis Preman pasar itu dengan geram.


Xabara tersenyum miring, "jika kau menyinggung Orang lemah aku adalah lawanmu! kau hanya Orang Pengecut dimataku, kalau kau memang Pria kuat seharusnya kau merampok bank, merampok Orang kaya raya tapi kau hanya bisa memalak Orang miskin !!? bukankah kau itu pengecut?"


"kurang ajar!! akan aku robek bibirmu itu." marah si Preman pasar.


Xabara mengelak saat tangan Preman pasar itu hendak meninjunya, Xabara tiba dibelakang Preman pasar itu dan memutar kepala si Preman pasar dengan sangat cepat sehingga Preman sombong sok berkuasa itu langsung mati ditempat.


hening..!


Xabara menoleh ke 5 Preman yang tersisa, "kalian mau aku antar ke Neraka sepertinya?"


"ti-tidak...!!" seketika kelima Preman itu melarikan diri dengan terbirit-birit seperti orang kesetanan.


Xabara melihat para pedagang dan beberapa Orang pembeli yang menatap Xabara dengan takjub, "ahh?? maaf ya? kebetulan aku penggemar Higanbana yang tidak suka dengan ketidakadilan kenalkan namaku Anita hanya rakyat biasa yang kebetulan bisa Kung-Fu."


Xabara mana mungkin membiarkan ada Orang yang menebaknya Anggota Higanbana.


"horeeee!!"


Semua Orang yang ada dipasar itu begitu senang, seketika Para pedagang pasar yang sering menjadi Korban Preman pasar itu berlari ke arah Preman yang telah binasa oleh Xabara, mereka dengan penuh dendam serta kemarahan menginjak-nginjak jasad si Preman pasar.


Xabara sampai melangkah mundur dengan keganasan massa itu, Ia tidak menyangka hal itu akan terjadi sedangkan para Pedagang yang lain membungkuskan banyak sayuran, lauk serta makanan untuk Xabara sebagai ucapan terimakasih telah membebaskan mereka dari penjara.


"kasih saja sisa tubuh Preman busuk ini ke Anj*ng kelaparan." titah seorang Pria paruh baya tiba-tiba penjual Sate.


kekejaman para pedagang pasar itu melebihi Orang Mafia, Xabara yakin mereka sudah lama menderita karna ulah Preman Pasar itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2