Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
ditangkap


__ADS_3

.


.


.


di dalam Mobil,


"sayang?" panggil Rovert.


"hmm?" sahut Xabara tanpa menoleh masih sibuk dengan ponselnya.


"apa kamu benar tidak peduli omongan wanita itu? mereka sangat iri denganmu yang sangat cantik sehingga bisa memikatku." tanya Rovert penasaran.


Xabara melirik Rovert sekilas lalu kembali memainkan Ponselnya, "kenapa aku harus peduli? memang aku sangat cantik kan?"


Rovert tersenyum lalu mengangguk-ngangguk setuju.


.


malam harinya,


Rovert dan Xabara keluar Mansion menuju Bar tempat janjian Rovert dengan temannya.


Xabara hanya mengenakan celana panjang warna putih juga Jaket tebal sebatas pinggang jika Xabara mengangkat tangannya mungkin pinggang Xabara akan terlihat jelas, rambut Xabara hanya di gulung asal menyisakan anak rambutnya dengan poni terbelah 2.


"kenapa?" tanya Xabara melihat Rovert yang terus saja memandangnya.


"sayang apa kamu pakai make-up?" tanya Rovert yang masih saja cemas padahal Istrinya tidak berdandan sama sekali.


Xabara menghela nafas panjang, "bukankah kamu yang mengatakan aku tidak boleh mengenakan dres?? aku hanya bisa memakai gelang tanganku dan cincin saja."


"tapi kamu masih terlalu cantik sayang." rengek Rovert merasa tidak rela.


"kalau begitu turunkan saja aku tidak usah dibawa." kata Xabara dengan datar.


Rovert terdiam lalu tidak berani protes lagi, Ia hanya sesekali melihat Xabara yang terlihat sangat seksi dengan pakaian santainya itu.


menurut Xabara sangat lucu memasuki Bar memakai baju biasa tapi mau bagaimana lagi kalau punya suami pencemburu serta rewel, Xabara yang tidak mau memperpanjang masalah pun menuruti saja walau sempat marah-marah.


setibanya di Bar,


Xabara ditatap oleh para penjaga Bar dari atas sampai bawah tapi ketika Xabara dihadang ada Rovert yang mereka kenal segera menunduk sopan.


"Tuan Muda..!"


"dia Istriku, apa kalian tidak mengenalinya?" tanya Rovert.

__ADS_1


"Tidak Tuan Muda, Nona ini keliatan sangat cantik seperti anak remaja dibawah umur jadi saya ragu mengizinkannya masuk Tuan." bela Penjaga itu dengan kepala tertunduk.


"benar Tuan..! kami berniat menanyakan Identitasnya apakah umurnya sudah cukup sehingga bisa memasuki Bar ini." sahut yang lainnya.


"Tuan Muda kan tau Bar ini tidak diizinkan anak dibawah umur masuk." sambung yang lainnya.


wajah Rovert begitu memerah sedangkan Xabara terkekeh pelan tanpa suara menutupi bibirnya yang berkedut melihat wajah Rovert seperti kepiting rebus saking cemburunya.


"ayo kita pulang saja sayang..?" ajak Rovert menarik lengan Xabara.


"lalu temanmu bagaimana?" tanya Xabara yang tidak melangkah sama sekali walaupun Rovert menarik lengannya.


"biarkan saja..! aku menyuruhmu berpakaian seperti ini dibilang anak Remaja dibawah umur padahal kamu sudah menjadi seorang Ibu." gerutu Rovert.


para penjaga Bar hanya saling pandang tidak mengerti perdebatan Xabara dan Rovert, mereka berbicara dengan jujur kalau Xabara memang terlihat seperti anak dibawah umur.


panjang perdebatan pada akhirnya Rovert terpaksa juga membawa Xabara memasuki Bar, Rovert begitu menjaga Xabara dari tatapan para lelaki bahkan memeluk Xabara begitu posesif.


Rovert memasuki Ruangan VIP melihat 2 Teman nya selama di Kanada yang berdiri menyambut Rovert dan ada wanita disisi mereka masing-masing.


(Translete bahasa asing)


"apa ini Istrimu yang akan kamu nikahi esok?"


"yeah..!" jawab Rovert melihat kedua teman lamanya itu membawa kekasihnya.


