Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
dibalas


__ADS_3

.


.


.


Aya menoleh ke Xabara yang sudah mematikan panggilannya.


"kenapa Kedua Pria tadi melepaskan si penipu itu Nona?" tanya Aya penasaran.


Xabara menyunggingkan senyum tipisnya, "bukankah sudah jelas? mereka juga memanfaatkan wanita itu supaya aku juga keluar."


Aya melebarkan matanya, "bolehkah saya menghabisi wanita itu Nona? tangan saya gatal tapi belum ada pelampiasan."


Xabara tampak berpikir, "aku rasa dia cukup kuat, baiklah !? tapi kau harus bergerak cepat jangan sampai ketahuan."


Aya tersenyum bahagia seperti dapat hadiah yang istimewa saja, "saya akan urus masalah yang tidak pernah saya selesaikan dulu Nona."


Xabara tersenyum saja sambil menggeleng pelan kepalanya melihat kesenangan Aya.


.


Xabara kembali ke Apartemen dan Aya langsung mengerjakan tugasnya mencari keberadaan Putri nya Barron yang kembali untuk balas dendam pada Xabara.


malam hari,


Xabara menoleh ke Rovert yang baru saja kembali dari Perusahaan padahal sudah larut malam.


"Xabara? bisakah ambilkan aku air minum?" tanya Rovert dengan serius.


Xabara mendengus tapi mengambilkan air minum juga untuk Rovert. mereka duduk di sofa dan tidak ada pembicaraan apapun setelah memberikan air minum itu.


Rovert memejamkan matanya, "kenapa belum tidur?" tanya Rovert tanpa menoleh ke Xabara.


Xabara bersandar di sofa yang sama dengan Rovert, "aku menunggumu."


Rovert seketika berdebar kencang mendengar perkataan Xabara tapi Ia tidak boleh menunjukkan hal itu pada Xabara kalau Rovert menyukai Xabara atau bahkan sudah mencintai Xabara tapi belum berbalas.


Rovert menoleh ke Xabara, "ada masalah?"


Xabara membalik tubuhnya ke Rovert, "aku mau kesepakatan bersama."


Rovert menaikkan sebelah alisnya, "hm? kesepakatan apa yang belum aku tandatangani?"


"mahar yang kau janjikan? apa masih berlaku?" tanya Xabara.

__ADS_1


Rovert heran, "nyawa? tapi aku tidak selingkuh."


Xabara mengangguk, "kau tidak berselingkuh tapi kedepannya kau akan banyak masalah jika identitasku terbongkar, apa kau mau membantuku?"


Rovert berubah serius, "siapa yang tau Identitasmu? aku berjanji akan menghabisinya sekarang."


Xabara tersenyum hal itu membuat jantung Rovert semakin tidak aman tapi matanya menyukai pemandangan itu.


"entahlah !!? aku berfirasat dalam waktu dekat Identitasku akan ketahuan dan ada hal yang belum kau ketahui." kata Xabara.


Rovert mengangguk membenarkan, "kau sangat misterius dan Privasimu sulit untuk ditembus." balas Rovert dengan jujur seketika Xabara tertawa kecil.


"sudah aku tebak kau memang mencari tau tentangku." gumam Xabara yang suka kejujuran Rovert.


Rovert kembali bersandar lalu memejamkan matanya seketika langsung tertidur, Xabara menoleh ke Rovert sambil mengernyitkan dahinya.


"apa dia tertidur?" batin Xabara mendengar nafas Rovert yang sangat tenang.


untuk pertama kalinya Xabara melihat lawan jenisnya tertidur didekatnya, "apa yang dia lakukan sampai pulang larut malam dan kelelahan?"


Xabara tak membangunkan Rovert saat Ia hendak bangkit namun Ia mengurungkan niatnya malah menoleh kembali ke Rovert lalu memperhatikan wajah Rovert yang sangat tampan.


Xabara menggeleng kepalanya, "pasti karna aku terlalu lama tidak pernah berpacaran." gumam Xabara mengutuki diri.


Rovert sangat tampan dengan hidung yang sungguh mancung, alisnya sangat tebal, bulu mata panjang dan bibir yang seksi dan merah. Xabara sangat normal tapi sebelumnya Ia tidak pernah mau memperhatikan lelaki bahkan tidak berselera juga, tapi apa yang membuat Xabara mau memperhatikan Rovert?


sosok Pria misterius yang cukup terkenal di kalangan Mafia ternyata adalah Rovert, julukan Serigala hitam adalah menggambarkan sosok Rovert yang misterius dan bukan seperti Serigala lainnya yang melawan musuh harus memanggil kawanan Serigala lainnya tetapi Rovert seorang diri sangat kuat bisa menghabisi 1 Mafia dalam 1 malam.


