Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
belajar mencuri


__ADS_3

.


.


.


"terimakasih Nona." ucap Mex tersenyum tipis.


Yeri menatap gelang tangan Xabara yang terbilang mahal dan sangat menarik matanya, tapi Ia juga tidak berani bertanya dan kebetulan Xabara melihat tatapan Yeri tertuju ke tangannya membuatnya tersenyum.


Xabara melepaskan gelang tangannya lalu menarik tangan Yeri dan memakaikannya di pergelangan tangan Yeri,


"Ehhh?" Yeri kaget dipasangkan gelang mahal itu ditangannya.


Mex pun terkejut dengan aksi Xabara, Ia menoleh ke Istrinya yang pasti ketangkap basah menginginkan gelang itu sebab Mex tau Nona Higanbana nya memang kejam tapi sebenarnya sangat baik hati.


"ini untukmu...!" kata Xabara sambil tersenyum.


"Ehh? Aiih?? No-Nona tidak usah..!" Yeri jadi sangat malu dan hendak melepas gelang tangan Xabara di tangannya tapi ditahan oleh Xabara.


"tidak apa.! aku hanya minta kamu mengizinkan suamimu mencari 1 Pria yang pantas untuk sahabatku secepatnya." pinta Xabara serius.


Yeri tersenyum begitu cerah, "terimakasih Nona..! saya akan mengawasi suami saya untuk mencarikan Pria yang sesuai dengan sahabat Nona." jawab Yeri sumringah.


Xabara tersenyum lembut lalu menepuk punggung tangan Yeri, Yeri sudah tau kalau Xabara adalah Ratu Higanbana sebab suaminya bagian dari Higanbana hanya Orang-orang terpercaya saja yang bisa mengetahui wajah asli Xabara.


"No-Nona?" Mex merasa tidak enak pada Xabara yang terlalu baik baginya.


Xabara mengangguk, "kalian lanjutkanlah..! aku sudah selesai, aku pulang."


Xabara bangkit dari duduknya dan pergi dari sana dengan begitu anggun sehingga Yeri sebagai perempuan meleleh melihatnya.


"lihat Mex?? Nona Xabara sebaik itu apa kamu tidak jatuh cinta padanya? aku saja perempuan sangat menyukainya." cecar Yeri terlihat begitu bahagia sekali diberi gelang berlian oleh Xabara.


Mex tersenyum, "sayang kamu tidak tau kalau kami sangat menghormati Nona Xabara diatas kehormatan kami sendiri, kami juga sudah mengukir sumpah didalam hati untuk selalu setia padanya..? apa ada yang lebih baik dari kesetiaan?"


Yeri tersenyum lebar lalu merangkul lengan Mex, "kamu harus carikan 1 Pria yang paling terbaik untuk Nona Xabara Mex, jika Nona Xabara sendiri yang meminta untuk sahabatnya berarti Orang itu juga penting bagi Nona sampai dia sendiri yang memintanya, kalau tidak penting sekali pasti Nona Aya yang melakukannya kan?"


Mex terdiam mendengarnya, "kamu benar..! aku akan carikan yang terbaik dari yang terbaik."


Yeri bersandar manja di bahu Mex sambil memutar-mutar pergelangan tangannya, "Nona bahkan memberikan gelang mahal ini secara cuma-cuma supaya aku memberimu waktu untuk mencari Pria itu, aku sangat menyukainya Mex..!? kalau kamu mau mencarinya selama 1 tahun tidak pulang-pulang pun aku rela."

__ADS_1


saking bahagianya Yeri menerima gelang berlian itu tentu saja Ia rela melepas suaminya untuk menjalankan perintah Xabara, cemburu? tidak mungkin Yeri cemburu karna Xabara sudah menikah dan memiliki anak dari Pria yang paling berkuasa di Negara ini.


Mex tertawa mendengarnya, "kenapa kamu bicara seperti itu hmm? 1 minggu sudah lebih dari cukup untukku."


Mex mengecup lama kening Yeri, memang Istrinya itu keliatan bahagia sekali diberi berlian oleh Xabara yang sangat baik hati.


"siapa ya?" batin Mex tampak berpikir Pria yang pantas di rekomendasikan untuk sahabat Xabara.


.


Xabara kembali ke Mansion,


"sayang??" Rovert berlari menyambut Xabara yang menautkan kedua alisnya.


"kenapa?" tanya Xabara heran.


"sayang aku sangat khawatir." kata Rovert langsung memeluk Xabara dengan erat.


"apa yang dikhawatirkan?" tanya Xabara semakin heran saja tingkah Rovert yang memperlakukannya seperti anak gadis yang tidak boleh keluar dengan bebas.


