Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
berita


__ADS_3

.


.


.


Xabara tersenyum merendahkan, "akhirnya aku bisa melihat kehancuranmu ! jika kau mau selamat cepat lari dari Kota ini." kata Xabara.


Randy benar-benar terpaku, Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Xabara memintanya pergi.


"K--Kau bilang apa pada dia?" tanya Randy.


"aku tidak bilang apa-apa tapi dia yang datang sendiri dan mengatakan kau pernah melec*hkan anggota Higanbana tepat didepan matanya, dia jadi mengincar nyawamu karna itu." kata Xabara lalu memilih pergi.


"Tu--Tungguu?? ka--kapan aku melec*hkan anggotanya? cepat beritau aku siapa orang itu maka aku akan minta ampunan padanya." teriak Randy sambil bangkit dan mengejar Xabara.


Xabara terus saja berjalan sampai menaiki motornya dan pergi tanpa memperdulikan Randy, Randy yang tidak mau mati segera melarikan diri malam itu juga tanpa sepengetahuan Randy Xabara sudah mengintai Randy.


Randy tergesa-gesa membawa semua barang-barangnya dan Xabara tersenyum puas ditempat persembunyiannya, Ia terus mengawasi serta mengikuti Randy dari jarak jauh sampai tiba-tiba Randy dihadang segerombolan begal. Randy berusaha melawan tapi tidak berguna sama sekali sehingga semua uang, Mobil dan barang-barang penting Randy direbut paksa sementara Randy yang berusaha memberontak mengambil kunci mobilnya malah terkena tusukan.


"dasar bodoh !! apa salahnya tinggal mengalah lalu kau tidak akan mati." ketus Ketua Begal tersebut dengan malas ke Randy yang lemah tapi sok melawan.


Xabara melihat dari jauh tersenyum puas, "aku tidak bertindak tapi dia sudah mati ditangan orang lain." gumam Xabara lalu memutar Motornya yang lumayan jauh dari Randy dan komplotan begal itu.


Xabara pergi tanpa berniat menolong Randy yang tidak berdaya, Ia kembali ke Apartemen dan melihat Rovert yang seperti biasa tidak menanyakan kemana Xabara pergi.


"Rovert aku akan tidur di Apartemenku!" kata Xabara serius.


Rovert menatap mata Xabara lalu mengangguk, "aku harus ke Luar Kota."


"baiklah !" jawab Xabara pun menahan diri untuk tidak bertanya pada Rovert.


mereka selalu seperti itu, bagi Xabara rasa hormat Rovert terhadap Privasinya membuatnya harus menghormati Privasi Rovert. padahal jika Xabara bertanya akan dijawab oleh Rovert karna rasa Cinta dipendam oleh Rovert itu.


Xabara memperhatikan Rovert mengambil pakaian nya selama menginap 3 hari di luar kota, Ia bahkan ikut mengantarkan Rovert ke Mobil.


"sudah aku bilang kan?" senyum tampan Rovert merasa bahagia Xabara mengantarnya.

__ADS_1


"hari sudah larut malam apa harus jam segini?" tanya Xabara mengalihkan.


"ini semua karna Barrest !! kami harus ke luar Kota dan sampai besok pagi sementara penerbangan dihentikan selama 1 pekan karna cuaca, mau tidak mau ya kami harus bawa mobil kesana." jawab Rovert.


"Helikopter?" tanya Xabara.


Rovert tersenyum, "naik Helikopter terlalu bising." jawab Rovert yang memang tidak suka keributan.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan jengah, "terserah kau saja!"


"hmm? aku berangkat dan baik-baik di Apartemen serta perhatikan Mom. aku rasa dia akan datang kesini ketika dia tau aku akan keluar kota, dialah yang paling tidak terima padahal kaulah istriku tapi kenapa Momku yang bawel." Rovert.


Xabara menahan senyumnya, "aku akan atasi Mom."


Rovert mengelus kepala Xabara yang tertegun sejenak tapi Xabara tidak marah.


"senangnya bisa mengelus kepalanya seperti ini." batin Rovert tersenyum lebar.


Xabara menganggukkan kepalanya lalu Rovert langsung masuk ke Mobilnya dan pergi, Xabara tersenyum tipis meraba rambutnya yang di elus Rovert.


