Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
tidak terduga


__ADS_3

.


.


.


hari terus berlalu,


Xabara tidak mengalami gangguan apapun dari pergerakan musuhnya, selagi Ia tidak dikenali maka semua akan baik-baik saja.


Xabara hanya dikenal sebagai perempuan cantik yang pernah menjadi dokter magang tahun pertama yang bar-bar sebagai Istri Rovert Maldev, tidak ada yang tau akan Identitasnya yang sebenarnya.


kini Xabara tengah duduk dengan anggun melihat Aya yang sudah di dandani begitu cantik oleh Taylor, sahabat baik Ratu dan Lienda itu langsung turun tangan mendandani Aya padahal Ia bisa dikatakan Bos besar yang tidak ada kerjaan memegang alat make up kecuali desain pakaian.


"Xabara sayang?" panggil Taylor.


"iya Tan." jawab Xabara meletakkan ponselnya dan berdiri mendekati Taylor mengira wanita itu butuh bantuannya.


Taylor terkekeh, "kapan kamu mau merayakan Pesta pernikahanmu juga? apa kamu tidak iri dengan Aya?"


Xabara menarik nafas panjang, "Tante aku pikir butuh bantuanku." gerutu Xabara sambil kembali ke tempat duduknya dengan anggun.


Taylor tertawa lebar mendengar gerutuan Xabara, "kenapa sayang?"


Xabara menatap Taylor dengan tenang, "nanti saja kalau anakku sudah genap usianya 1 tahun Tante, aku tidak mau duduk di Kursi pengantin hanya berdua dengan Rovert harus ada yang duduk diantara kami."


Taylor menangkup kedua pipinya sendiri, "kamu romantis banget ya?"


Xabara tersenyum lalu kembali memainkan Ponselnya,


"Tante? apa ini hitam-hitamnya tidak ketebalan? kenapa aku risih melihatnya Tan?" protes Aya.


"Eeiitts..!! jangan dipegang Aya sayang, nanti make-up mu luntur tunggu sudah kering ya?" Taylor buru-buru menarik tangan Aya yang sibuk memegang matanya.


"Tan??" protes Aya.


"ini Eyeliner sudah sangat tipis sayang, lagian kenapa kamu protes sih? bukankah kamu dengar apa kata Xabara tadi? kamu sangat cantik." gemas Taylor.


Aya yang dasarnya keras kepala ingin menghapus nya sendiri tapi ketika Xabara bersuara segera Ia menyimpan tangannya kebelakang, Taylor terkikik melihat kepatuhan Aya seperti yang Lienda bilang kalau Aya itu pawangnya Xabara, dan kalau Ratu bilang pawangnya Rovert itu juga Xabara.


"haloo?" Ratu dan Lienda memasuki ruang pengantin dan terperangah melihat Aya yang begitu cantik.

__ADS_1


"ya ampun menantuku cantik sekali." Lienda yang heboh mendekati Aya dan mengangkat dagu lancip Aya memutarnya ke kiri serta ke kanan sungguh mulus sekali wajah Aya walau tanpa ada tahi lalat.


"sayang? Rovert mencarimu nak !?" Ratu mengelus kepala Xabara.


Xabara mendongak, "kenapa dia mencariku Mom? aku sudah sarapan, minum susu dan Vitamin kok tadi."


"tidak tau saja sayang suamimu itu sangat bucin padamu, kalau kamu hilang dari pandangannya itu karna dia takut kamu diculik penjahat." sembur Taylor lalu Ratu tertawa.


Lienda hanya sibuk memuji Aya jadi tidak mendengar godaan temannya pada Xabara.


Xabara tersenyum saja tanpa merasa malu padahal Ia bisa mematahkan tulang tusuk Orang tapi mereka memperlakukan Xabara seperti seorang wanita cantik yang tidak bisa melawan.


"ehh?? menantuku ini bar-bar, waktu pertama kali memakai Daster dia mengangkat sebelah kakinya tinggi-tinggi, aku sangat syok saat itu kepalaku terasa pusing melihat kelakuan menantuku yang sedang hamil ini." oceh Ratu.


Xabara senyam-senyum saja, "ternyata memakai daster sangat nyaman Mom.! aku suka, kalau bisa ke Pesta Aya pakai daster aja."


"Apaaa??" Ratu melotot sedang Taylor membekap mulutnya tapi tak bisa menahan tawanya.


"kenapa?" tanya Xabara dengan polos.


