Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
berlalu


__ADS_3

.


.


.


"dia selalu mengatakan kalau selama ini dia memasak untuk dirinya sendiri dan sebenarnya tidak terlalu menyenangkan tapi sejak bertemu denganku, dia bahagia memasak untukku...!" oceh Irene.


"dia sangat manis..! terimakasih padamu sahabatku telah mempertemukan kami." Irene melebarkan tangannya lalu memeluk Xabara dengan manja.


Xabara menggeleng heran saja, "waktu pertama kali dipertemukan kamu bilang dia Pria cab*l sekarang apa kamu lupa kata-katamu sendiri?" sindir Xabara sambil tertawa.


Aya terbahak saja melihat wajah kusut Irene yang menjelaskan Ia hanya salah faham.


"dia itu hanya terkejut kenapa bisa memegangku maka nya dia terlihat cab*l dimataku..? aku mana tau dia seperti itu." jelas Irene.


"ya..! ya..! ya...!" sahut Aya.


"sudahlah..! kenapa kalian jadi meledekku? lebih baik kalian membantuku bagaimana caranya biar cepat punya keturunan, aku ingin punya anak Triple kembar." putus Irene tiba-tiba.


Aya dan Xabara terbatuk-batuk seketika, mereka berdua tidak menyangka Irene pengen banget cepat-cepat hamil padahal umur pernikahan Irene belum cukup 1 bulan.


"aku tidak tau.!" jawab Aya membuang muka lalu Irene memandang Xabara yang memasang wajah datar.


"kamu pikir mengandung 2 anak mudah? tapi kamu malah mau Triple? apa otakmu udah geser gara-gara sendok Lion?" tanya Xabara.


Aya mengangguk membenarkan kata-kata Xabara.


"aku senang kenapa tidak? kalau aku mengandung bukankah aku bisa di kasur saja? lagian bobok terus sama Lion udah buat aku senang." jawab Irene dengan menggebu-gebu.


"sepertinya Lion memberikan racun cinta bucin akut ke teman kita ini Xabara." kata Aya ke Xabara.


"inilah penawarnya yang aku tidak bisa membuatnya." jawab Xabara menggeleng pasrah saja.


Irene malah senyam-senyum, Ia tidak pernah jatuh Cinta tapi ketika ada Pria yang menerima segala kekurangannya malah menjadikan dirinya sebagai Orang yang sangat penting dalam hidup Pria itu melebihi segalanya, sebagai wanita normal yang sangat ingin di cintai seperti itu tentu sangat bahagia dan hati siapa yang tidak akan melayang.


"usir saja dia..?" Aya menyenggol Xabara.


"lebih baik aku bersama anak-anakku." Xabara malah berdiri lalu pergi meninggalkan Irene yang masih dimabuk cinta.

__ADS_1


Aya juga tidak mau ikutan gila seperti Irene pun melarikan diri entah kemana, ketika Irene tersadar melihat sekitar tidak ada Xabara maupun Aya.


"kemana mereka?" gumam Irene dengan raut wajah lucunya yang tidak faham mengapa dirinya ditinggal.


"aku kebanyakan melamun." gerutu Irene pun bangkit dan mencari kedua sahabatnya.


bertemanan mereka semakin erat walau sudah menikah dan ditengah kesibukan mereka semua masih mau berkumpul walau hanya membahas hal yang tidak penting tapi kebersamaan mereka yang paling penting.


.


Taman Hiburan LoveXabara kembali ramai bahkan melebihi ekspetasi Rovert sebagai pemilik Taman itu. Orang-orang dari berbagai luar Kota pun mendatangi tempat itu beruntung Luas Taman itu berpuluh hektar sehingga tidak akan kekurangan tempat malah selalu berlebih hanya tiketnya yang sering kehabisan.


"lalu bagaimana nasib Joko itu?" tanya Barrest penasaran ke Rovert.


mereka berdua berada di Ruangan Kerja Rovert, Barrest datang bersama Istrinya kebetulan bekerja sementara Lion juga harus bekerja dan nanti akan menjemput Istrinya (Irene).


"aku membayar orang untuk menghabisinya dengan cara perlahan-lahan." jawab Rovert.


