
.
.
.
"aku harus mencari bantuan." gumam Irene sangat pelan.
Irene segera melihat arah lain dan berlari kembali ke acara pesta mencari Barrest (Asistennya Rovert) atau Aya (adik angkat Xabara).
tinggallah Rovert yang sedang bertarung dengan Ray, dan Xabara saling menatap tajam pada Lios.
"ciiuuhhh!!? wanita jal*ng sepertimu bisa apa?" decih Lios.
"akan aku tunjukkan kemampuanku! kemarilah Pria pengecut !? oh ya jangan lupa jaga bur*ng kecilmu itu." seringai Xabara.
Lios memerah seketika bukan karna malu tapi marah, "apa kau bilang?? akan aku habisi kau."
Lios menyerang Xabara yang berputar dengan anggun seketika Lios menoleh ke Xabara yang berputar anggun mengingatkannya pada satu Orang.
"aku uji!" batin Lios kembali menyerang Xabara.
Xabara menangkis tangan Lios cara Xabara melawan Lios membuat Lios langsung sadar kalau wanita yang Ia hadapi ini adalah Wanita yang Ia cari, Xabara melihat Lios lengah mengambil kesempatan itu mengeluarkan tendangan mautnya dengan heelsnya mengenai dada bidang Lios terlempar ke dinding dan terjatuh.
Lios mendongak sambil memegang dada nya menatap Xabara yang tersenyum miring, bayang-bayang dirinya selalu berada didekat Xabara yang dikenal Istrinya Rovert membuatnya merasa dibodohi selama ini oleh Xabara.
"Xabara? XeniaXabara?" gumam Lios pelan dengan tatapan tak percaya.
Xabara melangkah dengan tenang segera Lios berdiri bersusah payah.
"sepertinya kau sudah menebakku ya? berani sekali kau menyebutku jal*ng." Ujar Xabara sembari mendekat ke Lios yang sedang terpaku.
"ba-bagaimana mungkin?" gumam Lios menggeleng kepalanya menepis pemikiran itu.
Lios menyadarkan dirinya, "jika kau memang XeniaXabara aku tidak akan melepaskanmu."
Xabara melipat kedua tangannya, "oh ya? coba saja kalau kau bisa menangkapku." ledek Xabara.
Rovert berhasil mengalahkan Ray yang tak sadarkan diri ditempat lalu menoleh ke Xabara yang sedang meledek Lios, Lios menyerang Xabara dengan cepat Rovert membantu Xabara.
"Rovert menyingkir!! dia masalahku." titah Xabara.
"baiklah!" ucap Rovert segera melangkah mundur.
"1 lawan 1...! ayolah Lios, apa peringatanku tidak berlaku? aku sangat senang membodohimu." tantang Xabara.
__ADS_1
Lios menatap Xabara dengan serius, "ja-jadi kau be-benar Ketua Higanbana?"
"kenapa kau harus bertanya kalau tau jawabannya, kau mengenali cara bertarungku kan?" seringai Xabara.
Lios berdecak tak percaya sosok yang Ia hina adalah sosok yang sangat ingin Ia miliki, "kau bersembunyi dengan sangat baik."
Xabara tersenyum miring, "itulah kelebihanku."
Rovert begitu cemas melihat pertarungan Xabara dengan Lios, Ia kagum akan kecepatan tangan Xabara dan cara Xabara menyerang balik tapi tetap saja Rovert cemas karna Xabara sedang hamil.
Aya dan Barrest datang bersama Irene, Aya melebarkan matanya melihat Xabara melawan Lios dengan cepat Ia membantu Xabara.
"sial*n kau...! sepertinya aku memang harus menghabisimu." Aya mengeluarkan tusuk konde yang sangat tajam dari sanggulnya dan memainkannya begitu lihai.
"Aya? jangan gegabah!?" titah Xabara.
Lios terlempar terkena tendangan Aya yang tiba-tiba, "Wow...! jadi ini dia wanita yang membuatku sakit selama 1 bulan lebih."
"ya...! kemarilah kau!" geram Aya lalu menyerang Lios yang sudah kelelahan melawan Xabara.
Xabara juga ikut menyerang Lios beberapa kali Ia menendang Aset berharga Lios yang selalu mengatainya jal*ng, lalu Aya dengan cepat menancapkan tusuk rambutnya tepat di jantung Lios lalu memutar badannya dan kakinya itu menendang dada Lios sehingga Tusuk rambut itu semakin tertancap dalam ke Jantung Lios yang langsung terkapar bersimbah dar*h.
