
.
.
.
Ariel Terre membelalak geram lalu saat Xabara berjalan malah spontan melebarkan kakinya tapi Xabara sudah tau dengan apa yang Ariel lakukan langsung menginjak kaki Ariel Terre.
"aaahhh!" pekik Ariel Terre.
"Oupsss...!!" Xabara seolah syok langsung mengangkat kaki nya.
"kau sengaja kan?." teriak Ariel Terre menuduh Xabara.
Xabara menggeleng kepalanya, "aku pikir itu tanggul jalan yang harus di injak bukankah begitu? lalu kenapa kau melebarkan kakimu?"
Ariel Terre memaki Xabara yang langsung berlalu pergi, "sial*n wanita itu."
Ariel Terre berjalan dengan kaki sedikit pincang keluar dari Toilet, tiba-tiba saja Ia menyeringai seperti merencanakan sesuatu.
"aku akan kadukan dia pada Tuan Rovert." ucapnya dengan senyum licik.
Ariel Terre memasang raut wajah sedih dan sedikit memberantaki rambutnya untuk meyakinkan aktingnya, Ia mencari Rovert sementara banyak tamu undangan sibuk menari-nari.
Ariel Terre tidak menyerah dan menemukan Rovert tengah menggenggam tangan Xabara mengenalkan Xabara ke rekan-rekan Rovert yang baru datang.
"lebih baik aku tunggu di Lobi saja." gumam Ariel Terre yang yakin sebentar lagi Xabara dan Rovert akan pulang.
.
Randy bergabung dengan Rovert dan matanya memandang Xabara begitu intens.
"Nona kenalkan saya Randy!" ucap Randy disamping Xabara.
Xabara mengabaikannya dan bergelayut di bahu Rovert, "kenapa banyak sekali lalat disini?" batin Xabara merasa kesal sendiri dikelilingi banyak lelaki.
"nama Nona sangat mirip dengan mantan Istri saya." Kata Randy dengan senyuman tak menyerah membuat Xabara mau melihatnya.
terkadang mendapatkan bintang dilangit harus melakukan apapun walau berbuat curang dan merendahkan harga diri sekalipun.
"namanya juga Mustika Ayu Xabara, dia sangat jelek berbeda jauh dengan Nona." sambung Randy lagi.
Xabara tersenyum ke Rekan Rovert yang mengulurkan tangannya dan Xabara melihat ke Rovert seperti meminta izin padahal Ia ingin Rovert melindunginya sebagai Pria sejati. Xabara tidak gila lah langsung memukul para lelaki itu nanti akan bermasalah.
"jangan menyentuh milikku." ketus Rovert yang memang mengerti tatapan Xabara.
__ADS_1
"ayo kita Keluar sebentar!" ajak salah satu rekan Rovert menarik Rovert pergi.
Xabara tentu ikutan tertarik oleh Rovert tapi dipisahkan oleh kawanan yang lain.
"lepaskan aku..! ini acara besar jangan membuat kekacauan menyentuh calon Istriku." geram Rovert.
Xabara mengerutkan keningnya mendengar perkataan Rovert seolah Rovert itu tau kalau Xabara akan di incar banyak rekannya yang kebanyakan brengs*k terhadap perempuan.
"aku akan melindungimu Nona, Calon suamimu tidak membantu sama sekali." Randy sok jadi pahlawan dimata Xabara.
"apa maksud perkataan Pria brengs*k ini?" batin Xabara memikirkan seolah tau ada makna tersirat didalam kata-kata Rovert dan Randy.
Randy menjadikan tubuhnya sebagai tameng melindungi Xabara malah ditarik oleh yang lainnya, kekacauan pun terjadi sementara Xabara hanya menonton kelakuan orang-orang bodoh itu.
"apa kau tidak tau kalau bagi kita Perempuan satu kita harus bagi dengan rekan bisnis?" teriak salah satu rekan kerja Rovert akhirnya menunjukkan taringnya ke Randy.
Xabara mencerna makian mereka semua, tak ada rasa kasihan sama sekali dimatanya melihat Randy dipukuli.
Rovert kembali dengan wajah panik serta khawatir dan langsung memeluk Xabara dengan erat, "kenapa kamu tidak kabur?"
"ada apa ini Rovert?" tanya Xabara.
"akan aku jelaskan..! ku mohon ayo ikut aku !." ajak Rovert.
Para rekan-rekan yang gila wanita itu memukuli Randy tak menyadari Xabara sudah menghilang bersama Rovert.
"kita harus minta pada Rovert"
"aku tidak sabar memilikinya walau satu malam."
para lelaki gagah itu pun berlarian mencari Xabara yang entah kemana larinya, sepertinya ada Rahasia besar diantara para Lelaki itu sehingga Rovert begitu panik tadi dipisahkan dari Xabara.
