Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
bekerja sama


__ADS_3

.


.


.


"dia jauh lebih berbahaya dari perkiraanku." gumam Xabara yang terkecoh dengan ketidakpedulian Rovert tapi ternyata tau rahasianya.


"ckk!! memang benar air tenang belum tentu aman." decak Xabara.


"Haissshhh!! kenapa di dunia ini ada banyak lelaki sampah??" umpat Rovert dengan mata terpejam.


Xabara seketika menoleh ke Rovert lalu menahan tawanya melihat Pria tak banyak bicara seperti Rovert mengumpat, memaki bangsa lelaki padahal dia sendiri Lelaki. sungguh Xabara merasa lucu dengan makian Rovert menghina kaumnya sendiri.


"apa dia tidak sadar kalau dia juga Pria?" gumam Xabara.


"pasti hidupmu melelahkan Xabara, aku hanya kehilangan Papaku tapi hidupku sudah hancur di usia 17 tahun lalu bagaimana denganmu Kehilangan Keluargamu diusia yang masih belia?" racau Rovert.


Xabara tersentak, jantungnya berdebar kencang mendengar ucapan Rovert.


"aku pikir hidup ini tidak adil tapi ternyata apa yang menimpaku belum ada apa-apanya denganmu Xabara, kau sangat hebat? hanya dalam jangka 3 tahun kau bisa menghabisi mereka yang membantai keluargamu sedangkan aku? aku butuh waktu 10 tahun untuk membalaskan dendam Papaku." bisik Rovert tersendat-sendat sampai meneteskan air matanya tapi Xabara mendengarnya.


Xabara menundukkan kepalanya sambil menghapus air matanya yang bisa-bisanya terjatuh tanpa izinnya, Ia memainkan jemari tangannya, "aku tidak sehebat itu." cicit Xabara.


"Xabara percayalah Keluargamu pasti sangat bangga memilikimu." bisik Rovert lagi.


"benarkah? apa mereka tidak menyalahkanku?" tanya Xabara memilin jemari tangannya satu sama lain.


"ckk!! kalau aku bertemu dengan Kedua Orangtuamu maka aku akan minta tanda tangannya, aku sangat mengidolakannya dan aku akan bertanya bagaimana tipsnya membesarkan anak sehingga bisa begitu tangguh di usia yang sangat muda." oceh Rovert sambil memutar tubuhnya ke arah lain.


Xabara tersenyum menghapus air matanya lagi lalu merebahkan diri disamping Rovert, Xabara memandang kelangit-langit kamarnya.


Xabara merasa Rovert juga memiliki luka hatinya sendiri, entah mengapa hati Xabara merasa lebih tenang mendengar perkataan Rovert yang memuji kerja kerasnya untuk membalas dendam padahal diluar sana anak-anak berumur 8 tahun masih sibuk bermain boneka, belajar, bermain dan lainnya.


"Terimakasih telah mengatakan hal itu." ucap Xabara menoleh ke Rovert yang tidak menjawabnya.


.


ke esokan harinya,


Rovert meringis memegang kepalanya, "ahh? si*l kepalaku sakit."


"sudah sadar?"

__ADS_1


Rovert tersentak seketika dan melihat ke arah Xabara yang membawa semangkuk sup.


"ini sup pereda pengar, apa kau suka minum?" tanya Xabara sambil meletakkan Sup itu di dekat Rovert.


"Xabara? apa aku melakukan kesalahan? kenapa aku bisa sampai disini? siapa yang mengantarku pulang?" cecar Rovert.


"inilah keuntungan memiliki otak jenius bahkan saat mabuk pun masih tau jalan pulang walau Bumi berputar kau masih bisa sampai kesini seorang diri." jawab Xabara memberikan sendok sup buatannya ke Rovert.


"Xabara aku?"


"habiskan itu !?" titah Xabara.


Rovert pun meminum Sup yang Xabara buat sungguh sangat ampuh menghilangkan rasa pusing kepalanya.


"apa kau suka minum?" tanya Xabara sekali lagi.


"tidak juga kecuali kalau frustasi sedikit?" jawab Rovert sambil melihat arah lain.


Xabara tersenyum tipis, "bagaimana? apa sudah baikan?"


"Terimakasih, tapi kamu tidur dimana tadi malam Xabara?" tanya Rovert.


Xabara melihat kesamping Rovert yang membuat Rovert langsung mengerti.


Xabara mengelus telinganya, "berisik banget sih."


"aaaih..! Sorry." ucap Rovert.


