Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
mencari


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


"sayang?" Rovert mendekati Xabara yang sudah bersiap akan berangkat ke Perusahaan miliknya.


"hmm?" sahut Xabara melirik Rovert sesekali.


"aku mau bertanya siapa Pria didepan gerbang waktu aku pulang dari Perusahaan?" tanya Rovert.


"aku akan atasi !" balas Xabara.


Rovert menghela nafas panjang, "baiklah! jika kamu membutuhkan bantuanku jangan ragu menghubungiku sayang! aku adalah algojomu."


Xabara tersenyum lalu mendekati Rovert dan merapikan dasi Rovert yang tersenyum lebar melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Xabara.


"baiklah !?" Xabara setuju dengan perkataan Rovert yang semakin merekahkan senyumnya.


"aku tidak sempat buat sarapan lebih baik kita sarapan di luar." kata Xabara dan Rovert langsung menggendong Xabara.


Xabara malah marah-marah bilang bajunya akan kusut tapi Rovert tidak mendengarkan perkataan Xabara, mereka berdua selalu saja cekcok dan Rovert yang sering di marahi oleh Xabara akan tingkah kekanakannya namun sebenarnya hati Xabara merasa hangat ada yang memperhatikan dirinya.


Aya menunggu Xabara di depan Apartemenpun terbelalak kaget melihat Xabara berada di gendongan Rovert.


"Rovert turunkan aku!" titah Xabara.


Rovert pun menurunkan Xabara dengan raut wajah tak rela tapi menurutinya juga, Xabara menghela nafas lega ternyata pakaiannya tidak terlalu kusut.


mereka bertiga sarapan di Luar, ketika sudah selesai Rovert dan Xabara berpisah sebab mereka bawa Mobil masing-masing.


di dalam Mobil Xabara,


"Nona? apa dia memang Tuan Rovert? kenapa tingkahnya menggelikan? saya geli melihatnya seperti itu pada Nona." tanya Aya penasaran.


Xabara tertawa pelan, "kenapa? bukankah dia imut?"


Aya menjatuhkan rahangnya melihat Nona nya senyam-senyum.


"apa Nona menyukai Tuan Rovert?" batin Aya.


"apa Nona memakai pengaman saat berhubungan dengan Tuan Rovert?" tanya Aya.


"tidak." jawab Xabara tenang.


Aya melebarkan matanya, "ha?? apa Nona tidak takut hamil?"

__ADS_1


Xabara terkekeh, "memang kenapa kalau aku hamil? dia pria yang bertanggung jawab."


Xabara berbicara seakan sudah mengenal Rovert Maldev saja.


"kalau dia tidak melakukannya aku yakin Momnya akan memengg*l kepalanya untukku ! anakku kelak akan menjadi penerus tahta Perusahaan Raksasa miliknya, masa depannya terjamin sebagai Tuan kecil Maldev generasi baru." balas Xabara enteng.


"ahh! iya ! Mom sangat menyayangi Nona melebihi rasa sayangnya kepada Tuan Rovert, dia menginginkan cucu sudah jelas Nona tidak akan dirugikan tapi anda akan kerepotan Nona." Aya.


"tidak usah pikirkan hal yang belum terjadi Aya !? sekarang aku tanya bagaimana dengan rencanamu?" alih Xabara.


Aya seketika pun teralihkan dan menceritakan rencananya pada Xabara.


.


setibanya di Perusahaan Tiffany,


Xabara menerima Berlian murni dari seorang anak kecil.


"apakah itu bisa dijual Kakak cantik?" tanya anak laki-laki berumur 12 tahunan itu.


Xabara sekali melihat saja tau benda itu sangat berharga.


"dari mana kamu mendapatkan benda ini anak kecil?" tanya Xabara.


Aya memperhatikan benda berkilau kecil ditangan Xabara dengan cermat sehingga Ia sadar itu memang asli, sejak dulu Anggota Higanbana sudah mencuri bahan penyeludupan jadi mereka terbiasa dengan barang asli.


Anak laki-laki itu menautkan kedua jemari kecilnya, "s-saya sedang mencari kelinci di hutan untuk menjadi makanan kami di gubuk dan tidak sengaja menemukan itu, sa-saya pikir itu barang berkilau bisa di jual ja-jadi membawanya kesini."


"bisa katakan dihutan mana anak kecil?" tanya Xabara.


Xabara pun berencana akan mendatangi hutan itu untuk memastikan kebenarannya.


"Aya?" panggil Xabara.


"iya Nona." sahut Aya.


"ambilkan uang dibrankasku 100 Juta." titah Xabara.