"perlahan?" beo Barrest seakan penasaran mengapa Rovert menghabisinya secara perlahan apa kesalahannya sebesar itu?


Barrest tau jika Rovert bermain-main artinya bosan, kalau membuat musuh mati perlahan jelas Orang itu melakukan kesalahan yang tidak termaafkan.


"aku tidak suka trik kotornya dan dia memang penjilat para pejabat saja." jawab Rovert.


Rovert menatap datar Barrest yang tertawa kikuk lalu menoleh ke arah pintu, "jangan coba-coba lari..?"


Barrest tentu tidak berani lari juga sudah diperingatkan oleh Rovert.


.


waktu berlalu begitu cepat,


Sosok XeniaXabara dikenal sebagai Anita tapi tidak banyak yang melihat wajah Xabara sebagai wanita jadi hidup Xabara menjadi lebih tenang selama beberapa tahun.


kini umur An dan Ana telah genap 6 tahun dan memiliki adik perempuan yang diberi nama Alena Putri Maldev, Xabara hanya memiliki 1 anak setelah melahirkan anak kembar yang pertama.


"Alenaaa sayang kamu mencuri lagi ya?" tanya Ratu dengan gemas.


Alena yang berumur 2 tahun menoleh ke Ratu, kaki kecilnya berlari riang ke Ratu.

__ADS_1


"ohh..! Cucu bungsuku.!" Ratu memeluk Alena dan menciumi wajah Alena yang sangat menggemaskan.


Alena menyeringai lebar dengan ekspresi menggemaskannya lalu tiba-tiba Ia mengoceh gembira melihat Kakak Kembar telah pulang dari sekolahnya.


"takkk??" tunjuk Alena.


Ratu membalik tubuhnya lalu berjalan cepat ke arah An dan Ana, Ratu berjongkok tentu sikembar memeluk Alena juga Ratu dengan manja.


"kalian sudah pulang sekolah hmm?" gemas Ratu.


"adek makan apa?" tanya Ana memiringkan pandangannya memperhatikan bibir adiknya kotor karna cream.


"paling makan kue didapul." An yang menyahut.


"adekk? kue kakak tidak dihabiskan kan? adek? kue kakak?" Ana melempar tasnya dan berlari ke dapur melihat lemari kulkas sudah kosong.


"Ahhh?? mana Kue Kakak? hiks.. hiks...! Papaaaa!" Ana melarikan diri ke meja depan dan mengambil Telepon genggam menghubungi Rovert serta mengadu pada Rovert kue Ulang tahunnya telah dihabiskan oleh Adeknya.


Ratu menoleh ke Alena yang memasang wajah imutnya yang tidak bersalah telah menghabiskan kue Ulang tahun favorit kakaknya, An meninggalkan mereka semua.


"papa?? pokoknya Kakak tidak mau tau..! Kue Kakak halus balik lagi." tegas Ana yang memang sangat manja pada Rovert.


"iya sayang..! iya..! Papa pesan lagi ya? nanti akan Papa bawa pulang kuenya, jangan marahi adek ya?" pinta Rovert ditelepon.


"oteh!!" jawab Ana tersenyum manis.


Ana menutup teleponnya lalu kembali ke Alena dan mencium bibir serta pipi Alena yang tertawa riang, Ratu tertawa lebar melihat kepedulian Ana pada Alena walau sudah makan kue Ulang tahun kesukaan Ana tetapi Ana tidak membentak atau memarahi adiknya malah merepotkan Papanya.


Xabara mengajarkan mereka untuk saling menjaga satu sama lain, itulah yang membuat Ana tidak memarahi Alena malah sangat menyayangi Alena yang sangat lucu serta menggemaskan walau suka mencuri seperti An dan Ana dulu waktu masih kecil.


"untung kakak sayang sama adek." kata Ana kembali mencium pipi Alena yang menyeringai lebar.


"cucu Nenek pintar sekali..!? sana mandi sayang? terus main sama adek lagi nanti." pinta Ratu.


"Iya nenek!" jawab Ana lalu mengambil tasnya dan berlari menaiki tangga dengan semangat menuju kamarnya.


"sayang? tidak lihat Kakak sayang banget sama Alena? jangan mencuri lagi ya?" pinta Ratu dengan gemas menoel-noel hidung mungil Alena.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2