Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
ahli


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi,


Xabara perlahan menggerakkan kedua bola matanya lalu kelopak mata indah itu terbuka, samar-samar Ia bisa melihat Rovert yang begitu dekat dengannya sampai penglihatan Xabara semakin jelas.


kali ini Xabara tidak menjerit ataupun memekik seperti biasanya, Ia hanya diam menelisik wajah Pria yang telah sah menjadi suaminya itu.


Jika Xabara boleh memilih diantara banyak lelaki yang mengejarnya pasti Xabara memilih Rovert yang berbeda, walaupun Rovert menyebalkan tapi Pria didepannya ini sangat pandai menjaga diri, dan dengan alasan konyolnya itu berhasil membuat Xabara kehilangan kata-kata untuk melawan.


"ahhh??" Rovert seketika meringis tangannya yang melingkar dipinggang Xabara berpindah ke punggungnya.


"Mom sakit !?" racau Rovert.


Xabara tersentak sambil memperhatikan gerak-gerik Rovert, "apa luka di punggungnya yang terkena reruntuhan pilar panas itu penyebabnya?" batin Xabara menebak.


melihat wajah Rovert seketika tangan Xabara terulur memegang punggung Rovert dan mengelusnya lembut.


Xabara memperhatikan raut wajah Rovert yang meringis itu kian membaik, "Pria ini memang menyebalkan tapi tidak bisa membuatku berhenti merasa bersalah." batin Xabara.


perlahan Rovert mengerutkan keningnya lalu membuka matanya dan yang pertama Ia lihat adalah wajah Xabara yang mata indahnya melebar kaget melihat Rovert membuka mata, Xabara mengangkat tangannya yang mengelus punggung Rovert.


"a-aku tidak bermaksud apa-apa tapi tadi kau meringis lalu menarik tanganku dan meletakkannya dipunggungmu, aku pikir itu bekas luka bakar itu kan?" Xabara tergagap menjelaskan situasinya dengan drama sedikit kebohongannya.


"benarkah?" Rovert pun mengucek matanya.


Xabara memundurkan tubuhnya, "ahhhh?"


Xabara nyaris terjatuh karna Ia lupa sedang berada di sofa dengan Rovert, Rovert segera menarik pinggang Xabara hingga menempel ke tubuh Kekarnya.


"Xabara? kenapa tingkahmu aneh sekali? aku baik-baik saja dan tidak mempermasalahkan itu." kata Rovert mengelus kepala Xabara.


Xabara merasakan detak jantung Rovert yang sangat cepat, "jan-jantungmu?"


Rovert mengumpat dalam hati, "Xabara belum boleh tau perasaanku." batin Rovert.

__ADS_1


"mungkin jantungku berdebar karna mimpi kebakaran itu, setiap kali aku memimpikan itu pasti jantungku berdebar dan punggungku terasa nyeri." alibi Rovert dengan serius.


"apa sakitnya separah itu?" Xabara melepaskan pelukannya lalu mendongak ke Rovert dengan pandangan serius.


"tidak juga, hanya sesekali kalau teringat itu !? terkadang aku takut gadis kecil yang aku selamatkan saat itu tidak selamat karna aku tidak menemukannya di Rumah Sakit manapun, aku sudah banyak berkorban deminya selama ini dan aku selalu berdoa semoga dia bisa bertahan hidup dengan baik."


Xabara terdiam mendengarnya, "kau serius mengatakannya?"


"hmm? sangat serius dan aku baru tau sosok yang aku khawatirkan ternyata telah menjadi perempuan tangguh yang sangat hebat dalam bertarung." puji Rovert.


Rovert mengelus pipi Xabara, "kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik !?"


Xabara tersenyum tulus menatap manik mata Rovert yang tertegun melihat senyuman Xabara yang tidak biasa.


"aku sudah lama ingin mengatakannya padamu !? terimakasih sudah menyelamatkan hidupku." ucap Xabara dengan serius.


Rovert mengangguk, "aku juga berterimakasih padamu karna sudah menyelamatkanku hari itu dari kejaran Bowo. terkadang aku merasa lucu dengan kehidupanku yang menolong seorang gadis kecil tapi setelah sekian lama gadis kecil itu malah seperti karma baik padaku, dia juga menolongku dari kematian."


