
.
.
.
Xabara dan Rovert tiba di Mansion,
"Nyonya? Tuan." Icci (Pelayan) pun melihat Xabara dan Rovert langsung menyapa Tuannya.
"Icci? dimana Mom?" tanya Xabara.
"di Kamar Baby Kembar Maldev Nyonya." jawab Icci.
Xabara menoleh ke Rovert yang sudah lari langkah 1000 meninggalkannya, Xabara beralih ke Icci yang senyam-senyum melihat keheranan Xabara.
"Nyonya, Tuan Muda sangat merindukan anak-anaknya." jawab Icci.
Xabara mengangguk mengerti, "Icci tolong buatkan aku makan malam ya? aku sangat lapar." pinta Xabara sambil mengelus perutnya.
"baik Nyonya." jawab Icci segera menunduk sopan dan langsung menjalankan perintah Xabara.
Xabara merindukan anaknya tapi Ia harus membersihkan diri terlebih dahulu, ketika Xabara sudah selesai mandi Ia malah melihat Rovert berwajah masam di Ranjang.
Xabara pun mendekati Rovert dan mengelus kepala Rovert, "kenapa Tuan Muda Milyader ini merajuk hmm?"
Rovert mendongak lalu memeluk Xabara segera Ia menduselkan sisi wajahnya diperut Xabara, "sayang Mom melarangku bertemu dengan anakku hanya karna aku belum mandi."
Xabara terkekeh, "ya sudah kamu tinggal mandi saja apa sulitnya?"
"tapi aku sudah merindukan Baby An dan Baby Ana." jawab Rovert seperti bocah mendongakkan kepalanya ke Xabara.
Xabara mengelus rambut Rovert yang sangat halus, "maka nya cepat mandi terus temui anakmu itu, kamu tau sendiri Mom terlalu posesif dengan Cucunya."
Rovert terpaksa menurut karna Xabara juga tidak bisa melawan kehendak Ratu yang begitu posesif pada anak kembarnya.
Rovert memberi nama anaknya lelakinya Herdian RoXab Maldev dan nama putrinya adalah Herdiana Putri Maldev, Baby An atau Baby Ana itulah panggilan kedua Anak kembar Rovert.
Xabara menggeleng kepalanya melihat Rovert menghentak-hentakkan kakinya sebagai wujud protesnya tidak bisa mencium baby kembarnya hanya karna belum mandi.
"aku saja Mommy mereka dilarang menyentuh anakku kalau belum mandi apalagi dia." gumam Xabara meledek lalu tertawa pelan.
__ADS_1
Xabara duduk dicermin nya lalu memberi Vitamin pada Rambutnya yang panjang supaya tidak rontok, semenjak Ia memiliki Baby Kembar Xabara harus rutin merawat rambutnya supaya tidak rontok yang nanti membahayakan anaknya sementara Xabara tidak mau memotong rambutnya.
Xabara meninggalkan Rovert di Kamar dan Ia memilih mengisi perutnya barulah Xabara ke Kamar Baby Kembar yang membuat Xabara terperangah dengan hiasan kamar anaknya itu.
"Mom? ini kenapa kamarnya jadi begini? kebanyakan Renda-rendanya." tanya Xabara entah memuji atau protes.
"kamu udah mandi sayang?" tanya Ratu tersenyum lebar.
Xabara mendekati Ratu yang telah menidurkan baby kembarnya, "Mom?"
Ratu menjelaskan bahwa Ia ingin kamar Cucunya berenda sehingga keliatan cantik, Xabara hanya bisa menggeleng pasrah dengan kebahagiaan Ratu itu.
"tapi Baby An kan laki-laki Mom, masa iya suka renda begini." bisik Xabara.
"kan Mom pilih warna biru tua dan Silver sayang, tidak ada kesan perempuannya kan? malah Mom tadi mau pesan Renda Pink tapi ingat Baby An laki-laki maka nya Mom pesan warna ini." Ratu.
Xabara menoleh ke Pelayan Nina yang terkikik tanpa suara karna Ratu begitu sayang pada cucunya sehingga menghabiskan banyak uang untuk menghias kamar Cucunya.
Xabara melihat atas Kamar anaknya yang sangat ramai serta banyak lonceng kecil, jika balkon dibuka pasti lonceng itu akan mengeluarkan suara.
"aku tidak tau harus bicara apa lagi." batin Xabara memandang Ratu yang begitu sayang pada anaknya sampai tidak mau berpaling dari anaknya padahal sudah pada tidur.
