Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
pikirkan


__ADS_3

.


.


.


"Beb?" Barrest merangkul pinggang Aya dan mencium pelipis Aya.


Aya memukul tangan Barrest yang merangkul pinggangnya, "aku hanya membantu Xabara."


Barrest malah senyam-senyum sudah begitu tergila-gila pada Aya padahal sudah punya Barnes (anak).


"Beb kamu cantik sekali hari ini." Barrest berbisik di telinga Aya yang berbalik pergi tapi ditahan oleh Barrest.


"Beb?" rengek Barrest.


Aya menatap datar Barrest, bukannya melepaskan wanita cantiknya itu Barrest malah semakin gemas mencium wajah Istrinya.


"Barrest...! sadarlah, ini banyak orang." geram Aya menendang kaki Barrest.


"jadi kalau kita berdua boleh Beb?" tanya Barrest sambil terjingkat-jingkat kesakitan.


"tidak boleh..! sana cari Barnes." titah Aya sang Ratu hati Barrest.


"Iya Beb..! aku cari Papa kemana Papa membawa anakku." jawab Barrest patuh lalu mengelus pipi Aya dan berlari menuruni altar pengantin.


Aya diam-diam tersenyum, ternyata Ia juga sudah mencintai Barrest tapi karna Aya mengagumi Xabara serta terbiasa menyembunyikan isi hati jadi sifatnya hampir sama dengan Xabara tidak akan mau mengakui perasaan sendiri.


.


Lienda membantu Xabara berjalan tapi tiba-tiba para tamu undangan kaget Rovert menggendong Xabara namun sesaat saja mereka semua berteriak dan bertepuk tangan.


Lienda tertawa lebar segera membantu Gaun Xabara, Xabara hanya meremas gaunnya menatap kesal Rovert yang selalu saja mencari kesempatan didalam kesempitan.


"kenapa menggendongku? aku akan memotong kakimu kalau sampai membuatku terjatuh karna menginjak gaunku." Xabara.


Rovert tertawa pelan, "iya sayang..! aku akan bawa kamu dengan hati-hati, aku hanya ingin pamer pada Laki-laki yang rela antri panjang karna ingin melihatmu tau kalau Xabara hanya milik Rovert Maldev."


Xabara pun tidak protes lagi karna jujur saja Ia juga cemburu ketika Nona-nona yang juga rela antri demi melihat paras Rovert, kali ini Xabara melingkarkan tangannya dileher Rovert dan mendekatkan bibirnya ke leher Rovert tapi tidak mengenai leher Rovert.

__ADS_1


"Istriku yang pintar." bisik Rovert mengecup lama pelipis Xabara dan semakin mendekatkan bibir Xabara di lehernya.


Xabara mendumel dalam hati ketika hidungnya membentur leher Rovert, mana mungkin Xabara memberitau Rovert kalau Ia tidak suka Rovert dipandang oleh Para Wanita bahkan gadis pun menatap memuja pada Rovert.


Zein masih memperhatikan itu pun segera bangkit dan pergi, Ia hanya ingin melihat pasangan itu saja serta berjanji akan kembali beberapa tahun lagi sampai Ia berhasil lalu balas dendam karena saat ini Zein belum mampu menjatuhkan seorang Rovert Maldev.


sesampainya di Kamar untuk Ruang istirahat Xabara dan Rovert.


"Tante keluar ya sayang?" izin Lienda.


"Terimakasih Tan." ucap Rovert dan Xabara bersamaan.


Lienda tersenyum lalu langsung keluar dari Kamar mereka tak lupa menutup pintu kamar hotel itu, Rovert membawa Xabara menuju Ranjang tiba-tiba saja Rovert meringis ternyata Xabara menggigit lehernya dengan ganas seperti sangat dendam saja padanya.


"sayang kamu menggodaku?" tanya Rovert.


Xabara melototkan matanya, "enak aja..! turunkan aku..!" teriak Xabara.


"tunggu sayang..! di Ranjang ya? kakimu pasti pegal berdiri sejak tadi." bujuk Rovert dengan lembut.


Xabara terus memberontak sehingga Rovert tidak sengaja menginjak gaun Xabara yang memang sangat panjang dan mereka berdua terjatuh di atas ranjang dengan posisi aneh yaitu bibir Rovert tepat mengenai dada Xabara.


Rovert bangkit sambil menggaruk kepalanya dengan kikuk, "maaf sayang..! kan aku tidak sengaja, kamu sih bergerak-gerak terus."


