Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
apa salah


__ADS_3

.


.


.


sejak hari itu Xabara dan Rovert semakin dekat tapi Rovert malah semakin gila saja bucinnya sampai Xabara stres sendiri menghadapi bayi besarnya itu yang makin bucin akut stadium 7 namun bagi Xabara saja karena sudah semakin parah.


tidak terasa hari istimewa Irene akhirnya tiba, semua Orang yang diundang datang ke Vila Lion betapa bahagianya Pernikahan Lion dengan Irene yang terlihat sudah melupakan sosok Romi yang kerjanya hanya tau mengacau di hidup Irene saja.


Lion memang memakai sarung tangan kulit untuk menghindari sentuhan perempuan yang pura-pura tersandung atau alasan apapun sehingga mengenai Lion, Lion tidak mau hari bahagianya kacau karna alerginya itu.


acara pernikahan Lion dan Irene pun selesai dan Xabara masih berkumpul dengan Keluarga Irene sedangkan sikembar telah pulang bersama Ratu, Barnes (anak Aya) juga sudah pulang bersama Lienda dan Retro.


"pengantin perempuan menghilang.!!?" teriak seorang MUA tiba-tiba menggemparkan situasi dengan penampilan yang kacau dan raut wajah ketakutan.


Pranghhh...!!


"apaaa??" Lion berdiri menjatuhkan piring nya.


Xabara dan Aya berdiri seketika, Rovert yang sedang di ujung ruangan berlari ke arah Xabara begitu juga Barrest.


"ahhhh!" Ibu nya Irene tiba-tiba pingsan membuat situasi semakin kacau.


"cepat bantu !!" pinta Xabara ke Nur yang sempat ternganga.


"aehh? I-iya Nyonya." jawab Nur segera membantu Mama nya Irene yang pingsan sementara Ayahnya Irene memohon pada Nur untuk menjaga Istrinya karena Ia akan mencari keberadaan anaknya.


tidak ada yang bisa melapor polisi karna Irene hilang masih 1 jam sementara syarat dari polisi harus 24 jam.


Lion berlari sambil menghubungi bawahannya sambil berteriak serta memaki tentang pekerjaan mereka sampai Istrinya bisa menghilang.


Xabara melihat ke Aya yang menganggukkan kepalanya pelan, Aya dan Xabara masih bisa tenang di tengah kekacauan itu beruntung acara sudah selesai dan tamu undangan sedang pergi.


"Beb?" Barrest menahan lengan Aya.


"ikut aku..!" Aya memutar balik tangannya sehingga tangannya yang menarik lengan Barrest dan pergi entah kemana.


Rovert menoleh ke Xabara yang seolah sudah tau saja hal ini akan terjadi lalu Ia mendekati Xabara, "sayang kamu tau hal ini akan terjadi?" bisik Rovert.


"aku sudah tau pria itu akan nekat tapi aku tidak mengira dia berani bergerak begitu diluar batas, ikut aku Rovert..!" Xabara berbicara tanpa menoleh ke Rovert dan berlari mengangkat gaunnya.


Nur melihat ke Xabara yang juga pergi entah kemana tapi Ia menggeleng kepalanya kembali serius membantu Mama nya Irene yang masih tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Rovert dan Xabara menemukan Lion.


"Lion..?" panggil Rovert menahan tangan Lion yang masih sibuk menelfon.


Lion memutar setengah badannya melihat ke Rovert dan Xabara, "aku mohon jangan kacaukan aku, kalian pulanglah..! aku akan cari Istriku."


Lion pun berbalik hendak lari menuju Ruang CCTV tapi tiba-tiba Ia menghentikan langkahnya dan kembali melihat Xabara.


"aku sudah meletakkan GPS di balik gaunnya." begitulah kata-kata Xabara.


"benarkah Nona?" tanya Lion dengan serius seakan berharap pendengarannya tidaklah salah.


"ayo ikut aku...!" ajak Xabara berbalik pergi menuju Lift.


Rovert menepuk pundak Lion lalu mereka berdua berlari menyusul Xabara yang tidak terlihat kesulitan berlari dengan heelsnya itu.


setibanya di parkiran Mobil,


Rovert berlari ke samping kemudi dan Xabara masuk ke bangku belakang, Lion melihat Xabara dibelakang tentu Lion masuk ke bangku depan (dekat Rovert).