"kamu kan tau ada yang mengawasi kita kemarin malam, lalu bagaimana aku tidak khawatir hmm? kalau kamu di culik bagaimana?" cecar Rovert.


"siapa yang berani menculikku akan aku culik balik." ketus Xabara melewati Rovert begitu saja.


Rovert berdecak kesal karna kesalahannya itu melupakan siapa Xabara, Rovert hanya mengkhawatirkan Xabara sehingga otak cerdasnya menyempit dan melupakan siapa Xabara.


"lebih baik aku ke Ruangan Kerja saja." batin Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


.


Xabara tersenyum lembut melihat Ana berlari dengan kaki kecil ke arahnya dan meminta asinya. Xabara langsung memberi put*ngnya ke Ana tanpa berpikir lagi sambil membawanya menuju kamar, di dalam Mansion itu tidak ada Pekerja lelaki karna tidak diizinkan memasuki Mansion Utama atas perintah Rovert yang tidak mau ada lelaki yang melihat Xabara menyu*i anak-anaknya.


Ratu yang baru keluar dari dapur celingukan mencari Ana, "dimana Ana-ku?"


Para pelayan perempuan menjawab dengan serentak telah bersama Xabara, Ratu terkekeh meletakkan susu strawberry yang Ia buat khusus untuk Ana yang sangat ingin meny*su sementara Xabara sedang keluar dan kantong Asi sudah habis karna ulah An sampai ketiduran setelah mandi.


"habiskan ini..!" kata Ratu meletakkan gelas susu strawberry yang ia buat lalu pergi menyusul Xabara.


Xabara menoleh ketika pintu terbuka dan membuatnya tersenyum, "Mom?"


Ratu mendekati Xabara yang memainkan Ponsel tapi sambil memangku Ana yang sedang meny*su.

__ADS_1


"apa kamu tidak lelah sayang? jika lelah kita bisa ganti Asi sikembar dengan susu mahal, lagian umur mereka sudah 1 tahun."


Xabara menggeleng kepalanya, "kan Mom tau sendiri kalau bayi yang sehat itu diberi Asi oleh Ibunya selama 2 tahun."


Ratu tersenyum, "kalau begitu setelah lepas Asi Mom akan berikan pengganti asi yang bagus untuk sikembar."


Ratu duduk disamping Xabara lalu menepuk-nepuk paha Ana yang begitu nyaman dengan Mommynya, bibir mungilnya begitu kencang sekali menyu*u saat ini.


Ratu melihat layar ponsel Xabara yang melihat banyaknya desain Mobil lalu Ia yang penasaran tentu bertanya mengapa Xabara melihat hal itu, tiba-tiba Xabara tertawa pelan tanpa suara mendengar pertanyaan Ratu yang berpikir Xabara akan membuat Perusahaan pembuatan Mobil.


"bukan Mom..! aku hanya sedang mencari ide untuk menjadi inspirasi membuat desain 1 Mobil baru." jawab Xabara.


"desain Mobil baru? untuk siapa sayang?" tanya Ratu sebab Ia tau Xabara maupun Rovert sudah banyak punya Mobil.


"Irene mom." jawab Xabara.


Ratu pun tidak lagi bertanya hanya tersenyum sambil menatap Cucunya yang sangat menggemaskan.


"Oh ya Mom? An dimana?" tanya Xabara mengedarkan pandangannya.


"Oh..? An itu malaikat kecilmu yang rakus sayang, dialah pelaku yang menghabiskan kantong Asimu sampai ketiduran didepan Kulkas."


Xabara terkekeh, "makhluk kecil itu sudah belajar mencuri rupanya."


Ratu tertawa menutupi bibirnya, "terkadang Mom sangat menyukai tingkah menggemaskan mereka sayang, walaupun pantas disebut setan kecil tapi karna rasa sayang Mom sebut Malaikat kecil saja."


Xabara mengulum senyum, "maafkan aku yang selalu saja menyusahkan Mom."


Ratu mengelus kepala Xabara, "kenapa kamu begitu selalu begini sayang? gemesin."


Xabara menekuk alisnya, "lain kali aku akan tambah lagi kantong Asinya Mom."


"tapi kamu harus rajin minum itu ya supaya asimu semakin lancar, mereka berdua sangat rakus sayang..!" pinta Ratu memelas.


Xabara mengangguk mengerti lalu menatap putri kecilnya yang dari semalam tidak tidur bersamanya, Xabara mencium lembut kening Ana yang masih kencang menyed*t Asi mommy nya seperti anak kelaparan saja padahal sudah bisa makan asupan lain dari Asi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2