Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
membuat ramuan


__ADS_3

.


.


.


"apa separah itu dok?" tanya Xabara ke Dr. Hiro.


Dr. Hiro hanya tersenyum, "tidak apa Nyonya, itu karna selama ini Tuan Muda selalu memendam na*sunya pada lawan jenis ketika sudah memiliki Istri sangat wajar semuanya keluar dan mungkin efek ramuan yang pernah Tuan Muda minum."


"ramuan apa?" tanya Xabara bingung.


"ramuan pembangkit na*su walaupun Tuan Muda sudah ada penangkal didalam tubuhnya sendiri akan tetapi menurut saya bira*inya yang selama terpendam itu tersalurkan dalam hatinya, logika saya mengatakan begitu Nyonya...! jadi ketika Tuan Muda mencintai seseorang maka hawa na*sunya tidak bisa ditekan walaupun tidak ada Obat tapi hatinya sudah dimiliki oleh wanita itu." jelas dr. Hiro.


"saya rasa efeknya semakin bertambah karna Tuan Muda sering meminum ramuan yang bertentangan dengan penangkal didalam tubuhnya Nyonya." sambung Dr. Hiro lagi.


Xabara terdiam, Ia benar-benar tidak tau tentang hal itu selama ini Xabara merasa Rovert memang tidak normal tapi tidak pernah mengira kalau itu semua efek Ramuan yang pernah Rovert konsumsi akan terjadi pada tubuh Rovert, padahal Rovert sudah cukup kuat menurut Xabara.


"dia begitu mencintaiku? apa aku juga mencintainya? apa itu Cinta? aku hanya nyaman dan suka berada sisinya bukan Cinta." batin Xabara yang tidak tau dirinya mencintai Rovert atau tidak.


Xabara selalu bersama Rovert dan tidak pernah berpisah jadi wajar saja Xabara belum tau Perasaannya padahal Ia akui memang suka Rovert entah sebagai Pahlawan yang menyelamatkannya waktu kecil, entah karna kehebatannya diatas ranj*ng?, tampan? banyak akal? cerdas? baik.? Xabara tidak tau apa yang disukai dari Rovert tapi yang jelas Xabara baru tau kalau ada penyakit unik semacam yang di derita Rovert yang ujungnya akan berakibat fatal menurut Xabara bukan dokter Hiro.


"apa tidak bisa sembuh dengan ramuan juga?" batin Xabara.


"hanya Nyonya saja obatnya tapi Tuan Muda meminta saya untuk memberi penangkalnya supaya tidak berlebihan sehingga membuat Nyonya kesal." kata dr. Hiro.


Xabara menoleh ke Rovert yang sejak tadi senyam-senyum saja sesekali tangan Rovert membelai kepala Xabara, Rovert terlihat sangat menyukai perasaan khawatir Xabara.


"kamu tidak tau perasaanmu sendiri sayang? aku tau kamu mencintaiku juga." batin Rovert yang seolah tau Perasaan Xabara yang tersirat oleh mata nya itu.


Rovert selalu memperhatikan Xabara jadi apapun perubahan mata serta raut wajah Xabara pasti Ia akan tau. awal-awal pernikahan mereka hanya wajah cantik, datar yang tanpa emosi itu saja tapi semakin dibandingkan dengan sekarang sangatlah berbeda.


"tidak apa sayang..! aku baik-baik saja hmm? aku tidak punya penyakit parah." senyum manis Rovert.


Xabara memperhatikan tubuh Rovert seakan memindai sesuatu sedangkan Rovert melebarkan tangannya memberi izin pada kekasih hatinya itu memandang sekujur tubuhnya, bagian apapun itu hanya Xabara yang boleh menatapnya seperti itu.


Dr. Hiro pun tidak bisa menahan senyumnya, Ia menutupi mulutnya dengan buku yang dipegangnya sebab pasutri didepannya membuat Dr. Hiro begitu merindukan Istrinya.

__ADS_1


.


di dalam Mobil,


"apa?? kamu yakin mau membuatkan untukku sayang?" tanya Rovert kaget ketika mendengar Xabara akan membuat ramuan untuk menyembuhkan Rovert.


"kenapa kamu tidak bilang tentang penyakitmu? aku bisa membuat penangkal apapun apalagi dari Efek obat King Demon." Xabara.


Rovert tersenyum, "kamu tidak akan membuatku mandul kan?"


