
.
.
.
Xabara akhirnya bisa tenang saat dipelukan Rovert,
"Kakekk???" racau Xabara dengan suara bergetar.
Rovert mengerutkan keningnya tapi tak jua melepaskan Xabara dari pelukannya malah merangkul Xabara semakin erat.
"tidurlah dengan baik sayang!! aku disini akan melindungimu." bisik Rovert.
Rovert terus mengatakan hal yang sama sampai tubuh Xabara yang gemetar semakin tenang, Rovert mengecup kening Xabara.
"apa yang telah kamu lalui Xabara?? apa yang kamu takuti?" batin Rovert mengelus kepala Xabara yang sudah tenang.
Xabara semakin melingkarkan tangannya di pinggang sampai punggung Rovert serta bibirnya meracaukan hal yang sama yaitu Kakek.
Rovert menggendong Xabara lalu meletakkan tubuh Xabara di ranjangnya tapi Xabara tidak mau melepaskan Rovert, alhasil Rovert berbaring disamping Xabara yang semakin menempel ke Rovert.
.
pagi-pagi,
pintu terbuka menampilkan sosok Ratu yang tengah mengendap-ngendap memasuki Kamar Rovert, Ia tersentak melihat Xabara menggeliat pelan dipelukan Rovert segera Ia keluar sambil tersenyum lebar, Ratu sangat menyukai posisi sepasang suami Istri itu.
perlahan Xabara mengerutkan keningnya meraba sesuatu yang terasa keras dan kokoh, "hmm??"
Xabara membuka matanya dan terbelalak melihat Rovert, "ken--kenapa aku disini??"
Xabara tidak berpikir Rovert melakukan sesuatu padanya dilihat dari tindakan Xabara ketika membuka mata sedang memeluk Rovert begitu erat, "haiiihhh !!? apa aku menyentuhnya? aku memeluk Pria ini? Xabara sadarlah!!? dia bukan Aya." batin Xabara.
Xabara perlahan mengangkat tangannya sambil mengumpat dalam hati karna tindakan memalukannya itu, Xabara tau kalau terkadang ada suatu malam Ia akan meracau dan menangis. Aya telah memberitaunya tapi Xabara tidak mengira akan kumat lagi padahal Ia sudah lama tidak memimpikan hal itu lagi jadi mengira sudah sembuh.
"hmmm? sudah bangun??" suara Rovert yang khas bangun tidur seketika membuat Xabara segera duduk dengan wajah memerah.
Xabara tidak cinta tapi hal itu sangat memalukan bagi seorang perempuan sepertinya yang tidak pernah menunjukkan kelemahannya pada Pria manapun.
"aa--akuu??" Xabara tidak tau mau menjelaskan situasinya.
"tenang saja aku tidak melakukan apapun!! bisakah kau mengambilkan pakaianku di Kamar sebelah? aku ingin memakai set formal pemberian Tante Taylor." alih Rovert.
__ADS_1
"aah!! Iya akan aku ambilkan." Xabara buru-buru bangkir dan berlari keluar kamar Rovert.
Rovert mengulum senyumnya karna tau Xabara pasti ingin menyembunyikan wajahnya jadi Rovert sengaja meminta Xabara pergi untuk menenangkan diri.
Perasaan malu saat ada orang yang tau Kelemahan bagi seseorang yang punya harga diri begitu tinggi seperti Xabara sudah pasti sangat menjengkelkan, Rovert pernah merasakannya begitu menjengkelkan ketika gadis yang pertama kali Ia sukai melihat kelemahannya bahkan menyelamatkan Rovert dari kematian.
Xabara tiba di Kamar sebelah dan merosot ke bawah, "Xabara?? apa yang kau lakukan?" rutuk Xabara meremas kepalanya.
"hancurlah image ku yang sangat menakutkan dan dia sudah melihatnya, bagaimana caraku berhadapan dengannya?" oceh Xabara.
Xabara bertingkah seperti anak kecil yang baru saja ketahuan bolos sekolah oleh gurunya padahal masalahnya tidaklah sebesar itu.
"memalukan sekali!!" gumam Xabara sungguh menjengkelkan.
Xabara menenangkan diri cukup lama lalu bergerak mencari pakaian yang dimaksud Rovert, ketika Xabara kembali ternyata Rovert sudah selesai mandi.
Xabara berdiam diri didepan Rovert, diam-diam Rovert melirik tingkah Xabara yang sungguh menggemaskan.
"dimana sifat bar-barmu sayang? kamu sangat manis seperti ini hmm? aku ingin sekali memelukmu." batin Rovert.
