Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
pameran (Part. 2)


__ADS_3

.


.


.


"jangan sok akrab denganku." ketus Xabara memilih pergi.


Bramasta mengejar Xabara bahkan sampai rela mendorong-dorong tamu undangan yang ada di acara pameran itu.


"Rovert dimana sih? tidak mungkin aku menyerang banci dibelakang ini saat banyak mata yang melihatku." gerutu Xabara sangat pelan nyaris tak didengar oleh siapapun.


"Xabara!? aku membelikanmu sebuah Lukisan !" Bramasta dengan tak tau malunya memegang lengan Xabara segera ditepis oleh Xabara lagi.


"apa kau tidak punya malu? aku sudah menikah dan aku peringatkan sekali lagi ya? kau tidak berhak memanggilku Xabara hanya Suamiku saja yang boleh memanggilku seperti itu." kecam Xabara dengan mata melotot geram.


Bramasta tersenyum lebar, "kau sungguh cantik Xabara walaupun beberapa tahun telah terlewati."


Xabara memutar bola matanya dengan malas, "tentu saja aku harus cantik kalau tidak bagaimana aku bisa mendapatkan Pria sempurna seperti Rovert?"


Bramasta mengepalkan tangannya, "kau menggoda Tuan Rovert?"


"hmm!? aku menggodanya dan dia langsung terpikat malah minta cepat menikah denganku walau baru bertemu beberapa hari." jawab Xabara santai.


"kenapa dari sekian banyak lelaki harus dia?" tanya Bramasta tak terima.


Xabara menaikkan sebelah alisnya, "aku menyukainya."


"dia G*y !?" tegas Bramasta.


"dia tidak G*y, tidak usah mencampuri masalah Rumah Tangga kami lebih baik kau pergi dan cari perempuan lain, jangan mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah aku berikan padamu." tegas Xabara.


Xabara berlari mengangkat gaunnya meninggalkan Bramasta yang mematung dengan wajah memerah.


"jika dia tidak juga berhenti apa yang harus aku lakukan? apa aku harus membun*hnya? apa identitasku akan aman jika aku menghabisinya? sepertinya aku harus buat dia mati tapi dengan cara lain." geram Xabara yang sudah tidak tahan dengan senior tidak tau malu itu.


Xabara berjalan ke Toilet lelaki dan melihat banyak sekumpulan lelaki baru saja keluar dari sana, mereka tampak terpana melihat Xabara. Xabara memperlihatkan cincin pernikahannya dan menjelaskan dalam bahasa asing bahwa Ia sudah menikah kini sedang mencari suaminya.


tak mau mencari keributan di acara Pameran akhirnya mereka semua membubarkan diri sambil memandang Xabara lekat-lekat kecantikan perempuan Asia sangat memikat jika sudah diatas rata-rata.


Xabara memiliki mata yang besar seperti boneka, hidung yang mancung ditambah bibirnya yang memiliki bentuk sempurna padahal memakai Lipstik warna peach, sebenarnya warna bibir asli Xabara merah Ceri, pipi yang tembem terlihat sangat menawan jika tidak tersenyum sama sekali.


"huuh!!?" Xabara mengelus dada.

__ADS_1


"kenapa pengawasan mereka semua semakin ketat saja? mereka memang tidak akan melepaskan orang-orang King Demon walaupun sudah bertahun-tahun lamanya?" batin Xabara dengan kesal.


Xabara celingukan ke arah Toilet Pria, "Rovert?" panggil Xabara dengan ragu-ragu memasuki Toilet itu.


"Xabara?" Rovert pun muncul di hadapan Xabara tentu kaget ternyata Xabara menyusulnya.


"apa ada masalah?" tanya Rovert sembari mendekati Xabara dan memegang bahu Xabara.


Xabara menggeleng, "kenapa kau lama sekali? apa kau sakit perut?"


"tidak juga aku merasa gerah." jawab Rovert.


Xabara mengerutkan keningnya, "aku malah kedinginan !? apa kau tidak terasa dingin dengan AC di Ruangan ini?"


Rovert gelagapan, "iya, maka nya aku pergi karna berpikir aku ini sedang sakit."


Xabara mendekatkan wajahnya di wajah Rovert sehingga wajah Rovert yang basah kembali memerah, "iya juga wajahmu terlihat aneh." gumam Xabara yang ajaibnya begitu polos.


"benarkan? ahaha!? aku sangat kepanasan." kata Rovert mengipas-ngipasi wajahnya.


Xabara menjauhkan wajahnya, "lalu kita akan pulang? apa tidak bisa ditahan sebentar? bukankah kau berjanji akan menemaniku!"


