Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
prioritas


__ADS_3

.


.


.


"ini hadiahku." Clara memberikan kado yang Ia bawa untuk Xabara.


"terimakasih." ucap Xabara dengan serius.


"sama-sama hmm...? kalau begitu aku pulang..! aku tidak mau dia menungguku terlalu lama." izin Clara melambaikan tangannya.


Xabara mengangguk lalu melihat kado pemberian Clara tanpa menunggu lagi Ia membukanya ternyata sebuah baju kurung yang dirajut langsung oleh Clara, Xabara melihat ke arah Clara yang sudah pergi ditengah keramaian pesta.


"Xabara? apa itu? apa yang dia lakukan? kenapa dia keliatan berbeda?" tanya Aya yang tiba-tiba datang disamping Xabara.


Xabara memperlihatkan hadiah Clara, "ucapan selamat padaku dan membuatkanku baju rajutan yang tidak dijual dimanapun."


Aya terkejut, "Xabara, kamu benar-benar sudah tau kalau dia akan berubah?"


Xabara mengangguk, "sudah aku bilang dia jahat karna Cintanya yang bodoh itu sekarang kedua sibodoh itu telah saling mencintai."


Aya tertawa mendengar ejekan Xabara yang memang benar, "memang mereka sama-sama bodoh dan pastilah sangat cocok."


mereka bercerita bersama lalu Rovert datang membawa teman-temannya dari Kanada yang tidak sempat datang kemarin malam, mereka meminta maaf pada Xabara dan Rovert karna tidak bisa menepati janji, Xabara tersenyum saja tidak mempermasalahkan hal itu.


.


Xabara sedang asik makan buah lalu didatangi oleh Vellen dan Obel betapa manisnya Vellen membawakan sebuah lukisan Xabara yang tersenyum bersama Rovert.


"terimakasih..! aku sangat menyukainya Tan." ucap Xabara dengan tulus.


"iya Xabara sayang.? kamu harus bahagia ya?" gemas Vellen.


Vellen pun bertanya anak kembar Xabara lalu segera pergi menuju Taylor bersama Ratu yang menjaga sikembar menggemaskan tapi juga dikawal oleh Bodyguard Rovert.


Xabara terkejut lagi ketika Enderita juga datang bersama Madam Key (Desaigner).


"Enderita?" Xabara mendekati Enderita.


"say-saya boleh datang kan?" tanya Enderita dengan malu.


Xabara mengangguk lalu mereka berbicara bertiga setelah itu Xabara juga didatangi oleh Nur dan para bawahannya merengek meminta berfoto bersama.

__ADS_1


"iya..! iya..?" balas Xabara membuat Nur memekik senang.


Xabara merasa hidupnya begitu berubah ketika menikahi Rovert, sungguh Ia tidak menyangka akan hidup normal seperti sekarang ini walau ada yang iri juga tapi Identitas Xabara tidak diketahui.


Xabara bisa melihat Orang-Orang Higanbana datang dengan pakaian biasa lalu mengucapkan selamat pada Xabara, mereka juga bertemu dengan sikembar yang sangat mirip Xabara sungguh imut sekali melihat perpaduan wajah Xabara dengan Rovert menyatu di wajah An dan Ana.


Xabara juga didatangi oleh Bibi Ocha (Bibi Kantin di Perusahaan Rovert).


"Bibi juga datang? malam-malam begini?" Xabara memegang bahu Bibi Ocha yang tersenyum lebar.


"Nyonya Muda sangat terkenal jadi antriannya sangat lama." cengir bibi Ocha.


"oh ya Ampun..! maafkan saya Bibi Ocha, saya sendiri juga lelah mereka yang tidak ada habis-habisnya." bisik Xabara membuat Bibi Ocha tertawa lebar.


"Nyonya saya hanya bisa memberi hadiah ini." Bibi Ocha memberikan syal dari hasil karya tangan Bibi Ocha sendiri.


"waah...!" Xabara begitu menyukai ukiran nama nya di Syal itu.


"apa Nyonya menyukainya?" tanya Bibi Ocha malu-malu karna Ia juga bingung memberi hadiah pernikahan pada Orang kaya sebab Bibi Ocha bukan Orang kaya.


"sangat suka..! bisa pakaikan Bibi? aku sangat dingin." pinta Xabara.


Bibi Ocha terkejut lalu tersenyum lembut menuruti permintaan Xabara yang dapat Ia rasakan tangan Xabara sangat dingin.


