
.
.
.
Xabara yang tidak pernah mual lagi tiba-tiba mual mencium aroma parfum seorang Wanita.
"sayang kenapa?" tanya Rovert cemas merangkul bahu Xabara.
"ke-kenapa ada bau Parfum wanita? Rovert kau?? Hoeekk?" Xabara belum sempat melanjutkan kata-katanya sudah mual lagi.
Rovert mengendus tubuhnya sendiri, Ia yakin tidak bersenggolan dengan Wanita manapun ketika Ia menoleh dan melihat Wanita seksi tengah memunggunginya sedang berbincang-bincang dengan temannya.
"si*l wanita ini." umpat Rovert yang bisa mencium aroma pekat di tubuh wanita itu.
"sayang ayo kita pergi..?!" ajak Rovert menggendong Xabara yang menutupi hidungnya dengan kedua tangannya karna tidak tahan aroma Parfum itu.
Rovert membawa Xabara ke Kamarnya di Resort penginapan Tepi pantai itu, Xabara berlari ke Kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya di Kloset, Rovert tentu saja mengikuti kemana saja Xabara pergi.
"sayangg?" Rovert begitu khawatir sambil mengelus punggung Xabara.
"lain kali kalau kamu hamil yang kedua kalinya biar aku yang mual-mual sayang." tekat Rovert yang tidak tega dengan apa yang menimpa kekasih hatinya.
Xabara diam-diam merasa hangat hatinya, betapa perhatiannya Rovert padanya tapi sungguh perutnya terasa berputar karna aroma itu membuat semua yang Xabara makan sejak pagi harus dikeluarkan.
"sayang? tahan ya? aku akan cari dokter Astah dan menanyakan cara mengurangi rasa mualmu." pinta Rovert dengan serius.
Xabara mengangguk-ngangguk tapi Ia masih juga mengeluarkan semuanya sampai mata Xabara berair, sebenarnya Xabara tidak terlalu menderita karna Xabara sudah biasa terluka hanya saja Ia tidak menyangka efek Aroma parfum aneh itu bisa membuatnya pusing dan perutnya teraduk-aduk.
tak lama kemudian,
Rovert datang bersama Dokter Astah dan Ratu sedangkan Dokter Nining di dapur khusus menyiapkan jus buah untuk menghilangkan rasa pahit di lidah Xabara yang pasti tidak nyaman.
Xabara ditidurkan di ranjang lalu diperiksa oleh dr.Astah yang ternyata membawa banyak perlengkapannya sebagai dokter.
"bedeb*h wanita jal*ng mana yang berani memakai parfum Itu terus dekat-dekat denganku? lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti." desis Rovert dengan tangan terkepal geram.
__ADS_1
"mom juga akan cekik wanita itu nak, cepat kamu cari Wanita itu lalu beri pelajaran !? apa dia tidak lihat kalau peraturan di Pesta ini tidak boleh memakai parfum." geram Ratu yang juga dendam pada wanita yang membuat menantunya kesakitan.
sejak Xabara hamil melarang Rovert mengenakan parfum, 1 Mansion dilarang memakai parfum baik Pelayan maupun satpam sebab Xabara bisa mengeluarkan isi perutnya jika mencium aroma parfum dengan kadar yang tidak biasa (berlebihan).
"iya Mom..!" balas Rovert menitipkan Xabara pada Ratu tak lupa Rovert mengecup kening dan pipi Xabara hingga dokter Astah bisa melihat bagaimana cintanya Rovert pada sosok yang sedang melemah ini.
"sayang aku akan kembali." bisik Rovert ke Xabara yang mengangguk pelan.
Dokter Astah tersenyum melihat keromantisan mereka, Ia merasa seperti menonton artis yang sedang main drama romantis secara langsung bukan melalui TV atau perantara apapun.
Xabara tau kalau Rovert akan mengurus wanita itu untuknya, sebenarnya Xabara juga dendam tapi Ia akan membalasnya nanti namun tanpa di duga Ratu pun meminta Rovert untuk segera membalaskan penderitaan Xabara, Ratu memang seperti Mom-nya Xabara.
beberapa menit kemudian,
Taylor datang mengantarkan jus yang dibuat dokter Nining untuk Xabara, Astah membantu Xabara duduk lalu meminta Xabara meminumnya sampai habis.
Xabara meminum jus itu membuat Taylor ngeri dengan raut wajah Xabara tidak terlihat berkerut sama sekali, Ia yakin jusnya asam sekali entah apa yang Nining campurkan dan Taylor menyicipnya sedikit saja langsung ngilu.