"Aya kau sangat emosian." gerutu Xabara.
Aya mendengus terkena cipratan dar*h kotor Lios lali berdiri dan menoleh ke arah Xabara yang menatap datar Irene bersama Barrest melihat langsung apa yang Aya lakukan.
Aya mengelap tusuk konde nya dengan tisu lalu membakarnya dengan sulapnya.
"Ka-kamu siapa?" tanya Irene takut ke Aya.
"Aya kau buat dia melupakan kejadian tadi." titah Xabara.
Aya menghela nafas pasrah lalu mengeluarkan sebuah tusuk konde lain dari rambutnya berupa jarum kecil, Irene langsung pingsan sedangkan Barrest masih terpaku dengan raut wajah Aya berbeda dari yang Ia kenal.
Rovert menghela nafas lalu mendekati Xabara memegang kedua bahu Xabara dengan cemas, "kamu tenang saja sayang! aku akan atasi Pria ini."
Xabara mengangguk, "dia buat kehilangan kewarasannya." titah Xabara melirik ke arah Ray yang masih tak sadarkan diri.
Rovert menghubungi para bawahannya yang telah Ia bayar lalu menyingkirkan may*t Lios dan membakarnya tak lupa buang abunya ke lautan, dengan bayaran yang begitu besar tentu mereka akan memenuhinya.
Aya berdiri setelah melakukan tugasnya maka Irene bangun tidak akan teringat apapun sedangkan Ruangan sepi ini sangat aman tidak ada CCTV sama sekali.
"No-Nona A-Aya?" Barrest tergagap memanggil Aya.
Aya menyeringai, "sepertinya Pria ini tidak usah dibuat amnesia, biar takut sekalian." batin Aya.
__ADS_1
Xabara memperhatikan saja para bawahan Rovert melakukan tugasnya, Xabara bahkan tidak kasihan sama sekali dengan Lios karna telah menyinggungnya dengan mengatainya jal*ng.
Xabara tidak menghabisi Ray karna Pria itu adalah Sepupu Irene dan Ia hanya membuat Ray melupakan dirinya secara permanen serta kehilangan kewarasannya, begitu cara Xabara menghilangkan jejak Orang yang mengetahui identitasnya.
"Aya?" Xabara menoleh ke Aya yang tengah memainkan pisaunya begitu lihai ke Barrest.
"iya Nona." jawab Aya.
"dia calon suamimu dan aku minta jangan lakukan apapun padanya." titah xabara.
Aya menekuk kedua alisnya hal itu merupakan perubahan ekspresi yang terbilang lucu dimata Barrest tapi jujur saja Barrest tidak berani tertawa hanya menahan saja sekuat tenaga.
"aku dapat Lotre besar." batin Barrest yang sangat menyukai perempuan tangguh seperti Aya.
Barrest dulu mengagumi Xabara yang sempurna tapi Xabara telah menjadi Istri Rovert dan jujur saja Ia tidak berniat terlibat Cinta segitiga yang hanya merugikan dirinya sendiri saja.
"awas saja mulutmu itu ember!!" ancam Aya dengan mata melotot.
"a-aku akan jaga rahasiamu." jawab Barrest cepat dan sempat tergagap.
"Barrest kau bawa Irene ke Ruangan tamu bilang saja dia tiba-tiba pingsan dan antar Aya untuk ganti gaunnya." titah Xabara.
"ba-baik Nona." jawab Barrest yang tidak berani menolak perintah Xabara.
Barrest tidak tau kalau Xabara dan Aya adalah bagian dari Higanbana hanya mengira kalau kedua perempuan cantik itu adalah gadis tangguh yang jenius.
dalam hitungan menit tempat itu sudah bersih lalu Rovert membawa Xabara ke suatu tempat untuk menenangi pemikiran Xabara sambil membawa kotak Obat.
"apa kau terluka?" tanya Xabara melihat kotak Obat yang dibawa oleh Rovert.
"ini untuk melihat lukamu, apa bayi kita baik-baik saja?" tanya Rovert balik.
Xabara mengangguk, "calon bayiku sangat kuat."
Rovert menghela nafas lega, "syukurlah!!? aku harap semua ini tidak akan menjadi celaka untuk kita, mereka berdua Ketua Mafia besar."
Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "dalam dunia mafia kematian itu sudah biasa, aku yakin akan ada gantinya nanti."
"yang paling penting bagiku siapa musuh yang tau Identitasku harus mati.!" sambung Xabara serius.
.
.
.
__ADS_1