Xabara tiba-tiba mengernyitkan dahinya lagi, "kalau dia memang Serigala Hitam itu lalu kenapa dia tidak cepat menghabisi Bowo? ckkk!! aku tidak mengerti masalah hidupnya. lalu apa peduliku mencari tau tentangnya?." batin Xabara menggerutu.


tanpa mereka berdua sadari masing-masing sudah memiliki perasaan ingin tau diantaranya, Rovert penasaran tentang Xabara dan menunggu Xabara mempercayainya 1000% sedangkan Xabara penasaran mengapa Rovert bersembunyi selama ini dengan status Presdir yang berpura-pura lemah membiarkan hidupnya bermasalah.


"heiii?? bangunlah!!?" Xabara mengguncang bahu Rovert.


Rovert malah merebahkan kepalanya dibahu Xabara yang mamatung seketika hanya beberapa saat Xabara berubah datar lalu mencubit perut keras Rovert yang mengaduh kesakitan.


"Ehh??." Rovert mengelus perutnya sambil melihat dirinya ternyata tidur dibahu Xabara.


"apa kau akan tidur di Sofa? aku mau kembali." kata Xabara lalu memilih bangkit meninggalkan Rovert ke Kamar mereka sedangkan Rovert mengangguk pasrah saja.


Rovert kembali merebahkan tubuhnya di sofa itu sambil tersenyum tampan, mood nya sangat baik malam itu juga tanpa teringat perutnya yang sakit dicubit oleh Xabara. memang kalau sudah Cinta pada seseorang apapun yang dilakukan sosok yang dicintai itu bisa membuat yang mencintai gila karna gembira walau harus dibanting dan dicekik apalagi hanya sebuah cubitan.


.


ke esokan harinya,

__ADS_1


Xabara tidak menemukan Aya, gadis itu tidak pernah membawa Ponsel saat bertugas.


"dimana Aya?" gumam Xabara.


Xabara menghubungi bawahannya yang bernama Mex (laki-laki) yang merupakan anggota Higanbana, setiap Anggota Xabara memang memiliki luka tersendiri yang sudah di kubur dalam-dalam.


"suamiku ada yang menelfon? atasanmu." teriak wanita yang mengangkat panggilan Xabara.


tak berapa lama Mex pun menerima panggilan Xabara, "Nona?"


Xabara menyunggingkan senyum tipisnya, "apa Istrimu cemburu?"


Mex melihat Istrinya tengah meletakkan telinganya dibahunya mendengarkan percakapan mereka. Ia tersenyum saja karja memang tidak ada lagi rahasia antara Mex dengan Istrinya (Yuri).


"dia sudah tau Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mex serius.


"aku tidak menemukan Aya! kau tau kan kalau dia bertugas tidak akan pernah membawa Ponsel, dia sedang mencoba menghabisi Barina Barron." kata Xabara.


"baik Nona !! saya akan cari Aya." jawab Mex.


Xabara pun menutup panggilannya.


"jika aku tidak salah Aya pasti terjebak." gumam Xabara menebak situasi yang sedang Aya hadapi.


.


ditempat lain,


Aya bersembunyi di balik pepohonan sambil menarik nafas dalam-dalam.


"beruntung aku berhasil menghabisi jal*ng kecil itu." batin Aya yang tidak peduli dirinya dikejar Para Mafia bawahan Lios dan Ray.


Aya tersenyum lebar walau nafasnya tidak beraturan, sejak tadi Ia terus saja berlari dari kejaran orang gila itu. setidaknya Aya lah yang terjebak bukan Nonanya kalaupun Aya mati maka Ia akan bahagia bukannya sedih, Aya sebagai orang setia Xabara yang mati saat bertugas menghabisi musuh adalah suatu kebanggaan.


"bagaimana?" tanya Lios ke semua bawahannya.


"kami kehilangan jejaknya Tuan." jawab bawahan Lios terengah-engah.


"gila !! tadi itu manusia biasa atau manusia super? kenapa larinya bisa sekencang itu bahkan dia berani menerobos hutan supaya kita tidak bisa mengejarnya dengan kendaraan." Ray pun tiba didekat Lios sambil mengedarkan pandangannya.


Lios mengabaikan Ray, "cari dia sampai dapat !" titah Lios menggema.


"baik Tuan." jawab mereka semuanya serentak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2