"Mandul?" beo Xabara terkejut Rovert malah nyengir karna Xabara keliatan terkejut sekali dengan pertanyaannya.


"maaf sayang..! Dr. Hiro mengatakan jika aku harus menghilangkan birah* ku ya harus mengoperasi alat kelam*nku dan kemungkinan besar aku akan mandul maka nya aku hanya minum obat saja." jelas Rovert sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"oh..! tidak akan..! aku tidak punya efek seperti itu, semua ramuan yang aku buat sangat sempurna tidak ada kecacatan seperti itu." jawab Xabara.


"kalau begitu aku percayakan semuanya padamu sayang." ujar Rovert mengelus kepala Xabara yang menganggukkan kepalanya.


Xabara tidak marah dengan pertanyaan Rovert karna menurutnya wajar saja Rovert tidak mau mandul, siapa yang mau jadi cacat? tidak akan ada yang mau termasuk Rovert.


sesampainya di Mansion,


Xabara memberi asi anaknya lalu setelah sikembar kenyang, Xabara keluar Mansion menuju Apartemennya membuat ramuan itu untuk Rovert hari itu juga.


ke esokan paginya,


Rovert memasuki Apartemen Xabara yang sudah Ia ketahui sandinya adalah tanggal kelahiran buah hati mereka (sikembar), Rovert mengedarkan pandangannya mencari labor khusus Xabara dalam meracik ramuan, Rovert tidak menyerah mencari Ruangan yang dimaksud sampai tiba di suatu Ruangan yang dilarang memasukinya walau apapun yang terjadi.


"sayang?" Rovert mengetuk Ruangan itu.


tak ada sahutan, Rovert memasuki Ruangan itu dan melihat Ruangan Labor Xabara begitu penuh dengan jarum dan botol setiap Racun Higanbana yang jumlahnya sangat banyak.


"sayang?" panggil Rovert.


Rovert terus berjalan sampai melihat Xabara tertidur di meja kecil dengan memegang sebuah botol kecil berisi Ramuan.


"apa ini Obatnya? Xabara keliatan lelah sekali, apa dia melakukannya berjam-jam?" batin Rovert cemas.

__ADS_1


Rovert mendekati Xabara lalu mengelus punggung Xabara, "sayang??"


"hmmm?" sahut Xabara beberapa saat kemudian tapi tidak berniat membuka matanya.


"apa kamu begadang tadi malam sayang?" tanya Rovert khawatir.


Xabara menganggukkan kepalanya tanpa disadari Rovert bahagia tapi juga sangat khawatir karna Xabara jadi kurang istirahat karena nya.


Xabara perlahan membuka matanya dan duduk lalu meregangkan jemari serta tubuhnya yang terasa pegal,


"ini...!" Xabara menyerahkan botol kecil yang sudah Ia racik semalaman.


"sayang, apa yang harus aku lakukan untuk membayar kebaikanmu hmm?" tanya Rovert sambil menerima botol kecil yang Xabara berikan untuknya.


"kamu harus tetap hidup demi sikembar. hmmm...!! aku sudah pernah bilang kalau efek obat King Demon memang beresiko tapi kamu tetap meminumnya, jika terlambat aku yakin kamu akan mandul." Xabara berkata sambil menguap tapi segera Ia tutupi.


"walau tidak Operasi?" tanya Rovert.


Xabara menganggukkan kepalanya, "tubuhmu sudah sangat kuat menerima efek itu sampai sekarang, entah bagaimana kamu bertahan selama ini."


Rovert sumringah, "apa kamu memujiku sayang?"


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "aku mau mandi terus pulang melihat Baby Kembar."


Rovert mengikuti Xabara yang beranjak pergi benar-benar seperti anak ayam mengikuti induknya, setibanya di depan pintu Kamar mandi Xabara menanyakan mengapa Rovert belum minum juga ramuan itu.


"apa tidak sarapan dulu sayang?" tanya Rovert.


Xabara tertawa kecil melihat tampang Rovert menanyakan hal itu, Rovert malah kembali sumringah karena melihat Xabara tertawa adalah kebahagiaan tersendiri baginya.


"tidak ada efek apapun mau makan atau tidak, Ramuanku sangat sempurna." balas Xabara.


Rovert pun langsung meneguknya didepan Xabara lalu membalik botol kecil itu yang sudah habis tiada tersisa walau setetes saja.


"jangan ikuti aku...!" titah Xabara mengancam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2