
.
.
.
Randy melihat Xabara melewati nya langsung memejamkan matanya, "cantik sekali juga wangi." batin Randy merasa iri dengan Rovert.
Pria Kaya-raya dan sangat mapan pasti bisa mendapatkan perempuan manapun yang diinginkan.
"kau bilang dia targetmu?." bisik Nandini lalu Randy menoleh ke Nandini.
"maksud ibu apa?." bisik Randy juga.
"itu gadis yang memberi Ibu uang banyak, kamu ini gimana sih? menyukai seorang Gadis tidak tau wajahnya? apa gadis yang kamu mau dengan menantu yang Ibu pikirkan itu sama?"
Randy melebarkan matanya melihat ke arah Xabara yang dibawa Rovert ke kursi, terlihat olehnya Xabara diperlakukan begitu hormat karna datang bersama Rovert Maldev belum lagi Taylor terlihat menyukai Xabara.
"nak?." Nandini mengguncang lengan Randy hingga menoleh.
"apa Ibu yakin?" tanya Randy dan Nandini mengangguk heran.
Randy memang jatuh cinta pada pandangan pertama melihat bola mata Xabara yang tertutup masker malam itu bertemu di Cafe tapi Ia sungguh tidak tau wajah Xabara.
"sekarang harus bagaimana? ternyata dia kekasihnya Tuan Rovert Maldev, mana mungkin kamu bisa memilikinya." kata Nandini.
Randy mengepalkan tangannya, Ia tidak menyangka Rivalnya setinggi Rovert sudah jelaslah Randy akan kalah tapi kenapa Randy tidak mau kalah.
"si*lan..! kenapa perempuan yang aku suka harus punya hubungan dengan Tuan Maldev?" batin Randy.
keributan pun terjadi, semua perempuan yang pernah di comlangi dengan Rovert berdecak iri ke Xabara yang super cantik. di tempat duduk lain ada Ariel Terre yang seperti cacing kepanasan melihat Pria yang Ia incar menjadi miliknya sudah punya kekasih dan lebih mengerikannya lagi jauh lebih cantik darinya.
.
Rovert menjabat tangan rekan kerjanya,
"apa dia kekasih anda Tuan Muda?." tanya rekan Rovert.
"hmmm.. calon istri." jawab Rovert.
"woow!!" rekan yang lainnya berdecak iri.
salah satu Pria memuji Xabara dengan bahasa Thailand tapi sontak saja Pria itu terkejut Xabara bisa menjawab bahasa itu, Rovert tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat tau Xabara menguasai banyak bahasa asing.
__ADS_1
Rovert memandang Xabara yang berbincang dengan rekannya, keliatannya para Rekan Kerja Rovert langsung akrab dengan Xabara tapi tidak ada sentuhan hanya berbicara hal bisnis saja.
"waah.. kekasihmu sangat pintar Tuan." bisik Barrest.
"aku juga baru tau dia punya kemampuan seperti itu?." bisik Rovert.
"dimana anda menemukan gadis seperti itu? bisa carikan aku 1 yang separuh saja dari kemampuan Nona Muda?." tanya Barrest antusias.
Rovert memalingkan mukanya karna malas menjawab pertanyaan Barrest lebih senang memandang Xabara yang sangat seksi berbicara hal bisnis.
Taylor juga sempat terkejut bahasa yang dikuasai Xabara, apa gadis itu punya otak komputer? bagaimana bisa menguasai banyak bahasa.
"apa Mom mu tau nak?." bisik Taylor ke Rovert.
Rovert menggeleng kepalanya, "bagaimana Tante mengenal Xabara? jangan bilang gaun itu milik Tante?"
Taylor terkekeh karna tebakan Rovert benar, "Tante sempat bersandiwara sebagai bawahan yang sangat sopan dan ramah tapi dia tidak haus akan kehormatan, dia malah tidak suka kalau kami memperlakukannya begitu hormat."
Rovert tersenyum, "dia hanya gadis biasa yang suka memakai celana, apa Tante tidak lihat dia gelisah memakai gaun itu? aku saja bisa melihat dari wajah datarnya seperti ingin melempar gaun itu jauh-jauh."
"gadis biasa dari mana? dia lebih dari gadis biasa malah luar biasa, asal kamu tau ya Rovert gaun itu yang paling mahal dan Tante yakin besok akan dipesan banyak orang." gerutu Taylor.
Rovert melihat banyak lelaki mulai mendekati Xabara membuatnya berdecak, Taylor melihat Rovert tengah cemburu karna Xabara didekati banyak lelaki pun tertawa kecil dengan akrabnya Taylor menggoda Barrest supaya cepat menyusul Rovert sedangkan yang di goda hanya tersenyum kikuk saja.
