Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
menggoda saja


__ADS_3

.


.


.


"ciihh...! kau sudah mencurigaiku akan menghabisi Pria itu ya? baiklah..!? akan aku perlihatkan bagaimana seorang XeniaXabara membawa mobil dengan benar." seringai Xabara.


Xabara langsung tau pelakunya adalah Lios karna plat Mobil itu sudah masuk dalam rekaman ingatan Xabara saat memasuki Mansion Lios.


Xabara menginjak gasnya hingga jarak mobilnya dengan yang mengejarnya semakin jauh, tak ingin jauh Mobil itu juga menginjak Gas mengejar Mobil Xabara. ketika sudah dekat dan Mobil dibelakang merasa aman tidak akan ketinggalan Mobil Xabara tiba-tiba saja Mobil Xabara berbelok tajam memasuki jalan besar dan persimpangan.


"kenapa dia jalan besar!?" gumam Lios penasaran.


Lios menggeleng kepalanya, "aku harus fokus dan tidak boleh kehilangan jejaknya." sambung Lios melebarkan matanya dan tidak mau berkedip seolah tidak mau Mobil didepannya hilang begitu saja.


Lios tetap mengikuti Mobil Xabara ditengah jalan lintas yang dipenuhi Kendaraan, memang lumayan sepi karna sudah larut malam tapi di persimpangan tentu banyak kendaraan yang hobi keliaran malam dan kebetulan dewi keberuntungan dipihak Xabara melihat angka rambu-rambu lalu lintas warna hijau yang terhitung mundur akan berubah menjadi lampu merah.


Xabara menyeringai, "semakin sulit keadaannya maka otakku akan semakin encer !? kau salah menargetkanku Lios." gumam Xabara mendapatkan ide yang sangat baik.


Ciiiiitttt!!


Xabara memutar Mobilnya dan semua Mobil yang berlawanan arah mengklakson kuat karna kaget dan refleks dengan aksi Xabara yang tiba-tiba membanting setir, Xabara terus membalik setirnya dengan sangat profesional sehingga bunyi decitan ban, rem serta asap menggepul disekitar sana lalu menerobos jalan sehingga mobil lain terpaksa berbelok dan terjadi kekacauan dijalan. Mobil yang mengejar Xabara terjebak diantara kekacauan yang Xabara tinggalkan.


tiiinnnn! tiiiinn !!


Xabara mengeluarkan satu benda berbentuk Bola bisbol lalu dari bola itu mengeluarkan asap yang sangat tebal sehingga tidak ada yang bisa melihat Mobil Xabara melaju ke arah mana.


"Si*ll !! XeniaXabara!! aku tidak mau kehilangannya?" Lios menekan Klaksonnya dengan kuat lalu membuka kaca Mobilnya sambil memaki dan berteriak pada semua Mobil yang berhenti.


semua Pengemudi yang keluar mengalami batuk-batuk akibat perbuatan Xabara tadi, para pengemudi kehilangan akal malah marah-marah pada Lios karna membuat keributan padahal mereka telah mematuhi lalu lintas.


Lios keluar dari Mobilnya dan berlari menerobos asap sampai penglihatannya jelas mencari Mobil Xabara yang sudah hilang entah kemana.


"Aaahhhh!!???" Lios berteriak marah kehilangan jejak Xabara.


namun tiba-tiba Lios tertawa membahana sungguh membuat orang waras merasa kesal, Lios yang hanya ingin mendapatkan Xabara tapi sosok targetnya itu malah membuat seorang Lios yang tidak pernah terkalahkan harus menghadapi kekacauan yang disebabkan seorang perempuan yaitu XeniaXabara.


"hebat sekali kau sayang ??! aku semakin menginginkanmu." Lios semakin tertawa keras saat mendengar umpatan serta makian dari pengemudi pada Lios.

__ADS_1


.


Xabara telah kembali ke Apartemennya dan langsung berendam di Bath-Up dengan aroma baru yang Ia sukai tanpa peduli akibat kekacauan yang sudah Ia tinggalkan untuk Lios.


"ciih..! salah sendiri siapa suruh mengejarku dan mencoba menargetkanku, apa dia pikir umurnya sebagai Ketua Mafia lebih lama dariku? aku sudah menjadi seorang Ketua Mafia sejak umur 8 tahun." decih Xabara yang tiba-tiba terlintas rasa kesal karna ulah Lios.


Xabara sudah menjadi anggota Mafia sejak umur 5 tahun dan dilatih oleh seorang Kakek Misterius yang ternyata Ketua Mafia terbesar di Kanada yang sangat ahli dibidang apapun terlebih lagi dunia mafia di Luar Negri jauh lebih sadis dari negara yang menjadi tempat Xabara menetap.


