
.
.
.
Xabara dan Rovert telah tiba di Bandara Negara Kelahiran.
Rovert dengan wajah dingin sementara Xabara tidak ada senyumnya sama sekali, pasangan itu memang tidak ramah tapi kalau Xabara disapa Xabara bisa lebih ramah dari perkiraan kecuali laki-laki yang menyapa Xabara jangankan menyahut melirik pun tidak akan pernah.
"Aya kau?" Xabara kaget melihat Aya menjemputnya.
Aya tersenyum lebar, "silahkan masuk Nona?"
Aya hendak membukakan pintu tapi Xabara menahannya, "ada apa Nona?"
"kau duduk dibelakang denganku!" titah Xabara lalu mereka berdua menoleh ke Rovert yang sudah tau jawabannya.
Rovert pun melangkah ke Kemudi dan Xabara tersenyum tipis saja akan kepatuhan Rovert padahal Pria itu seorang Pengusaha yang memiliki tingkat harga diri sangat tinggi, mana mungkin mau disuruh-suruh.
.
di dalam Mobil,
"benarkah Nona?" tanya Aya tidak percaya.
Rovert masih tenang mengemudi walau emosinya terpancing tapi Rovert bisa mengendalikan amarahnya.
"aku tidak peduli jabatannya! siapapun yang berani menargetkan Istriku maka akan aku lawan dia dengan segala kemampuanku." batin Rovert pura-pura tidak dengar percakapan Xabara dan Aya.
"hmm! aku rasa dia akan menargetkanku, inilah rasa takutku sebelumnya yang akan cepat ketahuan." Xabara memejamkan matanya sambil bersandar melipat kedua tangan dengan duduk anggunnya itu.
"apa perlu saya melawannya juga Nona?" tanya Aya.
Xabara membuka matanya melihat ke Aya, "kalau aku ketahuan apa kau fikir aku bisa diam? aku akan menghabisi siapa saja yang tau wajah asliku."
Xabara mengelus kepala Aya, "kau tidak perlu mengkhawatirkan aku Aya, aku sudah pernah bilang pada kalian untuk berlatih kan?"
Aya menundukkan kepalanya, "baiklah Nona! saya sedang berlatih Kung-Fu mematikan supaya saya bisa mematahkan batu-bata."
__ADS_1
Xabara tersenyum, "kemampuanmu sudah menengah jika diasah lagi aku yakin kau bisa mengalahkanku."
Aya menatap tak suka perkataan Xabara, "memangnya kapan saya akan melawan Nona?"
Xabara terkekeh, "aku ralat jadi Rivalku yang tangguh seperti Rovert."
Aya melihat ke arah Rovert, "dia juga bersembunyi dengan baik ya Nona? sangat tidak diduga Pria g*y ini adalah Serigala hitam yang terkenal itu."
"aku mendengarmu !" seru Rovert.
Aya diam saja, Ia tidak takut dengan Rovert karna menurutnya yang patut Aya hormati hanya Xabara kalau Rovert yang dianggap sebaya dengannya dan kalaupun hormat hanya sebatas Rival yang kuat saja.
"kenapa perempuan Higanbana memiliki kepribadian yang tidak tau sopan santun? aku lebih tua darimu." kata Rovert tak terima sebab tak ditanggapi oleh Aya seolah Rovert itu hanya hantu yang tidak bisa dilihat ataupun didengar.
"sudahlah! kalian itu bersaudara dalam kesatuan Higanbana jadi jangan membuat ku pusing." Xabara menengahi.
Rovert dan Aya pun tidak lagi berdebat hanya memilih diam.
sesampainya di depan gerbang Mansion,
Rovert melirik sekitar banyak yang mengawasi Mansion itu, "bagaimana caramu keluar kalau begini pengawasan mereka sayang?" tanya Rovert.
"mereka hanya menjalankan perintah saja, kamu tenang saja Rovert! aku tidak selemah itu. berdasarkan analisisku sudah jelas Lios yang akan turun tangan menyerangku." kata Xabara dengan santai.
"huhh!!? mereka sangat menjengkelkan." gerutu Aya.
Aya tau Xabara kuat tapi namanya Aya takut Xabara terluka jadi banyak khawatirnya dari pada rasa percaya nya.
