
.
.
.
beberapa saat kemudian,
Lion tersadar dari pingsannya lalu segera melihat tangannya yang sudah sembuh, Lion meraup wajahnya frustasi betapa gila nya Ia karna penyakitnya itu yang sangat menakutkan seperti monster jika sudah bersentuhan dengan lawan jenisnya.
Lion meraba-raba sarung tangan kulitnya tapi malah menemukan sebuah gelang di kancing jasnya, "ke-kenapa bisa ada disini?" gumam Lion dengan hati-hati melepaskan gelang berlian yang cantik itu.
Lion memandang gelang itu dengan teliti, "kenapa dia bisa berbeda?" gumam Lion.
selama ini Lion merasa dirinya tidak akan pernah menikah apalagi berpacaran karena penyakitnya itu yang muncul sejak kematian ibunya, berdasarkan pemeriksaan dokter nya Lion jelas saja masalah kepercayaan Lion yang sulit sekali mempercayai perempuan, entah apa yang terjadi dengan psikis Lion menyebabkan penyakit unik itu muncul dalam tubuhnya sendiri.
Lion bangkit segera pergi dari Restaurant itu dan mencari tau hal yang aneh itu ke dokternya betapa terkejutnya Lion harus menikahi perempuan itu demi kesembuhan Lion yang artinya Irene adalah obatnya Lion.
.
kini Lion melamun berada di dalam Mobil sambil menatap lurus kedepan memikirkan sosok Irene tapi Mobilnya masih terparkir di area Rumah Sakit.
"kenapa bisa begitu? apa yang ada dalam dirinya? kenapa aku tidak alergi padanya? apa kata dokter itu aku harus menikahinya? mana mungkin ada perempuan yang mau menikahi monster sepertiku." Lion meraup wajahnya lagi dan lagi sampai memerah selalu diusap-usap.
Lion mengeluarkan gelang Irene yang tersangkut, sungguh takdir mempermainkannya apakah Irene memang obatnya?
"mungkin dia sudah punya kekas.? Ehhh...?" gumam Lion namun tiba-tiba Ia menghentikan gumamannya.
"bukankah Nona XeniaXabara itu mengenalkan kami karna dia belum punya pacar?" tebak Lion mengingat-ngingat lagi dengan benar.
Lion segera menghubungi Mex, " Mex..?"
"apa??" tanya Mex disebrang sana.
"kau bilang gadis itu sahabat baik Nonamu kan? dia sedang mencari calon suami kan?" tanya Lion serius.
"iya...!! dia sedang mencari calonnya, Nona bilang kalau Sahabatnya minta dicarikan pacar dari kalangan Mafia, katanya biar menantang gitu." balas Mex.
__ADS_1
"apa menurutmu dia mau menikah denganku?" tanya Lion.
Mex tentu bingung dengan pertanyaan Lion, "apa maksudmu heh? mana ada perempuan baik yang mau diajak menikah cepat, kalau Nona-ku yang mencarikan sendiri calon pacar Sahabatnya itu berarti dia gadis baik-baik, tapi kenapa kau bertanya seperti itu? apa dia membuatmu tidak alergi?"
"aku tidak pernah menyangka akan ada perempuan yang tidak membuatku alergi, bagaimana kau bisa tau? kau sangat hebat melebihi dokter pribadiku yang tau tentang penyakitku." seorang Lion memuji Mex.
Mex mendengarnya malah memijit pelipisnya, "kau fikir penyakitmu itu normal? sudah jelas penyakitmu itu aneh tentu saja obatnya adalah keanehanmu itu sendiri."
"apa maksudmu? apa keanehanku sendiri?" tanya Lion dengan datar.
"alergi perempuan ya jelas obatnya juga perempuan, penyakit anehmu itu hanya jenis penyakit yang kau ciptakan sendiri, orang bodoh pun tau kalau yang bisa menyembuhkan penyakit anehmu itu hanya dirimu sendiri bukan dokter, dasar Mafia Tulen !! " ejek Mex tanpa hati.
Lion tidak tersinggung sama sekali sebab Mex adalah Orang kuat dari Higanbana serta kemampuannya bisa dikatakan hampir sama dengannya, Mex bukan Pria munafik, Ia adalah tipe Pria yang suka berterus terang kalau benci tinggal dihabisi kalau suka ya malah disindir sesuai dengan karakter orang itu bukan mengada-ngada saja.
