
.
.
.
Xabara kembali ke Mansion,
"Mom?" Alena menoleh ke belakang sambil memberontak di gendongan Ratu.
Ratu terkikik sambil menurunkan Alena yang segera memekik riang berlari ke arah Pintu dan muncullah Xabara dengan senyuman lembutnya melihat Putri bungsunya tengah berlari ke arahnya.
Xabara berjongkok lalu Alena memeluk Alena dengan pekikan menggemaskannya, "Alena sayang? kamu tidak berbuat kekacauan kan?"
"idak Mom." jawab Alena dengan sangat yakin.
Xabara menggendong Alena sambil mencium pipi Alena, "Mommy tidak akan tertipu dengan wajah lucumu ini sayang, papamu mungkin bisa tertipu tapi mommy tidak." gemas Xabara menoel-noel pipi Alena.
Alena hanya tertawa riang memeluk Xabara dan menyandarkan kepalanya di bahu Xabara, sedangkan Xabara menoleh ke Ratu yang tersenyum.
"apa dia mencuri lagi mom?" tanya Xabara sembari mendekati Ratu.
"dia mencuri Kue ulang tahun Ana sayang." jawab Ratu.
Xabara menghela nafas, "kenapa Putra-Putri penguasa keluargaku harus mencuri? kalau begini bisa malu Keluarga Maldev." gerutu Xabara.
Ratu tertawa terbahak-bahak membenarkan kata-kata Xabara.
.
ke esokan harinya,
"apa??" Xabara, Ratu dan Rovert bertanya tidak percaya atas pengakuan An dan Ana.
"boleh ya Mommy? Papa?" rengek Ana dengan memelas.
Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "kalau Papa selama 1 minggu ini tidak ada waktu untuk menemani kalian studytour sayang."
"Mommy juga lagi sibuk, kalau sekedar jalan-jalan sekitar 2-3 jam Mommy bisa sayang tapi kalau 12 jam atau lebih sepertinya memang belum bisa." sambung Xabara.
"kalian jangan pergi ya nak?" bujuk Ratu.
An dan Ana menggeleng kepalanya,
"kami mau ikut..? Papa sama Mama kelja saja, kami bisa kok jaga dili lagian banyak gulu di sana." protes An.
__ADS_1
"iya Ana bisa jaga dili sendili." jawab Ana.
Xabara dan yang lainnya saling melihat satu sama lain, mereka menghela nafas berat lalu berusaha menjelaskan situasinya namun sikembar bersikeras untuk ikut tanpa diawasi kedua Orangtua mereka sebab Anak-anak yang lain juga tidak dikawal Orangtua melainkan guru saja, Rovert maupun Xabara memang sangat posesif menjaga anak-anaknya apalagi Ratu.
"kalau begitu Om Ade harus ikut kalian ya?" Xabara.
An dan Ana menggeleng kepala, mereka merengek tidak mau dikawal karena malu sama teman-teman yang diperlakukan berbeda oleh Orangtua mereka seperti dilepaskan dan dituruti apapun keinginan mereka, sementara sikembar Maldev kemana-mana dikawal dan itu sangat tidak nyaman bagi mereka apalagi didepan teman-teman sekolah yang menilai sikembar manja atau masih anak-anak.
"kalian memang masih anak-anak kan?" Xabara.
"iya kalian masih anak-anak sayang, kenapa malu dengan kata-kata mereka hmm?" sahut Ratu.
Rovert memijit pelipisnya saja mendengar protes An dan Ana yang tidak mau disebut anak-anak, mereka bersikeras akan ikut serta memaksa Xabara dan Rovert menandatangi surat penyetujuan Orangtua/wali.
berbagai drama telah dilakukan dan pada akhirnya Xabara dan Rovert juga mengizinkan tapi dengan kesepakatan mereka bersama nanti tanpa sepengetahuan Sikembar yang sangat menjaga harga diri mereka yang setinggi langit itu padahal masih sangat kecil sementara mereka punya musuh yang bisa saja ambil kesempatan ditengah kelalaian mereka saat menjaga sikembar.
.
"kenapa malah menyalahkanku sayang?" gemas Rovert.
Xabara mendengus, "kamu sih yang punya harga diri, lihatlah sikembar masih kecil tapi harga diri mereka melebihi tinggi tubuh kecil mereka."
