
.
.
.
"ak-aku tidak makan malam pergilah...!" usir Irene sedikit takut berdua saja dengan Lion yang seorang Mafia apalagi berada di dalam Apartemennya.
Lion memperhatikan wajah Irene yang seperti takut padanya, "apa aku semenakutkan itu?"
Irene mendongak ke Lion, "pergilah..!" usir Irene memberanikan diri.
"tenang saja..! aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin melihatmu makan didepan mataku saja." senyum Lion begitu tipis tapi sangat tulus ke Irene.
Irene menggeleng kepalanya, "aku tidak mau makan."
"makanlah ku mohon setelah itu aku janji akan pergi walaupun sedang hujan petir di luar sekalipun jadi aku harus hujan-hujanan." ujar Lion dengan serius.
Irene terdiam lalu hidungnya bisa mencium aroma masakan dan Ia baru sadar serta memperhatikan Lion sedang memakai celemek dapur.
Lion yang langsung mengerti menjelaskan bahwa Ia jarang makan diluar sehingga sering masak di Rumah sendiri dan membuatnya mahir dalam memasak sementara Irene tidak bisa memasak karna Ia seorang Tuan Putri yang dibesarkan dengan sangat baik oleh kedua Orangtuanya sehingga tidak pernah memasak.
"di-dia pandai memasak?" batin Irene terkejut.
tipe ideal Irene memang ingin punya suami yang bisa memasak karna Ia tidak bisa memasak dan tidak menyangka sama sekali Pria yang keliatannya ahli sebagai petinju ini pandai memasak.
"ayo..?" ajak Lion memberi jalan ke Irene yang akhirnya mau melangkah ke arah dapur.
Irene melihat banyaknya makanan sehat untuk perempuan yang suka menjaga bentuk tubuhnya tapi doyan makan di malam hari.
"Papa dan Mama bilang kamu suka makan dimalam hari tapi harus kelelahan harus bekerja dan sering berolahraga supaya tubuhmu tetap langsing, menu makanan yang aku buat rendah lemak dan aku jamin ini tidak akan membuatmu gemuk." kata Lion.
"Mama Papa?" Irene terdiam lalu Lion membukakan kursi untuk Irene dan perhatian kecil Pria macho itu benar-benar aneh tapi sebenarnya terbesit dihati Irene kalau wanita yang dicintai Lion pasti akan bahagia sebab hanya duduk saja di jaga kursinya bagaimana jika lebih?
"Aya benar..! aku memang harus memilih Pria yang mencintaiku daripada memilih Pria yang aku cintai." batin Irene.
Irene pernah jatuh cinta pada seorang lelaki ketika masa kuliahnya tapi malah berpacaran dengan sahabatnya, Irene yang tidak mau merusak hubungan persahabatannya itu hanya bisa menyerah tanpa mengatakan apa-apa namun setelah putus dari sahabatnya Pria itu malah mengejarnya membuat hubungan Irene dengan sahabat perempuannya itu merenggang karena kesalahpahaman, Irene tidak pernah menerima Pria itu walaupun Ia sendiri suka.
__ADS_1
.
"kenapa melamun?" tanya Lion.
Irene tersadar lalu melepaskan jaketnya sehingga Lion bisa melihat leher Irene serta bahu Irene yang terbuka, Lion menurunkan pandangannya karna tidak mau membuat Irene lari ketakutan karna mata jahatnya itu sebagai Pria normal yang sudah lama menjomblo padahal ingin.
Irene fokus dengan makanan yang dibuat Lion sungguh lezat sekali.
"aku sudah melihatmu makan, aku pulang ya?" Lion berdiri sambil melepas celemeknya didepan Irene lalu pergi dari Apartemen Irene dengan wajah memerah seperti tidak kuat menahan hasr*tnya melihat bahu indah Irene.
Irene yang mendengar pintu Apartemennya berbunyi menandakan Lion sudah keluar seketika memekik, "aaahhh...? kenapa bisa seenak ini?"
Irene yang tadi makan dengan tenang didepan Lion seketika langsung melahap semua seperti Orang kelaparan saja, sampai piringnya bersih semua.