"bisakah kalian pergi saja? kenapa jadi mencari cara supaya bisa memandang calon istriku ha?." omel Rovert.
"ckk..! posesif banget sih." umpat para rekan Rovert segera membubarkan diri setelah berpamitan dengan sosok perempuan super jenius itu.
"aku penasaran kenapa kamu bisa tau banyak hal Xabara? apa pekerjaan mafia memang seperti ini?." bisik Rovert terlihat mesra dipandang orang lain.
Xabara mengangguk sambil menepuk dada bidang Rovert, "aku mau cari minuman."
Rovert mengangguk lalu dengan berat hati melepaskan tangannya dari pinggang Xabara, tentu saja Rovert tau kalau Xabara pasti haus berceloteh dengan rekan nya yang banyak tanya itu.
.
acara berlangsung dengan baik, sementara Xabara minum didekat meja mewah dan sesekali memakan kue-kue cantik yang tertata disana.
"dengan begini tidak akan ada yang tau kalau aku seorang Ratu Higanbana." batin Xabara yang memang sangat pintar menyembunyikan belangnya.
"Nona Xabara?."
Xabara menoleh dan melihat Nandini bersama Bando tengah sumringah ke arahnya.
__ADS_1
"penipu?." gumam Xabara menunjuk wajah Nandini hingga Wanita itu segera menggeleng-geleng cepat dan menjelaskan bahwa Ia diundang juga ke acara ini.
Xabara terlihat sekali tidak percaya lalu mengedarkan pandangannya, "lalu kenapa kalian mendatangiku?"
"kami mau mengucapkan terimakasih Nona." jawab Bando dengan senyum lebarnya.
Xabara bisa melihat wajah bodoh mereka berdua serta nada bicara yang berusaha menjilatnya, sungguh Xabara ketika menjadi dekil dan hitam tidak pernah melihat sumringah bahagia kedua manusia itu.
"tidak perlu dibahas." ketus Xabara.
Randy datang dibelakang Xabara, "Nona?."
Xabara melihat mereka bergantian lalu Randy berakting seolah kaget Xabara sudah mengenal kedua orangtuanya bahkan tanpa malu mengatakan tentang takdir, Xabara fokus minum saja dengan pandangan lurus kedepan mengabaikan Randy yang memandang intens dirinya.
"mereka benar-benar membuatku muak, apa aku tahan membalas dendam dengan cara membosankan ini?." batin Xabara yang super sabar sekali.
Randy mengulurkan tangannya didepan Xabara untuk berkenalan tapi lirikan merendahkan Xabara membuat tangan itu disimpan kembali.
"aku malu sekali, iyalah dia akan menilai rendah aku secara Pria yang mengejarnya selevel Tuan Rovert." batin Randy memerah menahan rasa malu ditatap seperti itu oleh Xabara.
Barrest tiba-tiba datang, "Nona? sedang apa disini? ayo kita kembali karna sebentar lagi Tuan Muda akan mengumumkan hubungan kalian."
Randy melihat ke arah Xabara dengan raut wajah kaget bahkan Nandini serta Bando pun tidak bisa berkata-kata mendengar dari Barrest kalau Rovert Maldev akan mengumumkan hubungannya dengan menantu Idaman impian mereka berdua.
"kenapa Rovert terburu-buru sekali? kami baru saja kenal." gerutu Xabara mengibaskan rambutnya.
Barrest tersenyum, "hanya Pria bodoh saja yang membuat Nona yang secantik ini menunggu, saya pikir Tuan Maldev tidak tahan Nona disukai banyak rekan-rekannya."
Xabara pun mengangkat gaunnya dan meninggalkan Keluarga sok akrab itu padanya.
"kau lihat Ran? sudah Ibu bilang sainganmu itu sangat tinggi, bagaimana cara kita supaya dapat menantu super kaya sepertinya?" Nandini.
"dia benar-benar sangat cantik." puji Bando menggeleng takjub.
"andai saja aku pemilik X Company Group, aku pasti berada diposisi itu sekarang." batin Randy sambil mengepalkan tangannya melihat Xabara berjalan ke arah Rovert yang langsung melingkarkan lengan nya di pinggang ramping Xabara.
siapapun tau kalau Rovert Maldev terlihat sangat mencintai Xabara. siapa yang tidak akan jatuh cinta pada sosok seperti Xabara selain sangat cantik, seksi, juga jenius, dan terakhir mengerti banyak bahasa.
.
.
.
__ADS_1