"baik Nona." jawab Aya yang tau nilai berlian kecil itu segera berbalik menjalankan perintah Xabara.


"siapa namamu anak kecil?" tanya Xabara.


"nama saya Ronald Kakak cantik." jawab anak itu dengan raut wajah bingung.


Xabara pun bertanya mengapa Ronald bingung dengan polosnya Ronald menjawab uang yang Xabara sebutkan sangat banyak.


"kamu sangat cerdas ya? pantas saja kamu mendatangi Perusahaan kami untuk menjual barang kecil bersinar ini." gemas Xabara merasa ingin memiliki anak cerdas seperti Ronald.


Ronald menggaruk pipinya yang terasa gatal, "hanya tempat ini yang terbaik jadi saya mendatangi, saya kira mereka akan mengusir saya ternyata tidak. mereka sangat baik melayani tamu walaupun pakaian saya tidak bagus."

__ADS_1


Xabara tersenyum lalu Aya datang membawa tas lalu membuka isinya ditunjukkan ke Ronald yang kaget melihat jumlah uang itu.


"ke-kenapa sebanyak ini Kakak cantik?" tanya Ronald tidak percaya.


"kamu harus beruntung menjualnya padaku kalau pada Orang lain aku yakin kamu akan dibodohi anak kecil ! barang kecil bersinar yang kamu jual padaku ini harganya mencapai milyaran jika sudah di produksi oleh Perusahanku." kata Xabara.


"apa benda kecil itu sangat berharga?" tanya Ronald mengucek-ngucek matanya.


"bagi Perusahaan seperti kami sangat bernilai." balas Xabara.


Ronald memeluk tas itu dengan penuh keharuan, "Ma? ak-aku bisa beli Rumah baru dengan uang ini." bisik Ronald dengan haru.


Xabara dan Aya saling melihat satu sama lain.


"ter-terimakasih kakak cantik!" ucap Ronald lalu berdiri memeluk tas berisi uang itu.


"tunggu!!?" Xabara menahan.


Ronald memandang Xabara bingung.


"Aya terlalu berbahaya melepasnya membawa uang sebanyak itu aku takut dia dirampok dan dibunuh oleh pembegal." Ujar Xabara ke Aya.


"saya mengerti Nona, saya permisi !!?" Aya langsung faham lalu mendekati Ronald.


Ronald melihat tasnya dan memeluknya dengan erat, Ia tentu faham maksud kata-kata Xabara karna jalan pulang yang ia tempuh nanti banyak preman dan pembegal barang-barang bahkan menyembunyikan benda berkilau kecil itu saja Ronald sudah kesulitan.


"mari adik! aku akan melindungimu sampai selamat kembali ke Ibumu." kata Aya.


Ronald tersenyum lebar lalu mengucapkan terimakasih pada Xabara dan beranjak pergi dikawal oleh Aya.


Xabara duduk kembali memegang benda berkilau yang dijual oleh Ronald, "kalau aku tidak salah itu adalah barang penyelupan yang pernah disembunyikan oleh dia?"


Xabara tersenyum puas akhirnya menemukan benda yang sangat berharga, Xabara akan mendatangi hutan itu.


Xabara pun berganti pakaian dengan baju biasa, rambut dikepang 2, kacamata tebal dan gigi kelinci yang sangat besar, Ia harus menyamar karna tau didepan banyak yang mengawasinya terpaksa Ia harus keluar dengan taksi.


Ray berada di luar Perusahaan Tiffany milik Xabara, Ia tidak sadar sudah berpapasan jalan dengan Xabara yang sedang menyamar menjadi perempuan culun dan jelek.


"taksi?!" Xabara culun menyetop taksi lalu Ray mendengar pun menoleh dan mendengus melanjutkan pekerjaannya mengawasi satu wanita karna yang ia lihat hanya perempuan jelek dengan suara cempreng merusak pendengarannya saja.


Xabara memasuki Taksi dan menyeringai dengan wajah anehnya itu, "saya ke Hutan Bola Pak!"


si Supir taksi terkejut, "di-disana sangat berbahaya neng!"


"ayolah pak! jam segini tidak ada begal saya akan bayar double deh, atau bapak mau pinjamkan taksi ini kepada saya? saya akan kembalikan." pinta Xabara.


si Supir lebih syok lagi, awalnya Ia ragu tapi ketika Xabara transfer uangnya langsung ke Supir itu membuatnya syok berat karna nominalnya bisa membeli Mobil baru bahkan lebih bagus dari yang Ia miliki sekarang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2