Rovert diam sedang memikirkan cara untuk membantu Xabara tanpa sepengetahuan Xabara.
ketika sudah memasuki Mansion ternyata Ratu telah menunggu mereka semua, Ratu begitu antusias mencari Xabara bukannya Rovert anak kandungnya sendiri, Rovert tidak peduli dianggap benalu sekalipun oleh Ratu bahkan tidak iri sama sekali Ratu lebih mencintai Istrinya dibanding dirinya. Aya tercengang melihat perlakuan Ratu kepada Xabara seperti Xabara anak kandung Ratu sementara Ia melihat Rovert menurunkan Koper serta oleh-oleh nya dibantu Pelayan.
"apa yang kamu lakukan Aya?" tanya Ratu melihat Aya mematung.
"ah? iya Mom." jawab Aya pun berlari menyusul Ratu dan Xabara meninggalkan Rovert yang masih sibuk seperti seorang Supir saja.
ketika semua barang-barangnya sudah diangkut Pelayan menuju kamar Rovert mencari Xabara dan mengecup kening Xabara lalu izin ke Kamar untuk istirahat.
Aya terperangah melihat interaksi Rovert dan Ratu tidak semanis yang Ia bayangkan, bagaimana bisa anak dan Ibu kandung bertingkah seperti anak dan ibu tiri benar-benar aneh.
__ADS_1
Xabara memegang tangan Aya, "kenapa?" tanya Xabara.
"Nona apa Nyonya Ratu memang Ibu Kandung Tuan Rovert?" tanya Aya berbisik.
Ratu tertawa mendengar pertanyaan polos Aya yang malah kaget dan begitu malu karna Ratu mendengar pertanyaan nya ke Xabara.
"kamu pasti heran sayang hubungan kami tidak semanis ketika ada didepan publik." ujar Ratu.
Xabara tersenyum saja lalu diam mendengarkan cerita Ratu tentang masa kecil Rovert sehingga wajah Xabara berubah serius.
"Rovert pernah di culik mom?" tanya Xabara kaget.
Ratu tersenyum sendu, "iya sayang ! Rovert pernah diculik waktu umurnya 12 tahun dan itu sempat membuat Rovert down tidak pernah mau mengeluarkan suara sepatah katapun sampai Kami membawa Rovert ke Kanada."
"ketika Rovert sudah bisa beradaptasi dan masalah besar menimpanya lagi, dia kehilangan Papanya ketika masih remaja." sambung Ratu lagi.
Ratu tersadar menghapus air matanya, "tidak usah cerita masa lalu yang jelas perubahan masa lalu Rovert itulah yang membuatnya tidak suka di anggap lemah jadi Mom suka berdebat dengannya dan berlagak tidak peduli."
Aya tidak menyangka ada masalalu Rovert seperti itu dilihat dari segi manapun Rovert hanya Pria sempurna yang bahagia dari kecil serta banyak uang tapi ternyata punya masa lalu kelam juga tak berbeda jauh dengan Ratu serta Anggota Higanbana lainnya.
Ratu memegang kedua tangan Xabara, "banyak hal yang telah berlalu tapi menurut Mom hadiah dari semua masa lalu kelamnya adalah kamu sayang."
Xabara tersenyum mendengarnya, "aku pikir aku yang sangat menderita tapi ternyata banyak yang lebih menderita dariku, ketika Remaja saja aku kehilangan Papaku hidupku seperti sudah hancur lalu bagaimana denganmu Xabara? kau sangat kuat." berbagai potongan ingatan tentang semua kata-kata Rovert selama ini terngiang-ngiang di benak Xabara.
.
Xabara memasuki kamarnya dan bisa melihat Rovert tidur di sofa dengan posisi duduk bersandar.
Xabara memperhatikan Rovert yang selama ini terang-terangan menghormatinya,
"aku senang kau bertahan dengan sangat baik." gumam Xabara mengulang kata-kata Rovert yang pernah ditujukan pada Xabara.
Xabara tersenyum tipis, "pantas saja dia tau betapa sulitnya hidupku dulu dan dia tau kalau selama ini aku tidak hidup tapi hanya bertahan hidup, dia bangga aku bisa balas dendam hanya dalam jangka waktu 3 tahun sementara dia butuh waktu 10 tahun untuk balas dendam." batin Xabara.
"jika memiliki pasangan yang punya masa lalu kelam memang tidak buruk." gumam Xabara yang merasa sedikit lebih baik ternyata Rovert tidak berbohong yaitu sekedar menghiburnya saja dengan kata-kata tapi memang tulus berdasarkan pengalaman Rovert sendiri.
.
.
__ADS_1
.