
.
.
.
malam itu juga Rovert dan Xabara berangkat ke Luar Negeri, Aya tinggal di Mansion Ratu untuk memastikan Ratu baik-baik saja.
"Tante silahkan dimakan !" pinta Aya tersenyum manis.
Ratu tersenyum, "Xabara pasti sangat menyayangimu ya sayang?"
"hehe!" Aya hanya nyengir.
Ratu merasa beruntung memiliki menantu seperti Xabara, sangat cantik dan menyayanginya melebihi apapun sampai mengalahkan rasa sayang anaknya pada Ratu, Ratu tidak tau apa yang terjadi dengan Xabara yang jelas Ia tau kalau Xabara adalah gadis yang haus akan kasih sayang.
"Tante akan langsung pingsan ditempat jika tau Nona Xabara itu sangat kejam bukan manis seperti yang Tante katakan." batin Aya terkikik mendengar seseorang memuji Xabara sangat baik hati.
"tapi jangan panggil Tante dong sayang, coba panggil Mom juga bagaimana? Xabara memanggil Mom dan kamu itu adiknya berarti harus panggil Mom juga dong." Ratu.
Aya mengangguk patuh, "tapi harus dihabiskan ya Ta? ehh..? hehe Mom."
Ratu mengambil piring yang diberikan Aya lalu memakannya dengan lahap.
.
di dalam Pesawat.
Rovert seperti peliharaan Xabara yang sangat dekat dengan Xabara, Xabara menonyor kening Rovert berkali-kali tapi Pria gagah itu selalu saja bertingkah seperti anak kecil pada Xabara.
"Rovert sadarlah!" kesal Xabara.
"aku tidak bisa sadar jika berada didekatmu sayang, tutup lah sihirmu ya? aku tidak sanggup menahan diri dari pesonamu." ucap Rovert dengan lemas.
Xabara menoleh ke beberapa tamu VVIP disekitarnya tengah tertawa, betapa malunya Xabara hanya bisa menggerutu dalam hati dan membiarkan Rovert bersandar padanya karna tidak mau malu berdebat didepan banyak orang.
Rovert tersenyum penuh kemenangan di bahu Istrinya, tidak peduli Xabara mencintainya atau tidak yang jelas Xabara Milik Rovert Maldev sedangkan surat Kontrak Pernikahan mereka telah dibakar habis oleh Rovert.
selama kurang lebih 24 jam didalam pesawat akhirnya mereka tiba di Bandara terdekat dengan Acara yang akan diselenggarakan untuk para pengusaha besar dan Orang-orang terpilih yang sulit ditemukan. Rovert merangkul Xabara sedangkan Xabara tidak membawa apapun sebab Kopernya dibawa oleh Rovert.
setibanya di Hotel,
"istirahatlah sayang!" pinta Rovert mengelus kepala Xabara.
Xabara menatap Rovert yang memperlakukannya dengan lembut, Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu tidak pernah menuntut apapun walau tau hidupnya Xabara bermasalah tapi tidak pernah memaksa Xabara untuk melayani Rovert.
"suamimu ini memang tampan." kekeh Rovert mencondongkan badannya ke arah Xabara.
__ADS_1
Xabara tersenyum tipis, "dasar narsis!"
"yah !?" balas Rovert mencubit pelan pipi Xabara.
Rovert pun hendak pergi lalu Xabara menahan lengan Rovert tentu saja Pria itu menoleh ke Xabara, "kenapa sayang?"
"mau kemana?" tanya Xabara.
Rovert melepaskan tangan Xabara lalu mengecup punggung tangan Xabara, "aku keluar sebentar mencari makanan untuk kita makan sayang! apa yang kamu takutkan hmm? aku tidak akan bisa jauh darimu, tidurlah."
Xabara melepaskan tangannya dari Rovert yang begitu manis padanya, tidak ada ciuman atau apapun tapi hanya perlakuan kecil itu saja bisa membuat Xabara merasa hatinya tidak nyaman bukan karna tidak suka hanya merasa aneh saja.
Rovert mengelus kepala Xabara lalu segera pergi dari Kamar itu, Xabara diam ditempat sambil melihat sekeliling.
Xabara menghidupkan Ponselnya yang dimatikan selama dalam pesawat lalu Ia menghubungi Ratu menanyakan keadaan Momnya itu.
panggilan terputus lalu Xabara mendapat sebuah pesan dari Aya padahal tadi baru saja telfonan.
"Nona sebenarnya ada masalah apa anda dengan Lios? kenapa orang-orangnya mengawasi Mansion ini?." pesan Aya.
Xabara menghela nafas lalu membalas pesan Aya bahwa Ia tidak bisa cerita lewat ponsel lain kali saja dan Aya tidak lagi bertanya.