Xabara masih tidak bereaksi, "Rovert Ka---kau ..?."
"aku berjanji tidak akan mengatakan apapun." potong Rovert.
"bisakah kau memakaikan dasiku nanti?" tanya Rovert mengalihkan.
Xabara menaikkan sebelah alisnya, "apa kau tidak bisa memasang dasi??"
"biasanya seperti ini tapi Tante Taylor memberiku Dasi yang harus belum jadi ??." Rovert memperlihatkan model dasi yang biasa ia kenakan adalah dasi instan sedang ditangan lainnya kebalikannya.
Xabara melihat itu pun menganggukkan kepalanya, Ia pun membantu Rovert berpakaian. Xabara merasa otaknya sudah bergeser saking takutnya Rovert membahas hal memalukan itu.
Rovert bisa melihat wajah Xabara yang tengah membantunya memasang dasi, "cantik sekali!! inilah Rupa Ratu Higanbana yang sebenarnya, aku sangat beruntung berhadapan dengannya." batin Rovert menahan senyum sekuat tenaga.
"tampaknya kau juga tidak bisa ?." Rovert memperhatikan raut wajah Xabara berkerut.
"aku bisa melakukannya hanya saja aku sedang membentuk dengan cara yang sempurna." keluh Xabara.
Rovert pun diam sambil menunggu Xabara selesai, "sudah??" tanya Rovert saat Xabara menurunkan tangannya.
"sudah." jawab Xabara.
"ayo kita berangkat bersama nanti aku akan menurunkanmu di Apartemen." ajak Rovert.
__ADS_1
.
Rovert mengerutkan keningnya heran mengapa Ratu terlihat bahagia sekali akan sesuatu.
"Mom jangan macam-macam?" ancam Rovert seakan tau ada maksud tersembunyi dibalik senyum bahagia Ratu.
"apa nya? Mom hanya bahagia pada menantuku." ledek Ratu.
Ratu berbicara sangat manis pada Xabara sehingga Rovert merinding, hubungan Ratu dengan Rovert tidak semanis orang lain bayangkan sebab selalu saja bertengkar masalah menantu belum lagi skandal Rovert yang suka bat*ngan, Ratu selalu mengancamnya akan mengganti kelam*n Rovert jika tidak mau berkencan dengan perempuan pilihannya.
"tidak apa Mom!" ucap Xabara tersenyum lebar pada Ratu yang sangat menyayanginya begitu tulus.
terbesit perasaan iri dihatinya pada Rovert yang memiliki Ibu seperti Ratu, berbeda dengan Rovert malah merasa ibunya merepotkan hanya karna masalah dirinya normal dan tidak normal, maka nya Ratu seperti wanita kesurupan ketika tau Rovert dihubungi oleh perempuan hingga nekat ajak ketemu.
"jangan terlalu stres ya sayang? Mom tidak mendesakmu untuk cepat hamil ok? Mom tau kalian juga sedang berusaha." kata Ratu ambigu.
Xabara dan Rovert saling pandang lalu tersenyum kikuk saja menutupi semuanya tapi Ratu malah berpikir Xabara dan Rovert sedang malu, sungguh Ratu tidak pernah mencurigai hubungan palsu keduanya karna memang tidak terlihat celah kebohongan diantara Xabara maupun Rovert.
.
di dalam Mobil,
"aku rasa Mom melihat kita tidur berpelukan tadi pagi." ucap Rovert tiba-tiba memecah keheningan.
Xabara menoleh ke Rovert, "ha? itu sebabnya Mom seperti tadi?"
Rovert mengangguk lalu menghela nafas berat, "aku takut hubungan kontrak kita diketahui olehnya."
Xabara diam memikirkan perkataan Rovert, tidak ada pembicaraan apapun diantara keduanya setelah itu.
Rovert melirik ponselnya yang bergetar lalu mengangkatnya ternyata dari Barrest yang mengatakan Randy datang ke Perusahaan pusat untuk mengadukan sesuatu hal yang sangat penting.
"kenapa dia datang ke Perusahaan pusat? apa kamu mau ikut?" tanya Rovert ke Xabara.
"boleh." jawab Xabara tanpa berpikir karna Ia ingin menampar Randy dengan kata-kata kejam yang dulu pernah dikatakan Randy.
Rovert membawa Xabara ke Perusahaannya, disepanjang perjalanan semua orang begitu hormat pada Xabara setiap kali gadis itu muncul. isu-isu Rovert dan Xabara telah menikah tanpa sepengetahuan publik telah sampai ketelinga setiap karyawan Rovert.
.
.
.
__ADS_1