"apa tidak asam Xabara?" tanya Taylor.
"terimakasih." ucap Xabara dengan tulus akan perhatian Orang terdekatnya itu.
Ratu mendekati Xabara lalu menangkup pipi Xabara dengan lembut, "maafkan Mom ya sayang? seharusnya Mom harus buat penjagaan ketat di dalam acara juga biar tidak ada yang berani menyemprot parfum di Acara kita."
"parfum itu perangs*ng Mom, siapapun yang mencium aromanya pasti akan terpesona, terjerat lalu larut dalam tatapan pemilik Aroma parfum itu." jawab Xabara.
"Oh Tuhan..!? apa Wanita itu menargetkan Rovert? kenapa dari sekian banyaknya tempat harus tepat didekatmu? apa Rovert didekatmu tadi sayang?" tanya Ratu memastikan.
Xabara tertegun, Ia sempat kaget juga mengapa Rovert yang sepanjang jalan mengikutinya seperti anak anj*ng tiba-tiba memiliki bau parfum padahal Rovert sendiri sampai membuang parfumnya yang seharga ponsel itu hanya karna Xabara mual dengan bau parfumnya. jadi Xabara sangat yakin Rovert tidak mungkin memakai Parfum terlebih lagi aroma khasnya mawar yaitu identik dengan perempuan.
"dimana Rovert Mom?" tanya Xabara.
"ada apa?" tanya Taylor.
Xabara merasa cemas segera bangkit dan mencari keberadaan suaminya, Xabara percaya pada Rovert tapi Ia tidak percaya pada jal*ng yang memakai parfum perangs*ng itu. Xabara di susul oleh Ratu, dokter Astah dan Taylor yang mengkhawatirkan Xabara.
Xabara terus saja mencari setiap Kamar sampai Ia menemukan Ruangan yang sedikit terbuka, segera Ia masuk kesana tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Plakkkk...!
Xabara mematung bisa melihat Rovert tengah menampar wanita berpakaian seksi dengan sarung tangan.
"kau fikir aku akan terjerat dengan parfum murah*nmu itu ha? berani sekali kau membuat Istriku kesakitan." geram Rovert.
"am-ampuni saya Tuan." wanita itu memegang pipinya yang merah.
Xabara tercengang, "bagaimana Rovert bisa tahan dengan efek parfum perangs*ng itu? Rovert kan mes*m seharusnya dia mudah terangs*ng." batin Xabara sungguh merasa heran.
Ratu, Taylor dan Dokter Astah juga melihat pun terperanjat syok, sungguh Rovert tidak segan memukul wanita.
"apa ini alasan Rovert disebut G*y? dia tidak mempan obat perangs*ng? tapi bagaimana bisa?" batin Xabara tidak mengerti rahasia Rovert.
"siapa yang menyuruhmu? apa Zein?" sambar Rovert.
"Ehh?? ti-tidak Tuan..! iniasiatif saya sendiri yang memang ingin bermalam dengan Tuan-ku." jawab Wanita seksi itu.
Plakkk...!
"aahhh?" wanita itu tersungkur dan sekali lagi pipi lainnya juga merah.
"kau fikir aku bodoh? hanya jal*ng Komplotan dia yang bisa mendapatkan parfum itu, bukankah itu alasan mu mau di tid*r* oleh lelaki pengecut itu hah??" bentak Rovert.
Rovert berjongkok lalu mencengkram dagu Wanita itu yang menangis kesakitan, wanita itu tidak menyangka Rovert sekejam ini padahal sebelumnya Ia sudah melihat sendiri betapa lembutnya Rovert pada Xabara jadi wanita itu mengira semua sikap buruk tentang Rovert itu hanya omong kosong belaka.
"hanya karna aku tidak mempan dengan racun perangs*ng mereka aku disebut G*y..! sudah cukup aku bermain-main dengan Pria brengs*k itu, aku akan menghabisinya." geram Rovert dengan tangan terkepal.
"kauuu??? lihat apa yang akan aku lakukan, kau beruntung lahir sebagai perempuan..! sekali lagi kau muncul di hadapanku saat itu juga akan akan menghabisimu. jika kau berani menantangku maka lakukan saja !!?"
Rovert terlihat menyeramkan saat ini bahkan Taylor, Ratu dan dokter Astah berkeringat dingin. inikah sifat asli Rovert? mereka bertiga melirik ke samping dimana Xabara malah senyam-senyum seperti psikopat wanita saja yang tertarik dengan kekejaman Rovert.
.
.
.
__ADS_1