
.
.
.
Rovert menoleh ke Ponselnya yang bergetar lalu Ia mengangkatnya ternyata dari Barrest yang mengatakan bahwa Para pemegang saham yang pernah bekerja sama dengan Rovert tengah memaksa untuk rapat membahas kematian 4 Pengusaha yang pernah menjadi bagian dari X Company Group.
Rovert menoleh ke Xabara yang tampak tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraannya, "ya sudah..! aku akan berangkat sekarang."
"Xabara aku..?" Rovert
"pergilah." balas Xabara.
"mereka akan semakin mencurigaimu jika kau tidak mengikuti keinginan mereka." sambung Xabara lagi.
"baiklah." jawab Rovert berdiri lalu hendak mencium kening Xabara tapi melihat sebuah sendok garpu di tunjukkan ke dirinya membuatnya nyengir kuda dan mengurungkan niatnya tadi.
"hubungi aku kapanpun kau mau." kata Rovert dan Xabara hanya mengangguk saja supaya masalahnya cepat selesai.
"aku tidak akan mengantarmu." ucap Xabara.
"aku bisa pergi sendiri, jaga dirimu baik-baik Istriku!" ucapan Rovert membuat Xabara menatap kesal dirinya tapi Rovert malah tersenyum lebar tanpa merasa bersalah dan pergi dari Apartemen Xabara.
Rovert harus mampir ke Toko untuk berganti pakaian karna tidak mungkin Ia datang ke Perusahaan memakai baju biasa.
.
Xabara pergi ke salah satu Supermarket yang paling besar dan tanpa sengaja Ia mendengar pembicaraan pekerja disana tentang Manager baru mereka yang cab*l, Xabara paling tidak suka seorang gadis dilec*hkan apalagi dipukuli atau disakiti secara fisik.
"jadi Ros di pecat?"
"iyalah, sepertinya aku juga harus mengundurkan diri."
"aku sudah bersuami apa aku juga akan diperlakukan seperti itu? aku butuh pekerjaan !! kalian tau sendiri mencari pekerjaan diluar sana bagi wanita yang sudah berkeluarga sangat sulit." keluh salah satu wanita yang terlihat tidak berdaya.
"pastilah..! sudah aku bilang dia manager cab*l dan sangat mes*m, aku heran kalau dia memang kaya kenapa tidak menikah atau bayar jal*ng diluar sana." sinis yang lainnya.
"apa sudah dilaporkan?." tanya yang lainnya kesal.
"sudah..! tapi kalau kita mau memberi surat pada atasan dia ya harus melalui manager cab*l itu, aku yakin dia menahan keluh-kesah kita pada atasan makanya dia bisa memecat Ros."
__ADS_1
"huuh..! bagaimana aku bisa hidup kalau begini?."
Xabara mendengarnya mengepalkan tangannya, Ia paling benci ada petinggi yang sewenang-wenang menggunakan kekuasan demi melampiaskan kepuasan sendiri malah merugikan orang lain.
Xabara mengencangkan topinya lalu berjalan mendekati para pelayan yang sedang bergosip itu, mereka segera bubar dan melayani Xabara dengan sangat baik.
"terimakasih Nona!" ucap mereka semua dengan ramah dan santun dimeja kasir.
"bertahanlah semalam ini saja." pinta Xabara serius.
Para pelayan saling melihat satu sama lain tidak mengerti perkataan Xabara lalu hanya tersenyum saja ke Xabara, mereka kompak berpikir kalau Xabara sedang berbicara dengan seseorang lewat panggilan telfon, lagian Xabara berpakaian tertutup sehingga mereka tidak mengenal wajah Xabara yang mereka lihat dari bentuk tubuh Xabara adalah perempuan.
Xabara berjalan dengan tenang meninggalkan mereka semua hingga tiba-tiba Ia tidak sengaja menyenggol seseorang yang dengan cepat menolongnya, Topi Xabara terjatuh kebelakang sehingga rambutnya yang dicat warna abu-abu tergerai bebas.
DEG!!
"kau tidak apa-apa?" tanya Pria itu dengan datar dan tatapan tajam yang menusuk ternyata Lios.
"si*l...! kenapa aku malah bertemu dengan cecunguk ini?." batin Xabara segera melepaskan diri dari Lios.
bawahan Lios hanya menonton saja lalu Xabara mengutip barang-barang belanjaannya tak sengaja Lios melihat pemb*lut yang dibeli Xabara segera Ia memalingkan wajahnya dan pergi melewati Xabara begitu saja.