Xabara pun membaringkan tubuhnya di atas Ranjang malah tidak bisa tidur karna badannya terasa gatal segera Ia berendam di Bath-up.
"apa ini perasaanku yang sebelumnya? Lios akan tau identitasku kalau dia sendiri yang turun tangan mengejarku, huhhh!!?" Xabara memejamkan matanya.
.
Rovert dan Xabara memasuki Acara yang sangat dijaga ketat, beberapa kali mereka harus melewati berbagai pemeriksaan sesuai jenis kelaminnya.
"sayang? kamu tidak apa? apa itu membuatku kesal?" tanya Rovert memegang kedua bahu Xabara.
Xabara menganggukkan kepala mengakui itu, "aku tadi ingin sekali mematahkan tangan wanita itu."
Rovert menggenggam tangan Xabara, "sudah aku bilang tempat ini sangat tertutup dan tidak sembarangan orang bisa memasuki acara ini."
Xabara pun tidak menjawab lalu Rovert membenahi gaun Xabara seperti seorang Pelayan saja, Xabara memperhatikan gerak-gerik Rovert yang memperlakukannya begitu baik.
sesampainya di dalam acara, beberapa kali mereka melihat para petugas bolak-balik disekitar acara jumlahnya tidaklah sedikit seperti ratusan saja, berbagai para pejabat tinggi, pengusaha merata milyader, datang ke acara dengan pengawalan masing-masing.
"kamu melihatnya sayang?" bisik Rovert.
"dimana?" tanya Xabara dengan datar.
"ikut aku!" Rovert menarik pinggang Xabara membawa Xabara ke tempat minuman, Rovert dan Xabara berpura-pura minum sambil melihat sekitar dan tingkah keduanya tidaklah mencurigakan.
Rovert mendekati Xabara nyaris seperti berciuman, "arah jarum jam 2 dan lihat dengan hati-hati! aku mengingat lambang orang yang mengejar kita itu golongan Mafia King Barbel, dia menjadi pejabat tinggi dan sangat berkuasa sekarang." bisik Rovert sangat mesra.
__ADS_1
Xabara melihat ke arah petunjuk Rovert dengan sangat hati-hati dan bisa Ia lihat sosok Pria beruban, Xabara mengerutkan keningnya.
"Barbel?" gumam Xabara.
Rovert terkejut Xabara tidak tau siapa itu Barbel, "kamu tidak tau sayang?" tanya Rovert berbisik.
Xabara menggeleng kepalanya, "aku pernah dengar sekali dan aku tidak tertarik sama sekali".
jika Xabara tidak tertarik tentu saja Ia akan malas mencari tau, Kakeknya juga tidak pernah mengatakan apa-apa tentang Barbel begitu jelas hanya sepenggal-sepenggal saja.
Flasback On ingatan Kecil,
"hati-hatilah nak!! hidup di dunia hitam penuh dengan kekejaman dan haus tahta serta dar*h, Kakek memang yang terkuat tapi ada Pria yang sangat dendam pada Kakek namanya Barbel."
"siapa Barbel itu Kek?" tanya Xabara kecil.
"sejak Kakek muda kami selalu saja bermusuhan sampai sekarang, Kakek merasa umur Kakek tidak akan lama lagi karna dia sedang merangkak sebagai Pejabat tertinggi disini sudah jelas Kakek menjadi incarannya."
"kalau begitu Aku akan menghabisinya untukmu Kek!" kata Xabara kecil.
"nak! kamu masih terlalu kecil, kamu harus mencari Pria yang sangat kuat dan rela melakukan apa saja untukmu lalu habisi dia dengan tangan orang lain ketika sudah berada di puncak tertinggi."
Flasback On,
"sayang?" Rovert menangkup kedua pipi Xabara yang tersadar seketika.
Xabara menatap Rovert serius, "siapa namanya?"
Rovert mendekatkan bibirnya di telinga Xabara, "barbel, dia Mafia terkuat setelah King Demon. sejak aku belajar beladiri di Kanada permusuhan Demon dan Barbel sudah sangat terkenal."
Xabara terdiam tangannya terkepal kuat lalu Rovert memeluk Xabara.
"tenangkan dirimu!? kamu harus tiba dipuncak tertinggi lalu habisi dia lewat tangan orang lain." bisik Rovert.
perkataan Rovert membuat Xabara tersentak, "kenapa nada bicaramu mengingatkanku padanya?"
"pada siapa?" tanya Rovert bingung.
"Kakek angkatku." jawab Xabara serius.
Rovert menggaruk kepalanya yang tak gatal, "aku tidak pernah bertemu dengan Kakek angkatmu itu."
"mungkin hanya kebetulan saja." ujar Xabara yang merasa tenang dengan kata-kata itu.
.
.
__ADS_1
.