
.
.
.
sore harinya,
Xabara ikut pulang bersama Rovert lalu mengutarakan keinginan mereka pada Ratu untuk menikah tanpa mengadakan pesta besar melainkan terdata di negara saja.
awalnya Ratu menentang tapi mendengar penjelasan Xabara membuat Ratu luluh dan terpaksa menuruti permintaan Xabara bersama Rovert, mereka berdua akan hadapi masalah apapun itu dan setelah semuanya selesai maka Xabara mau mengadakan pesta besar.
Ratu dan Rovert mengantar Xabara sampai didepan gerbang dijemput oleh Aya yang tidak menunjukkan diri, sungguh Xabara sangat pemberani sehingga Ratu mengerti mengapa Rovert jatuh cinta pada Xabara yang bisa berdiri sendiri tanpa merasa takut dengan masalah yang akan dihadapinya bersama Rovert nanti.
"bagaimana kamu bisa menemukan perempuan seperti Xabara nak?." tanya Ratu yang begitu kagum dengan karakter Xabara.
Rovert tersenyum tipis, "bukan aku yang menemukannya Mom tapi dialah yang menemukanku." jawab Rovert.
"jangan sia-siakan dia nak, jika sampai dia minta cerai denganmu Mom tidak akan tinggal diam." peringatan Ratu.
Rovert tersenyum memeluk Ratu, "mom tenang saja..! Xabara milik Rovert saat dia memilih berani hidup bersama anakmu ini maka aku tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."
Ratu memukul punggung Rovert, "kamu bicara apa nak? kenapa Mom merasa akan ada celah Xabara melepaskan diri darimu hmm?."
Rovert tersenyum saja tidak menjelaskan semuanya secara detail, Rovert jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok gadis Ular yang memberi kesan yang sangat mendalam bagi Rovert. mana mungkin Rovert menceritakan kebenaran tentang hatinya saat tau hati Xabara masih diselimuti dendam dari masa lalunya.
.
Aya membawa Mobil Xabara menuju Rumah Randy dan Kedua orangtuanya, hidup Nandini serta Bando tidak ada yang berubah sama sekali selalu saja berhubungan dengan hutang karna tidak bisa mengatur uang lebih suka berfoya-foya.
"ckk..! mereka benar-benar sampah Nona..! apa Nona akan membiarkan mereka hidup?." tanya Aya.
Xabara memperhatikan kedua Orangtua yang sedang di tarik-tarik Massa membayar hutang, Ia tersenyum miring.
"mereka tidak berubah sama sekali." gumam Xabara.
"Nona??" rengek Aya.
Xabara melirik Aya, "tenang saja dalam waktu dekat kedua Orangtua itu akan mati di bunuh Massa."
__ADS_1
Aya mengerucutkan bibirnya.
Xabara menghela nafas, "mereka sudah terbiasa menghabiskan uang dan tidak pernah merasa cukup, percayalah padaku mereka akan binasa dengan sendirinya."
"para tetangga mereka sudah tau bagaimana perlakuan Keluarga itu padaku, mereka berdua sering mencelaku didepan semua tetangga mereka jika kedua orang tua Randy itu mati dan tersangka utamanya sudah pasti adalah aku dengan motif dendam serta pembun*han berencana." lanjut Xabara lagi.
"aku sudah bilang Xabara sidekil hitam itu baik, sabar, hidup bahagia walau disakiti dan hatinya dikenal bersih oleh semua tetangga disini. aku bersusah payah membangun karakter baikku pada mereka semua selama 1 tahun." Xabara menatap Aya dengan serius.
"saya minta maaf Nona." ucap Aya.
Xabara mengangguk, "kita lihat dalam waktu 5 hari lagi." pinta Xabara.
mereka pun pergi dari sana dan kembali ke Apartemen.
.
kini Xabara mendengar percakapan Lios dengan para bawahannya akan melepaskan semua wanita yang mengaku Ratu Higanbana, hanya membawa setangkai Bunga Higanbana bukan berarti dia bisa berkelahi dan Lios sudah bertemu Ratu Higanbana yang asli.
"aku sudah tau aroma khas nya, aku yakin bisa menemukannya dengan sekali pertemuan lagi." Lios.
"bagaimana bisa Tuan? dari mana cara anda mencium aroma nya?." tanya bawahan Lios.
Xabara mendengar pembicaraan mereka pun berdecak pelan, "pria gila ini tidak menyerah."
"bagaimana tentang perempuan hitam itu?." tanya Lios.