Xabara tidak merasa Rovert mencintainya malah berpikir Rovert hanya ingin balas dendam pada Orang yang dianggap sampah olehnya dengan membawa Higanbana, Xabara tidak merasa rugi karna Ia memiliki anggota baru yang sangat berpengaruh tapi bukan berasal dari dunia Mafia.


mereka kembali ke Pameran, Rovert merasa heran mengapa Xabara merangkul lengannya sepanjang jalan ketika Ia menoleh dan sadar Bramasta berjalan ke arahnya.


"Xabara? sudah aku bilang kau akan suka Lukisan ini, kau mau? aku sudah membelinya, ambillah!?" senyum lebar Bramasta.


Rovert akhirnya faham lalu tangannya yang dirangkul Xabara berpindah kini malah melingkarkan tangannya di pinggang Xabara.


"ohh!!? ini dia Pria yang menghalangiku ya? Dr. Bramasta." tekan Rovert dengan nada merendahkan.


Bramasta melihat ke Rovert dan jujur saja Ia sangat kesal melihat tangan kekar Rovert melingkar dipinggang Xabara dan terlihat jelas Xabara tidak keberatan dengan hal itu.


"anda mengenalku? baguslah!!? aku memang sangat populer dikalangan wanita." jawab Bramasta seakan menyindir Rovert yang tidak pernah berhubungan dengan wanita.


Rovert tersenyum miring lalu beralih ke Xabara, "sayang? apa dia mantanmu?"


Xabara menggeleng, "dia hanya mantan seniorku ketika menjadi dokter magang tahun pertama."


"sepertinya dia sangat menyukaimu sayang." kata Rovert sembari mendekati wajahnya di pipi Xabara.


"Rovert aku sama dia tidak punya hubungan apapun, lagian kenapa aku mau menikahimu jika aku tidak menyukaimu." kata Xabara dengan datar.

__ADS_1


Rovert tersenyum mengecup pelipis Xabara yang memejamkan matanya seakan mengizinkan Rovert menciumnya.


"hanya ini trik terakhir untuk membuatnya mundur." batin Xabara lalu perlahan membuka matanya.


"Xabara dia ini G*y apa kau tidak sadar juga? dia tidak normal sama sekali, aku yakin dia hanya memanfaatkanmu saja." peringatan Bramasta.


Rovert tertawa mendengarnya lalu wajahnya berubah dingin, "jauhi Istriku!? hubungan kami sangat baik-baik saja jadi tidak usah menyebarkan rumor palsu untuk membuatnya jauh dariku."


Rovert membawa Xabara pergi dan akan memberikan Lukisan yang lain untuk Xabara, yang jelas bukan dari Bramasta.


Bramasta menggeretakkan giginya kuat-kuat, Ia tidak akan menyerah mendapatkan Xabara sebelum Shen bertindak lebih maka Bramasta harus menjadi Suami selanjutnya bagi Xabara, saingan cinta Bramasta memang banyak walaupun Xabara sudah menikah.


.


di Hotel,


"oh jadi begitu." Rovert mengangguk mendengar segala penjelasan Xabara tentang hidupnya yang selalu bersembunyi dari kejaran musuh di dunia mafia serta kejaran Pria penggila wajah cantik saat Xabara hidup normal.


"sudahlah! kenapa aku jadi menceritakan masalahku padamu, cepat bersiap !! aku akan menemui makam Kakekku." kata Xabara hendak bangkit lalu Rovert berdiri mengejar Xabara dan tepat menghalangi jalan Xabara.


"dengan penampilan seperti apa?" tanya Rovert.


"seperti biasa Ninja." jawab Xabara.


Rovert menggeleng tak terima lalu menceritakan segala konsekuensi yang akan Ia terima jika mereka berdua tertangkap, Rovert merasakan betapa terobsesinya musuh King Demon menemukan orang-orang King Demon, jika Xabara bersikeras jelas mereka akan tau Xabara adalah salah satu incaran mereka semua.


"lalu maumu?" tanya Xabara.


"pakai pewarna kulit dan ini." pinta Rovert sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Xabara mengambil itu dari tangan Rovert, "apa aku harus memakai tompel ini?."


Rovert mengangguk, "aku tau kamu kuat tapi alangkah lebih baiknya lagi kita mencegah dari pada berkelahi."


Xabara tersenyum tipis, "tidak aku sangka kau jauh lebih baik dalam hal menyamar."


"tidak sebaik Ratu-Ku." balas Rovert tersenyum tipis.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2