Xabara mengeluarkan Iped di balik saku Bangku Mobil dan mengotak-ngatiknya, "Arah timur..!" pinta Xabara tanpa melihat Orang didepannya.


"Timur...!" beo Lion ke Rovert yang mengangguk artinya mendengar perkataan Xabara.


"aku menemukannya." kata Xabara sambil memberikan Ipednya ke Lion tanpa bersentuhan kulit.


Lion memperbesar titik lokasi Irene sampai Ia mengerutkan keningnya, "Hutan Ujung...! cepat Rovert..! aku mohon..!" teriak Lion begitu panik.


"yahh!" jawab Rovert.


"sayang pegangan.!" pinta Rovert ke Xabara.


"hmm." sahut Xabara berpegangan kuat lalu Rovert melaju dengan kecepatan sangat tinggi membelah malam sunyi di sekitar Vila itu.


"bed*b*h...!! aku akan mencincang Orang yang berani menculik Istriku." geram Lion dengan sorot mata tajam dan begitu merah.


Lion memukul-mukul lututnya dengan frustasi karna begitu lalai menjaga Istrinya lalu tiba-tiba Ia terdiam mendengar ejekan Xabara yang meminta Lion untuk tidak berisik.


.


di pondok sunyi tepatnya di kedalaman hutan Ujung seorang gadis dengan baju pengantin yang tubuh terikat di kursi masih tidak sadarkan diri dan ada Pria yang begitu bahagia melihat sosok gadis itu.


"Iren??" Pria itu adalah Romi yang ternyata adalah Pria gila yang tidak suka jika apa yang Ia inginkan tidak dapat dimiliki.

__ADS_1


"aku setia menunggumu dan hanya bisa melihat wajahmu lewat berita saja tapi tiba-tiba kamu menikah dengan Pria lain, aku sangat menderita..!" ucap Romi dengan begitu penuh penghayatan sambil memainkan rambut Irene yang panjang dan masih tidak sadar.


"Irenn...?" panggil Romi meraba wajah cantik Irene yang masih tidak sadar.


"apa aku kebanyakan kasih obat tidurnya ya?" gumam Romi malah tersenyum gila.


"apa kamu tidak lapar Iren??" tanya Romi begitu bahagia seperti sudah begitu lama menantikan hari ini tiba.


"bangunlah Irene..! kita akan menikah dan ini adalah malam pertama kita." kata Romi lalu tertawa terbahak-bahak.


Romi mengambilkan minyak kayu putih lalu mengolesnya di sekitar hidung Irene sampai Irene terbatuk-batuk dan sadar.


"aahh? apa kebanyakan?? maaf Iren..! aku tidak sengaja, kamu tidak apa-apa kan?" Romi memegang kedua pipi Irene.


Irene seketika melototkan matanya melihat Romi ada didepan matanya, "uhukk--uhuukk...!"


duggghh..!


Irene menyundul kening Romi dengan keningnya sampai Romi terduduk mengelus keningnya yang terasa pusing.


"apa yang kau lakukan hahh??" teriak Irene meronta-ronta dikursinya dengan tangan terikat.


Romi bersimpuh dengan senyuman, "ini malam pernikahan kita Iren..!"


Irene melebarkan matanya, "ap-apa maksudmu ha? ka-kau bukan suamiku...! lepaskan aku !?"


Romi berdiri lalu tertawa sambil mengelilingi Irene dan mencium sisi wajah Irene yang terus memberontak sampai ia terjatuh dan Romi berteriak panik segera membantu Irene yang masih terikat di Kursi.


"darah..? kamu terluka Iren sayang." kata Romi dengan khawatir melihat sudut bibir Irene dan pipi Irene.


Irene membuang muka ketika Romi berulang kali memegang lukanya.


"diamlah..! aku akan mengobatimu, kamu tidak boleh terluka dimalam pertama kita." kata Romi sambil berdiri lalu membalik tubuhnya mencari obat untuk Irene.


"lepaskan aku Romi...! kenapa kau melakukan ini padaku? apa salahku padamu ha? aku bukan pacarmu, hidupku sudah sangat kacau karnamu apalagi yang kau inginkan?" teriak Irene menggema sampai terbatuk-batuk.


Romi menoleh ke Irene dan tersenyum seperti orang gila, "karna kamu menolakku padahal aku sudah menyingkirkan alasanmu menolakku."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2