
.
.
.
"kenapa sayang? mana Alena?" tanya Ratu yang baru saja datang melihat Xabara tengah tertawa kecil.
"dia ikut sama Rovert Mom!" jawaban Xabara membuat Ratu terkejut.
"kenapa diizinkan ikut? siapa yang membawanya? apa Rovert yang bawa?" cecar Ratu.
"sudah aku bilang Mom kalau Cucu kecilmu itu sangat pandai menipu Orang dengan wajahnya itu, aku rasa dia akan menjadi seorang Artis terkenal nanti." ujar Xabara sambil memeluk Ratu dengan manja layaknya Putri kandung ke Ibu Kandungnya.
Ratu mengelus kepala Xabara sambil menarik nafas panjang berkali-kali, "Mom tidak bisa membedakannya sayang."
Xabara terkekeh karna memang hanya Xabara saja yang bisa mengetahui kebohongan Putri Bungsunya itu.
.
di dalam Mobil,
Rovert tersenyum lebar mendengar tepuk tangan riang Alena disampingnya, tubuh kecilnya yang memakai sabuk pengaman itu terlihat menggemaskan.
"sayang? nanti jangan jauh-jauh dari Papa ya?" bujuk Rovert dan Alena mengangguk patuh dengan semangat.
Rovert mengelus pipi Alena yang matanya sedikit sembab akibat tangis buaya nya itu memang kelihatan beneran tapi hanya Xabara saja yang tau akting Putri Kecilnya itu.
sesampainya di sekolah An dan Ana,
Rovert menggendong Alena keluar dari Mobilnya, Alena begitu berbinar baru pertama kalinya melihat sekolah Kakak serta Abangnya.
"ainn?? Allena ainn!" pekik Alena.
Rovert menuruti permintaan Alena tapi masih menjaga Putrinya dengan mata elangnya yang tidak berpaling sedikitpun dari Alena yang sangat riang bermain, sesekali Alena bermain peluncuran.
"Papa?? ainnnn!" Alena berlari ke Rovert sambil menarik-narik jari telunjuk Rovert mengajaknya bermain seluncuran.
Rovert memanjakan Putri kecilnya, Ia tidak malu bermain peluncuran anak-anak demi membuat Putrinya bahagia. beberapa Orangtua serta wali yang juga menunggu anak sekolah pulang pun tertawa melihat tingkah Rovert yang mau ikut-ikutan bermain dengan sosok kecil yang sangat menggemaskan itu.
"ahahaha!!" Alena tertawa riang berlarian dikejar-kejar pelan oleh Rovert.
__ADS_1
hap....!!
Rovert berhasil menangkap putri kecilnya lalu menggelitikinya sampai guling-guling, Rovert menggendong Alena serta menciuminya dengan gemas sambil membersihkan pasir yang menempel di baju Putri kecilnya.
"Alena sayang? kamu jantung hati Papa." gemas Rovert dengan tawa lebarnya melihat Putri Kecilnya tertawa begitu ceria memperlihatkan gigi kecilnya yang sangat menggemaskan.
tawa Alena bagai tawa Xabara bagi Rovert sehingga apapun akan Rovert lakukan demi membuat Putri Kecilnya itu bahagia.
Rovert tidak bosan menunggu An dan Ana yang belum juga keluar dari Kelasnya karna ada Alena yang menjadi obat bosannya Rovert.
"Papa? itu napa?" tanya Alena menunjuk seorang Anak kecil yang menunduk begitu sedih di pojokan taman bermain sekolah.
Rovert melihat ke arah Anak laki-laki yang di tunjuk Alena, "biarkan saja sayang..! palingan dia sedang sedih."
"ata Mommy alau ada yang edih alus di hibul...!!" kata Alena dengan wajah seriusnya yang sangat imut.
Rovert mengulum senyum, "mau menghiburnya?"
Alena menyeringai lebar lalu mengangguk semangat, Rovert memberi izin Putrinya menghibur anak laki-laki itu tapi Rovert masih mengawasi setiap gerak-gerik Putrinya supaya tidak hilang.
Alena berlari dengan kaki kecilnya ke arah anak laki-laki yang berumur 7 tahun itu sementara Alena masih berumur 3 tahun.
anak laki-laki itu melihat sepasang kaki mungil nan menggemaskan lalu matanya perlahan mendongak dan terkejut melihat Alena yang masih kecil, Ia bertanya-tanya dalam hati anak siapakah ini?
"amu edih?" tanya Alena dengan wajah imutnya.