Randy bangkit ditengah pesta sambil mengedarkan pandangannya lalu melihat Nandini dan Bando berlari ke arah Randy menanyakan keadaan Randy, mereka berharap Randy bisa memenangkan hati Xabara sampai rela babak belur begitu. para tamu undangan tampaknya tidak mau terlibat hanya sibuk dengan kesenangan masing-masing.
Rovert membawa Xabara ke suatu Ruangan dan menuruni tangga, Xabara sampai melepas heelsnya karna permintaan Rovert.
"sebenarnya ada apa Rovert? kenapa kau keliatan takut tadi?" tanya Xabara.
"aku akan ceritakan tapi kita pulang dulu." pinta Rovert serius.
Xabara pun menurut, "ada apa ini? apa aku ketinggalan sesuatu?" batin Xabara merasa ada berita penting yang terlewat olehnya.
Ariel Terre yang sudah menunggu Xabara dan Rovert di Lobi pun sumringah melihat Rovert tapi menatap sengit tangan Rovert menggenggam tangan Xabara.
"Tuan?"
__ADS_1
Ariel Terre berjalan sedikit pincang ke arah Rovert tapi sayangnya Rovert malah terus berlari melewati Ariel Terre dan tidak melirik sedikitpun, Xabara mengedipkan matanya ke Ariel Terre seperti mengejek rencananya tidak akan berhasil.
"apaa? kenapa dia tersenyum seperti itu?." geram Ariel Terre.
"tapi kenapa mereka?" gumam Ariel Terre hendak menyusul dan Ia seketika terhenti mendengar suara langkah kaki, segera Ariel Terre berputar ke arah belakang ternyata para rekan kerja sama Rovert tengah berlari menyusul Rovert yang membawa Xabara.
"aah..? iya..! kenapa aku melupakan hal penting ini." gumam Ariel Terre akhirnya faham situasinya.
Ariel Terre juga pernah ada di posisi Xabara tapi tidak dilindungi oleh Rovert malah dibiarkan saja Ariel Terre ditid*ri banyak lelaki.
"jal*ng itu memang sangat penting bagi Tuan Rovert, lihat saja apa yang aku lakukan." geram Ariel Terre semakin dengki saja Xabara dilindungi oleh Rovert.
.
di dalam Mobil,
Xabara menoleh ke Para lelaki berpakaian Formal (Rekan kerja Rovert) tengah menggedor-gedor kaca Mobil.
"Roverrt...! turunkan Xabara..! dia milik kami sebelum menikahimu, bukankah kau sudah tau ritual kita semua? walaupun kau tidak mau tapi itu semua sudah menjadi bagian dari kontrak kita."
"kau mau kami batalin Kontrak kita?"
"biarkan kami memilikinya 1 malam saja."
Rovert didalam Mobil melaju kencang mengabaikan ocehan mereka semua, Xabara seperti mengerti satu hal.
"apa mereka menganggapku jal*ng?." tanya Xabara serius tiba-tiba.
Rovert menoleh, "maaf..! aku ingin menjelaskannya padamu tapi aku tidak menyangka kalau mereka akan langsung berbuat di malam ini juga."
Rovert meminta maaf? Xabara sangat tau dari Profil data yang Ia ketahui Rovert tidak pernah minta maaf pada siapapun tapi Xabara tidak berpikir lebih. pasti Rovert hanya melindungi Xabara karna tertera dalam Kontrak mereka salah satu syarat Xabara yang mau menjadi Istri Rovert yaitu tidak boleh di anggap jal*ng.
"aku bukan bermaksud merendahkanmu, ada hal yang harus aku jelaskan padamu supaya kamu bisa berjaga-jaga karna aku tau kau seorang anggota Higanbana, aku tau para perempuan Higanbana sangat diincar oleh Pengusaha seperti kami karna sebenarnya mereka semua tidak mau Istri mereka dibagi-bagi." jelas Rovert.
"jelaskan dengan rinci!" pinta Xabara.
Rovert melajukan mobilnya ke arah lain dengan kecepatan tinggi dan menceritakan semuanya pada Xabara tanpa ada yang di tutupi. Xabara terkejut mendengar Rahasia besar Pengusaha Besar itu, terjawab sudah alasan mengapa Xabara menjadi buronan para Lelaki Kaya-raya.
"aku tidak menyangka ada perjanjian seperti itu, apa itu alasannya kau tidak mau menikah?" tanya Xabara.
Rovert mengangguk, "setidaknya aku tenang karna aku menikahi seorang Anggota Higanbana."
.
.
__ADS_1
.