"kau hanya mengoceh tentang ingin bergabung dengan Higanbana dan berjanji akan menjadi Kaki tanganku yang setia, Ratu Xabara?" kata Xabara menekankan kata-katanya.


"Hah?" Rovert seketika panik mendengar ucapan Xabara.


Xabara tertawa pelan lalu duduk disamping Rovert sambil melipat kakinya dengan anggun, "sejak kapan kau tau aku adalah Ketua Higanbana?"


"sejak Aya melindungimu dan kaget ketika aku tanya balik kamu memang anggota Higanbana, dia seperti tidak terima." jawab Rovert menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"yah!? kamu memang benar aku adalah Ketuanya, sekarang aku tanya saat kau sadar apa Serigala Hitam Kanada memang mau bergabung dengan kami?" tanya Xabara tersenyum miring.


"iya!! aku mau." jawab Rovert cepat duduk dengan sopan dihadapan Xabara padahal diatas Ranjang.


"Aku rela menjadi babumu sayang asalkan kamu melibatkan aku dalam masalahmu." batin Rovert.


Xabara mengulurkan tangannya lalu Rovert menyambut tangan Xabara, mereka berjabat.

__ADS_1


"selamat datang anggota yang ke-32 Higanbana." ucap Xabara.


"32 ?." beo Rovert.


"Anggota ku hanya 30 Orang, Aya dan kau diluar 30 orang itu." jawab Xabara menyunggingkan senyum puasnya.


"aku mendapatkan Serigala Hitam Kanada tentu saja aku bisa menakhlukkan siapa saja jika Rovert menjadi Rivalku." batin Xabara.


Xabara mendengus mencium aroma tubuh Rovert yang bau khas minuman, Ia keluar tak lupa memerintahkan Rovert untuk membersihkan diri.


Rovert tersenyum lebar saat pintu Kamarnya tertutup, "Xabara tidak marah padaku artinya aku tidak melec*hkannya tadi malam."


Rovert sungguh tidak ingat apa yang Ia lakukan tadi malam.


sejak bergabungnya Rovert menjadi anggota baru Higanbana, hubungan Rovert dan Xabara semakin dekat bukan sepasang kekasih tapi sebagai Rival kerja dalam waktu 2 malam mereka menghabisi 5 Pria sebagai teman sekampus Rovert dahulu sisanya sudah kembali ke Negara masing-masing.


Rovert dan Xabara kembali ke Apartemen, mereka berdua sama-sama merebahkan tubuh di Sofa.


"sangat menyenangkan menjadi anggota Higanbana, cara kalian menghabisi sangat bersih." puji Rovert.


"syarat utama menjadi anggota kami adalah kelicikan serta strategi dalam bergerak bukan pandai membun*h karna kami benci terkena cipratan dar*h busuk para manusia bejat itu jadi biar racun yang menggerogoti tubuh mereka semua." kata Xabara.


"kau menguasai itu semua." kata Xabara menoleh ke Rovert lalu mereka tersenyum satu sama lain.


"aku merasa terhormat di puji oleh Ratu-ku." kata Rovert seakan penuh makna tapi Xabara tidak mencerna kata-kata itu sebab Ia sudah biasa disebut Ratu-ku atau Nona-ku oleh semua bawahannya.


Rovert merasa bahagia bekerja sama dengan Xabara lalu Ia menatap Xabara dengan serius.


"apa?" tanya Xabara.


"nanti malam kita akan ke Kanada kan?" tanya Rovert.


Xabara mengangguk, "iya!? kenapa? apa ada masalah sehingga kau ingin mengundur waktunya."


"tidak ada masalah sama sekali." jawab Rovert tersenyum tampan dan Xabara tidak terpesona sama sekali hanya menonyor kening Rovert sambil memutar kedua bola matanya dengan jengah.


dunia sedang gempar dengan kematian Pria-Pria negara Asing sehingga banyak para detektif dari Luar Negri mencari tau penyebab kematian 5 Pria itu tapi tidak ada tanda-tanda lain dan semua bukti menunjukkan mereka semua bunuh diri, ada yang berspekulasi itu adalah perbuatan Higanbana tapi ada juga yang tidak percaya karna Higanbana selalu meninggalkan bukti yaitu setangkai Bunga Higanbana dan tidak ada sidik jari atau apapun itu.


Rovert dan Xabara bekerja sama dan sepakat tidak akan meninggalkan jejak apapun termasuk setangkai Bunga sekalipun.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2