Xabara pun terkekeh, "kau benar."


mereka terlihat nyaman bercerita dengan posisi yang terlihat mesra itu, sampai tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti mendengar suara tidak nyaman dari perut keduanya.


kruuyuukkk...! kruyukkk!


mereka pun kompak duduk dan memegang perut masing-masing dengan rona khas malu keduanya, dengan canggung Rovert menawarkan makan di Resto terkenal dan Xabara mengangguk seperti anak baik saja.


sepanjang perjalanan Rovert dan Xabara menjadi pusat perhatian karna paras keduanya terbilang unik dan berbeda dari gen khas negara itu, sudah jelas mereka semua menebak kalau Rovert dan Xabara pasangan pengantin sedang berbulan madu.


"permisi !!?" (Translete bahasa asing).


Rovert dan Xabara menoleh lalu ekspresi mereka terlihat tidak tau menau saja kalau Para lelaki yang menyamar menjadi pesulap itu adalah bagian dari mata-mata seseorang.


seakan sudah tau Xabara dan Rovert menjaga omongan tapi mereka berbincang dengan bahasa Indonesia bukan bahasa asing.


"benar apa yang Rovert katakan ! untuk menghabisi pemimpin mereka aku harus menjadi berkuasa lalu menjatuhkan Pria yang menjadi otak kematian Kakekku, aku sudah menemukan Pria yang menyelamatkanku sekarang aku harus berani membalas monster terbesar dalam hidup kami." batin Xabara.


sebenarnya Xabara tipikal gadis yang sangat pendendam tapi wasiat terakhir Kakek Angkatnya harus pergi dari Negara ini sejauh mungkin dan hapus jejak tentang kedekatan mereka supaya Xabara aman sampai Xabara menjadi yang terkuat dan bisa kembali membalaskan kematiannya.


"sayang?" Rovert menggenggam tangan Xabara yang tersentak menoleh ke Rovert.

__ADS_1


"ha?" cengo Xabara.


Rovert memindahkan kursinya menjadi sangat dekat dengan Xabara lalu mendekatkan wajahnya di bibir Xabara.


"kenapa melamun?" tanya Rovert berbisik sangat pelan.


"tidak hanya teringat masa lalu." jawab Xabara tersenyum memandang mata Rovert yang sangat dekat dengannya.


perlahan wajah Rovert menjauh dengan jarak sekitar 5 CM mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, tapi tidak ada yang tau arti tatapan keduanya padahal dilihat orang lain sangat manis.


Mata-mata itu tidak mencurigai Rovert dan Xabara malah mendekati para turis (belanda) yang malam itu para penyusup menggunakan bahasa itu begitu lancar, maka nya Rovert dan Xabara aman.


beberapa hari kemudian


Rovert dan Xabara telah kembali ke Indonesia, mereka berdua benar-benar selamat tanpa ada yang di curigai.


Mansion Ratu,


Rovert berdenyut nyeri seketika mendengar ocehan Ratu yang menanyakan apakah Xabara sudah berisi.


"Xabara aku ke Kamar ya?" kata Rovert mengelus kepala Xabara yang mengangguk.


Xabara tau makna kata-kata Rovert yang memintanya mengatasi Mom nya yang rewel dengan cucu itu. Ratu tersenyum lebar melihat kemesraan kedua pasangan itu, saking terbiasanya Rovert dan Xabara berakting didepan Ratu kini tidak ada yang tau mereka berdua itu sedang bersandiwara atau sungguhan karna perbedaan nya sangatlah tipis.


Ratu memegang kedua tangan Xabara setelah Rovert tidak lagi terlihat, "bagaimana sayang?"


Xabara tersenyum menuntun Ratu duduk disofa lalu mengatakan bahwa mereka belum juga memiliki keturunan, Ia berharap Ratu tetap sabar karna hal itu sangat menyakitkan hatinya yang belum juga memberi keturunan pada Rovert. Ratu merasa sedih pun meminta maaf dan memeluk Xabara serta berjanji tidak akan menanyakan hal itu lagi sampai Xabara memiliki kabar baik.


memang Xabara sangat ahli menutupi kebohongan bahkan terbilang lebih handal dari aktris manapun, dengan paras memelasnya itu berhasil membuat Ratu sedih dan tidak tega padanya padahal semua itu hanya akting Xabara saja.


Xabara memasuki kamarnya dengan Rovert lalu mengunci kamarnya, Rovert menoleh ke Xabara.


"apa sudah kelar drama kalian?" tanya Rovert.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "seharusnya aku yang menanyakannya."


Rovert berdehem lalu meminta maaf karna Ia memiliki Mom yang lebay dan suka ikut campur tapi Xabara malah suka dengan Momnya Rovert.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2