17 tahun Xabara menjadi Ketua Mafia sejak 3 tahun melewati masa pelatihannya, Xabara punya masalahnya sendiri yang membuatnya harus menjadi pembun*h profesional demi membalas dendam akan kematian tragis keluarganya.


.


pagi harinya,


Rovert tiba di Apartemen Xabara, dengan hati-hati Rovert menekan bel Apartemen sebab Xabara belum memberitau sandi Apartemennya tapi Rovert juga tidak memaksa untuk diberitau. siapapun tau anggota Higanbana memiliki tingkat perlindungan tinggi dan sangat menjaga Privasi sehingga Rovert yakin Xabara belum mempercayainya 1000%.


ceklek...!


DEG!!


Rovert tercekat melihat penampilan Xabara yang sangat berantakan, rambut abu-abunya berserakan seperti belum disisir 2 harian penuh tapi dengan wajah bantalnya Xabara yang terlalu imut itu membuat Rovert tak bisa mengendalikan degub jantungnya.


Rovert memperhatikan penampilan Xabara, "apa kau tidak akan bersiap pindah ke Mansionku?"


Xabara mengerjabkan matanya, "masuklah! kita bicara didalam."


Rovert pun masuk sambil menutup pintu tangannya mengelus dadanya dengan lembut membuang nafas berkali-kali, sungguh godaan yang sangat mengguncang pendiriannya sebagai Pria G*y yang tak pernah tertarik ingin menyentuh perempuan.


Rovert pun duduk disofa sementara Xabara hanya menggulung rambutnya tanpa berniat berganti pakaian, penampilan Xabara seperti ini membuat Rovert merasa yakin bahwa Xabara tidak pernah keluar Apartemen padahal beberapa jam yang lalu Xabara baru saja menjalankan aksinya.


"bi--bicara apa?" tanya Rovert entah mengapa Ia merasa gugup seperti Xabara tidak berniat mengikuti keinginannya.


"sepertinya kau tau kalau aku tidak mau tinggal di Mansionmu." ujar Xabara melipat sebelah kakinya dengan anggun sambil bersidakap dada begitu seksi.


glek..!


"ke--kenapa?" tanya Rovert gelagapan.


Xabara memiringkan kepalanya melihat tingkah Rovert seperti itu, Ia pura-pura tidak faham mengapa Rovert bisa bersikap bodoh.

__ADS_1


"ekhemm--ekhemmm!!" Rovert menyadari tatapan aneh Xabara pun menetralkan rasa gugupnya.


"bisakah kau berpakaian yang lebih baik? aku tidak suka penampilanmu yang seperti ini??! aku belum terbiasa." pinta Rovert.


Xabara melihat penampilannya, "kau G*y kan?" tanya Xabara memicing.


"tidak." jawab Rovert cepat.


Xabara menaikkan sebelah alisnya, "jadi benar itu hanya sekedar artikel saja? kau memang tidak g*y??"


"aku NORMAL sangat NORMAL!!? jadi KUMOHON dengan SANGAT!! jangan mengujiku!!?" Rovert menangkupkan kedua tangannya sambil menundukkan kepala dengan segala hormat ke Xabara.


Rovert seketika menaikkan pandangannya mendengar Xabara tertawa, sungguh cantik sekali Istrinya itu saat tertawa.


"kau sudah tau aku Normal?" tanya Rovert seakan tidak percaya.


"aku tau." jawaban Xabara membuat Rovert menganga tak percaya bahwa Xabara akan mempermainkannya.


Xabara pun meminta Rovert menunggunya lalu berganti pakaian, Rovert baru bisa berbicara dengan baik bersama Xabara setelah berpakaian normal.


"kalau begitu aku akan beli Apartemen didepan Apartemenmu !! saat Mom akan datang kita harus berada di Apartemen yang sama bagaimana?? aku tidak mau Momku curiga kita bersandiwara, sebentar lagi akan ada acara di Singapura dan aku akan membawamu."


"baiklah ! aku akan tepati janjiku." sahut Xabara.


Rovert tersenyum lebar, "kalau begitu aku pergi!"


Xabara mengangguk lalu kakinya entah kenapa ikut melangkah mengantar Rovert kedepan Apartemennya.


"aku pergi !? hari ini aku akan sangat sibuk mungkin akan pulang sore, nanti malam datanglah ke Mansion ku bagaimana? Mom sangat sedih mengira kau tidak betah tinggal di Mansionnya." Rovert.


Xabara tersenyum tipis, "berikan sisanya padaku !! aku akan selesaikan masalah keraguan Mommu itu, kau sangat payah berbicara dengan perempuan."


Rovert nyengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2