Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
sampai bisa menjaga diri


__ADS_3

.


.


.


"coba diajari Baby kembar berjalan Rovert!" pinta Ratu.


"tapi umurnya belum cukup 7 bulan Mom..!" jawab Xabara.


Ratu tergelak, "sayang? Kedua Baby kembar ini kuat asi dan itu sangat bagus untuk pertumbuhan otot dan tulangnya, kamu tidak lihat umur 5 bulan bayi lucu ini sudah bisa duduk hmm? ya walaupun masih gemetar tapi bisa duduk kan? itu sudah menunjukkan pertumbuhan tulangnya sangat bagus."


Xabara terdiam lalu Rovert membantu Baby Ana berdiri dan memapahnya berjalan dengan kaki bergetar-getar tapi bisa melangkah sekitar 2-3 langkah kaki kecilnya itu walau pada akhirnya terjatuh dalam pelukan Rovert.


Rovert tertawa keras, baru kali ini Rovert keliatan sangat bahagia sehingga Ratu juga ikut bahagia lalu menoleh ke Xabara yang bermain dengan Baby An yang asik duduk saja fokus mainannya itu.


"Suamiku?? apa kamu tidak lihat kita punya menantu yang sangat cantik dan mau mengandung Cucu kita tanpa perantara, lihatlah kedua Cucu kita sangat menggemaskan?" batin Ratu mengingat sosok Pria yang terukir abadi di hatinya walau sudah bertahun-tahun Ratu tidak pernah menikah lagi.


Ratu masih sangat cantik dikategori umurnya yang sekarang menginjak usia 50 tahunan, diluar sana banyak yang menginginkan Ratu ketika baru-baru kehilangan suaminya tapi memang Ratu yang tidak mau sebab menurutnya tidak ada sosok Pria manapun yang bisa menggantikan suaminya itu yang sangat baik sampai musuh dibalik selimut pun diperlakukan begitu baik olehnya.


"Mom?" panggil Xabara yang membuat Ratu tersadar seketika.


"hmm? apa sayang?" tanya Ratu dengan wajah bingungnya.


Xabara memegang pipi Ratu, "Mom kenapa?" tanya Xabara berubah cemas dan sedih.


Ratu tersenyum lembut mengecup sayang telapak tangan Xabara, "Mom hanya rindu dengan Suami Mom sayang, dia pasti bahagia melihat Rovert kembali menjadi Pria yang riang dan bahagia."


Xabara tersenyum lembut lalu berkata, "Rovert selalu mengatakan kalau dia merasa dunianya hancur ketika Kehilangan Papanya, aku jadi tau kalau Dia sangat menyayangi Papa, dia pasti sosok yang hebat."


Ratu mengangguk, "dia Pria yang sangat baik sehingga kemanapun Ia pergi Rovert pasti selalu mengikutinya."

__ADS_1


Xabara bertanya mengapa Ratu begitu setia pada sosok Suaminya itu sebab menurut Xabara bisa saja Ratu menikah karna kesepian tapi Ratu dengan senyuman mengatakan tidak ada Pria yang lebih baik dari suaminya itu yang begitu tulus mencintainya walaupun Ratu berasal dari Keluarga biasa yang baru saja jatuh miskin.


Xabara menoleh ke Rovert, "itu sebabnya Rovert begitu baik?" batin Xabara sudah bisa menggambarkan sosok Ayah mertua nya walaupun Xabara belum pernah bertemu dengan sosok Ayah Rovert.


"Mom sangat kehilangannya tapi Rovert lebih menderita." ujar Ratu dengan senyuman.


Ratu memegang kedua tangan Xabara, "kamulah hadiah terbesar dalam hidupnya sayang dan kamu juga yang telah memberi Mom mereka berdua, terimakasih sayang telah menjadi bagian dari Keluarga kami."


Xabara menggeleng kepalanya lalu memeluk Ratu tanpa sadar air mata Xabara menetes mengingat awal dirinya mau menikahi Rovert, tidak ada sedikitpun Cinta dihatinya selain balas dendam saja.


"Mom aku akan ganti semua kesalahanku di masa lalu itu dengan hal yang lebih baik lagi, aku tidak akan meninggalkan Putramu apalagi Mom." batin Xabara.


"Mo moh?" (Mom).


Xabara dan Ratu melepaskan pelukan mereka lalu menoleh ke Baby An yang telah duduk dengan tampang bingungnya itu entah apa masalah Putra kecilnya itu.