Xabara menyilang bagian dadanya seperti seorang gadis saja, Rovert benar-benar gemas melihat sisi imut Xabara itu padahal mereka sudah punya sikembar.


"bagaimana kakimu sayang?" tanya Rovert sambil melangkah ke arah Xabara lalu duduk didekat kaki Xabara dan mengangkat gaun Xabara sampai betis sambil melihat kaki Xabara.


Xabara diam saja ketika Rovert mengangkat kakinya dan diletakkan di paha Rovert, Rovert melepas heels Xabara yang ternyata sudah memakai handiplast supaya kakinya tidak terluka.


"ini kurang sayang..! ditambah lagi ya?" pinta Rovert.


Xabara membuang muka saja sedangkan Rovert mendekati Xabara yang menyilang dadanya dengan mata melotot tapi tetap saja Rovert berani malah membaringkan Xabara begitu lembut.


"sayang? aku hanya menyuruhmu untuk tidur..!" kekeh gemas Rovert melihat tingkah Xabara yang begitu waspada padanya.


Xabara yang berada dibawah Rovert memicing curiga, "benarkah?"


Rovert mengulum senyum, "sayang aku memang tergila-gila padamu tapi yang aku lakukan juga melihat tempat dan situasi, aku tidak mungkin melakukannya disaat kamu sedang lelah."

__ADS_1


Xabara pun perlahan menurunkan tangannya hal itu dilihat oleh Rovert,


"selama 1 tahun lebih kami menikah kenapa aku baru melihat sisi imut Istriku ini?" batin Rovert yang semakin mencintai Xabara yang persis seperti gadis kecil yang polos padahal sebenarnya tidak.


Rovert mencium kening Xabara membuat Xabara melotot galak lagi, "istirahatlah sayang.! aku akan membangunkanmu." kata Rovert dengan lembut.


Xabara mengerjab-ngerjabkan matanya lalu Rovert bangkit sambil tertawa gemas akan tingkah Xabara, Ia mencari kotak obat lalu menambah plester penghangat di kaki Xabara.


"Rovert?" panggil Xabara membuat Rovert menoleh ke Xabara.


"kenapa sayang?" tanya Rovert.


"apa yang kamu tempelkan? kenapa aku jadi mengantuk?" tanya Xabara dengan mata mengerjab-ngerjab pelan seperti menahan rasa kantuk.


"ini plester penghangat sayang, kakimu sangat dingin ! tidak ada kandungan apapun selalu menghangatkan saja, kamu mengantuk karna tadi malam kurang tidur menyus*i anak kita." balas Rovert.


Xabara tidak menjawab lagi sudah memasuki alam mimpinya, Rovert senyam-senyum masih merawat kaki Xabara dengan penuh cinta.


Rovert menertawai perbuatannya sendiri, "bagaimana bisa aku mencintaimu sampai seperti ini sayang? aku bahkan ingin mencium kakimu ini."


Rovert tidak pernah merasa serendah ini tapi ketika mencintai Xabara seorang Penguasa X Company sepertinya yang mengira tidak akan pernah tunduk pada siapapun kini rela melakukan apa saja demi Xabara.


Rovert penasaran siapa sosok yang bisa membuat An merasakan apa yang Ia rasakan saat ini, "sayang aku yakin An kelak akan jatuh Cinta pandangan pertama pada seorang gadis lalu akan melakukan apa saja untuknya kan? sama sepertiku yang melakukan apa saja demimu."


Rovert mengingat Ana seketika terdiam beberapa saat lalu berkata dengan nada serius, "Putriku? aku tidak akan mempermudah Pria manapun yang datang pada Putriku."


Rovert menggeleng kepalanya, "apa yang aku pikirkan..! anak-anakku masih kecil."


Rovert bangkit dari ranjangnya lalu menyelimuti Xabara serta mencium kening Xabara dengan lembut lalu Ia duduk disofa memainkan Ipednya melihat tingkat kesuksesan Perusahaannya semakin memuaskan terutama di Dubai karna banyaknya turis dari berbagai negara berlibur disana.


"aah..! siapa Orang tadi ya?" gumam Rovert seketika teringat perasaan sedang diawasi tadi.


Rovert tau berdasarkan pengalamannya Orang itu dendam padanya, Rovert tidak mengira Zein akan berani membalasnya lagi tapi jika Rovert tau jelas Ia tidak akan tinggal diam.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2