"penyakitmu itu hanya masalah logika dan tidak perlu analisis dokter, kenapa membandingkanku dengan dokter pribadimu? haissh... kenapa pula aku harus berteman dengan Pria bodoh sepertimu." ketus Mex disebrang sana tapi Lion masih diam memikirkan kata-kata Mex.
Mex mematikan panggilannya secara sepihak karna sudah tau kalau perempuan itu adalah yang paling cocok dengan Lion.
Lion meletakkan ponselnya lalu mengambil gelang Irene serta memperhatikannya begitu lekat, "alergi perempuan jelas obatnya perempuan? penyakit yang aku ciptakan sendiri?"
.
Xabara disambut oleh Ratu yang mengajak Xabara pergi ke dapur.
"ada ada mom?" tanya Xabara.
"sssttt!!" Ratu meletakkan jari telunjuknya di bibir Xabara sehingga Xabara langsung terdiam dengan kedua alis bertaut.
Ratu mengajak Xabara jalan dengan hati-hati sampai tiba di dapur, Ratu meminta Xabara untuk mengintip betapa terkejutnya Xabara melihat An yang memanjat dengan meja makan khusus pelayan didapur, An tampak berbaring di Meja itu sambil menghabiskan sekantong Asi curiannya.
"apa dia yang mendorong meja itu sendiri Mom?" bisik Xabara penasaran.
"iya..! Mom melihatnya sendiri." bisik Ratu dengan bangga cucunya sangat kuat bisa mendorong meja.
Xabara kembali melihat An yang banyak akal di usianya yang terbilang masih sangat kecil, ada kursi kecil, kursi lumayan besar untuk menjadi tangga Putra kecilnya itu sampai di meja yang sangat tinggi itu.
"Mom meletakkan kantong asimu di kulkas paling atas tapi dia benar-benar banyak akal sayang." gemas Ratu.
__ADS_1
Xabara tersenyum lalu keluar dari tempat persembunyiannya mendekati An.
"An sayanggg??" Xabara memanggil Putra kecilnya.
An menoleh ke Xabara dengan pandangan polos nya yang tidak merasa berdosa sama sekali telah mencuri asi simpanan Mommynya itu.
"Mom?" An memekik riang meletakkan kantong asi nya yang sudah habis lalu merentangkan tangannya ke Xabara.
Xabara menggendong An yang sumringah bahagia itu dan Xabara mencium sayang bibir An yang wangi khasnya.
"kenapa mencuri hmm?" tanya Xabara.
"uli? uli pa?" An seakan tidak mengerti.
"sudah sayang..? jangan dimarahin, An masih tidak mengerti." tiba-tiba Ratu menyahut sambil tertawa mengelus kepala An.
Xabara membenarkan gendongannya dan memberi Asi nya ke An sambil menimang Putra kecilnya yang sangat bahagia sekali bisa mendapatkan asi Mommynya secara langsung.
"maafkan Mommy yang jarang ada waktu untukmu sayang, kamu tidak mau menyusahkan kami kalau sedang lapar malah mencuri." ucap Xabara sambil mencium kening An.
An memainkan dagu lancip Xabara dengan mata mengerjab-ngerjab dan hal itu membuat Ratu tertawa.
"masih ada kantong asinya sayang." kekeh Ratu yang tau jumlah kantong asi dikumpulkan Xabara dan yang berserakan di meja dihabiskan oleh An.
tak berapa lama Ana juga datang digendong oleh Rovert, "eehh?? sayang kamu udah pulang?"
Xabara mengangguk, "kenapa Ana? apa dia lapar?"
"bukan..! dia tidur sayang. aku hanya ingin ambil air minum untukku, air minum di ruang kerjaku sudah habis." jawab Rovert berbisik sambil menatap dada Xabara.
Xabara yang tau segera menutupi nya dengan syal yang terpasang dilehernya.
Rovert tertawa melihat hal itu lalu ditegur oleh Ratu karna Ana bisa saja terbangun dengan suara tawa Rovert yang cukup besar itu.
"gampang sekali membuatnya tertidur Mom." Rovert mencium sisi kepala Ana yang menempel sekali padanya.
.
__ADS_1
.
.