Xabara dan Ratu tertawa melihat tampang lucu Baby An, mereka menghapus air mata masing-masing lalu membawa Baby An ke pangkuan Ratu, Xabara mencium sayang kening Baby An sambil memainkan tangan kecil Baby An.


Xabara dan Ratu melihat tangan kecil Baby An memegang dada Xabara, sontak saja mereka tertawa lalu Ratu menyerahkan Baby An ke Xabara yang di beri asi.


"Lapar ya sayang? apa mainannya terlalu menguras otak kecilmu sampai lapar hmm?" kekeh Ratu dan Xabara tertawa lebar mendengar ledekan Ratu.


Baby An menatap Ratu dan Xabara bergantian tapi bibir mungilnya masih asik dengan rutinitasnya yaitu menyed*t Asi Mommynya.


"kita bawa ke Dokter bagaimana sayang? aku rasa mereka sudah bisa makan bubur." Ujar Rovert tiba-tiba sudah duduk disamping Xabara dan Ratu sambil menggendong Baby Ana.


"iya kita bawa..! Mom ikut, kebetulan kalian lagi libur juga kan?" Ratu langsung setuju usulan Rovert yang sudah cukup lama juga mereka tidak ke dokter.


"kalau begitu biarkan anakku yang satu ini kenyang." kata Xabara sambil memegang tangan mungil Baby An yang asik memainkan dagunya.


mereka tertawa bersama.

__ADS_1


.


Xabara menggendong Baby Ana di dalam Mobil sementara Rovert yang membawa Mobil, Baby An bersama Ratu memberi Asi yang dikumpulkan oleh Xabara 1 jam yang lalu.


Rovert sesekali menoleh ke Xabara yang sedang menyus*i Putri kecilnya, Ia tersenyum melihat wanita yang merajai hatinya itu.


Dr. Astah menyambut pasangan itu dengan sangat baik, sudah lama sekali Ia tidak melihat Xabara sebab Xabara melahirkan di Luar Negeri bukan di Indonesia.


"wahh...!! mereka sangat menggemaskan..! pertumbuhan mereka berdua sangat cepat, normalnya Bayi umur 7 bulan baru bisa merangkak tapi Baby kembar ini sudah lancar sekali merangkak." gemas Dr. Astah.


"mereka sangat kuat Asi, Astah." kekeh Ratu lalu dokter Astah menanyakan apakah asi Xabara banjir dan Ratu dengan bangga mengatakan semua itu karna Ratu yang tau cara memperlancar asi Xabara sehingga semakin banjir supaya kedua cucunya tidak kekurangan gizi.


"benar sekali Nyonya..! pertumbuhan bayi memang Asi dari Ibunya yang terbaik." senyum lebar Dr. Astah.


Xabara dan Rovert tersenyum saja mendengar celotehan Astah dan Ratu seperti teman lama yang sudah beberapa tahun tidak bertemu padahal usia Dr. Astah masih muda dari Ratu yaitu 40 tahun.


setelah memeriksa keadaan sikembar dan memberi Vitamin ternyata sikembar sudah bisa diberi makanan sampingan untuk tumbuh kembangnya, Ratu dengan bawelnya menanyakan Bubur yang sehat untuk Cucunya.


Rovert memijit pelipisnya, "sebenarnya Ibunya siapa? Xabara atau Mom?" batin Rovert.


Rovert menoleh ke Xabara yang memandang datar dirinya lalu Ia nyengir seakan Xabara tau saja isi pikiran Rovert padahal Rovert tidak mengatakan apa-apa.


setelah periksa ke dokter, Xabara dan Ratu belanja bubur di Supermarket untuk makanan sampingan baby kembar, sedangkan Rovert setia menunggu di Mobil bersama Bayinya.


"Papa akan menikmati hari-hari kita sayang, kalian harus doakan kami menang ya? Papa tidak tau masalah apa yang akan kami hadapi kedepannya." ujar Rovert sambil mengelus kepala kedua Anak kembarnya.


Rovert tidak takut bahaya apapun, Ia hanya takut kedua anaknya diketahui musuh sehingga dalam bahaya. Rovert dan Xabara harus pandai bersembunyi dengan baik sampai kedua anaknya tumbuh besar dan bisa menjaga diri sendiri dengan baik.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2