"seperti yang dikatakan gadis itu Tuan, Pria itu hanya tidak sengaja bertemu dengan gadis hitam itu dan menggantikan dirinya memasuki Mansion ini. dia hanya ingin tips dan anda memberinya dengan jumlah besar, dia membagi tips yang anda berikan pada Pria kurir paketan itu."
Xabara tersenyum miring mendengar percakapan terakhir mereka berdua, Ia pun menutup alat mendengar percakapan Lios dengan bawahannya (Lios) itu.
.
ke esokan harinya, Xabara langsung mengganti shamponya bahkan memberikannya ke orang jalanan, Ia tidak akan membiarkan Lios mengenalinya walau punya penciuman baik melebihi anj*ng sekalipun. Lios tidak mengenal XeniaXabara jika sudah memasang perangkap tidak akan ada yang bisa menemukannya, itulah kelebihan XeniaXabara.
Rovert menghubungi Xabara dan mereka bertemu di tempat biasa sepasang kekasih akan mengucapkan janji suci lalu nama mereka terdata sebagai sepasang suami-istri serta memiliki buku nikahnya sebagai bukti sah hubungan mereka.
"cincin pernikahan kita." Rovert mengeluarkan sepasang cincin.
"lalu cincin ini?." Xabara memperlihatkan Cincin yang terpasang di jari manis kirinya.
__ADS_1
"itu cincin lamaran yang cincin pernikahan di sebelah kanan." jawab Rovert memasang cincin di jari manis kanan Xabara dengan bentuk simpel tapi dari berlian asli ternyata berasal merek Taylor yang menyiapkan cincin spesial untuk Xabara dan Rovert.
"hari pertama kita dari 99 hari yang tersisa." ujar Rovert pelan.
Xabara menautkan kedua alisnya, "seharusnya 98 hari lagi kan?."
"apa tidak bisa besok mulai yang pertama? hari ini bahkan hanya peresmian saja, kenapa kamu pelit sekali masalah 1 hari?." protes Rovert dengan nada berbisik.
Xabara mendengus, "besok hari pertama."
Rovert tersenyum lebar dengan cepat Ia mengecup kening Xabara, "cup..!"
Xabara menendang tulang kering Rovert yang merintih seketika dan beberapa pekerja di sekitar Xabara dan Rovert malah tertawa, bagaimana bisa Xabara menendang kaki suaminya saat keningnya dikecup, nanti malam pertama mereka bagaimana? Xabara Istri Rovert yang sangat cantik juga bar-bar sungguh lucu tapi menggemaskan.
Xabara membuang muka dan melenggang pergi meninggalkan Rovert yang berlari mengejarnya, diam-diam Rovert tersenyum tipis.
"aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dalam waktu 99 hari Xabara." batin Rovert.
Xabara terlalu sempurna untuk disia-siakan, Rovert merasa senang saat Xabara menawarkan Kontrak pernikahan dengannya yang sudah jelas membuat Rovert memiliki banyak waktu tinggal bersama Xabara walau tidak melakukan apa-apa, sejak pertama kali mereka berjumpa Rovert sudah jatuh cinta pada Xabara tapi sifat dingin dan jutek Xabara membuatnya harus menutupi sebaik mungkin ditambah lagi Xabara adalah bagian dari Higanbana.
bagi Pengusaha besar seperti Rovert mendapatkan salah satu Anggota Higanbana menjadi Istri seperti mendapatkan harta karun.
di dalam Mobil,
"sudah berapa lama Kontrak kalian membiarkan perempuan jadi giliran?." tanya Xabara menoleh ke Rovert.
"sejak aku berumur 17 tahun, demi mendapatkan dukungan dari saham Pengusaha lain supaya aku diangkat menjadi CEO walau sempat dibantah karna masih terlalu muda, aku sudah mencurigai Pria kepercayaan Papaku lah pelakunya. aku berjuang dengan bantuan Ayah mereka yang penggila ranj*ng demi mengamankan posisiku. aku tidak akan mengizinkan Pembunuh Papaku menggantikan Kedudukan itu di Perusahaan peninggalan Papaku hingga aku tidak punya pilihan menerima kesepakatan itu."
Xabara menganggukkan kepalanya, "hidupmu penuh drama juga."
Rovert tersenyum tipis, "hmm..! jujur saja aku tidak pernah mau memiliki seorang wanita yang mau digil*ri laki-laki, mereka semua bahkan juga mengincar setiap wanita yang mendekatiku."
"itu sebabnya kau selalu bersama Barrest dan membiarkan Artikel itu menyebar?." potong Xabara tersenyum miring.
.
.
.
__ADS_1