"aku tidak menyangka dia pintar memasak." gumam Irene tersenyum mengelap bibirnya yang belepotan.
sejak saat itu Irene diam-diam merasa bahagia ketika setiap pulang malam sudah banyak makanan dimeja makannya, dan akhirnya di hari ke 8 pun Ia memutuskan menerima lamaran Lion.
Lion tentu sangat bahagia dan akan merayakan pesta pernikahan mereka begitu megah di sebuah Vila serta mengundang banyak Orang terutama Xabara dan Rovert serta Orang terdekat Irene.
.
Xabara, Irene dan Aya tengah berkumpul.
"kenapa Calon pengantin tiba-tiba mengajak bertemu hmm?" tanya Aya meledek.
Xabara tersenyum saja sementara Irene mendelik.
"memangnya kenapa? apa aku tidak boleh bersenang-senang? lagian yang repot juga bukan aku." kata Irene dengan santai.
Xabara diam saja mendengar perdebatan Irene dan Aya lalu tiba-tiba Irene berterimakasih pada Aya terutama pada Xabara yang telah mempertemukannya dengan Pria yang sangat pintar memasak.
Xabara menaikkan sebelah alisnya seperti langsung mengerti alasan Irene mau menerima Lion, "karna pintar masak kamu menerimanya?"
Irene nyengir kuda menggaruk pipinya sedangkan Aya terkekeh menggeleng kepalanya pelan.
"kapan lagi aku makan gratis dan semewah itu setiap malam? dan kalian harus tau makanannya sangat enak tapi rendah lemak, biasanya aku rutin olahraga 5 kali dalam seminggu sekarang hanya 2 kali dalam seminggu dan kulitku malah semakin bersinar karna efek makanan sehat yang dia buat setiap malam untukku." curhat Irene.
__ADS_1
"baguslah sekarang kamu sudah tau betapa menguntungkannya menikahi Pria pilihan Xabara." kekeh Aya.
Xabara mengulum senyumnya.
"terimakasih sahabatku, kamu yang terbaik." Irene memeluk Xabara dengan manja membuat Aya tertawa geli saja.
"aku rasa dia sudah jatuh cinta lewat sendok." ejek Xabara dan dibalas anggukan oleh Aya.
"mana ada aku jatuh cinta padanya." bantah Irene.
"iya-iya." jawab Xabara dan Aya yang mengalah.
"aku hanya merasa beruntung saja diperlakukan seperti ratu olehnya, aku tidak tau apa-apa sementara dia yang mengurus semuanya mana ada aku cinta padanya." jelas Irene dengan serius.
Xabara dan Aya lagi-lagi mengangguk serentak lalu mereka memesan makanan serta banyak berfoto bersama, setelah itu mereka juga pergi ke Mal berbelanja gaun kompak untuk Aya dan Xabara di hari pernikahan Irene nanti.
"Irene..?" panggil seseorang membuat Aya dan Xabaralah yang menoleh sementara Irene terdiam seperti sudah tau pemilik suara itu.
"Iren? apa kamu benar akan menikah?" tanya Pria itu yang tak lain adalah Pria yang pernah ada di hati Irene hanya saja tidak pernah bersatu.
Irene memilih menyibukkan diri dengan aktifitasnya sampai Pria itu berani hendak memegang tangan Irene tapi Aya dan Xabara menepisnya.
"pergi..!" usir Xabara dengan sorot mata tajam.
"apa kau tidak lihat kami sedang sibuk dan dia juga terlihat tidak mau melihatmu, jadi pergilah sebelum kami panggilkan satpam. kau tau kan Mal ini milik suami Nyonya Xabara?" Aya.
seketika Pria itu menjadi lesu, "Iren aku hanya ingin bicara saja..!"
"pergi!!!!" usir Xabara dan Aya membentak sehingga perhatian banyak orang tertuju pada Pria yang berani menyinggung Xabara dan Aya.
karena tidak tahan bisik-bisikan pengunjung Mal akhirnya Pria itu pergi sambil melihat Irene berkali-kali tapi Irene sama sekali tidak menoleh ke arah Pria itu.
Xabara dan Aya melihat ke arah Irene yang tampak gemetar walau bisa ditutupi tapi tidak bagi kedua temannya Irene itu.
.
.
__ADS_1
.