"cuma kalian berdua saja?" tanya Rovert menunjuk kedua teman lamanya itu.


tidak ada pembicaraan serius diantara mereka selain membahas kegiatan mereka setelah keluar dari tempat belajar beladiri, kedua Wanita yang ada di Ruangan itu memandang perhiasan Xabara yang memang sangat cantik.


mereka ingin bertanya tapi ragu Xabara tidak mengerti bahasa asing sebab sejak tadi Xabara diam dan tersenyum tipis saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"kalian kenapa?" tanya Xabara membuat kedua wanita itu kaget ternyata Xabara bisa bahasa English.


Xabara diam-diam merasa senang perhiasannya diperhatikan, Ia memang bertujuan promosikan perhiasannya terutama Kedua wanita itu juga terlihat modis.


.


ketika mau keluar Bar, mereka berdua menghela nafas melihat banyaknya manusia tengah bersenang-senang. Xabara jalan dengan Rovert menerobos Orang-orang yang sibuk menari dengan musik yang keras sehingga mereka berbicara harus berteriak satu sama lain, Rovert merangkul mesra pinggang Xabara demi menjaga Xabara.


Xabara kaget ketika ada tangan yang berusaha merampas gelangnya, Ia dengan cepat menangkap tangan itu lalu membantingnya terdengar jeritan panik Orang yang berada didekat Xabara dan Rovert


"kenapa dia sayang?" tanya Rovert cemas dengan nada keras.


"dia berusaha merampas gelangku." jawab Xabara juga cukup kuat tepat ditelinga Rovert.


Pria yang terkapar itu merasa sakit bercampur kaget ternyata Xabara menyadari gerakan halus tangannya, biasanya Ia tidak pernah tertangkap jika merampok dengan cara seperti itu di tengah keramaian ataupun terekam CCTV tapi Xabara bisa menyadarinya.

__ADS_1


"apa? bedeb*h...!" Rovert menginjak tangan Pria itu yang berteriak meminta tolong.


Xabara mengedarkan pandangannya lalu para penjaga Bar yang melihat keributan itu langsung berlarian menangkap Pria itu, tempat itu sudah kosong dibagian Xabara saja sementara yang lainnya sibuk bersenang-senang dengan suara musik yang memekakkan telinga.


di Luar Bar,


"Terimakasih Nyonya..! Tuan..!" ucap pemilik Bar.


"kenapa?" tanya Xabara.


"dia adalah buronan kami selama ini, setiap wanita yang datang kesini selalu mengeluh kehilangan perhiasannya dan kami benar-benar tidak pernah menemukan pelakunya Nyonya..! Nyonya berhasil menangkapnya."


Rovert menahan senyumnya sekuat tenaga sambil melihat arah lain, "pencuri handal mau merampok seorang Ratu Higanbana?" batin Rovert menertawai kesialan Perampok profesional itu.


Xabara terlihat tidak peduli dengan pujian pemilik Bar, "bisa aku pergi?" tanya Xabara dengan dingin.


"Ehh??" kaget pemilik Bar.


Para bawahan Pria itu juga kaget karna Xabara tidak menginginkan apapun selain minta pulang saja, jika Orang lain pasti meminta imbalan yang besar sebab berhasil menangkap basah perampok handal, entah bagaimana Xabara bisa mengetahui gerakan halus Pencuri itu yang selama ini tidak pernah disadari oleh setiap korban nya.


"ayo sayang..!" ajak Rovert merangkul bahu Xabara dan pergi dari sana.


Pemilik Bar semakin yakin Identitas Xabara bukan Wanita biasa sampai bisa menyadari gelangnya dirampas.


"lain kali kalian harus memperlakukan Nyonya Maldev dengan baik." titah Pemilik Bar.


"baik Pak..!" jawab para bawahan pemilik Bar dengan serentak.


mereka semua hanya bisa menonton Xabara dan Rovert memasuki Mobil lalu pergi dari sana.


di dalam Mobil dalam perjalanan pulang,


"apa tanganmu terluka sayang?" tanya Rovert.


"mana mungkin tanganku terluka." jawab Xabara.


"bagaimana kamu bisa tau? aku pernah dengar kalau ada pencuri diBar itu tapi dari apa yang aku dengar para wanita itu bilang tidak sadar kapan perhiasan mereka direnggut." tanya Rovert dengan gemas bercampur penasaran.


Xabara menyunggingkan senyum tipisnya, "dia masih dalam tahap menengah masih belum apa-apanya dibanding aku."


"ha?" Rovert ternganga.


"aku mantan pencuri juga." jawab Xabara santai tanpa beban.


Rovert terkejut, Ia mengira Xabara tau karna instingnya sebagai Ratu Higanbana tapi ternyata dari pengalamannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2