.


"Nona?" Aya tersenyum lebar melihat Xabara memasuki Apartemen.


"sudah aku tebak kau tidak istirahat sama sekali." decak Xabara lalu menarik paksa lengan Aya yang tersenyum malu diperhatikan begitu baik oleh Xabara.


ke esokan harinya,


Xabara dan Aya sedang berbincang sambil sarapan, betapa terkejutnya Aya mendengar perkataan Xabara yang bilang Randy sudah dihabisi oleh tangan begal.


"apa Nona periksa denyut nadinya?" tanya Aya penasaran tingkat dewa sebab yang ingin Randy mati lebih cepat itu hanya Aya berbeda dengan Xabara malah ingin bermain-main.


"aku rasa dia terkena 14 tusukan dan aku pikir dia akan meninggal kehabisan darah, walaupun ada yang menemukannya dengan cepat membawa dia ke Rumah Sakit."


Aya beryes ria sedangkan Xabara diam saja tanpa peduli kebahagiaan Aya tapi bibirnya melengkung tipis menandakan Ia juga senang.


selama 2 hari mereka berada di Apartemen tidak keluar sama sekali, Aya sedang cuti demi menemani Xabara yang sendiri. mereka berdua tengah menonton TV dan berita tentang Lios dan Ray yang terluka melawan sekumpulan Mafia Higanbana, Aya mendelik kesal melihat berita itu.

__ADS_1


"sudahlah ! yang penting Ketua Palsu itu sudah mati kan?" bujuk Xabara.


mereka tertawa kecil satu sama lain tiba-tiba mereka menoleh melihat ke TV mengenai para petugas Polisi meminta Mafia Higanbana turun tangan menghabisi para begal yang semakin semena-mena, kini telah terjadi pembegalan dan kali ini korbannya Randy telah meninggal kehabisan darah.


"Nona? saya yakin ada jebakan disini, kenapa para Polisi meminta bantuan kita secara langsung? mereka sudah tidak waras." kesal Aya.


Xabara tersenyum saja, "yang penting Randy mati bukan ditangan kita kan?"


Aya berubah sendu bertanya apakah Xabara baik-baik saja, Xabara yang geli menonyor kening Aya menganggapnya lemah padahal dendam Xabara ke Randy itu sudah lama sekali ingin Xabara akhiri.


hubungan Aya dan Xabara memang sangat baik, walau begitu Aya tetap tidak mau bicara formal ke Xabara karna terlalu menghormati Xabara yang merupakan keluarga satu-satunya serta panutan hidupnya Aya.


disaat Xabara hendak keluar Ia tau kalau Ratu datang ke Apartemen, segera Xabara pindah ke Apartemen Rovert setelah bersiap melakukan sandiwaranya sebagai Istri Rovert yang sedang berolahraga.


"dimana Xabara?" gumam Ratu celingukan.


Ratu mendengar suara musik pun mengikuti asal suara sampai Ia melihat Xabara sudah penuh keringat olahraga (Lari).


"sayang?" Ratu begitu kagum dengan bentuk tubuh Xabara.


Xabara menoleh dan kaget segera menghentikan larinya.


"Mom?" Xabara terengah-engah mengelap wajahnya yang basah karna keringat.


Ratu mendekati Xabara lalu menangkup wajah Xabara, "pantas saja kamu semakin seksi ya sayang ternyata rajin banget olahraga."


Xabara tersenyum lalu mengajak Ratu duduk.


"mau bagaimana lagi Mom, aku bosan jadi ingin menjadi model tapi Rovert melarangku dan dia malah memintaku berpose seksi didepannya maka dia akan memberiku gaji yang besar." Xabata.


Ratu tertawa, "dia memang bucin abis sama kamu sayang, pantaslah dia bilang begitu kan kamu Istrinya. mau kamu memerasnya sebanyak apapun pasti dia akan turuti."


Xabara tersenyum lalu akan membuatkan Ratu minuman tapi Ibu kandung Rovert memaksa Ia akan membuat minuman sendiri. Xabara lebih keras kepala hingga Ratu terus memperhatikan Xabara yang merupakan sosok menantu Idealnya. Xabara tidak pernah berpura-pura perhatian pada Ratu walau tidak ada Rovert selalu jujur bersikap apa-adanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2