"kamu bisa memancing mata jahat lelaki gila disini sayang, lagian kamu ini gimana sih? Daster itu untuk di Rumah bukan untuk acara Formal seperti ini yang ada Menantuku jadi trending topik jadi bahan tertawaan." omel Ratu seperti kereta api tanpa rem.


.


.


Xabara memegang bunga pengantin berjalan di Altar Pengantin begitu anggun didepan Aya yang dirangkul oleh Retro sebagai perwakilan Ayah untuk Aya yang tidak punya wali.


Barrest terpesona dengan kecantikan Aya, semua tamu Undangan yang hadir melempar kelopak bunga pada Aya dan Xabara yang berjalan begitu mempesona dengan gaya unik masing-masing.


"kenapa nak?" tanya Retro penasaran merasakan lengan Aya begitu dingin.


"ak-aku gugup Papa." jawab Aya yang sudah akrab memanggil Retro dan Lienda sebutan Papa Mama.


"tidak apa nak..! semua akan baik-baik saja." bujuk Retro.


Xabara yang tiba didepan Barrest memberikan Bunga pengantin ke Aya lalu Ia segera menoleh ketika Rovert dibawah Altar pengantin mengulurkan tangannya, Xabara menyambut tangan Rovert yang langsung membantu Xabara turun dengan cara di gendong terlihat sangat romantis.


Retro menyerahkan tangan Aya ke Barrest dengan gagah Barrest mengecup punggung tangan Aya lalu mengulurkan lengannya, Aya melingkarkan tangannya di lengan Barrest sedangkan tangan lainnya memegang Bunga. mereka berdua berjalan ke arah sosok Pria paruh baya yang akan meresmikan status mereka yang sah menjadi Suami-istri.


setelah melakukan sumpah pernikahan, Pria itu menyatakan dengan lantang bahwa Aya dan Barrest telah sah menjadi sepasang suami-istri, para tamu Undangan bersorak gembira menyirami kelopak bunga pada pasutri baru itu.

__ADS_1


"Hoeeekkk!!" Aya yang tadinya baik-baik saja seketika merasa mual.


hening seketika,


"Aya??" Barrest segera memegang pinggang Aya dengan cemas.


Ratu, Lienda dan Taylor segera berlari mengangkat gaun mereka mendekati Aya.


Xabara hendak menyusul tapi diikat erat oleh Rovert, "Rovert lepaskan aku..! aku mau lihat adikku."


"dia pasti sedang hamil." jawab Rovert asal langsung membuat Xabara bengong.


"maaf ya tamu undangan mungkin menantu saya sedang hamil, hahaha...! menantu saya hamil." kata Retro.


"wwahhh!!"


Aya melototkan matanya berbeda dengan ketiga wanita Cantik itu tengah membeku lalu berteriak heboh, Lienda meminta para tamu undangan makan sebanyak-banyaknya dan sepuas-puasnya.


"menantuku hamil juga." teriak Lienda yang paling histeris.


Aya menatap galak ke Barrest, memang karna ulah mertuanya mereka melakukan hubungan satu malam dan sungguh Aya tidak menyangka akan langsung jadi anak padahal Ia tidak terlalu berharap akan hamil.


"maaf." cicit Barrest.


Aya dan Barrest perang tatap-tatapan sedangkan Xabara di bawah panggung tertawa, Ia pernah mendengar keluhan Aya tentang Lienda yang begitu ngotot memaksa Aya berhubungan dengan Barrest padahal belum menikah, Aya berada di situasi yang lebih rumit dari Xabara.


"kamu tau mereka telah melakukannya sayang?" tanya Rovert ke Xabara.


"iya, ulah Tante Lienda yang sangat usil." jawab Xabara.


Rovert tertawa kecil pantas saja Ia melihat Barrest begitu terintimidasi tatapan Aya, Rovert sebagai lelaki tau maksud tatapan Aya yang mengancam akan memotong inti Barrest yang bisa membuat Aya hamil hanya sekali melakukan saja.


Dr. Nining (Dokter Psikolog kandungan yang mengundang Ratu) dan Dr. Astah (Dokter kandungannya Xabara di undang oleh Xabara) yang baru saja tiba dipaksa oleh Ratu memeriksa Aya, ternyata tebakan Retro memang benar.


pesta itu menjadi kosong tanpa Pengantin selama beberapa jam tapi tidak membuat tamu undangan kecewa sebab maklum si Pengantin Wanita tengah berbadan dua, acara tetap lancar tanpa ada pengantin itu yang sedang istirahat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2