"apa Nyonya tidak apa-apa? kenapa tubuh anda juga dingin?" tanya Bibi Ocha langsung cemas.


"kalau begitu saya akan cari dapur dan membuatkan minuman penghangat untuk Nyonya." kata Bibi Ocha.


Xabara tidak bisa melarang Bibi Ocha yang bersikeras melakukan itu demi Xabara, Xabara melihat syal yang ada di lehernya.


"semenjak menikah dengan Rovert, aku banyak bertemu dengan Orang baik." batin Xabara tersenyum manis sambil melihat sekitar.


Xabara sangat terharu bisa diperhatikan oleh Orang banyak padahal hidupnya sebelum bertemu dengan Rovert tidak pernah sebaik ini, lalu mata Xabara melihat Rovert yang kebetulan melihatnya.


Rovert langsung izin pada Temannya dan berlari ke Xabara memegang pipi Xabara dengan lembut, "ada apa sayang? ehhh??"


Rovert kaget merasakan pipi Xabara yang dingin, "kenapa Pipimu sangat dingin sayang? apa kamu demam? tapi kenapa dingin? apa karena AC?"


Xabara tersenyum lalu mengecup pipi Rovert yang tadinya khawatir berubah jadi patung.


"Terimakasih sudah membuatku bertemu Orang-orang baik yang tulus menyayangiku." ucap Xabara dengan serius.


Rovert tersadar lalu mengusap-ngusap kedua tangannya dan menghembusnya segera di pegangnya pipi Xabara yang langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


"hangat!!" senyum manis Xabara merasakan kehangatan telapak tangan Rovert di pipinya.


"kenapa bisa begitu dingin sayang?" Rovert terus melakukannya berulang kali lalu membuka jasnya memakaikannya ke Xabara.


Rovert hendak meminta seseorang mengurangi pendingin ruangan itu tapi Xabara mencegahnya karna Orang-orang yang berkumpul itu akan terasa panas.


"Bibi Ocha?" Rovert melihat Bibi Ocha membawa sebuah minuman hangat langsung mengerti segera berlari ke Bibi Ocha mengambil minuman itu.


"terimakasih Bibi..?" ucap Rovert dengan serius dan tulus.


Bibi Ocha tersenyum lebar, "sama-sama Tuan..! silahkan diberikan pada Nyonya Muda supaya tubuhnya kembali hangat sehingga tidak jatuh sakit nanti."


Rovert mengangguk lalu menuntun Xabara duduk dan memberikan Xabara minuman hangat itu yang memiliki aroma khas bumbu dapur.


Xabara memegang gelas hangat itu dengan kedua tangannya sehingga tangannya juga ikut terasa hangat, diam-diam hati Xabara merasa senang banyak sekali Orang yang memperhatikannya.


Rovert begitu cemas, "apa dr Astah dan dr. nining sudah pulang?"


"kenapa bertanya? bukankah sudah jelas mereka sudah pulang karna banyak pasien." jawab Xabara.


"untuk memeriksamu." jawab Rovert.


"Rovert aku sudah biasa begini dan aku sangat mengenal tubuhku sendiri, kamu mengerti maksudku kan?"


Rovert diam saja padahal masih cemas lalu meminta Xabara menghabiskan minumannya, Aya mendatangi Xabara dan bertanya keadaan Xabara yang memakai Syal tebal serta Jas Rovert jelas Ia tau kalau Xabara kedinginan karna Ia sudah lama hidup bersama Xabara.


"aku baik-baik saja Aya..!"


"kalau begitu minum obat Flu nya." Aya mengeluarkan Obat Flu dari sakunya.


"tidak usah Aya..? ini sudah lebih baik, cobalah pegang tanganku." Xabara tau Aya mencemaskannya sampai membawa Obat Flu kemana-mana yang tidak berubah sama sekali.


Aya memegang tangan Xabara yang ternyata sudah menjadi lebih hangat lalu Ia ditarik oleh Barrest.


"mau ngapain?" tanya Barrest.


"pertanyaan macam apa itu? aku mau merawat Xabara." kesal Aya.


Barrest mengatakan kalau Xabara sudah ada yang merawat yaitu Rovert lalu membawa Aya menemui Putranya yang lapar segera Aya berlari meninggalkan semuanya.


Xabara tertawa melihat Aya lari meninggalkan Barrest, sebagai seorang Ibu sudah jelas anak adalah Prioritas utama diatas segalanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2