"Ehh??" Anak itu gugup sendiri disapa oleh Alena padahal Ia masih kecil belum tau perasaan tertarik dengan lawan jenis.
Alena merogoh-rogoh kantong kecil di dalam bajunya ada permen caramel lalu memberikannya ke Anak laki-laki itu, "itu angat anis..? Allena uka."
"Allena?" beo Anak laki-laki itu dengan linglung menerima permen yang Alena suka.
"angan edih agi ya??" kata Alena dengan senyum menggemaskannya sehingga bocah kecil didepan Alena itu terhenyak sendiri.
"Alena Sayang? Kakak sama Abang bentar lagi akan pulang!!" teriak Rovert.
"iya Papa?" sahut Alena lalu berlari ke arah Rovert yang langsung menggendong Alena.
Anak laki-laki itu hanya melihat Alena yang sangat periang lalu beralih ke permen caramel yang diberikan oleh Alena untuknya, tak berapa lama kemudian anak-anak sekolah berlarian keluar dari kelas masing-masing hanya An dan Ana saja yang pulang belakangan sebab sikembar nya Rovert itu tidak suka berlarian seperti anak-anak normal pada umumnya.
Anak laki-laki itu hanya memperhatikan Alena yang bertepuk tangan ceria menyambut An dan Ana, Ia tau kalau An dan Ana adalah Sikembar Penguasa Maldev tapi tidak tau wajah si bungsu Maldev.
__ADS_1
"sini abang gendong adek?" An mengulurkan tangannya.
Rovert sebenarnya enggan memberikan Alena ke An tapi Alena memang suka digendong oleh An sehingga Rovert yang membawa tas Putra sulungnya itu.
"adek kenapa ikut? tidak kenak malah sama Mommy?" tanya Ana dengan senyum manisnya melihat tingkah imut adik bungsunya itu.
Alena yang menyeringai lebar saja dan memekik riang dipelukan An, Rovert cemas sendiri Alena digendongan An yang masih kecil menurut Rovert tapi Alena malah percaya pada An yang tidak akan menjatuhkan tubuh mungilnya itu.
"ayo naik...!" Ana membuka pintu Mobil dan membantu An membawa masuk Alena yang lucu dipindah-pindahkan oleh Kakak serta Abangnya itu.
Rovert menganga saja melihat tingkah anak-anaknya yang begitu kompak menjaga adik kecil mereka, diam-diam Rovert begitu bangga dengan didikan Xabara yang bisa membuat kedua anak kembarnya tidak pernah membuat Alena menangis bahkan sangat menjaga Alena dengan sangat baik layaknya harta karun.
Anak laki-laki itu hanya memperhatikan saja Mobil yang dimasuki sosok mungil tadi yang mulai menghilang dari pandangannya, Ia pun memakan permen Caramel yang diberikan Alena dan tersenyum menghapus air matanya.
.
di dalam Mobil,
Rovert seperti supir di Mobilnya sendiri sambil melirik dari kaca akan tingkah manja anak-anaknya, belum lagi Ia begitu senang mendengar tawa Alena.
"adek mau beli kue?" tanya An tiba-tiba.
"auuuuu!!" jawab Alena dengan mata besar yang berbinar penuh bintang.
An dan Ana tertawa lebar lalu memeluk Alena dengan sayang, mereka benar-benar memanjakan Alena dan meminta Rovert berhenti di Toko Kue.
Rovert benar-benar seperti bodyguard yang tidak dianggap oleh anak-anaknya tapi Rovert tidak marah malah senang melihat anaknya begitu kompak, Rovert melihat saja semua jenis Kue yang ditunjuk oleh Alena dibelikan oleh An dan Ana dengan kartu limited (Blackcard).
"habis makan manis ini adek halus lajin gosok gigi ya?" pinta An dan Alena mengangguk-ngangguk semangat.
Ana meminta bantuan Para Pelayan membawa semua kue yang disuka adiknya, awalnya Pelayan toko begitu gugup karna ada Rovert Maldev tapi karna perintah sikecil Penguasa itu siapa yang berani melawan?
"udah sayang? kita pulang...!" ajak Rovert.
An, Ana dan Alena menuruti perintah Rovert lalu kembali ke Mobil sambil mendengarkan Alena yang mengoceh senang bisa menghibur Anak yang lagi sedih, bahkan ketika sampai di Mansion pun Alena begitu bangga bercerita pada Xabara yang ikut senang dengan kepribadian Alena yang mau menolong sesama.
.
.
.
__ADS_1