"iya sayang iya.. maafkan aku yang punya harga diri terlalu tinggi ya? mereka anakku tentu saja mengikutiku." Rovert pun meminta maaf sambil memegang kedua tangan Xabara dengan lembut.
Rovert punya harga diri setinggi langit begitu juga Xabara tentu saja keturunan mereka tidak akan berbeda jauh, tak disangka Harga diri anak mereka malah membuat Xabara pusing 7 keliling dan tidak mau dijaga atau dikawal dengan alasan sudah besar.
"aku tidak tau kenapa aku selalu takut melepas mereka Rovert." keluh Xabara sambil menghela nafas.
Rovert mengangguk, "iya sayang..! aku juga tidak tau kenapa aku berat mengizinkan mereka." sahut Rovert pun mengutarakan pikirannya.
"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Xabara.
"aku akan cari tau Mobil yang akan mereka tumpangi." kata Rovert.
"setelah itu ngapain?" tanya Xabara yang menunggu tujuan Rovert mencari Mobil yang akan ditumpangi anak mereka nanti.
"aku akan bayar seseorang menjadi supirnya." jawab Rovert seketika senyum Xabara terbit.
"aku setuju..!" jawab Xabara tanpa berpikir lagi.
Rovert menatap penuh cinta Xabara sambil mengelus pipi Xabara lalu memegang dagu lancip Xabara dan menciumnya lembut, Xabara memukul kedua bahu Rovert.
"anak sudah 3 jangan genit Rovert..!" peringatan Xabara.
Rovert tertawa, "aku malah ingin nambah lagi sayang."
__ADS_1
Xabara melototkan matanya membuat Rovert malah tambah cengar-cengir bahagia melihat paras Xabara yang sangat cantik ketika ekspresinya seperti itu.
bughhh...
Rovert mengaduh sambil tertawa ketika Xabara kembali memukulnya tapi Ia tidak marah malah menyukai sifat bar-bar Xabara yang tidak pernah berubah.
Xabara bangkit dari hadapan Rovert, "lebih baik aku makan."
Rovert berlari menyusul Xabara sambil bergelayut di lengan Xabara yang berusaha menepis tangan Rovert dan mengomeli Pria gagah yang sangat kekanakan itu jika bersama Xabara.
begitulah hubungan mereka yang sama sekali tidak berubah malah Rovert semakin kekanakan saja sama Xabara yang memang sudah mencintai Rovert Maldev.
.
ke esokan harinya,
Sikembar sudah berkemas dengan tas ransel masing-masing berlarian dengan riang sambil memakan buah segar akan StudyTour bersama Teman Sekelas tanpa dikawal, mereka dengan buru-buru meminta Ade mengantarkan ke sekolah biar tidak ada drama dengan Xabara maupun Rovert.
didepan Mansion,
"sayangg? kalian yakinn?" tanya Ratu cemas.
"pokoknya Nenek tidak usah khawatil ya?" pinta Ana dengan senyuman.
"dadah Nenek!!" lambaian tangan An.
Ratu menoleh ke arah atas sesekali untuk meminta Xabara menahan sikembar tapi ternyata An maupun Ana sangat cerdas seakan sudah tau rencana Ratu memilih berangkat lebih cepat sehingga Ratu kehilangan akalnya tidak tau cara menahan sikembar supaya tidak pergi.
"tunggu..!" Ratu berusaha menahan pintu Mobil Ade tapi sikembar mendesak terus dan Ratu terpaksa membiarkan Ade masuk ke Mobil.
"Ehh?" Ratu hanya bisa mengikuti Mobil Maldev yang membawa cucunya dengan berat hati.
"aduuh..? ini Rovert sama Xabara kemana sih?" gerutu Ratu celingukan.
Ratu berlari ke arah Mansion mencari keberadaan anaknya ketika sudah tau rencana Rovert dan Xabara baru Ratu bisa lega.
"memang anak-anak penguasa yang nakal dan keras kepala." kekeh Ratu merasa gemas dengan segala tingkah cucunya itu.
.
.
.
Hai.. hai.. Readers..! Nae tidak bisa Update banyak nih karna lagi ada acara pesta di kampung jadi tidak bisa main hp terus.. wkwk.. jadi mohon pengertiannya ya? Up apa adanya aja dulu.. wkwk.. Terimakasih semua...! selamat beraktifitas..!
__ADS_1
.
.