"Mom pasti lelah kan? sana kembali aja ya? besok main sama Baby kembarnya, jangan sampai Mom sakit." peringatan Xabara.
Xabara menganggukkan kepalanya lalu Ratu mencium kening Xabara dan pergi di ikuti pelayan Nina.
Xabara melihat ke arah Box Anaknya, "sayang? kalian dilimpahkan kasih sayang yang berlimpah dari semua Orang, Mommy janji akan menjaga kebahagiaan kalian walau dengan cara apapun." batin Xabara mengulum senyum.
hati Xabara yang keras seperti batu Es kini langsung mencair ketika memiliki Bayi kembar yang mirip dengan Rovert itu hanya hidungnya saja mirip Xabara.
"sayang?" Rovert sumringah berlari ke Xabara.
Xabara tersenyum ketika Rovert begitu semangat melihat Anaknya yang sudah tertidur pulas, beberapa kali tangan Rovert hendak mengelus hidung anaknya tapi di pukul oleh Xabara yang bisa saja anak mereka terbangun karna ulah Rovert.
"ayo kita tidur sayang..!" ajak Rovert.
mereka berdua tidur berdua di karpet tebal tepat disamping Box Bayi padahal ada Ranjang mewah tapi mereka malah rela tidur di Karpet demi bersama anak kembar mereka.
Rovert dan Xabara tidur begitu pulas, kedua bayi kembar mereka tidak menangis di malam hari.
pagi-pagi,
__ADS_1
"sayang?? Baby Ana udah bangun ya?" Rovert tersenyum lebar melihat mata anak gadis kecilnya mengerjab-ngerjab lucu.
Rovert dan Xabara begitu kompak memandikan si kembar lalu Xabara memberi asi ke Bayinya sampai kenyang dan diserahkan pada Ratu yang sumringah menjaga Baby kembar.
"Mom yakin kami tidak perlu menyewa Baby Sister?" tanya Rovert ke Ratu.
Ratu menggeleng kepalanya, "Mom bisa menjaga cucu Mom."
Xabara diam saja karna Ia sudah tau Ratu begitu menyayangi Anaknya, alasan Xabara mau hamil juga karna Ratu yang begitu kesepian tidak punya siapapun ketika di Mansion.
"Kalau begitu Mom harus sehat-sehat ya? jangan lupa makan dan Istirahat juga." pinta Xabara.
"iya sayang..! kamu harus urus Pekerjaanmu yang tertunda selama 1 tahun itu ya? kamu sudah mengandung selama beberapa bulan terus berjuang melahirkan Cucu Mom, Mom tidak akan mengekangmu sayang..! Mom bisa jaga diri tapi kamu juga ya?" Ratu.
Xabara tersenyum lalu menoleh ke Rovert yang mengelus kepalanya dengan penuh kasih.
"bukankah nanti kamu mau ke Rumah Barrest sayang? katanya Tante Lienda akan menyiapkan makan siang untuk Kita." Rovert.
Xabara mengangguk, "aku bawa Mobil sendiri."
.
Ratu bersama kedua Cucunya yang bermain dengan Lonceng-lonceng di kepala mereka, kedua Baby kembar itu begitu sumringah melihat mainan itu.
"Nyonya?" panggil Nina tersenyum lebar.
Ratu menoleh ke Nina, "aku tidak akan mengekang Menantuku Nina, dia sangat ramping dan tubuhnya begitu bagus tapi demi aku Xabara mau menjadi gendut dan bersusah payah melahirkan Cucuku."
Nina mengangguk, "Nyonya Muda sangat menyayangi Nyonya besar, kami disini semua tau kalau Nyonya Muda itu adalah Putri kesayangan Nyonya padahal Tuan Muda-lah Putra Nyonya."
Ratu senyam-senyum, "Cucuku sangat mirip dengan Rovert kan Nina?"
"benar Nyonya..!" jawab Nina lalu mengatakan hidung sikembar mirip Xabara yang garis mancung hidungnya begitu indah.
Ratu betah berlama-lama di Kamar Baby Kembar kalau tiba saatnya makan, Ia akan makan di Kamar diantar oleh Pelayan yang terkadang bergantian membantu Ratu mengganti popok Baby kembar serta memberi asi yang dikumpulkan Xabara.
memiliki Ibu seorang Wanita karir memang sangat sulit tapi Ratu tau kalau Xabara akan mengurus Perusahaannya itu yang lama tertinggal beberapa hari atau sampai berminggu lalu bisa bekerja di Mansion saja.
.
.
__ADS_1
.