Xabara sangat hebat dalam hal penyamaran sehingga tidak akan ada yang bisa menemukannya.
malam harinya,
Xabara menjalankan aksinya mendatangi sebuah Rumah Mewah, Ia membius para Pengawal mangsanya lewat udara.
braaakkhh..!
Xabara menendang Kamar target yang sudah Ia cari tau sebelumnya, "akhirnya aku melihatmu juga ya?."
wanita yang tidak berpakaian disamping Pria itu tengah meringkuk seperti takut.
"aku terlambat ternyata ada korban lain." batin Xabara mengumpat geram.
"kenapa kau masuk ha? aku sudah bilang ... ?" marah Pria itu seketika mengerutkan keningnya melihat sosok berpakaian serba tertutup itu.
"siapa kau?" tanya Pria itu seketika rasa kantuknya hilang begitu saja.
Xabara berjalan dengan jarum sepanjang 10 cm diameternya hanya setengah cm dimainkan dengan lihai di tangan kanannya, Pria itu terbelalak ada setangkai bunga Higanbana ditangan Kiri sosok itu.
__ADS_1
"K --Kau??" Pria itu sampai terjatuh di dari ranjangnya menunjuk gemetar sosok Xabara.
"sepertinya aku sangat lengah membiarkan manusia sampah sepertimu hidup dimuka bumi ini." kata Xabara menyeringai dibalik maskernya.
"am--ampuni sa-ya Nona ti-tidak Nyo--Nyonya!" seketika Pria itu bersembah sujud pada sosok itu.
wanita yang segera menutupi tubuhnya dengan selimut itu menatap sosok itu dengan sorot mata sedih, "ha--habisi saja dia!"
Xabara menoleh ke perempuan itu yang matanya tampak sembab, "aku terlambat menyelamatkanmu."
"tidak apa..! asalkan dia mati didepan mataku." jawaban perempuan itu terlihat serius.
Pria yang tengah bersujud itu terlihat sangat pucat, Ia pun bangkit mencoba berlari meminta bantuan pada pengawalnya tapi ternyata Xabara sudah menancapkan jarum andalannya di kepala Pria itu yang tersungkur seketika tanpa bisa bergerak.
Xabara melangkah ke arah mangsanya dan dengan santainya mencabut jarum itu serta membersihkan darah yang menempel di sana dengan tisu lalu langsung membakarnya tepat didepan Pria yang sedang skarat itu melawan racun mematikan pemberian Xabara.
"semoga kau disambut baik oleh penguasa Neraka." kata Xabara dengan senyum tipis nan sinisnya.
"kau mau melihatnya mati?" tanya Xabara sambil meletakkan Bunga kematian didepan mata Pria itu yang memerah menahan rasa sakit menggerogoti tubuhnya bahkan memandang Bunga yang tepat didepannya sungguh sangat ditakuti oleh target Higanbana.
"kau akan menjadi target orang lain untuk mencari tau tentangku." kata Xabara ke wanita itu.
"sa--saya akan pergi! bi-bisakah anda membantu saya?" tanya wanita itu dengan hati-hati.
"pergilah sendiri ! pintu akan ku buka dan mereka semua dalam pengaruh biusku, jika kau lari maka tidak akan ada yang mencurigaimu kalaupun kau tertangkap bilang saja kau tidak melihatku biar mereka tidak mengintrogasimu lagi, aku ingin kau hidup tenang setelah ini."
"te-terimakasih." ucap wanita itu dengan tulus.
Xabara pun langsung pergi sambil membuka pintu untuk dilalui oleh perempuan tadi, Xabara tidak mau ikut campur masalah perempuan itu yang pasti diancam atau apa pun itu alasannya.
Xabara keluar dari Rumah itu dan lampu mobil menyorotnya tapi Xabara dengan cepat memasuki Mobilnya yang tanpa plat.
"cepat sekali dia menargetkanku." batin Xabara dengan cepat melajukan mobilnya.
aksi kejar-kejaran pun terjadi saat Xabara menyadari Mobil tadi memang mengejarnya, Xabara sangat ahli mengendarai Mobil karna sudah makanannya.
.
.
.
__ADS_1